MOTIVASI BELAJAR

Posted On April 13, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped one response

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata bahasa latin “movere“ yang berarti “menggerakkan“. Berdasarkan pengertian ini makna motivasi berkembang. Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme.
Sedangkan Imron (1996), menjelaskan motivasi berasal dari kata inggris “motivation” yang berarti dorongan pengalasan dan motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong, menyebabkan, dan merangsang. Motive sendiri berarti alasan, sebab dan daya penggerak (Echols, 1984 dalam Imron, 1996) motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984).
Motivasi juga dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu” (Cropley, 1985). Hamper senada Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian ini bermakna jika seseorang melihat suatu manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh maka ia akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut.
Ames da Ames (1984) menjelaskan motivasi dari pandangan kognitif. Menurut pandangan ini motivasi didefinisikan sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya sebagai contoh seorang mahasiswa yang percaya bahwa ia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut.
B. Jenis Dan Sumber Motivasi

Motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu tanpa adanya rangsangan dari luar, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar misalnya pemberian pujian, pemberian nilai sampai pada pemberian hadiah dan faktor-faktor eksternal lainnya yang memiliki daya dorong motivasional.
Pemenuhan kebutuhan dimulai dari tingkat yang paling dasar dan secara hirarkis menuju kepada kebutuhan yang lebih tinggi. Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow, menurut Maslow jika kebutuhan yang lebih rendah tingkatannya telah dipenuhi, maka kebutuhan yang berada di tingkatan atasnya akan muncul dan minta dipenuhi. Kebutuhan-kebutuhan yang menuntut pemenuhan tersebut dipandang sebagai motivator akrif. Sementara kebutuhan di tingkatan atasnya menjadi strongest need. Oleh karena itu, kebutuhan-kebutuhan manusia tersebut secara berjenjang dan secara terus-menerus minta dipenuhi.
Menurut Maslow, ada lima kebutuhan dasar manusia. Kelima kebutuhan tersebut adalah :
1. Kebutuhan fisiologis (physiological needs),
2. Kebutuhan keamanan dan rasa terjamin (safety or security needs),
3. Kebutuhan social (social needs),
4. Kebutuhan ego (esteem needs),
5. Kebutuhan aktualisasi diri (self_actualization).
Kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Maslow harus terpenuhi, sebab kebutuhan yang telah lama tidak terpenuhi, tidak dapat menjadi active motivator. Jika kebutuhan tersebut terblokade dan tidak dapat menjadi active motivator, maka usaha manusia hanya bertahan pada level sebelumnya, dan tidak ada peningkatan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan merupakan hal penting untuk meningkatkan motivasi seseorang termasuk dalam konteks motivasi belajar. Seseorang yang lama kebutuhannya tidak terpenuhi, bisa menjadi penyebab timbulnya sikap-sikap destruktif, menentang, dan bahkan frustasi.
Terhadap teori Maslow ini tentu saja tidak sepenuhnya benar, bahwa pemenuhan kebutuhan harus hirarkis sehingga seseorang tidak bisa melakukan aktualisasi diri sebelum esteem needs dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Dalam prakteknya tidak sedikit orang termotivasi melakukan sesuatu yang konstruktif (aktualisasi diri) meski kebutuhan-kebutuhan sebelumnya belum terpenuhi.

C. Peran Motivasi Dalam Belajar Dan Pembelajaran

Secara umum terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Beberapa penelitian tentang prestasi belajar menunjukkan bahwa motivasi sebagai faktor yang banyak berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Tokoh-tokoh pendidikan seperti Mc Clelland (1985), Bandura (1977) Bloom (1980), Winer (1986), Fyans dan Maerh (1987) melakukan berbagai penelitian tentang peranan motivasi dalam belajar dan menemukan hasil yang menarik.
Dalam studi yang dilakukan Fyans dan Maerh (1987) bahwa di antara tiga faktor, yaitu latar belakang keluarga, kondisi/ konteks sekolah dan motivasi, faktor yang terakhir merupakan prediktor yang paling baik untuk pretasi belajar. Walberg dkk (1983), menyimpulkan bahwa motivasi mempunyai kontribusi antara 11 sampai 20 persen terhadap prestasi belajar. Studi yang dilakukan Suciati (1990), menyimpulkan bahwa kontribusi motivasi sebesar 36 persen, sedangkan Mc Clelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar.

D. Model Motivasi ARCS

Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983), telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motavasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai ARCS model yakni Attetion (perhatian), Relevance (Relevansi), Confidence (kepercayaan diri) dan Satisfaction (kepuasan).
Attetion (perhatian), muncul didorong rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang dirangsang melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontradiktif atau kompleks. Ada beberapa strategi untuk merangsang minat dan perhatian, yakni :
1. Gunakan metode menyampaian yang bervariasi,
2. Gunakan media untuk melengkapi pembelajaran,
3. Gunakan humor dalam penyajian pembelajaran,
4. Gunakan peristiwa nyata, anekdot dan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang diutarakan, dan,
5. Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa .
Relevance (Relevansi), menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Ada tiga strategi yang bisa digunakan untuk menunjukkan relevansi dalam pembelajaran:
1. Sampaikan kepada siswa apa yang akan dapat mereka lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran,
2. Jelaskan manfaat pengetahuan atau keterampilan yang akan dipelajari,
3. Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan kondisi siswa atau profesi tertentu.
Confidence (kepercayaan diri), merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akanmeningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Ada sejumlah strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri :
1. Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak pengalaman berhasil,
2. Menyusun pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut mempelajari banyak konsep sekaligus,
3. Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menggunakan persyaratan untuk berhasil,
4. Menggunakan strategi yang memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan siswa,
5. Tumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa dengan pernyataan-pernyataan yang membangun,
6. Berikan umpan balik konstruktif selama pembelajaran, agar siswa mengetahui sejauh mana pemahaman dan prestasi belajar mereka.
Satisfaction (kepuasan), keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. Ada sejumlah strategi untuk mencapai kepuasan, yakni :
1. Gunakan pujian secara verbal, umpan balik yang informative, bukan ancaman atau sejenisnya,
2. Berikan kesempatan kepada siswa untuk segera menggunakan atau mempraktekkan pengetahuan yang baru dipelajari,
3. Minta kepada siswa yang telah menguasai untuk membantu teman-temannya yang belum berhasil,
4. Bandingkan prestasi siswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu dengan suatu atandar tertentu, bukan dengan siswa lain.

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

Dalam buku belajar dan pembelajaran Ali Imron (1996) mengemukakan ada enam unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran. Keenam faktor tersebut adalah :
1. Cita-cita atau aspirasi pembelajar
Cita-cita merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Hal ini bisa diamati dari banyaknya kenyataan motivasi seorang pemelajar menjadi begitu tinggi ketika ia sebelumnya sudah memiliki cita-cita.
2. Kemampuan pemelajar
Manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, karena itu sering terlihat seseorang memiliki kemampuan di bidang tertentu belum tentu memiliki kemampuan di bidang lainnya.
3. Kondisi pemelajar
Hal ini bisa terlihat dari kondisi fisik maupun kondisi psikis pemelajar. Pada kondisi fisik ada hubungannya dengan motivasi bisa dilihat dari keadaan fisik seseorang. Apabila kondisi psikis seseorang sedang tidak bagus maka motivasi pun akan menurun.
4. Kondisi lingkungan pemelajar
Kondisi lingkungan pemelajar menjadi factor yang mempengaruhi motivasi bisa diamati dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang mengitari si pembelajar.
5. Unsur-unsur dinamis belajar atau pembelajaran
Faktor dinamisasi belajar dapat diamati pada sejauh mana upaya memotivasi si pemelajar dilakukan, bagaimana juga dengan bahan pelajaran, alat bantu belajar, suasana belajar dan sebagainya.
6. Upaya guru dalam pembelajaran pemelajar

F. Upaya-Upaya Memotivasi Dalam Belajar

Ali Imron (1996) mengemukakan ada empat upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar pemelajar. Empat cara tersebut adalah :
1. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar,
2. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis pembelajaran,
3. Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pemelajar juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi,
4. Mengembangkan aspirasi dalam belajar.
Ada sejumlah prinsip-prinsip belajar yang harus dioptimalkan sebagai upaya memotivasi dalam belajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah : prinsip perhatian, keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan belajar, rangsangan dan tantangan, pemberian balikan dan penguatan, dan prinsip perbedaan individual antar pembelajar. Untuk mengoptimalkan prinsip-prinsip tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan mengupayakan untuk menjauhkan kendala-kendala yang ditemui dalam proses optimalisasi tersebut.
Optimalisasi yang dilakukan adalah optimalisasi unsur dinamis dan optimalisasi pengalaman maupun kemampuan pemelajar. Optimalisasi unsur dinamis dilaksanakan dengan cara perlunya kreativitas dalam menyiapkan alat-alat belajar bersama pemelajar. Sedangkan optimalisasi pengalaman maupun kemampuan pemelajaran dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
1. Biarkan pemelajar menangkap sesuai kemampuan dan pengalamannya,
2. Kaitkan pengalaman belajar saat ini dengan pengalaman masa lalu dan kemampuan si pemelajar,
3. Lakukan penggalian pengalaman dan kemampuan yang dimiliki pembelajar,
4. Beri kesempatan pemelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilikinya.
Cita-cita dan aspirasi juga penting dikembangkan sebagai upaya dalam memotivasibelajar si pemelajar.

G. Pengertian Kondisi Belajar

Kondisi belajar adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Definisi yang lain tentang kondisi belajar adalah suatu keadaan yang mana terjadi aktifitas pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Kondisi belajar juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Gagne dalam bukunya “condition of lerning” (1977) menyatakan “The occurence of learning is inferred from a difference in human being’s performance before and after being placed in a learning situation”. Dengan kata lain ia menyatakan bahwa kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut.
Kondisi belajar adalah suatu bentuk belajar di mana kesanggupan untuk berrespon terhadap rangsangan tertentu dapat dipindahkan pada rangsangan yang lain. (Edward, 1973). Kondisi belajar berupa keadaan eksternal dan internal yang mempengaruhi belajar.

H. Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

Gange membagi dua kondisi belajar, yaitu : Kondisi eksternal (external condition) adalah situasi perangsang di luar diri si belajar. Kondisi internal (internal condition) adalah kemampuan yang telah ada pada diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Kondisi internal ini dihasilkan oleh seperangkat proses transformasi.
Kondisi eksternal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang mengandung stimulus yang ada di luar diri pembelajar seperti penjadwalan, pengurutan, dan organisasi penyajian (Gagne, 1992), kondisi internal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang sesuai dengan kondisi pikiran pembelajar untuk menangani tugas belajar; dengan kata lain kondisi itu merupakan kemampuan individu pembelajar yang dimiliki sebelumnya (Gagne, 1992).
Faktor internal dapat mencakup segi intelektual seperti kecerdasan, bakat dan hasil belajar. Segi emosional seperti motif, sikap, perasaan, keinginan, kemauan. Kondisi dan kesehatan fisik dan mental. Faktor eksternal meliputi kondisi fisik, sosial-psikologis keluarga, sekolah serta masyarakat sekitar.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas RI, 2003: 1092), kata strategi mengandung empat pengertian, yaitu:
1. Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
2. Ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi yang menguntungkan.
3. Rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
4. Tempat yang baik menurut siasat perang.
Gange (dalam Richey, 2000) menyatakan bahwa dibutuhkan kondisi belajar yang efektif untuk berbagai jenis atau kategori kemampuan belajar. Kondisi belajar di bagi atas lima kategori belajar sebagai berikut :
a. Keterampilan intelektual (intellectual skill) : untuk jenis belajar ini kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan-keterampilan bawahan (yang sebelumnya), pembimbingan dengan kata-kata atau alat lainnya, pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian reviu.
b. Informasi verbal (verbal information) : untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna, kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang rekonstruksi, balikan.
c. Strategi kognitif (cognitive strategy or problem solving) : untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil, pendemonstrasian solusi oleh siswa.
d. Sikap (attitude) : pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan tindakan pribadi yang diharapkan, pembentukan atau pengingatan kembali model manusia yang dihormati.
e. Keterampilan motorik (motor skill) : kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsure motorik, pembentukan atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatihan keterampilan-keterampilan keseluruhan, balikan yang tepat.
Kelima macam hasil belajar di atas mempersyaratakan kondisi-kondisi belajar tertentu sehingga dapat dijabarkan strategi belajar mengajar yang sesuai.
Pengklasifikasian strategi belajar mengajar yang lebih komprehensif dikemukakan oleh Bruce dan Marsha Weil, yang terdiri dari empat model mengajar, yaitu model interaksi sosial, pengolahan informasi, personal humanistik, dan modifikasi tingkah laku.

I. Pengertian Masalah Belajar

Karena masalah anak yang lamban belajar berbeda-beda, maka sulit untuk menetapkan secara akurat masalah mereka yang sebenarnya, bahkan juga belum ada data angka yang tepat dari hasil terapi bagi anak yang lamban belajar. Sebenarnya, masalah ini sangat menarik perhatian para ahli dari berbagai bidang, misalnya para pendidik, psikiater, ahli saraf, dokter anak, dokter spesialis mata dan telinga, juga ahli bahasa. Mereka setelah melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda-beda, akhirnya secara umum dapat disimpulkan ada dua faktor penyebab anak mengalami kesulitan belajar, yaitu faktor penyakit dan perilaku. Dari sudut pandang kedokteran, kelambanan anak dalam belajar dianggap berhubungan erat dengan ketidaknormalan dalam otak. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan adanya luka pada otak, kurang darah, dan ketidaknormalan dalam saraf sebagai unsur penyebab kelambanan belajar. Dari sudut pandang ahli psikologi menyelidiki masalah dari perilaku dan kejiwaan anak yang lamban. adanya gangguan dalam masalah kognitif, yaitu membaca, menghitung, dan berbahasa. Penyebab masalah adalah sebagai berikut :
1. Faktor keturunan
2. Faktor otak kurang normal
3. Masalah organisasi berpikir
4. Kekurangan gizi
5. Faktor lingkungan
Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan sejak dini
Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya ingat dalam berpikir, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.
2. Pengembangan secara keseluruhan
Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam pelbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.
3. Lembaga pendidikan khusus atau umum
Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya untuk menolong, anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum. Hasilnya, tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan pendapat. Kesimpulannya, dari segi nalar tidak ditemukan adanya peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus. Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bergabung di lembaga pendidikan umum. Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lamban belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal.
4. Memberikan pelajaran tambahan
Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. B.F. Skinner mengatakan bahwa penggunaan mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. Dewasa ini komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. Gereja atau sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban belajar.
5. Latihan indra
Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka.

J. Masalah-Masalah Belajar Internal Dan Eksternal

Secara umum kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar. Kondisi itu antara lain : pertama, lingkungan fisik. Lingkungan fisik yang ada dalam proses dan disekitar proses pembelajaran member pengaruh bagi proses belajar. Kedua, suasana emosional siswa. Suasana emosional akan memberi pengaruh dalam proses pembelajaran siswa.
Begitu pula dengan masalah-masalah belajar ada yang bersifat internal dan adapula masalah yang bersifat eksternal.
1. Masalah belajar internal adalah masalah-masalah yang timbul dari dalam diri siswa atau faktor-faktor internal yang menimbulkan kekurangberesan siswa dalam belajar. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri, seperti :
a. kesehatan
b. rasa aman
c. faktor kemampuan intelektual
d. faktor afektif seperti perasaan dan percaya diri
e. motivasi
f. kematangan untuk belajar
g. usia
h. jenis kelamin
i. latar belakang sosial
j. kebiasaan belajar
k. kemampuan mengingat
l. dan kemampuan penginderaan seperti melihat, mendengar atau merasakan.
Masalah-masalah belajar internal dapat bersifat biologis dan psikologis. Masalah yang bersifat biologis artinya menyangkut masalah yang bersifat kejasmanian. Sementara hal yang bersifat psikologis adalah masalah yang bersifat psikis seperti perhatian, minat, bakat, IQ, konstelasi psikis yang berwujud emosi dan gangguan psikis.
2. Masalah belajar eksternal adalah masalah-masalah yang timbul dari luar diri siswa sendiri atau faktor-faktor eksternal yang menyebabkan kekurangberesan siswa dalam belajar. Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri siswa, seperti :
a. kebersihan rumah
b. udara yang panas
c. ruang belajar yang tidak memenuhi syarat
d. alat-alat pelajaran yang tidak memadai
e. lingkungan sosial maupun lingkungan alamiah
f. kualitas proses belajar mengajar.
Belajar sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal :
 Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam diri siswa baik kondisi jasmani maupun rohani siswa. Faktor internal dibedakan menjadi :
1. Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis adalah sesuatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan jasmani seseorang. Faktor fisiologis yang dapat mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Tonus (kondisi) badan
Kondisi jasmani pada umumnya dapat dikatakan melatarbelakangi kegiatan belajar. Sehubungan dengan keadaan atau kondisi jasmani tersebut, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
• Cukupnya nutrisi (nilai makanan dan gizi)
• Beberapa penyakit ringan yang diderita.
b. Keadaan fungsi-fungsi yang diderita
Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar di sini adalah fungsi-fungsi panca indera, panca indera yang memegang peranan penting dalam belajar adalah mata dan telinga.
2. Faktor psikologis
Faktor psikologis adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan kejiwaan siswa. Faktor psikologis dapat dibedakan menjadi :
a. Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki anak untuk mencapai keberhasilan.
b. Minat
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar untuk sesuatu. Dalam minat ada dua hal yang harus diperhatikan :
• Minat pembawaan
• Minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar.
c. Inteligensi
Inteligensi adalah kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.
d. Motivasi
Motivasi adalah keadaan internal manusia yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Fungsi motivasi adalah mendorong seseorang untuk interes pada kegiatan yang akan dikerjakan, menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, dan mendorong seseorang untuk pencapaian prestasi, yakni dengan adanya motivasi yang baik dalam belajar, akan menunjukkan hasil belajar yang baik.
 Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang timbul dari luar diri siswa. Factor eksternal dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Faktor Sosial
Faktor sosial dibagi menjadi beberapa lingkungan, yaitu :
a. Lingkungan Keluarga
• Orang Tua
Dalam kegiatan belajar, seorang anak perlu diberi dorongan dan pengertian dari orang tua.
• Suasana Rumah
Hubungan antar anggota keluarga yang kurang harmonis, akan menimbulkan suasana kaku, dan tegang dalam keluarga, yang menyebabkan anak kurang bersemangat untuk belajar.
• Kemampuan Ekonomi Keluarga
Hasil belajar yang baik, tidak dapat diperoleh hanya dengan mengandalkan keterangan-keterangan yang diberikan oleh guru di depan kelas, tetapi membutuhkan juga alat-alat yang memadai seperti buku, pensil, pena, peta, bahkan buku bacaan.
• Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan dan kebiasaan dalam keluarga, akan mempengaruhi sikap anak dalam belajar.
b. Lingkungan Guru
• Interaksi Guru dan Murid
Guru yang kurang berinteraksi dengan murid secara rutin akan menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar.
• Hubungan Antar Murid
Guru yang kurang bisa mendekati siswa dan kurang bijaksana, maka tidak akan mengetahui bahwa di dalam kelas ada grup yang saling bersaing secara tidak sehat.
• Cara Penyajian Bahan Pelajaran
Guru yang hanya bisa mengajar dengan metode ceramah saja, membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif, adalah guru yang berani mencoba metode-metode baru, yang dapat membantu dalam meningkatkan kondisi belajar siswa.
c. Lingkungan Masyarakat
• Teman Bergaul
Pergaulan dan teman sepermainan sangat dibutuhkan dalam membuat dan membentuk kepribadian dan sosialisasi anak.
• Pola Hidup Lingkungan
Pola hidup tetangga yang berada di sekitar rumah di mana anak itu berada, punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
• Kegiatan Dalam Masyarakat
Kegiatan dalam masyarakat dapat berupa karang taruna, menari, olah raga, dan lain sebagainya. Bila kegiatan tersebut dilakukan secara berlebihan, tentu akan menghambat kegiatan belajar.
• Mass Media
Mass media adalah sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar.
2. Faktor Non-Sosial
Faktor non-sosial dapat dibedakan menjadi :
a. Sarana dan Prasarana
• Kurikulum
Sistem instruksional sekarang menghendaki, bahwa dalam proses belajar mengajar yang dipentingkan adalah kebutuhan anak.
• Media Pendidikan
Dapat berupa buku-buku di perpustakaan, laboratorium, LCD, komputer, layanan internet, dan lain sebagainya.
• Keadaan Gedung
Dengan banyaknya jumlah siswa yang membludak, keadaan gedung dewasa ini masih sangat kurang. Mereka harus duduk berjejal-jejal di dalam kelas. Faktor ini tentu akan menghambat lancarnya kondisi belajar siswa.
• Sarana Belajar
Sarana yang terdapat di sekolah, juga akan mempengaruhi kondisi belajar siswa.

b. Waktu Belajar
Karena keterbatasan gedung sekolah, sedangkan jumlah siswa banyak maka ada siswa yang harus terpaksa sekolah di siang hingga sore hari. Waktu di mana anak-anak harus beristirahat, tetapi harus masuk sekolah.
c. Rumah
Kondisi rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tidak memiliki sarana umum untuk kegiatan anak, akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak pantas dikunjungi.
d. Alam
Dapat berupa keadaan cuaca yang tidak mendukung anak untuk melangsungkan proses belajar mengajar. Kalaupun berlangsung, tentu kondisi belajar siswapun akan kurang optimal.

K. Cara Mendiagnosa Masalah Belajar Dan Mengatasinya

Yang dimaksud dengan proses mendiagnosa adalah proses pemeriksaan terhadap suatu gejala yang tidak beres. Diagnosis adalah belajar yang dilakukan jika guru menandai atau mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada murid.
Diagnosis masalah belajar dilakukan secara sistematis dan terarah dengan langkah-langkah :
1. Mengidentifikasi adanya masalah belajar
Untuk mengidentifikasi masalah belajar diperlukan seperangkat ketrampilan khusus, sebab kemampuan mengidentifikasikan yang berdasarkan naluri belaka kurang efektif. Semakin luas pengetahuan guru tentang gejala-gejala. Kesulitan belajar dan makin banyak pengalaman guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar, akan makin trampil guru melakukan diagnosis masalah belajar.
2. Menelaah atau menetapkan status siswa
Penelaahan dan penetapan status murid dilakukan dengan cara :
a. Menetapkan tujuan khusus yang diharapkan dari murid,
b. Menetapkan tingkat ketercapaian tujuan khusus oleh murid dengan menggunakan teknik dan alat penilaian yang tepat,
c. Menetapkan pola pencapaian murid, yaitu seberapa jauh ia berbeda dari tujuan yang ditetapkan itu.
3. Memperkirakan sebab terjadinya masalah belajar
Membuat perkiraan yang tepat adalah suatu perbuatan yang kompleks yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh berbagai factor. Beberapa prinsip yang harus diingat dalam memperkirakan sebab terjadinya masalah belajar :
a. Gejala yang sama dapat ditimbulkan oleh sebab yang berbeda,
b. Sebab yang sama dapat menimbulkan gejala yang berbeda,
c. Berbagai penyebab dapat berinteraksi yang dapat menimbulkan gejala masalah yang makin kompleks.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Motivasi

Dari banyak pendapat yang ada, kata motivasi tidak lepas dari proses untuk mencapai suatu tujuan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai dorongan sehingga terjadi suatu aktifitas-aktifitas yang mengarah atau memungkinkan suatu keberhasilan. Jadi bisa dikatakan bahwa awal dari keberhasilan karena adanya suatu motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang yang mungkin disebabkan oleh banyak faktor, baik itu faktor yang muncul langsung dari dalam dirinya serta faktor yang muncul karena pengaruh lingkungan atau keadaan sekitar. Seluruh kegiatan atau aktifitas sangat lekat dengan kata motivasi karena dengan adanya suatu motivasi peluang untuk mempeoleh hasil yang maksimal dalam setiap aktifitas akan terbuka lebar.
Dalam hal tersebut senada dengan pendapat Walker (1971) dimana dalam sebuah bukunya yang diberi judul Conditioning and instrumental learning yang dimana dia mengatakan bahwa “perubahan-perubahan yang dipelajari biasanya memberikan hasil yang lebih baik bilamana orang/individu mempunyai motivasi untuk melakukannya. Dalam pandangannya tersebut harus diikuti dengan proses latihan, karena latihan kadang-kadang menghasilkan perubahan-perubahan dalam motivasi sehingga memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan dalam prestasi
Tapi dalam hal tersebut perubahan-perubahan yang terjadi bukan dari hasil belajar tetapi perubahan tersebut akibat dari pengalaman yang disebabkan oleh motivasi.
Hal tersebut juga berdampak dalam proses pembelajaran dan pengajaran terhadap siswa, suatu aktifitas belajar juga sangat berkaitan erat dengan motivasi. Perubahan suatu motivasi akan merubah pula wujud, bentuk , serta hasil belajar siswa. Ada masanya motivasi seorang individu untuk belajar sangat berpengaruh dalam proses aktifitas belajar itu sendiri jika dilihat dari pendapat yang ada serta realisasi yang terjadi, menjadi jelaslah bahwa salah satu masalah yang dihadapi guru untuk menyelenggarakan pengajaran adalah bagaimana memotivasi atau menumbuhkan motivasi dalam diri peserta didik secara efektif. Ini merupakan suatu kendala serius karena mengingat bahwa keberhasilan suatu pengajaran tergantung dan dipengaruhi oleh adanya penyediaan motivasi/dorongan.
Dan mengenai hal itu, motivasi dapat diartikan lagi sebagai suatu usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada peserta didik/ pelajar yang menunjang kegiatan kearah tujuan belajar.
Dalam realitas keseharian kita dalam lingkup dunia pendidikan sering sekali ditemui suatu kesukaran atau kesulitan yang dialami oleh seorang guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didiknya. Realitas yang terjadi bahwa guru juga belum memahami sepenuhnya motif, motif itu sendiri bersifat perseorangan. Tapi dalam kenyataanya menunjukan seringnya dua orang atau lebih melakukan kegiatan yang sama tetapi dengan motif yang berbeda, bahkan bertentangan bila ditinjau dari segi nilainya. Selain itu, kendala lain yang terjadi adalah tidak adanya alat, metode, atau teknik tertentu yang dapat memotivasi peserta didik dengan cara yang sama atau dengan hasil yang sama. Dan untuk hal ini pula sebagai seorang guru sangatlah penting untuk menyadari fungsi dari motivasi itu sebagai suatu proses.
Karena motivasi dalam pengajaran itu sebagai pemberi semangat dan mengaktifkan peserta didik supaya tetap berminat dan siaga, terus motivasi itu juga dapat memusatkan perhatian peserta didik pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar, selain itu motivasi juga bisa membentuk memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang. Untuk menumbuhkan suatu motivasi dalam diri para peserta didik seharusnya atau semestinya seorang guru itu menggunakan cara atau metode mengajar yang bervariasi, sehingga para peserta didik tidak merasa cepat bosan. Selain itu seorang guru juga harus memberi kesempatan peserta didik untuk menyalurkan keinginan belajarnya, sebisanya menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian peserta didik, seperti gambar, foto, diagram, dan sebagainya. Secara umum biasanya peserta didik akan terangsang untuk belajar (terlibat aktif dalam pengajaran) apabila ia melihat bahwa situasi pengajaran cenderung memuaskan dirinya sesuai dengan kebutuhannya.
Motivasi dalam perkembangannya dapat dibedakan menjadi dua dimana yang pertama bahwa motivasi itu bisa berasal dari dalam individu tanpa ada rangsangan dari luar sedangkan yang kedua motivasi dapat berasal dari luar misalnya saja pemberian pujian, pemberian nilai, sampai pada pemberian hadiah dan faktor-faktor dari luar lainya yang memiliki daya dorong motivasional.
Dalam keseharian kita dalam ruang lingkup pendidikan sering sekali kita temukan bahwa seorang peserta didik belajar karena didorong oleh keinginan untuk mengetahuinya, selain itu ada peserta didik yang belajar supaya mendapat nilai yang baik, naik kelas, mendapat ijzah, dan sebagainya. Tujuan-tujuan itu terletak diluar perbuatan itu yang terkandung dalam perbuatan belajar.

B. Kondisi Belajar

Kondisi belajar adalah kondisi atau keadaan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar dan dapat memberikan suatu perubahan prilaku pada seseorang apabila ia telah ditempatkan pada situasi tersebut. Dalam perkembanganya serta seiring dengan banyaknya pendapat dan pandangan dari berbagai kalangan, kondisi belajar dapat diposisikan atau ditempatkan menjadi dua yakni kondisi internal yaitu kemampuan yang telah ada dalam diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Serta kondisi eksternal yaitu kondisi atau situasi yang ada diluar diri individu seperti keadaan lingkungan, pergaulan, dan sebagainya. Kondisi belajar yang dari luar juga sangat ditentukan oleh kemampuan belajar yang berbeda-beda sehingga membutuhkan kemampuan dan kondisi belajar sebelumnya yang berbeda.
Dalam setiap proses pasti terjadi suatu kendala atau suatu masalah yang menjadi suatu ganjalan, begitupun dalam kondisi atau suasana belajar, biasanya masalah-masalah yang terjadi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor baik itu faktor yang dari luar yang biasa kita sebut sebagai masalah eksternal dan faktor yang disebabkan oleh gangguan dari dalam yang disebut masalah internal. Beberapa hal yang berhubungan dengan masalah eksternal yaitu masalah-masalah yang timbul dari luar diri para peserta didik itu sendiri sehingga menyebabkan ketidakberesan peserta didik itu dalam mengikuti proses pembelajaran. Dan hal tersebut bisa dipengaruhi oleh kebersihan rumah misalnya, cuaca yang panas, ruang belajar yang tidak memenuhi syarat, serta alat-alat pembelajaran yang tidak memadai dan yang paling berbahaya adalah akibat lingkungan sosial yang buruk mulai dari keluarganya hingga pergaulan di lingkungannya.
Kondisi belajar yang menurun biasanya terjadi pada orang-orang yang mementingkan pergaulan dengan lingkungannya dari pada bergaul dengan lingkungan tempat belajarnya, apalagi jika pergaulan tersebut sudah mengarah kepergaulan yang tidak jelas, seorang pelajar yang bergaul dengan anak-anak yang tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas atau dengan kata lain anak nakal yang tidak berpendidikan, maka yakin lambat laun si anak tersebut pasti akan mengalami perubahan sifat menjadi lebih buruk dan kemauan untuk belajar pasti berkurang. Selain itu pola interaksi yang diterapkan oleh para pendidik kepada siswanya disebut masalah belajar internal. Dalam hal ini, tidak terlalu mengkhawatirkan karena merupakan faktor yang sering sekali tidak bisa kita hindari misalnya saja, kesehatan, rasa aman, faktor efektif, motivasi, latar belakang sosial, serta kemampuan mengingat dan kemampuan pengindraan seperti, melihat, mendengar, atau merasakan.
Jadi, untuk menghindari terjadinya permasalahan dalam proses pembelajaran harus adanya hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik yang terjalin harmonis dan saling pengertian.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Secara umum terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Kondisi belajar adalah suatu bentuk belajar di mana kesanggupan untuk berrespon terhadap rangsangan tertentu dapat dipindahkan pada rangsangan yang lain. Kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata bahasa latin “movere“ yang berarti “menggerakkan“. Berdasarkan pengertian ini makna motivasi berkembang. Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme.
Sedangkan Imron (1996), menjelaskan motivasi berasal dari kata inggris “motivation” yang berarti dorongan pengalasan dan motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong, menyebabkan, dan merangsang. Motive sendiri berarti alasan, sebab dan daya penggerak (Echols, 1984 dalam Imron, 1996) motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984).
Motivasi juga dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu” (Cropley, 1985). Hamper senada Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian ini bermakna jika seseorang melihat suatu manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh maka ia akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut.
Ames da Ames (1984) menjelaskan motivasi dari pandangan kognitif. Menurut pandangan ini motivasi didefinisikan sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya sebagai contoh seorang mahasiswa yang percaya bahwa ia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut.
B. Jenis Dan Sumber Motivasi

Motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu tanpa adanya rangsangan dari luar, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar misalnya pemberian pujian, pemberian nilai sampai pada pemberian hadiah dan faktor-faktor eksternal lainnya yang memiliki daya dorong motivasional.
Pemenuhan kebutuhan dimulai dari tingkat yang paling dasar dan secara hirarkis menuju kepada kebutuhan yang lebih tinggi. Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow, menurut Maslow jika kebutuhan yang lebih rendah tingkatannya telah dipenuhi, maka kebutuhan yang berada di tingkatan atasnya akan muncul dan minta dipenuhi. Kebutuhan-kebutuhan yang menuntut pemenuhan tersebut dipandang sebagai motivator akrif. Sementara kebutuhan di tingkatan atasnya menjadi strongest need. Oleh karena itu, kebutuhan-kebutuhan manusia tersebut secara berjenjang dan secara terus-menerus minta dipenuhi.
Menurut Maslow, ada lima kebutuhan dasar manusia. Kelima kebutuhan tersebut adalah :
1. Kebutuhan fisiologis (physiological needs),
2. Kebutuhan keamanan dan rasa terjamin (safety or security needs),
3. Kebutuhan social (social needs),
4. Kebutuhan ego (esteem needs),
5. Kebutuhan aktualisasi diri (self_actualization).
Kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Maslow harus terpenuhi, sebab kebutuhan yang telah lama tidak terpenuhi, tidak dapat menjadi active motivator. Jika kebutuhan tersebut terblokade dan tidak dapat menjadi active motivator, maka usaha manusia hanya bertahan pada level sebelumnya, dan tidak ada peningkatan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan merupakan hal penting untuk meningkatkan motivasi seseorang termasuk dalam konteks motivasi belajar. Seseorang yang lama kebutuhannya tidak terpenuhi, bisa menjadi penyebab timbulnya sikap-sikap destruktif, menentang, dan bahkan frustasi.
Terhadap teori Maslow ini tentu saja tidak sepenuhnya benar, bahwa pemenuhan kebutuhan harus hirarkis sehingga seseorang tidak bisa melakukan aktualisasi diri sebelum esteem needs dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Dalam prakteknya tidak sedikit orang termotivasi melakukan sesuatu yang konstruktif (aktualisasi diri) meski kebutuhan-kebutuhan sebelumnya belum terpenuhi.

C. Peran Motivasi Dalam Belajar Dan Pembelajaran

Secara umum terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Beberapa penelitian tentang prestasi belajar menunjukkan bahwa motivasi sebagai faktor yang banyak berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Tokoh-tokoh pendidikan seperti Mc Clelland (1985), Bandura (1977) Bloom (1980), Winer (1986), Fyans dan Maerh (1987) melakukan berbagai penelitian tentang peranan motivasi dalam belajar dan menemukan hasil yang menarik.
Dalam studi yang dilakukan Fyans dan Maerh (1987) bahwa di antara tiga faktor, yaitu latar belakang keluarga, kondisi/ konteks sekolah dan motivasi, faktor yang terakhir merupakan prediktor yang paling baik untuk pretasi belajar. Walberg dkk (1983), menyimpulkan bahwa motivasi mempunyai kontribusi antara 11 sampai 20 persen terhadap prestasi belajar. Studi yang dilakukan Suciati (1990), menyimpulkan bahwa kontribusi motivasi sebesar 36 persen, sedangkan Mc Clelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar.

D. Model Motivasi ARCS

Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983), telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motavasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai ARCS model yakni Attetion (perhatian), Relevance (Relevansi), Confidence (kepercayaan diri) dan Satisfaction (kepuasan).
Attetion (perhatian), muncul didorong rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang dirangsang melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontradiktif atau kompleks. Ada beberapa strategi untuk merangsang minat dan perhatian, yakni :
1. Gunakan metode menyampaian yang bervariasi,
2. Gunakan media untuk melengkapi pembelajaran,
3. Gunakan humor dalam penyajian pembelajaran,
4. Gunakan peristiwa nyata, anekdot dan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang diutarakan, dan,
5. Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa .
Relevance (Relevansi), menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Ada tiga strategi yang bisa digunakan untuk menunjukkan relevansi dalam pembelajaran:
1. Sampaikan kepada siswa apa yang akan dapat mereka lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran,
2. Jelaskan manfaat pengetahuan atau keterampilan yang akan dipelajari,
3. Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan kondisi siswa atau profesi tertentu.
Confidence (kepercayaan diri), merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akanmeningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Ada sejumlah strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri :
1. Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak pengalaman berhasil,
2. Menyusun pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut mempelajari banyak konsep sekaligus,
3. Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menggunakan persyaratan untuk berhasil,
4. Menggunakan strategi yang memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan siswa,
5. Tumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa dengan pernyataan-pernyataan yang membangun,
6. Berikan umpan balik konstruktif selama pembelajaran, agar siswa mengetahui sejauh mana pemahaman dan prestasi belajar mereka.
Satisfaction (kepuasan), keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. Ada sejumlah strategi untuk mencapai kepuasan, yakni :
1. Gunakan pujian secara verbal, umpan balik yang informative, bukan ancaman atau sejenisnya,
2. Berikan kesempatan kepada siswa untuk segera menggunakan atau mempraktekkan pengetahuan yang baru dipelajari,
3. Minta kepada siswa yang telah menguasai untuk membantu teman-temannya yang belum berhasil,
4. Bandingkan prestasi siswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu dengan suatu atandar tertentu, bukan dengan siswa lain.

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

Dalam buku belajar dan pembelajaran Ali Imron (1996) mengemukakan ada enam unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran. Keenam faktor tersebut adalah :
1. Cita-cita atau aspirasi pembelajar
Cita-cita merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Hal ini bisa diamati dari banyaknya kenyataan motivasi seorang pemelajar menjadi begitu tinggi ketika ia sebelumnya sudah memiliki cita-cita.
2. Kemampuan pemelajar
Manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, karena itu sering terlihat seseorang memiliki kemampuan di bidang tertentu belum tentu memiliki kemampuan di bidang lainnya.
3. Kondisi pemelajar
Hal ini bisa terlihat dari kondisi fisik maupun kondisi psikis pemelajar. Pada kondisi fisik ada hubungannya dengan motivasi bisa dilihat dari keadaan fisik seseorang. Apabila kondisi psikis seseorang sedang tidak bagus maka motivasi pun akan menurun.
4. Kondisi lingkungan pemelajar
Kondisi lingkungan pemelajar menjadi factor yang mempengaruhi motivasi bisa diamati dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang mengitari si pembelajar.
5. Unsur-unsur dinamis belajar atau pembelajaran
Faktor dinamisasi belajar dapat diamati pada sejauh mana upaya memotivasi si pemelajar dilakukan, bagaimana juga dengan bahan pelajaran, alat bantu belajar, suasana belajar dan sebagainya.
6. Upaya guru dalam pembelajaran pemelajar

F. Upaya-Upaya Memotivasi Dalam Belajar

Ali Imron (1996) mengemukakan ada empat upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar pemelajar. Empat cara tersebut adalah :
1. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar,
2. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis pembelajaran,
3. Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pemelajar juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi,
4. Mengembangkan aspirasi dalam belajar.
Ada sejumlah prinsip-prinsip belajar yang harus dioptimalkan sebagai upaya memotivasi dalam belajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah : prinsip perhatian, keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan belajar, rangsangan dan tantangan, pemberian balikan dan penguatan, dan prinsip perbedaan individual antar pembelajar. Untuk mengoptimalkan prinsip-prinsip tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan mengupayakan untuk menjauhkan kendala-kendala yang ditemui dalam proses optimalisasi tersebut.
Optimalisasi yang dilakukan adalah optimalisasi unsur dinamis dan optimalisasi pengalaman maupun kemampuan pemelajar. Optimalisasi unsur dinamis dilaksanakan dengan cara perlunya kreativitas dalam menyiapkan alat-alat belajar bersama pemelajar. Sedangkan optimalisasi pengalaman maupun kemampuan pemelajaran dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
1. Biarkan pemelajar menangkap sesuai kemampuan dan pengalamannya,
2. Kaitkan pengalaman belajar saat ini dengan pengalaman masa lalu dan kemampuan si pemelajar,
3. Lakukan penggalian pengalaman dan kemampuan yang dimiliki pembelajar,
4. Beri kesempatan pemelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilikinya.
Cita-cita dan aspirasi juga penting dikembangkan sebagai upaya dalam memotivasibelajar si pemelajar.

G. Pengertian Kondisi Belajar

Kondisi belajar adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Definisi yang lain tentang kondisi belajar adalah suatu keadaan yang mana terjadi aktifitas pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Kondisi belajar juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Gagne dalam bukunya “condition of lerning” (1977) menyatakan “The occurence of learning is inferred from a difference in human being’s performance before and after being placed in a learning situation”. Dengan kata lain ia menyatakan bahwa kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut.
Kondisi belajar adalah suatu bentuk belajar di mana kesanggupan untuk berrespon terhadap rangsangan tertentu dapat dipindahkan pada rangsangan yang lain. (Edward, 1973). Kondisi belajar berupa keadaan eksternal dan internal yang mempengaruhi belajar.

H. Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

Gange membagi dua kondisi belajar, yaitu : Kondisi eksternal (external condition) adalah situasi perangsang di luar diri si belajar. Kondisi internal (internal condition) adalah kemampuan yang telah ada pada diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Kondisi internal ini dihasilkan oleh seperangkat proses transformasi.
Kondisi eksternal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang mengandung stimulus yang ada di luar diri pembelajar seperti penjadwalan, pengurutan, dan organisasi penyajian (Gagne, 1992), kondisi internal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang sesuai dengan kondisi pikiran pembelajar untuk menangani tugas belajar; dengan kata lain kondisi itu merupakan kemampuan individu pembelajar yang dimiliki sebelumnya (Gagne, 1992).
Faktor internal dapat mencakup segi intelektual seperti kecerdasan, bakat dan hasil belajar. Segi emosional seperti motif, sikap, perasaan, keinginan, kemauan. Kondisi dan kesehatan fisik dan mental. Faktor eksternal meliputi kondisi fisik, sosial-psikologis keluarga, sekolah serta masyarakat sekitar.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas RI, 2003: 1092), kata strategi mengandung empat pengertian, yaitu:
1. Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
2. Ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi yang menguntungkan.
3. Rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
4. Tempat yang baik menurut siasat perang.
Gange (dalam Richey, 2000) menyatakan bahwa dibutuhkan kondisi belajar yang efektif untuk berbagai jenis atau kategori kemampuan belajar. Kondisi belajar di bagi atas lima kategori belajar sebagai berikut :
a. Keterampilan intelektual (intellectual skill) : untuk jenis belajar ini kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan-keterampilan bawahan (yang sebelumnya), pembimbingan dengan kata-kata atau alat lainnya, pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian reviu.
b. Informasi verbal (verbal information) : untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna, kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang rekonstruksi, balikan.
c. Strategi kognitif (cognitive strategy or problem solving) : untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil, pendemonstrasian solusi oleh siswa.
d. Sikap (attitude) : pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan tindakan pribadi yang diharapkan, pembentukan atau pengingatan kembali model manusia yang dihormati.
e. Keterampilan motorik (motor skill) : kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsure motorik, pembentukan atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatihan keterampilan-keterampilan keseluruhan, balikan yang tepat.
Kelima macam hasil belajar di atas mempersyaratakan kondisi-kondisi belajar tertentu sehingga dapat dijabarkan strategi belajar mengajar yang sesuai.
Pengklasifikasian strategi belajar mengajar yang lebih komprehensif dikemukakan oleh Bruce dan Marsha Weil, yang terdiri dari empat model mengajar, yaitu model interaksi sosial, pengolahan informasi, personal humanistik, dan modifikasi tingkah laku.

I. Pengertian Masalah Belajar

Karena masalah anak yang lamban belajar berbeda-beda, maka sulit untuk menetapkan secara akurat masalah mereka yang sebenarnya, bahkan juga belum ada data angka yang tepat dari hasil terapi bagi anak yang lamban belajar. Sebenarnya, masalah ini sangat menarik perhatian para ahli dari berbagai bidang, misalnya para pendidik, psikiater, ahli saraf, dokter anak, dokter spesialis mata dan telinga, juga ahli bahasa. Mereka setelah melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda-beda, akhirnya secara umum dapat disimpulkan ada dua faktor penyebab anak mengalami kesulitan belajar, yaitu faktor penyakit dan perilaku. Dari sudut pandang kedokteran, kelambanan anak dalam belajar dianggap berhubungan erat dengan ketidaknormalan dalam otak. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan adanya luka pada otak, kurang darah, dan ketidaknormalan dalam saraf sebagai unsur penyebab kelambanan belajar. Dari sudut pandang ahli psikologi menyelidiki masalah dari perilaku dan kejiwaan anak yang lamban. adanya gangguan dalam masalah kognitif, yaitu membaca, menghitung, dan berbahasa. Penyebab masalah adalah sebagai berikut :
1. Faktor keturunan
2. Faktor otak kurang normal
3. Masalah organisasi berpikir
4. Kekurangan gizi
5. Faktor lingkungan
Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan sejak dini
Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya ingat dalam berpikir, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.
2. Pengembangan secara keseluruhan
Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam pelbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.
3. Lembaga pendidikan khusus atau umum
Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya untuk menolong, anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum. Hasilnya, tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan pendapat. Kesimpulannya, dari segi nalar tidak ditemukan adanya peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus. Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bergabung di lembaga pendidikan umum. Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lamban belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal.
4. Memberikan pelajaran tambahan
Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. B.F. Skinner mengatakan bahwa penggunaan mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. Dewasa ini komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. Gereja atau sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban belajar.
5. Latihan indra
Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka.

J. Masalah-Masalah Belajar Internal Dan Eksternal

Secara umum kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar. Kondisi itu antara lain : pertama, lingkungan fisik. Lingkungan fisik yang ada dalam proses dan disekitar proses pembelajaran member pengaruh bagi proses belajar. Kedua, suasana emosional siswa. Suasana emosional akan memberi pengaruh dalam proses pembelajaran siswa.
Begitu pula dengan masalah-masalah belajar ada yang bersifat internal dan adapula masalah yang bersifat eksternal.
1. Masalah belajar internal adalah masalah-masalah yang timbul dari dalam diri siswa atau faktor-faktor internal yang menimbulkan kekurangberesan siswa dalam belajar. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri, seperti :
a. kesehatan
b. rasa aman
c. faktor kemampuan intelektual
d. faktor afektif seperti perasaan dan percaya diri
e. motivasi
f. kematangan untuk belajar
g. usia
h. jenis kelamin
i. latar belakang sosial
j. kebiasaan belajar
k. kemampuan mengingat
l. dan kemampuan penginderaan seperti melihat, mendengar atau merasakan.
Masalah-masalah belajar internal dapat bersifat biologis dan psikologis. Masalah yang bersifat biologis artinya menyangkut masalah yang bersifat kejasmanian. Sementara hal yang bersifat psikologis adalah masalah yang bersifat psikis seperti perhatian, minat, bakat, IQ, konstelasi psikis yang berwujud emosi dan gangguan psikis.
2. Masalah belajar eksternal adalah masalah-masalah yang timbul dari luar diri siswa sendiri atau faktor-faktor eksternal yang menyebabkan kekurangberesan siswa dalam belajar. Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri siswa, seperti :
a. kebersihan rumah
b. udara yang panas
c. ruang belajar yang tidak memenuhi syarat
d. alat-alat pelajaran yang tidak memadai
e. lingkungan sosial maupun lingkungan alamiah
f. kualitas proses belajar mengajar.
Belajar sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal :
 Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam diri siswa baik kondisi jasmani maupun rohani siswa. Faktor internal dibedakan menjadi :
1. Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis adalah sesuatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan jasmani seseorang. Faktor fisiologis yang dapat mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Tonus (kondisi) badan
Kondisi jasmani pada umumnya dapat dikatakan melatarbelakangi kegiatan belajar. Sehubungan dengan keadaan atau kondisi jasmani tersebut, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
• Cukupnya nutrisi (nilai makanan dan gizi)
• Beberapa penyakit ringan yang diderita.
b. Keadaan fungsi-fungsi yang diderita
Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar di sini adalah fungsi-fungsi panca indera, panca indera yang memegang peranan penting dalam belajar adalah mata dan telinga.
2. Faktor psikologis
Faktor psikologis adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan kejiwaan siswa. Faktor psikologis dapat dibedakan menjadi :
a. Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki anak untuk mencapai keberhasilan.
b. Minat
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar untuk sesuatu. Dalam minat ada dua hal yang harus diperhatikan :
• Minat pembawaan
• Minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar.
c. Inteligensi
Inteligensi adalah kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.
d. Motivasi
Motivasi adalah keadaan internal manusia yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Fungsi motivasi adalah mendorong seseorang untuk interes pada kegiatan yang akan dikerjakan, menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, dan mendorong seseorang untuk pencapaian prestasi, yakni dengan adanya motivasi yang baik dalam belajar, akan menunjukkan hasil belajar yang baik.
 Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang timbul dari luar diri siswa. Factor eksternal dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Faktor Sosial
Faktor sosial dibagi menjadi beberapa lingkungan, yaitu :
a. Lingkungan Keluarga
• Orang Tua
Dalam kegiatan belajar, seorang anak perlu diberi dorongan dan pengertian dari orang tua.
• Suasana Rumah
Hubungan antar anggota keluarga yang kurang harmonis, akan menimbulkan suasana kaku, dan tegang dalam keluarga, yang menyebabkan anak kurang bersemangat untuk belajar.
• Kemampuan Ekonomi Keluarga
Hasil belajar yang baik, tidak dapat diperoleh hanya dengan mengandalkan keterangan-keterangan yang diberikan oleh guru di depan kelas, tetapi membutuhkan juga alat-alat yang memadai seperti buku, pensil, pena, peta, bahkan buku bacaan.
• Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan dan kebiasaan dalam keluarga, akan mempengaruhi sikap anak dalam belajar.
b. Lingkungan Guru
• Interaksi Guru dan Murid
Guru yang kurang berinteraksi dengan murid secara rutin akan menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar.
• Hubungan Antar Murid
Guru yang kurang bisa mendekati siswa dan kurang bijaksana, maka tidak akan mengetahui bahwa di dalam kelas ada grup yang saling bersaing secara tidak sehat.
• Cara Penyajian Bahan Pelajaran
Guru yang hanya bisa mengajar dengan metode ceramah saja, membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif, adalah guru yang berani mencoba metode-metode baru, yang dapat membantu dalam meningkatkan kondisi belajar siswa.
c. Lingkungan Masyarakat
• Teman Bergaul
Pergaulan dan teman sepermainan sangat dibutuhkan dalam membuat dan membentuk kepribadian dan sosialisasi anak.
• Pola Hidup Lingkungan
Pola hidup tetangga yang berada di sekitar rumah di mana anak itu berada, punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
• Kegiatan Dalam Masyarakat
Kegiatan dalam masyarakat dapat berupa karang taruna, menari, olah raga, dan lain sebagainya. Bila kegiatan tersebut dilakukan secara berlebihan, tentu akan menghambat kegiatan belajar.
• Mass Media
Mass media adalah sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar.
2. Faktor Non-Sosial
Faktor non-sosial dapat dibedakan menjadi :
a. Sarana dan Prasarana
• Kurikulum
Sistem instruksional sekarang menghendaki, bahwa dalam proses belajar mengajar yang dipentingkan adalah kebutuhan anak.
• Media Pendidikan
Dapat berupa buku-buku di perpustakaan, laboratorium, LCD, komputer, layanan internet, dan lain sebagainya.
• Keadaan Gedung
Dengan banyaknya jumlah siswa yang membludak, keadaan gedung dewasa ini masih sangat kurang. Mereka harus duduk berjejal-jejal di dalam kelas. Faktor ini tentu akan menghambat lancarnya kondisi belajar siswa.
• Sarana Belajar
Sarana yang terdapat di sekolah, juga akan mempengaruhi kondisi belajar siswa.

b. Waktu Belajar
Karena keterbatasan gedung sekolah, sedangkan jumlah siswa banyak maka ada siswa yang harus terpaksa sekolah di siang hingga sore hari. Waktu di mana anak-anak harus beristirahat, tetapi harus masuk sekolah.
c. Rumah
Kondisi rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tidak memiliki sarana umum untuk kegiatan anak, akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak pantas dikunjungi.
d. Alam
Dapat berupa keadaan cuaca yang tidak mendukung anak untuk melangsungkan proses belajar mengajar. Kalaupun berlangsung, tentu kondisi belajar siswapun akan kurang optimal.

K. Cara Mendiagnosa Masalah Belajar Dan Mengatasinya

Yang dimaksud dengan proses mendiagnosa adalah proses pemeriksaan terhadap suatu gejala yang tidak beres. Diagnosis adalah belajar yang dilakukan jika guru menandai atau mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada murid.
Diagnosis masalah belajar dilakukan secara sistematis dan terarah dengan langkah-langkah :
1. Mengidentifikasi adanya masalah belajar
Untuk mengidentifikasi masalah belajar diperlukan seperangkat ketrampilan khusus, sebab kemampuan mengidentifikasikan yang berdasarkan naluri belaka kurang efektif. Semakin luas pengetahuan guru tentang gejala-gejala. Kesulitan belajar dan makin banyak pengalaman guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar, akan makin trampil guru melakukan diagnosis masalah belajar.
2. Menelaah atau menetapkan status siswa
Penelaahan dan penetapan status murid dilakukan dengan cara :
a. Menetapkan tujuan khusus yang diharapkan dari murid,
b. Menetapkan tingkat ketercapaian tujuan khusus oleh murid dengan menggunakan teknik dan alat penilaian yang tepat,
c. Menetapkan pola pencapaian murid, yaitu seberapa jauh ia berbeda dari tujuan yang ditetapkan itu.
3. Memperkirakan sebab terjadinya masalah belajar
Membuat perkiraan yang tepat adalah suatu perbuatan yang kompleks yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh berbagai factor. Beberapa prinsip yang harus diingat dalam memperkirakan sebab terjadinya masalah belajar :
a. Gejala yang sama dapat ditimbulkan oleh sebab yang berbeda,
b. Sebab yang sama dapat menimbulkan gejala yang berbeda,
c. Berbagai penyebab dapat berinteraksi yang dapat menimbulkan gejala masalah yang makin kompleks.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Motivasi

Dari banyak pendapat yang ada, kata motivasi tidak lepas dari proses untuk mencapai suatu tujuan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai dorongan sehingga terjadi suatu aktifitas-aktifitas yang mengarah atau memungkinkan suatu keberhasilan. Jadi bisa dikatakan bahwa awal dari keberhasilan karena adanya suatu motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang yang mungkin disebabkan oleh banyak faktor, baik itu faktor yang muncul langsung dari dalam dirinya serta faktor yang muncul karena pengaruh lingkungan atau keadaan sekitar. Seluruh kegiatan atau aktifitas sangat lekat dengan kata motivasi karena dengan adanya suatu motivasi peluang untuk mempeoleh hasil yang maksimal dalam setiap aktifitas akan terbuka lebar.
Dalam hal tersebut senada dengan pendapat Walker (1971) dimana dalam sebuah bukunya yang diberi judul Conditioning and instrumental learning yang dimana dia mengatakan bahwa “perubahan-perubahan yang dipelajari biasanya memberikan hasil yang lebih baik bilamana orang/individu mempunyai motivasi untuk melakukannya. Dalam pandangannya tersebut harus diikuti dengan proses latihan, karena latihan kadang-kadang menghasilkan perubahan-perubahan dalam motivasi sehingga memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan dalam prestasi
Tapi dalam hal tersebut perubahan-perubahan yang terjadi bukan dari hasil belajar tetapi perubahan tersebut akibat dari pengalaman yang disebabkan oleh motivasi.
Hal tersebut juga berdampak dalam proses pembelajaran dan pengajaran terhadap siswa, suatu aktifitas belajar juga sangat berkaitan erat dengan motivasi. Perubahan suatu motivasi akan merubah pula wujud, bentuk , serta hasil belajar siswa. Ada masanya motivasi seorang individu untuk belajar sangat berpengaruh dalam proses aktifitas belajar itu sendiri jika dilihat dari pendapat yang ada serta realisasi yang terjadi, menjadi jelaslah bahwa salah satu masalah yang dihadapi guru untuk menyelenggarakan pengajaran adalah bagaimana memotivasi atau menumbuhkan motivasi dalam diri peserta didik secara efektif. Ini merupakan suatu kendala serius karena mengingat bahwa keberhasilan suatu pengajaran tergantung dan dipengaruhi oleh adanya penyediaan motivasi/dorongan.
Dan mengenai hal itu, motivasi dapat diartikan lagi sebagai suatu usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada peserta didik/ pelajar yang menunjang kegiatan kearah tujuan belajar.
Dalam realitas keseharian kita dalam lingkup dunia pendidikan sering sekali ditemui suatu kesukaran atau kesulitan yang dialami oleh seorang guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didiknya. Realitas yang terjadi bahwa guru juga belum memahami sepenuhnya motif, motif itu sendiri bersifat perseorangan. Tapi dalam kenyataanya menunjukan seringnya dua orang atau lebih melakukan kegiatan yang sama tetapi dengan motif yang berbeda, bahkan bertentangan bila ditinjau dari segi nilainya. Selain itu, kendala lain yang terjadi adalah tidak adanya alat, metode, atau teknik tertentu yang dapat memotivasi peserta didik dengan cara yang sama atau dengan hasil yang sama. Dan untuk hal ini pula sebagai seorang guru sangatlah penting untuk menyadari fungsi dari motivasi itu sebagai suatu proses.
Karena motivasi dalam pengajaran itu sebagai pemberi semangat dan mengaktifkan peserta didik supaya tetap berminat dan siaga, terus motivasi itu juga dapat memusatkan perhatian peserta didik pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar, selain itu motivasi juga bisa membentuk memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang. Untuk menumbuhkan suatu motivasi dalam diri para peserta didik seharusnya atau semestinya seorang guru itu menggunakan cara atau metode mengajar yang bervariasi, sehingga para peserta didik tidak merasa cepat bosan. Selain itu seorang guru juga harus memberi kesempatan peserta didik untuk menyalurkan keinginan belajarnya, sebisanya menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian peserta didik, seperti gambar, foto, diagram, dan sebagainya. Secara umum biasanya peserta didik akan terangsang untuk belajar (terlibat aktif dalam pengajaran) apabila ia melihat bahwa situasi pengajaran cenderung memuaskan dirinya sesuai dengan kebutuhannya.
Motivasi dalam perkembangannya dapat dibedakan menjadi dua dimana yang pertama bahwa motivasi itu bisa berasal dari dalam individu tanpa ada rangsangan dari luar sedangkan yang kedua motivasi dapat berasal dari luar misalnya saja pemberian pujian, pemberian nilai, sampai pada pemberian hadiah dan faktor-faktor dari luar lainya yang memiliki daya dorong motivasional.
Dalam keseharian kita dalam ruang lingkup pendidikan sering sekali kita temukan bahwa seorang peserta didik belajar karena didorong oleh keinginan untuk mengetahuinya, selain itu ada peserta didik yang belajar supaya mendapat nilai yang baik, naik kelas, mendapat ijzah, dan sebagainya. Tujuan-tujuan itu terletak diluar perbuatan itu yang terkandung dalam perbuatan belajar.

B. Kondisi Belajar

Kondisi belajar adalah kondisi atau keadaan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar dan dapat memberikan suatu perubahan prilaku pada seseorang apabila ia telah ditempatkan pada situasi tersebut. Dalam perkembanganya serta seiring dengan banyaknya pendapat dan pandangan dari berbagai kalangan, kondisi belajar dapat diposisikan atau ditempatkan menjadi dua yakni kondisi internal yaitu kemampuan yang telah ada dalam diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Serta kondisi eksternal yaitu kondisi atau situasi yang ada diluar diri individu seperti keadaan lingkungan, pergaulan, dan sebagainya. Kondisi belajar yang dari luar juga sangat ditentukan oleh kemampuan belajar yang berbeda-beda sehingga membutuhkan kemampuan dan kondisi belajar sebelumnya yang berbeda.
Dalam setiap proses pasti terjadi suatu kendala atau suatu masalah yang menjadi suatu ganjalan, begitupun dalam kondisi atau suasana belajar, biasanya masalah-masalah yang terjadi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor baik itu faktor yang dari luar yang biasa kita sebut sebagai masalah eksternal dan faktor yang disebabkan oleh gangguan dari dalam yang disebut masalah internal. Beberapa hal yang berhubungan dengan masalah eksternal yaitu masalah-masalah yang timbul dari luar diri para peserta didik itu sendiri sehingga menyebabkan ketidakberesan peserta didik itu dalam mengikuti proses pembelajaran. Dan hal tersebut bisa dipengaruhi oleh kebersihan rumah misalnya, cuaca yang panas, ruang belajar yang tidak memenuhi syarat, serta alat-alat pembelajaran yang tidak memadai dan yang paling berbahaya adalah akibat lingkungan sosial yang buruk mulai dari keluarganya hingga pergaulan di lingkungannya.
Kondisi belajar yang menurun biasanya terjadi pada orang-orang yang mementingkan pergaulan dengan lingkungannya dari pada bergaul dengan lingkungan tempat belajarnya, apalagi jika pergaulan tersebut sudah mengarah kepergaulan yang tidak jelas, seorang pelajar yang bergaul dengan anak-anak yang tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas atau dengan kata lain anak nakal yang tidak berpendidikan, maka yakin lambat laun si anak tersebut pasti akan mengalami perubahan sifat menjadi lebih buruk dan kemauan untuk belajar pasti berkurang. Selain itu pola interaksi yang diterapkan oleh para pendidik kepada siswanya disebut masalah belajar internal. Dalam hal ini, tidak terlalu mengkhawatirkan karena merupakan faktor yang sering sekali tidak bisa kita hindari misalnya saja, kesehatan, rasa aman, faktor efektif, motivasi, latar belakang sosial, serta kemampuan mengingat dan kemampuan pengindraan seperti, melihat, mendengar, atau merasakan.
Jadi, untuk menghindari terjadinya permasalahan dalam proses pembelajaran harus adanya hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik yang terjalin harmonis dan saling pengertian.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Secara umum terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Kondisi belajar adalah suatu bentuk belajar di mana kesanggupan untuk berrespon terhadap rangsangan tertentu dapat dipindahkan pada rangsangan yang lain. Kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata bahasa latin “movere“ yang berarti “menggerakkan“. Berdasarkan pengertian ini makna motivasi berkembang. Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme.
Sedangkan Imron (1996), menjelaskan motivasi berasal dari kata inggris “motivation” yang berarti dorongan pengalasan dan motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong, menyebabkan, dan merangsang. Motive sendiri berarti alasan, sebab dan daya penggerak (Echols, 1984 dalam Imron, 1996) motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984).
Motivasi juga dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu” (Cropley, 1985). Hamper senada Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian ini bermakna jika seseorang melihat suatu manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh maka ia akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut.
Ames da Ames (1984) menjelaskan motivasi dari pandangan kognitif. Menurut pandangan ini motivasi didefinisikan sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya sebagai contoh seorang mahasiswa yang percaya bahwa ia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut.
B. Jenis Dan Sumber Motivasi

Motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu tanpa adanya rangsangan dari luar, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar misalnya pemberian pujian, pemberian nilai sampai pada pemberian hadiah dan faktor-faktor eksternal lainnya yang memiliki daya dorong motivasional.
Pemenuhan kebutuhan dimulai dari tingkat yang paling dasar dan secara hirarkis menuju kepada kebutuhan yang lebih tinggi. Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow, menurut Maslow jika kebutuhan yang lebih rendah tingkatannya telah dipenuhi, maka kebutuhan yang berada di tingkatan atasnya akan muncul dan minta dipenuhi. Kebutuhan-kebutuhan yang menuntut pemenuhan tersebut dipandang sebagai motivator akrif. Sementara kebutuhan di tingkatan atasnya menjadi strongest need. Oleh karena itu, kebutuhan-kebutuhan manusia tersebut secara berjenjang dan secara terus-menerus minta dipenuhi.
Menurut Maslow, ada lima kebutuhan dasar manusia. Kelima kebutuhan tersebut adalah :
1. Kebutuhan fisiologis (physiological needs),
2. Kebutuhan keamanan dan rasa terjamin (safety or security needs),
3. Kebutuhan social (social needs),
4. Kebutuhan ego (esteem needs),
5. Kebutuhan aktualisasi diri (self_actualization).
Kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Maslow harus terpenuhi, sebab kebutuhan yang telah lama tidak terpenuhi, tidak dapat menjadi active motivator. Jika kebutuhan tersebut terblokade dan tidak dapat menjadi active motivator, maka usaha manusia hanya bertahan pada level sebelumnya, dan tidak ada peningkatan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan merupakan hal penting untuk meningkatkan motivasi seseorang termasuk dalam konteks motivasi belajar. Seseorang yang lama kebutuhannya tidak terpenuhi, bisa menjadi penyebab timbulnya sikap-sikap destruktif, menentang, dan bahkan frustasi.
Terhadap teori Maslow ini tentu saja tidak sepenuhnya benar, bahwa pemenuhan kebutuhan harus hirarkis sehingga seseorang tidak bisa melakukan aktualisasi diri sebelum esteem needs dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Dalam prakteknya tidak sedikit orang termotivasi melakukan sesuatu yang konstruktif (aktualisasi diri) meski kebutuhan-kebutuhan sebelumnya belum terpenuhi.

C. Peran Motivasi Dalam Belajar Dan Pembelajaran

Secara umum terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Beberapa penelitian tentang prestasi belajar menunjukkan bahwa motivasi sebagai faktor yang banyak berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Tokoh-tokoh pendidikan seperti Mc Clelland (1985), Bandura (1977) Bloom (1980), Winer (1986), Fyans dan Maerh (1987) melakukan berbagai penelitian tentang peranan motivasi dalam belajar dan menemukan hasil yang menarik.
Dalam studi yang dilakukan Fyans dan Maerh (1987) bahwa di antara tiga faktor, yaitu latar belakang keluarga, kondisi/ konteks sekolah dan motivasi, faktor yang terakhir merupakan prediktor yang paling baik untuk pretasi belajar. Walberg dkk (1983), menyimpulkan bahwa motivasi mempunyai kontribusi antara 11 sampai 20 persen terhadap prestasi belajar. Studi yang dilakukan Suciati (1990), menyimpulkan bahwa kontribusi motivasi sebesar 36 persen, sedangkan Mc Clelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar.

D. Model Motivasi ARCS

Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983), telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motavasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai ARCS model yakni Attetion (perhatian), Relevance (Relevansi), Confidence (kepercayaan diri) dan Satisfaction (kepuasan).
Attetion (perhatian), muncul didorong rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang dirangsang melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontradiktif atau kompleks. Ada beberapa strategi untuk merangsang minat dan perhatian, yakni :
1. Gunakan metode menyampaian yang bervariasi,
2. Gunakan media untuk melengkapi pembelajaran,
3. Gunakan humor dalam penyajian pembelajaran,
4. Gunakan peristiwa nyata, anekdot dan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang diutarakan, dan,
5. Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa .
Relevance (Relevansi), menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Ada tiga strategi yang bisa digunakan untuk menunjukkan relevansi dalam pembelajaran:
1. Sampaikan kepada siswa apa yang akan dapat mereka lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran,
2. Jelaskan manfaat pengetahuan atau keterampilan yang akan dipelajari,
3. Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan kondisi siswa atau profesi tertentu.
Confidence (kepercayaan diri), merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akanmeningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Ada sejumlah strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri :
1. Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak pengalaman berhasil,
2. Menyusun pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut mempelajari banyak konsep sekaligus,
3. Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menggunakan persyaratan untuk berhasil,
4. Menggunakan strategi yang memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan siswa,
5. Tumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa dengan pernyataan-pernyataan yang membangun,
6. Berikan umpan balik konstruktif selama pembelajaran, agar siswa mengetahui sejauh mana pemahaman dan prestasi belajar mereka.
Satisfaction (kepuasan), keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. Ada sejumlah strategi untuk mencapai kepuasan, yakni :
1. Gunakan pujian secara verbal, umpan balik yang informative, bukan ancaman atau sejenisnya,
2. Berikan kesempatan kepada siswa untuk segera menggunakan atau mempraktekkan pengetahuan yang baru dipelajari,
3. Minta kepada siswa yang telah menguasai untuk membantu teman-temannya yang belum berhasil,
4. Bandingkan prestasi siswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu dengan suatu atandar tertentu, bukan dengan siswa lain.

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

Dalam buku belajar dan pembelajaran Ali Imron (1996) mengemukakan ada enam unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran. Keenam faktor tersebut adalah :
1. Cita-cita atau aspirasi pembelajar
Cita-cita merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Hal ini bisa diamati dari banyaknya kenyataan motivasi seorang pemelajar menjadi begitu tinggi ketika ia sebelumnya sudah memiliki cita-cita.
2. Kemampuan pemelajar
Manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, karena itu sering terlihat seseorang memiliki kemampuan di bidang tertentu belum tentu memiliki kemampuan di bidang lainnya.
3. Kondisi pemelajar
Hal ini bisa terlihat dari kondisi fisik maupun kondisi psikis pemelajar. Pada kondisi fisik ada hubungannya dengan motivasi bisa dilihat dari keadaan fisik seseorang. Apabila kondisi psikis seseorang sedang tidak bagus maka motivasi pun akan menurun.
4. Kondisi lingkungan pemelajar
Kondisi lingkungan pemelajar menjadi factor yang mempengaruhi motivasi bisa diamati dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang mengitari si pembelajar.
5. Unsur-unsur dinamis belajar atau pembelajaran
Faktor dinamisasi belajar dapat diamati pada sejauh mana upaya memotivasi si pemelajar dilakukan, bagaimana juga dengan bahan pelajaran, alat bantu belajar, suasana belajar dan sebagainya.
6. Upaya guru dalam pembelajaran pemelajar

F. Upaya-Upaya Memotivasi Dalam Belajar

Ali Imron (1996) mengemukakan ada empat upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar pemelajar. Empat cara tersebut adalah :
1. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar,
2. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis pembelajaran,
3. Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pemelajar juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi,
4. Mengembangkan aspirasi dalam belajar.
Ada sejumlah prinsip-prinsip belajar yang harus dioptimalkan sebagai upaya memotivasi dalam belajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah : prinsip perhatian, keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan belajar, rangsangan dan tantangan, pemberian balikan dan penguatan, dan prinsip perbedaan individual antar pembelajar. Untuk mengoptimalkan prinsip-prinsip tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan mengupayakan untuk menjauhkan kendala-kendala yang ditemui dalam proses optimalisasi tersebut.
Optimalisasi yang dilakukan adalah optimalisasi unsur dinamis dan optimalisasi pengalaman maupun kemampuan pemelajar. Optimalisasi unsur dinamis dilaksanakan dengan cara perlunya kreativitas dalam menyiapkan alat-alat belajar bersama pemelajar. Sedangkan optimalisasi pengalaman maupun kemampuan pemelajaran dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
1. Biarkan pemelajar menangkap sesuai kemampuan dan pengalamannya,
2. Kaitkan pengalaman belajar saat ini dengan pengalaman masa lalu dan kemampuan si pemelajar,
3. Lakukan penggalian pengalaman dan kemampuan yang dimiliki pembelajar,
4. Beri kesempatan pemelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilikinya.
Cita-cita dan aspirasi juga penting dikembangkan sebagai upaya dalam memotivasibelajar si pemelajar.

G. Pengertian Kondisi Belajar

Kondisi belajar adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Definisi yang lain tentang kondisi belajar adalah suatu keadaan yang mana terjadi aktifitas pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Kondisi belajar juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Gagne dalam bukunya “condition of lerning” (1977) menyatakan “The occurence of learning is inferred from a difference in human being’s performance before and after being placed in a learning situation”. Dengan kata lain ia menyatakan bahwa kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut.
Kondisi belajar adalah suatu bentuk belajar di mana kesanggupan untuk berrespon terhadap rangsangan tertentu dapat dipindahkan pada rangsangan yang lain. (Edward, 1973). Kondisi belajar berupa keadaan eksternal dan internal yang mempengaruhi belajar.

H. Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

Gange membagi dua kondisi belajar, yaitu : Kondisi eksternal (external condition) adalah situasi perangsang di luar diri si belajar. Kondisi internal (internal condition) adalah kemampuan yang telah ada pada diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Kondisi internal ini dihasilkan oleh seperangkat proses transformasi.
Kondisi eksternal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang mengandung stimulus yang ada di luar diri pembelajar seperti penjadwalan, pengurutan, dan organisasi penyajian (Gagne, 1992), kondisi internal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang sesuai dengan kondisi pikiran pembelajar untuk menangani tugas belajar; dengan kata lain kondisi itu merupakan kemampuan individu pembelajar yang dimiliki sebelumnya (Gagne, 1992).
Faktor internal dapat mencakup segi intelektual seperti kecerdasan, bakat dan hasil belajar. Segi emosional seperti motif, sikap, perasaan, keinginan, kemauan. Kondisi dan kesehatan fisik dan mental. Faktor eksternal meliputi kondisi fisik, sosial-psikologis keluarga, sekolah serta masyarakat sekitar.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas RI, 2003: 1092), kata strategi mengandung empat pengertian, yaitu:
1. Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
2. Ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi yang menguntungkan.
3. Rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
4. Tempat yang baik menurut siasat perang.
Gange (dalam Richey, 2000) menyatakan bahwa dibutuhkan kondisi belajar yang efektif untuk berbagai jenis atau kategori kemampuan belajar. Kondisi belajar di bagi atas lima kategori belajar sebagai berikut :
a. Keterampilan intelektual (intellectual skill) : untuk jenis belajar ini kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan-keterampilan bawahan (yang sebelumnya), pembimbingan dengan kata-kata atau alat lainnya, pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian reviu.
b. Informasi verbal (verbal information) : untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna, kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang rekonstruksi, balikan.
c. Strategi kognitif (cognitive strategy or problem solving) : untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil, pendemonstrasian solusi oleh siswa.
d. Sikap (attitude) : pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan tindakan pribadi yang diharapkan, pembentukan atau pengingatan kembali model manusia yang dihormati.
e. Keterampilan motorik (motor skill) : kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsure motorik, pembentukan atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatihan keterampilan-keterampilan keseluruhan, balikan yang tepat.
Kelima macam hasil belajar di atas mempersyaratakan kondisi-kondisi belajar tertentu sehingga dapat dijabarkan strategi belajar mengajar yang sesuai.
Pengklasifikasian strategi belajar mengajar yang lebih komprehensif dikemukakan oleh Bruce dan Marsha Weil, yang terdiri dari empat model mengajar, yaitu model interaksi sosial, pengolahan informasi, personal humanistik, dan modifikasi tingkah laku.

I. Pengertian Masalah Belajar

Karena masalah anak yang lamban belajar berbeda-beda, maka sulit untuk menetapkan secara akurat masalah mereka yang sebenarnya, bahkan juga belum ada data angka yang tepat dari hasil terapi bagi anak yang lamban belajar. Sebenarnya, masalah ini sangat menarik perhatian para ahli dari berbagai bidang, misalnya para pendidik, psikiater, ahli saraf, dokter anak, dokter spesialis mata dan telinga, juga ahli bahasa. Mereka setelah melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda-beda, akhirnya secara umum dapat disimpulkan ada dua faktor penyebab anak mengalami kesulitan belajar, yaitu faktor penyakit dan perilaku. Dari sudut pandang kedokteran, kelambanan anak dalam belajar dianggap berhubungan erat dengan ketidaknormalan dalam otak. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan adanya luka pada otak, kurang darah, dan ketidaknormalan dalam saraf sebagai unsur penyebab kelambanan belajar. Dari sudut pandang ahli psikologi menyelidiki masalah dari perilaku dan kejiwaan anak yang lamban. adanya gangguan dalam masalah kognitif, yaitu membaca, menghitung, dan berbahasa. Penyebab masalah adalah sebagai berikut :
1. Faktor keturunan
2. Faktor otak kurang normal
3. Masalah organisasi berpikir
4. Kekurangan gizi
5. Faktor lingkungan
Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan sejak dini
Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya ingat dalam berpikir, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.
2. Pengembangan secara keseluruhan
Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam pelbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.
3. Lembaga pendidikan khusus atau umum
Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya untuk menolong, anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum. Hasilnya, tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan pendapat. Kesimpulannya, dari segi nalar tidak ditemukan adanya peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus. Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bergabung di lembaga pendidikan umum. Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lamban belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal.
4. Memberikan pelajaran tambahan
Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. B.F. Skinner mengatakan bahwa penggunaan mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. Dewasa ini komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. Gereja atau sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban belajar.
5. Latihan indra
Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka.

J. Masalah-Masalah Belajar Internal Dan Eksternal

Secara umum kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar. Kondisi itu antara lain : pertama, lingkungan fisik. Lingkungan fisik yang ada dalam proses dan disekitar proses pembelajaran member pengaruh bagi proses belajar. Kedua, suasana emosional siswa. Suasana emosional akan memberi pengaruh dalam proses pembelajaran siswa.
Begitu pula dengan masalah-masalah belajar ada yang bersifat internal dan adapula masalah yang bersifat eksternal.
1. Masalah belajar internal adalah masalah-masalah yang timbul dari dalam diri siswa atau faktor-faktor internal yang menimbulkan kekurangberesan siswa dalam belajar. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri, seperti :
a. kesehatan
b. rasa aman
c. faktor kemampuan intelektual
d. faktor afektif seperti perasaan dan percaya diri
e. motivasi
f. kematangan untuk belajar
g. usia
h. jenis kelamin
i. latar belakang sosial
j. kebiasaan belajar
k. kemampuan mengingat
l. dan kemampuan penginderaan seperti melihat, mendengar atau merasakan.
Masalah-masalah belajar internal dapat bersifat biologis dan psikologis. Masalah yang bersifat biologis artinya menyangkut masalah yang bersifat kejasmanian. Sementara hal yang bersifat psikologis adalah masalah yang bersifat psikis seperti perhatian, minat, bakat, IQ, konstelasi psikis yang berwujud emosi dan gangguan psikis.
2. Masalah belajar eksternal adalah masalah-masalah yang timbul dari luar diri siswa sendiri atau faktor-faktor eksternal yang menyebabkan kekurangberesan siswa dalam belajar. Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri siswa, seperti :
a. kebersihan rumah
b. udara yang panas
c. ruang belajar yang tidak memenuhi syarat
d. alat-alat pelajaran yang tidak memadai
e. lingkungan sosial maupun lingkungan alamiah
f. kualitas proses belajar mengajar.
Belajar sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal :
 Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam diri siswa baik kondisi jasmani maupun rohani siswa. Faktor internal dibedakan menjadi :
1. Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis adalah sesuatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan jasmani seseorang. Faktor fisiologis yang dapat mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Tonus (kondisi) badan
Kondisi jasmani pada umumnya dapat dikatakan melatarbelakangi kegiatan belajar. Sehubungan dengan keadaan atau kondisi jasmani tersebut, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
• Cukupnya nutrisi (nilai makanan dan gizi)
• Beberapa penyakit ringan yang diderita.
b. Keadaan fungsi-fungsi yang diderita
Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar di sini adalah fungsi-fungsi panca indera, panca indera yang memegang peranan penting dalam belajar adalah mata dan telinga.
2. Faktor psikologis
Faktor psikologis adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan keadaan kejiwaan siswa. Faktor psikologis dapat dibedakan menjadi :
a. Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki anak untuk mencapai keberhasilan.
b. Minat
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar untuk sesuatu. Dalam minat ada dua hal yang harus diperhatikan :
• Minat pembawaan
• Minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar.
c. Inteligensi
Inteligensi adalah kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.
d. Motivasi
Motivasi adalah keadaan internal manusia yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Fungsi motivasi adalah mendorong seseorang untuk interes pada kegiatan yang akan dikerjakan, menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, dan mendorong seseorang untuk pencapaian prestasi, yakni dengan adanya motivasi yang baik dalam belajar, akan menunjukkan hasil belajar yang baik.
 Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang timbul dari luar diri siswa. Factor eksternal dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Faktor Sosial
Faktor sosial dibagi menjadi beberapa lingkungan, yaitu :
a. Lingkungan Keluarga
• Orang Tua
Dalam kegiatan belajar, seorang anak perlu diberi dorongan dan pengertian dari orang tua.
• Suasana Rumah
Hubungan antar anggota keluarga yang kurang harmonis, akan menimbulkan suasana kaku, dan tegang dalam keluarga, yang menyebabkan anak kurang bersemangat untuk belajar.
• Kemampuan Ekonomi Keluarga
Hasil belajar yang baik, tidak dapat diperoleh hanya dengan mengandalkan keterangan-keterangan yang diberikan oleh guru di depan kelas, tetapi membutuhkan juga alat-alat yang memadai seperti buku, pensil, pena, peta, bahkan buku bacaan.
• Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan dan kebiasaan dalam keluarga, akan mempengaruhi sikap anak dalam belajar.
b. Lingkungan Guru
• Interaksi Guru dan Murid
Guru yang kurang berinteraksi dengan murid secara rutin akan menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar.
• Hubungan Antar Murid
Guru yang kurang bisa mendekati siswa dan kurang bijaksana, maka tidak akan mengetahui bahwa di dalam kelas ada grup yang saling bersaing secara tidak sehat.
• Cara Penyajian Bahan Pelajaran
Guru yang hanya bisa mengajar dengan metode ceramah saja, membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif, adalah guru yang berani mencoba metode-metode baru, yang dapat membantu dalam meningkatkan kondisi belajar siswa.
c. Lingkungan Masyarakat
• Teman Bergaul
Pergaulan dan teman sepermainan sangat dibutuhkan dalam membuat dan membentuk kepribadian dan sosialisasi anak.
• Pola Hidup Lingkungan
Pola hidup tetangga yang berada di sekitar rumah di mana anak itu berada, punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
• Kegiatan Dalam Masyarakat
Kegiatan dalam masyarakat dapat berupa karang taruna, menari, olah raga, dan lain sebagainya. Bila kegiatan tersebut dilakukan secara berlebihan, tentu akan menghambat kegiatan belajar.
• Mass Media
Mass media adalah sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar.
2. Faktor Non-Sosial
Faktor non-sosial dapat dibedakan menjadi :
a. Sarana dan Prasarana
• Kurikulum
Sistem instruksional sekarang menghendaki, bahwa dalam proses belajar mengajar yang dipentingkan adalah kebutuhan anak.
• Media Pendidikan
Dapat berupa buku-buku di perpustakaan, laboratorium, LCD, komputer, layanan internet, dan lain sebagainya.
• Keadaan Gedung
Dengan banyaknya jumlah siswa yang membludak, keadaan gedung dewasa ini masih sangat kurang. Mereka harus duduk berjejal-jejal di dalam kelas. Faktor ini tentu akan menghambat lancarnya kondisi belajar siswa.
• Sarana Belajar
Sarana yang terdapat di sekolah, juga akan mempengaruhi kondisi belajar siswa.

b. Waktu Belajar
Karena keterbatasan gedung sekolah, sedangkan jumlah siswa banyak maka ada siswa yang harus terpaksa sekolah di siang hingga sore hari. Waktu di mana anak-anak harus beristirahat, tetapi harus masuk sekolah.
c. Rumah
Kondisi rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tidak memiliki sarana umum untuk kegiatan anak, akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak pantas dikunjungi.
d. Alam
Dapat berupa keadaan cuaca yang tidak mendukung anak untuk melangsungkan proses belajar mengajar. Kalaupun berlangsung, tentu kondisi belajar siswapun akan kurang optimal.

K. Cara Mendiagnosa Masalah Belajar Dan Mengatasinya

Yang dimaksud dengan proses mendiagnosa adalah proses pemeriksaan terhadap suatu gejala yang tidak beres. Diagnosis adalah belajar yang dilakukan jika guru menandai atau mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada murid.
Diagnosis masalah belajar dilakukan secara sistematis dan terarah dengan langkah-langkah :
1. Mengidentifikasi adanya masalah belajar
Untuk mengidentifikasi masalah belajar diperlukan seperangkat ketrampilan khusus, sebab kemampuan mengidentifikasikan yang berdasarkan naluri belaka kurang efektif. Semakin luas pengetahuan guru tentang gejala-gejala. Kesulitan belajar dan makin banyak pengalaman guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar, akan makin trampil guru melakukan diagnosis masalah belajar.
2. Menelaah atau menetapkan status siswa
Penelaahan dan penetapan status murid dilakukan dengan cara :
a. Menetapkan tujuan khusus yang diharapkan dari murid,
b. Menetapkan tingkat ketercapaian tujuan khusus oleh murid dengan menggunakan teknik dan alat penilaian yang tepat,
c. Menetapkan pola pencapaian murid, yaitu seberapa jauh ia berbeda dari tujuan yang ditetapkan itu.
3. Memperkirakan sebab terjadinya masalah belajar
Membuat perkiraan yang tepat adalah suatu perbuatan yang kompleks yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh berbagai factor. Beberapa prinsip yang harus diingat dalam memperkirakan sebab terjadinya masalah belajar :
a. Gejala yang sama dapat ditimbulkan oleh sebab yang berbeda,
b. Sebab yang sama dapat menimbulkan gejala yang berbeda,
c. Berbagai penyebab dapat berinteraksi yang dapat menimbulkan gejala masalah yang makin kompleks.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Motivasi

Dari banyak pendapat yang ada, kata motivasi tidak lepas dari proses untuk mencapai suatu tujuan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai dorongan sehingga terjadi suatu aktifitas-aktifitas yang mengarah atau memungkinkan suatu keberhasilan. Jadi bisa dikatakan bahwa awal dari keberhasilan karena adanya suatu motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang yang mungkin disebabkan oleh banyak faktor, baik itu faktor yang muncul langsung dari dalam dirinya serta faktor yang muncul karena pengaruh lingkungan atau keadaan sekitar. Seluruh kegiatan atau aktifitas sangat lekat dengan kata motivasi karena dengan adanya suatu motivasi peluang untuk mempeoleh hasil yang maksimal dalam setiap aktifitas akan terbuka lebar.
Dalam hal tersebut senada dengan pendapat Walker (1971) dimana dalam sebuah bukunya yang diberi judul Conditioning and instrumental learning yang dimana dia mengatakan bahwa “perubahan-perubahan yang dipelajari biasanya memberikan hasil yang lebih baik bilamana orang/individu mempunyai motivasi untuk melakukannya. Dalam pandangannya tersebut harus diikuti dengan proses latihan, karena latihan kadang-kadang menghasilkan perubahan-perubahan dalam motivasi sehingga memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan dalam prestasi
Tapi dalam hal tersebut perubahan-perubahan yang terjadi bukan dari hasil belajar tetapi perubahan tersebut akibat dari pengalaman yang disebabkan oleh motivasi.
Hal tersebut juga berdampak dalam proses pembelajaran dan pengajaran terhadap siswa, suatu aktifitas belajar juga sangat berkaitan erat dengan motivasi. Perubahan suatu motivasi akan merubah pula wujud, bentuk , serta hasil belajar siswa. Ada masanya motivasi seorang individu untuk belajar sangat berpengaruh dalam proses aktifitas belajar itu sendiri jika dilihat dari pendapat yang ada serta realisasi yang terjadi, menjadi jelaslah bahwa salah satu masalah yang dihadapi guru untuk menyelenggarakan pengajaran adalah bagaimana memotivasi atau menumbuhkan motivasi dalam diri peserta didik secara efektif. Ini merupakan suatu kendala serius karena mengingat bahwa keberhasilan suatu pengajaran tergantung dan dipengaruhi oleh adanya penyediaan motivasi/dorongan.
Dan mengenai hal itu, motivasi dapat diartikan lagi sebagai suatu usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada peserta didik/ pelajar yang menunjang kegiatan kearah tujuan belajar.
Dalam realitas keseharian kita dalam lingkup dunia pendidikan sering sekali ditemui suatu kesukaran atau kesulitan yang dialami oleh seorang guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didiknya. Realitas yang terjadi bahwa guru juga belum memahami sepenuhnya motif, motif itu sendiri bersifat perseorangan. Tapi dalam kenyataanya menunjukan seringnya dua orang atau lebih melakukan kegiatan yang sama tetapi dengan motif yang berbeda, bahkan bertentangan bila ditinjau dari segi nilainya. Selain itu, kendala lain yang terjadi adalah tidak adanya alat, metode, atau teknik tertentu yang dapat memotivasi peserta didik dengan cara yang sama atau dengan hasil yang sama. Dan untuk hal ini pula sebagai seorang guru sangatlah penting untuk menyadari fungsi dari motivasi itu sebagai suatu proses.
Karena motivasi dalam pengajaran itu sebagai pemberi semangat dan mengaktifkan peserta didik supaya tetap berminat dan siaga, terus motivasi itu juga dapat memusatkan perhatian peserta didik pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar, selain itu motivasi juga bisa membentuk memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang. Untuk menumbuhkan suatu motivasi dalam diri para peserta didik seharusnya atau semestinya seorang guru itu menggunakan cara atau metode mengajar yang bervariasi, sehingga para peserta didik tidak merasa cepat bosan. Selain itu seorang guru juga harus memberi kesempatan peserta didik untuk menyalurkan keinginan belajarnya, sebisanya menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian peserta didik, seperti gambar, foto, diagram, dan sebagainya. Secara umum biasanya peserta didik akan terangsang untuk belajar (terlibat aktif dalam pengajaran) apabila ia melihat bahwa situasi pengajaran cenderung memuaskan dirinya sesuai dengan kebutuhannya.
Motivasi dalam perkembangannya dapat dibedakan menjadi dua dimana yang pertama bahwa motivasi itu bisa berasal dari dalam individu tanpa ada rangsangan dari luar sedangkan yang kedua motivasi dapat berasal dari luar misalnya saja pemberian pujian, pemberian nilai, sampai pada pemberian hadiah dan faktor-faktor dari luar lainya yang memiliki daya dorong motivasional.
Dalam keseharian kita dalam ruang lingkup pendidikan sering sekali kita temukan bahwa seorang peserta didik belajar karena didorong oleh keinginan untuk mengetahuinya, selain itu ada peserta didik yang belajar supaya mendapat nilai yang baik, naik kelas, mendapat ijzah, dan sebagainya. Tujuan-tujuan itu terletak diluar perbuatan itu yang terkandung dalam perbuatan belajar.

B. Kondisi Belajar

Kondisi belajar adalah kondisi atau keadaan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar dan dapat memberikan suatu perubahan prilaku pada seseorang apabila ia telah ditempatkan pada situasi tersebut. Dalam perkembanganya serta seiring dengan banyaknya pendapat dan pandangan dari berbagai kalangan, kondisi belajar dapat diposisikan atau ditempatkan menjadi dua yakni kondisi internal yaitu kemampuan yang telah ada dalam diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Serta kondisi eksternal yaitu kondisi atau situasi yang ada diluar diri individu seperti keadaan lingkungan, pergaulan, dan sebagainya. Kondisi belajar yang dari luar juga sangat ditentukan oleh kemampuan belajar yang berbeda-beda sehingga membutuhkan kemampuan dan kondisi belajar sebelumnya yang berbeda.
Dalam setiap proses pasti terjadi suatu kendala atau suatu masalah yang menjadi suatu ganjalan, begitupun dalam kondisi atau suasana belajar, biasanya masalah-masalah yang terjadi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor baik itu faktor yang dari luar yang biasa kita sebut sebagai masalah eksternal dan faktor yang disebabkan oleh gangguan dari dalam yang disebut masalah internal. Beberapa hal yang berhubungan dengan masalah eksternal yaitu masalah-masalah yang timbul dari luar diri para peserta didik itu sendiri sehingga menyebabkan ketidakberesan peserta didik itu dalam mengikuti proses pembelajaran. Dan hal tersebut bisa dipengaruhi oleh kebersihan rumah misalnya, cuaca yang panas, ruang belajar yang tidak memenuhi syarat, serta alat-alat pembelajaran yang tidak memadai dan yang paling berbahaya adalah akibat lingkungan sosial yang buruk mulai dari keluarganya hingga pergaulan di lingkungannya.
Kondisi belajar yang menurun biasanya terjadi pada orang-orang yang mementingkan pergaulan dengan lingkungannya dari pada bergaul dengan lingkungan tempat belajarnya, apalagi jika pergaulan tersebut sudah mengarah kepergaulan yang tidak jelas, seorang pelajar yang bergaul dengan anak-anak yang tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas atau dengan kata lain anak nakal yang tidak berpendidikan, maka yakin lambat laun si anak tersebut pasti akan mengalami perubahan sifat menjadi lebih buruk dan kemauan untuk belajar pasti berkurang. Selain itu pola interaksi yang diterapkan oleh para pendidik kepada siswanya disebut masalah belajar internal. Dalam hal ini, tidak terlalu mengkhawatirkan karena merupakan faktor yang sering sekali tidak bisa kita hindari misalnya saja, kesehatan, rasa aman, faktor efektif, motivasi, latar belakang sosial, serta kemampuan mengingat dan kemampuan pengindraan seperti, melihat, mendengar, atau merasakan.
Jadi, untuk menghindari terjadinya permasalahan dalam proses pembelajaran harus adanya hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik yang terjalin harmonis dan saling pengertian.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Secara umum terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.
Kondisi belajar adalah suatu bentuk belajar di mana kesanggupan untuk berrespon terhadap rangsangan tertentu dapat dipindahkan pada rangsangan yang lain. Kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut.

TEORI PEMBELAJARAN

Posted On April 13, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Teori Belajar dan Pembelajaran
Dalam rangka meningkatkan kemampuan pendidik, mereka harus memiliki dasar empiris yang kuat untuk mendukung profesi mereka sebagai pengajar. Kenyataan yang ada, kurikulum yang selama ini diajarkan di sekolah menengah kurang mampu mempersiapkan siswa untuk masuk ke perguruan tinggi. Kemudian kurangnya pemahaman akan pentingnya relevansi pendidikan untuk mengatasi masalah-masalah sosial dan budaya, serta bagaimana bentuk pengajaran untuk siswa dengan beragam kemampuan intelektual.
Jerome S. Bruner, seorang peneliti terkemuka, memberikan beberapa gambaran tentang perlunya teori pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran di dalam kelas, serta beberapa contoh praktis untuk dapat menjadi bekal persiapan profesionalitas para guru.
Berdasarkan penelitian selama beberapa tahun terakhir, cukup jelas bagi saya ( Jerome S.Bruner), bahwa dari segi psikologis dan dari desain kurikulum itu sendiri, sangatlah minim dibahas tentang teori pembelajaran. Teori pembelajaran yang sudah ada selama ini, hanya terfokus pada kepentingan teoritis semata. Sebagai contoh, pada saat membahas tentang teori perkembangan, seorang anak tidak diajarkan pengaruhnya terhadap tantangan sosial dan bagaimana pengalaman nyata yang nantinya akan dialami anak ketika berada di masyarakat. Masih banyak contoh-contoh lain, bagaimana sebuah teori pembelajaran tidak menyentuh aspek sosial dari murud, dan hal ini merupakan bentuk pembodohan secara intelektual dan tidak memiliki tangungjawab moral.
Dari permasalahan di atas, kita menyadari bahwa, sebuah teori pembelajaran sebaiknya juga menyangkut suatu praktek untuk membimbing seseorang bagaimana caranya ia memperoleh pengetahuan dan keterampilan, pandangan hidup, serta pengetahuan akan kebudayaan masyarakat sekitarnya. Akan hal itu, mari kita susun beberapa teorema yang memungkinkan, yang mungkin akan membawa kita kepada sebuah teori pembelajaran yang baik.
Apa yang dimaksud dengan teori pembelajaran? Saya akan mencoba menguraikan beberapa teorema untuk memisahkan apa yang kita maksud dengan teori pembelajaran dari teori-teori yang sudah ada selama ini. Hal pertama yang akan saya sampaikan bahwa nature dari teori pembelajaran adalah prescriptive, bukan deskriptif. Teori tersebut memiliki tujuan untuk menghasilkan akhir yang luar biasa dan proses menghasilkannya melalui cara yang kita sebut optimal. Itu bukan sebuah deskripsi tentang apa yang terjadi saat proses belajar terjadi-itu adalah sesuatu yang normatif, yang memberikan sesuatu yang mengena pada dirimu, dan pada akhirnya, harus memberikan suatu catatan mengenai dirimu pada saat kamu memberikan pembelajaran di dalam kelas. Namun faktanya, banyak orang yang terlibat di dalam dunia pendidikan berasumsi bahwa mereka dapat mengandalkan jenis-jenis teori yang lain selain teori pembelajaran. Sebagai contoh, saya menemukan bahwa ketergantungan para pendidik terhadap teori belajar sangat besar, padahal yang menjadi masalah adalah teori belajar bukan teoeri pembelajaran. Teori belajar adalah teori yang mendeskripsikan apa yang sedang terjadi saat proses belajar berlangsung dan kapan proses belajar tersebut berlangung.
Tidak ada batasan yang jelas, bagaimana seseorang yang mengandalkan teori belajar dapat mengambil intisari yang tepat yang akan membimbing dia pada saat menyusun kurikulum. Ketika saya mengatakan bahwa teori pembelajaran itu prescriptive, yang saya maksud adalah suatu yang ada sebelum adanya fakta. Itu adalah sesuatu yang ada sebelum proses belajar terjadi, bukan ketika, dan bukan setelahnya.
Teori pembelajaran harus mampu menghubungkan antara hal yang ada sekarang dengan bagaimana menghasilkan hal tersebut. Teori belajar menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi, namun teori pembelajaran ’hanya’ membimbing apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan hal tersebut.
Ada 4 hal yang terkait dengan teori pembelajaran:
1. teori pembelajaran harus memperhatikan bahwa terdapat banyak kecenderungan cara belajar siswa, dan kecenderungan ini sudah dimiliki siswa jauh sebelum ia masuk ke sekolah.
2. teori ini juga terkait dengan adanya struktur pengetahuan. Ada 3 hal yang terkait dengan struktur pengetahuan:
a. struktur pengetahuan harus mampu menyederhanakan suatu informasi yang sangat luas
b. struktur tersebut harus mampu membawa siswa kepada hal-hal yang baru, melebihi informasi yang anda jelaskan
c. struktur pengetahuan harus mampu meluaskan cakrawala berpikir siswa, mengkombinasikannya dengan ilmu-ilmu lain.
3. teori pembelajaran juga terkait dengan hubungan yang optimal. Seorang guru harus mampu mencari hubungan yang mudah tentang sesuatu yang akan diajarkan agar murid lebih mudah menangkap informasi tersebut.
4. yang terakhir, teori pembelajaran terkait dengan penghargaan dan hukuman.
Berdasarkan paparan umum diatas, pada bab II makalah ini akan dibahas beberapa teori pembelajaran antara lain :
1. Teori Pembelajaran Deskriptif dan Perspektif
2. Teori Pembelajaran Behavioristik
3. Teori Pembelajaran Kognitivistik
4. Teori Pembelajaran Humanistik
5. Teori Pembelajaran Konstruktivistik

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teori Deskriptif dan Perspektif
Untuk membedakan antara teori belajar dan teori pembelajaran bisa diamati dari posisional teorinya, apakah berada pada tataran teori deskriptif atau perspektif. Bruner (dalam Dageng 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah perspektif dan teori belajar adalah deskriptif. Perspektif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan teori belajar bersifat deskritif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan aantara variable-variabel yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. Dengan kata lain teori pembelajaran berurusan dengan upaya mengontrol variable yang dispesifikasikan dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar. (C.Asri Budiningsih,2004)
Asri Budiningsih (2004) dalam buku Belajar dan Pembelajaran menjelaskan bahwa upaya dari Bruner untuk membedakan antara teori belajar yang deskriptif dan teori pembelajaran yang perspektif dikembangkan lebih lanjut oleh Reigeluth.teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang deskriptif menempatkan variable kondisi dan metode pembelajaran sebagai givens dan menempatkan hasil belajar sebagai varibael yang diamati. Dengan kata lain, kondisi dan metode pembelajaran sebagai variable bebas dan hasil pembelajaran sebagai variable tergantung.
Reigeluth (1983 dalam degeng ,1990) mengemukakan bahwa teori perspektif adalah goal oriented sedangkan teori deskriptif adalah goal free. Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran perspektif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori belajar deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil. Itulah sebabnya variable yang diamati dalam mengembangkan teori belajar yang perspektif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan, sedangkan dalam pengembangan teori pem,belajaran deskriptif, variable yang diamati adalah hasil belajar sebagai akibat dari interaksi antara metode dan kondisi.
Dengan kata lain teori pembelajaran mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan proses psikologis dalam diri siswa, sedangkan teori belajar mengungkapkan hubungan antara kegiatan siswa dengan proses psikologis dalam diri siswa.
Teori pembelajaran harus memasukkan variable metode pembelajaran. Bila tidak, maka teori itu bukanlah teori pembelajaran. Hal ini penting sebab banyak yang terjadi apa yang dianggap sebagai teori pembelajaran yang sebenarnya adalah teori belajar. Teori pembelajaran selalu menyebutkan metode pembelajaran sedangkan teori belajar sama sekali tidak berurusan dengan metode pembelajaran.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR DESKRIPTIF DAN PRESKRIPTIF
• KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR DESKRIPITIF
KELEBIHAN
lebih terkonsep sehingga siswa lebih memahami materi yang akan disampaikan.
mendorong siswa untuk mencari sumber pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan suatu tugas.

KEKURANGAN
kurang memperhatikan sisi psikologis siswa dalam mendalami suatu materi.
• KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR PRESKRIPTIF
KELEBIHAN
lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
banyak member motivasi agar terjadi proses belajar.
mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
KEKURANGAN
membutuhkan waktu cukup lama

2.2 Teori Belajar Behavioristik dan Penerapannya
Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fifik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat da kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon).
Teori Behavioristik:
1. Mementingkan faktor lingkungan
2. Menekankan pada faktor bagian
3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
4. Sifatnya mekanis
5. Mementingkan masa lalu

A. Edward Edward Lee Thorndike (1874-1949): Teori Koneksionisme
Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895, S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Buku-buku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903), Mental and social Measurements (1904), Animal Intelligence (1911), Ateacher’s Word Book (1921),Your City (1939), dan Human Nature and The Social Order (1940).
Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons, perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan.
Percobaan Thorndike yang terkenal dengan binatang coba kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi, demikian selanjutnya, sehingga dapat digambarkan sebagai berikut:
S R S1 R1 dst
Dalam percobaan tersebut apabila di luar sangkar diletakkan makanan, maka kucing berusaha untuk mencapainya dengan cara meloncat-loncat kian kemari. Dengan tidak tersengaja kucing telah menyentuh kenop, maka terbukalah pintu sangkar tersebut, dan kucing segera lari ke tempat makan. Percobaan ini diulangi untuk beberapa kali, dan setelah kurang lebih 10 sampai dengan 12 kali, kucing baru dapat dengan sengaja enyentuh kenop tersebut apabila di luar diletakkan makanan.
Dari percobaan ini Thorndike menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut :
1. Hukum Kesiapan(law of readiness), yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskanPrinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan.
Masalah pertama hukum law of readiness adalah jika kecenderungan bertindak dan orang melakukannya, maka ia akan merasa puas. Akibatnya, ia tak akan melakukan tindakan lain. Masalah kedua, jika ada kecenderungan bertindak, tetapi ia tidak melakukannya, maka timbullah rasa ketidakpuasan. Akibatnya, ia akan melakukan tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasannya.
Masalah ketiganya adalah bila tidak ada kecenderungan bertindak padahal ia melakukannya, maka timbullah ketidakpuasan. Akibatnya, ia akan melakukan tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasannya.
2. Hukum Latihan (law of exercise), yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) , maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan, tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Makin sering diulangi, materi pelajaran akan semakin dikuasai.
3. Hukum akibat(law of effect), yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. Sebaliknya, suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi.
Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah, tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. Misalnya, bila anak mengerjakan PR, ia mendapatkan muka manis gurunya. Namun, jika sebaliknya, ia akan dihukum. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya.
Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia, walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. Binatang melakukan respons-respons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto, 1984).
Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut:
a. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response).
Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
b. Hukum Sikap ( Set/ Attitude).
Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja, tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosi , sosial , maupun psikomotornya.
c. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element).
Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif).
d. Hukum Respon by Analogy.
Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah.
e. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting)
Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama.
Selain menambahkan hukum-hukum baru, dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain :
1. Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon, sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah.
2. Hukum akibat direvisi. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah, sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa.
3. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan, tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon.
4. Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain.

Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer of training, yaiyu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain. Perkembangan teorinya berdasarkan pada percobaan terhadap kucing dengan problem box-nya.
B. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936).
Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia yaitu desa tempat ayahnya Peter Dmitrievich Pavlov menjadi seorang pendeta. Ia dididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke Seminari Teologi. Pavlov lulus sebagai sarjan kedokteran dengan bidang dasar fisiologi. Pada tahun 1884 ia menjadi direktur departemen fisiologi pada institute of Experimental Medicine dan memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. Ivan Pavlov meraih penghargaan nobel pada bidang Physiology or Medicine tahun 1904. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands(1902) dan Conditioned Reflexes(1927).
Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaanny terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.
Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme, dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran, peranan maupun bicara, melainkan tingkah lakunya. Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu (Bakker, 1985).
Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang didinkan. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Namun demikian, dengan segala kelebihannya, secara hakiki manusia berbeda dengan binatang.
Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing. Sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan, maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. Kin sebelum makanan diperlihatkan, maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu, baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula.
Makanan adalah rangsangan wajar, sedang merah adalah rangsangan buatan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnys air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons.
Pavlov berpendapat, bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia, yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia.
Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan dpat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan.
Apakah situasi ini bisa diterapkan pada manusia? Ternyata dalam kehidupan sehar-jhari ada situasi yang sama seperti pada anjing. Sebagai contoh, suara lagu dari penjual es krim Walls yang berkeliling dari rumah ke rumah. Awalnya mungkin suara itu asing, tetapi setelah si pejual es krim sering lewat, maka nada lagu tersebut bisa menerbitkan air liur apalagi pada siang hari yang panas. Bayangkan, bila tidak ada lagu trsebut betapa lelahnya si penjual berteriak-teriak menjajakan dagangannya. Contoh lai adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu atau tombol antrian di bank. Tanpa disadari, terjadi proses menandai sesuatu yaitu membedakan bunyi-bunyian dari pedagang makanan(rujak, es, nasi goreng, siomay) yang sering lewat di rumah, bel masuk kelas-istirahat atau usai sekolah dan antri di bank tanpa harus berdiri lama.
Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.
C. Edwin Gutrie
Ia berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah, tingkah laku baik dapat diubah menjadi buruk dan sebalkinya tingkah laku buruk dapat diubah menjadi baik. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus satu ke stimulus yang lain.
Tiga metode pengubahan tingkah laku ang dikemukakan Gutrie antara lain:
Metode respon bertentangan. Misalnya jika anak takut terhadap sesuatu, misalnya kucing, maka letakkan permainan yang disukai anaka dekat dengan kucing. Dengan mendekatkan permainan anak pada kucing lambat laun anak tidak akan takut lagi pada kucing.
Metode membosankan. Misalnya seorang anak mencoba-coba mengisap rokok, minta kepadanya untuk mengisap rokok terus sampai bosan, setelah ia bosan ia akan berhenti merokok dengan sendirinya.
Metode mengubah tingkah laku. Jika anak bosan belajar, ubahlah lingkungan belajarnya dengan suasana lain dengan yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga ia merasa tertarik untuk belajar.

D. Watson
Setelah ia mengadakan berbagai eksperimen ia menyimpulkan bahwa pengubahan tingkah laku dapat dilakukan melalui latihan atau membiasakan memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterima. Stimulus dan respon tersebut harus dapat diamati dalam bentuk tingkah laku.

E. Clark Hull
Clark hull sangat terpengaruh terhadap teori evolusi charles Darwin. Semua fungsi tingkah laku mengemukakan bahwa semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup. Karena ituu kebutuhan biologis dan pemuasan biologis menempati posisi sentral.
Implikasi logisnya adalah guru harus merencanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap motivasi belajar yang terdapat pada siswa. Dengan adanya motivasi, maka belajar merupakan penguatan. Makin banyak belajar makain banyak reinforcementm makin besar motivasi memberikan respon yang menuju keberhasilan belajar.

F. Burrhus Frederic Skinner (1904-1990).
Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern, Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Dalam perkembangan psikologi belajar, ia mengemukakan teori operant conditioning. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian,1970)
B.F. Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Dalam beberapa hal, pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik.
Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan.
Menajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yanag tidak tepat. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant ( penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.
Skinner membuat eksperimen sebagai berikut :
Dalam laboratorium Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol, alat pemberi makanan, penampung makanan, lampu yangdapat diatur nyalanya, dan lantai yanga dapat dialir listrik. Karena dorongan lapar tikus beruasah keluar untuk mencari makanan. Selam tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shapping.
Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Bentuk bentuk penguatan positif berupa hadiah, perilaku, atau penghargaan. Bentuk bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang.
Beberapa prinsip Skinner antara lain :
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika bebar diberi penguat.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4. Dalam proses pembelajaran, tidak digunkan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah, untukmenghindari adanya hukuman.
5. dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktifitas sendiri.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer.
7. Dalam pembelajaran digunakan shaping.

G. Robert Gagne ( 1916-2002).
Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional.
Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksioanal pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkanpada yanglebih kompleks ( belajar SR, rangkaian SR, asosiasi verbal, diskriminasi, dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi(belajar aturan danpemecahan masalah). Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon.
H. Albert Bandura (1925-masih hidup)
Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di Mondare alberta berkebangsaan Kanada. Ia seorang psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri. Eksperimennya yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya.
Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah:
1. Perhatian, mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat.
2. Penyimpanan atau proses mengingat, mencakup kode pengkodean simbolik.
3. Reprodukdi motorik, mencakup kemampuan fisik, kemampuan meniru, keakuratan umpan balik.
4. Motivasi, mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri.

Selain itu juga harus diperhatikan bahwa faktor model atau teladan mempunyai prinsip prinsip sebgai berikut:
1. Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan diperoleh dengan cara mengorganisasikan sejak awal dan mengulangi perilaku secara simbolik kemudian melakukannya.
2. Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru jika sesuai dengan nilai yang dimilikinya.
3. Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan tersebut disukai dan dihargai dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat.
Karena melibatkan atensi, ingatan dan motifasi, teori Bandura dilihat dalam kerangka Teori Behaviour Kognitif. Teori belajar sosial membantu memahami terjadinya perilaku agresi dan penyimpangan psikologi dan bagaimana memodifikasi perilaku.
Teori Bandura menjadi dasar dari perilaku pemodelan yang digunakan dalam berbagai pendidikan secara massal.
 Aplikasi Teori Behavioristik terhadap Pembelajaran Siswa
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu:
a. Mementingkan pengaruh lingkungan
b. Mementingkan bagian-bagian
c. Mementingkan peranan reaksi
d. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon
e. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya
f. Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan
g. Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.
Sebagai konsekuensi teori ini, para guru yang menggunakan paradigma behaviorisme akan menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap, sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. Guru tidak banyak memberi ceramah, tetapi instruksi singkat yng diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana samapi pada yang kompleks.
Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Kesalahan harus segera diperbaiki. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah tebentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak.
Kritik terhadap behavioristik adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru, bersifaat mekanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diamati dan diukur. Kritik ini sangat tidak berdasar karena penggunaan teori behavioristik mempunyai persyartan tertentu sesuai dengan ciri yang dimunculkannya. Tidak setiap mata pelajaran bisa memakai metode ini, sehingga kejelian dan kepekaan guru pada situasi dan kondisi belajar sangat penting untuk menerapkan kondisi behavioristik.
Metode behavioristik ini sangat cocok untuk perolehan kemampaun yang membuthkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti
Kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek, daya tahan dan sebagainya, contohnya: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, menggunakan komputer, berenang, olahraga dan sebagainya. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
Penerapan teori behaviroristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai central, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Murid dipandang pasif , perlu motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Murid hanya mendengarkan denga tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oelh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
KELEBIHAN *)
*http://ratgrup.blogspot.com/2009/01/teori-belajar-behavioristik.html)
1. Membiasakan guru untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar
2. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang menbutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti: kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleksi, daya tahan, dan sebagainya.
3. Guru tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan belajar mandiri. Jika menemukan kesulitan baru ditanyakan kepada guru yang bersangkutan
4. Teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa , suka mengulangi dan harus dibiasakan , suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
5. Mampu membentuk suatu perilaku yang diinginkan mendapatkan penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif, yang didasari pada perilaku yang tampak.
6. Dengan melalui pengulangan dan pelatihan yang kontinue dapat mengoptimalkan bakat dan kecerdasan siswa yang sudah terbentuk sebelumnya. Jika anak sudah mahir dalam satu bidang tertentu maka akan lebih dapat dikuatkan lagi dengan pembiasaan dan pengulangan yang kontinue tersebut dan lebih optimal.
7. Bahan pelajarn yang disusun secara hierarkis dari yang sederhana sampai pada yang kompleks dengan tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu mampu menghasilkan sustu perilaku yang konsisten terhadap bidang tertentu.
KEKURANGAN *)
*http://ratgrup.blogspot.com/2009/01/teori-belajar-behavioristik.html)
1. Sebuah konsekuensi bagi guru, untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap
2. Tidak setiap mata pelajaran bisa menggunakan metode ini
3. Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid.
4. Murid berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif
5. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa
6. Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru.
7. Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu kondisi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah guru melatih dan menetukan apa yang harus dipelajari murid sehingga dapat menekan kreatifitas siswa.
Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan meghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif sehingga inisiatif siswa terhadap suatu permasalahan yang muncul secara temporer tidak bisa diselesaiakn oleh siswa

2.3 Teori Belajar Kognitivistik dan Penerapannya
Teori ini lebih menekankan kepada proses belajar daripada hasil belajar. Bagi yang menganut aliran kognitivistik belajar tidak hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respons. Lebih dari itu belajar adalah melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Menurut teori kognitivistik, ilmu pengetahuan dibangun didalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidajk hanya berjalan terpatah-patah, terpisah-pisah, tetapi melalui proses mengalir, bersambung dan menyeluruh.
Menurut psikologi kognitif belajar dipandang sebagai usaha untuk mengerti sesuatu. Usaha itu dilakukan secara aktif oleh siswa. Keaktifan itu dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, mencermati lingkungan, mempraktekkan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Para psikolog pendidikan kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dimiliki sebelumnya sangat menentukan keberhasilan mempelajari informasi atau pengetahuan yang baru.
A. Robert M. Gagne
Salah satu teori yang berasal dari psikolog kognitiv adalah teori pemrosesan informasi yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne. Menurut teori ini belajar dipandang sebagai proses pengolahan informasi dalam otak manusia. Sedangkan pengolahan otak manusia sendiri dapat dijelaskan sebagai berikut:
Reseptor (alat indera) : menerima rangsangan dari lingkungan dan mengubahnya menjadi rangsaangan neural, memberikan symbol informasi yang diterimanya dan kemudian di teruskan.
Sensory register (penempungan kesan-kesan sensoris) : yang terdapat pada syaraf pusat, fungsinya menampung kesan-kesan sensoris dan mengadakan seleksi sehingga terbentuk suatu kebulatan perceptual. Informasi yang masuk sebagian masuk ke dalam memori jangka pendek dan sebagian hilang dalam system.
Short term memory ( memory jangka pendek ) : menampung hasil pengolahan perceptual dan menyimpannya. Informasi tertentu disimpan untuk menentukan maknanya. Memori jangka pendek dikenal juga dengan informasi memori kerja, kapasitasnya sangat terbatas, waktu penyimpananya juga pendek. Informasi dalam memori ini dapat di transformasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang.
Long Term memory (memori jangka panjang) :menampung hasil pengolahan yang ada di memori jangka pendek. Informasi yang disimpan dalam jangka panjang, bertahan lama, dan siap untuk dipakai kapan saja.
Response generator (pencipta respon) : menampung informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang dan mengubahnya menjadi reaksi jawaban.

B. Jean Piaget
Menurut Piaget proses belajar sebenarnya terdiri atas tiga tahapan yaitu :
• Asimilasi : proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada.
• Akomodasi : proses penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi baru.
• Equilibrasi : penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi.
Piaget juga mengemukakan bahwa proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa. Proses belajar yang dialami seorang anak berbeda pada tahap satu debfab tahap lainnya yang secara umum semakin tinggi tingkat kognitif seseorang maka semakin teratur dan juga semakin abstrak cara berpikirnya. Oleh karena itu guru seharusnya memahami tahap-tahap perkembangan kognitif anak didiknya serta memberikan isi, metode, media pembelajaran yang sesuai dengan tahapannya.
C. Ausubel
Menurut Ausubel siswa akan belajar dengan baik jika isi pelajarannya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa (advanced organizer), dengan demikian akan mempengaruhi pengaturan kemampuan belajar siswa.
Advanced organizer adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi seluruh isi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa. Advanced organizer memberikan tiga manfaat yaitu :
Menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi yang akan dipelajari.
Berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara yang sedang dipelajari dan yang akan dipelajari.
Dapat membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah.
D. Bruner
Sementara Bruner mengusulkan teori yang disebutnya free discovery learning. Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan termasuk konsep, teori, ide, definisi dan sebagainya melalui contoh-contoh yang menggambarkan atau mewakili aturan yang menjadi sumbernya.
Keuntungan belajar menemukan :
Menimbulkan rasa ingin tahu siswa sehingga dapat memotivasi siswa untuk menemukan jawabannya.
Menimbulkan keterampilan memecahkan masalahnya secara mandiri dan mengharuskan siswa untuk menganalisis dan memanipulasi informasi.
Teori-teori kognitif ini juga sarat akan kritik terutama konsep Piaget karena sulit di terapkan ditingkat lanjut. Selain itu beberapa konsep tertentu, seperti intelegensi, belajar dan pengetahuan yang mendasari teori ini sukar dipahami dan pemahaman itu sendiripun belum tuntas.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR KOGNITIVISTIK
KELEBIHAN
1. menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri.
2. membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah

KEKURANGAN
1. teori tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan.
2. sulit di praktikkan khususnya di tingkat lanjut.
3. beberapa prinsip seperti intelegensi sulit dipahami dan pemahamannya masih belum tuntas.

2.4 Teori Belajar Humanistik dan Penerapannya
Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. \proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.
Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar, ialah :
1. Proses pemerolehan informasi baru,
2. Personalia informasi ini pada individu.
Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik antara lain adalah: Arthur W. Combs, Abraham Maslow, Bloom dan Krathwohl, Kolb, Honey dan Mumford, Habermas, dan Carl Rogers.

a. Arthur Combs (1912-1999)
Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah dati ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.
Untuk itu guru harus memahami perlaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. Perilaku internal membedakan seseorang dari yang lain. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.
Combs memberikan lukisan persepsi dir dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan.
b. Abraham Maslow
Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :
(1) suatu usaha yang positif untuk berkembang
(2) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis.
Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang, takut untuk mengambil kesempatan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya, tetapi di sisi lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan, keunikan diri, ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri(self).
Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan fisiologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan ras aman dan seterusnya. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperharikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar ini mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.
c. Bloom dan Krathwohl
Bloom dan Krathwohl menunjukkan apa yang mungkin dikuasai oleh siswa tercakup dalam tiga kawasan yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.

d. Kolb
Kolb membagi tahapan belajar menjadi empat tahap yaitu :
Pengalaman konkret : pada tahap dini seseorang hanya mampu ikut mengalami suatu kejadian . inilah terjadi tahap awal proses pembelajaran.
Pengalaman aktif dan reflektif : siswa lambat laun melakukan pengamatan aktif terhadap kejadian itu, dan mulai berusaha memikirkan serta memahaminya.
Konseptualisasi : siswa mulai belajar membuat abstrak atau teori tentang hal yang pernah diamatinya.
Eksperimentasi aktif : siswa sudah mampu mengaplikasikan suatu autran umum ke situasi yang baru.

e. Honey dan Mumford
Honey dan Mumford menggolongkan siswa atas empat tipe yaitu :
Siswa tipe aktivis : mereka yang suka melibatkan diri pada pengalaman baru, cenderung berpikir terbuka dan mudah diajak dialog.
Siswa tipe reflektor : tipe ini cenderung berhati-hati dalam mengambil langkah. Dalam pengambilan keputusan cenderung konservatif.
Siswa tipe teoris : biasanya sangat kritis, suka menganalisis, dan tidak menyukai pendapat yang bersifat subjektif.
Siswa tipe pragmatis : menaruh p[erhatian besar pada hal yang bersifat praktis dalam segala hal, tidak suka bertele-tele membahas aspek teoritis-filosofis dari sesuatu hal.

f. Habermas
Habermas membagi tipe belajatr mebnjadi tiga bagian yaitu :
Teaching learning (belajar teknik) : siswa belajar berinteraksi dengan alam sekelilingnya.
Practical learning (belajar p[raktis) : siswa belajar berinteraksi dengan orang sekelilingnya.
Emanciipatory learning (belajar emansipator) : siswa berusaha mencapai suatu pemahaman yang sebaik mungkin tentang perubahan kultural dari suatu lingkungan.

g. Carl Rogers
Carl Rogers lahir 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois Chicago, sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Semula Rogers menekuni bidang agama tetapi akhirnya pindah ke bidang psikologi. Ia mempelajari psikologi klinis di Universitas Columbia dan mendapat gelar Ph.D pada tahun 1931, sebelumnya ia telah merintis kerja klinis di Rochester Society untuk mencegah kekerasan pada anak.
Gelar profesor diterima di Ohio State tahun 1960. Tahun 1942, ia menulis buku pertamanya, Counseling and Psychotherapy dan secara bertahap mengembangkan konsep Client-Centerd Therapy.
Rogers membedakan dua tipe belajar, yaitu:
1. Kognitif (kebermaknaan)
2. experiential ( pengalaman atau signifikansi)
Guru menghubungan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai seperti memperlajari mesin dengan tujuan untuk memperbaikai mobil. Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.
Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
1. Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya.
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dari bukunya Freedom To Learn, ia menunjukkan sejumlah prinsip-prinsip dasar humanistik yang penting diantaranya ialah :
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami.
b. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksud sendiri.
c. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri diangap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.
d. Tugas-tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil.
e. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
f. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
g. Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggungjawab terhadap proses belajar itu.
h. Belajar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
i. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting.
j. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar, suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam diri sendiri mengenai proses perubahan itu.
Salah satu model pendidikan terbuka mencakuo konsep mengajar guru yang fasilitatif yang dikembangkan Rogers diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975 mengenai kemampuan para guru untuk menciptakan kondidi yang mendukung yaitu empati, penghargaan dan umpan balik positif. Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah :
1. Merespon perasaan siswa
2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4. Menghargai siswa
5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6. Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa)
7. Tersenyum pada siswa
Dari penelitian itu diketahui guru yang fasilitatif mengurangi angka bolos siswa, meningkatkan angka konsep diri siswa, meningkatkan upaya untuk meraih prestasi akademik termasuk pelajaran bahasa dan matematika yang kurang disukai, mengurangi tingkat problem yang berkaitan dengan disiplin dan mengurangi perusakan pada peralatan sekolah, serta siswa menjadi lebih spontan dan menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi.
Implikasi Teori Belajar Humanistik
a. Guru Sebagai Fasilitator
Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator yang berikut ini adalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas sifasilitator. Ini merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa guidenes(petunjuk):
1. Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas
2. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum.
3. Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi.
4. Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka.
5. Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.
6. Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok
7. Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain.
8. Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa
9. Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar
10. Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri.
Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran Siswa
Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran.
Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri , mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.
Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah :
1. Merumuskan tujuan belajar yang jelas
2. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
3. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
4. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri
5. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dariperilaku yang ditunjukkan.
6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa
Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku.
Sumber:
1. Psikologi Belajar: Dr. Mulyati, M.Pd
2. Psikologi Belajar: Drs. H. Abu Ahmadi dan Drs. Widodo Supriyono
3. Psikologi Pendidikan: Sugihartono,dkk
4. Psikologi Pendidikan: Rochman Natawidjaya dan Moein Moesa
5. Landasan Kependidikan: Prof. Dr. Made Pidarta

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK
KELEBIHAN *)
(http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar-humanistik.html)
1. Teori ini cocok untuk diterapkan dalam materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial.
2. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
3. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin atau etika yang berlaku.
KEKURANGAN *)
(http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar-humanistik.html)
1. Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.
2. Siswa yang tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar.
2.5 Teori Belajar Konstruktivistik dan Penerapannya
 Hakikat Pembelajaran Konstruktivisme
Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivistik memandang subyek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh subyek itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus menerus melalui proses rekonstruksi.
Yang terpenting dalam teori konstruktivisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran, si belajarlah yang harus mendapatkan penekanan. Merekalah yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka, bukan pembelajar atau orang lain. Mereka yang harus bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya. Penekanan belajar siswa secara aktif ini perlu dikembangkan. Kreativitas dan keaktifan siswa akan membantu mereka untuk berdiri sendiri dalam kehidupan kognitif siswa.
Belajar lebih diarahkan pada experimental learning yaitu merupakan adaptasi kemanusiaan berdasarkan pengalaman konkrit di laboratorium, diskusi dengan teman sekelas, yang kemudian dikontemplasikan dan dijadikan ide dan pengembangan konsep baru. Karenanya aksentuasi dari mendidik dan mengajar tidak terfokus pada si pendidik melainkan pada pebelajar.
Beberapa hal yang mendapat perhatian pembelajaran konstruktivistik, yaitu: (1) mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam kontek yang relevan, (2) mengutamakan proses, (3) menanamkan pembelajran dalam konteks pengalaman social, (4) pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman (Pranata, http://puslit.petra.ac.id/journals/interior/.).
Hakikat pembelajaran konstruktivistik oleh Brooks & Brooks dalam Degeng mengatakan bahwa pengetahuan adalah non-objective, bersifat temporer, selalu berubah, dan tidak menentu. Belajar dilihat sebagai penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif, dan refleksi serta interpretasi. Mengajar berarti menata lingkungan agar si belajar termotivasi dalam menggali makna serta menghargai ketidakmenentuan. Atas dasar ini maka si belajar akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergentung pada pengalamannya, dan perspektif yang dipakai dalam menginterpretasikannya.
Aspek-aspek Pembelajaran Konstruktivistik
Fornot mengemukakan aaspek-aspek konstruktivitik sebagai berikut: adaptasi (adaptation), konsep pada lingkungan (the concept of envieronmet), dan pembentukan makna (the construction of meaning). Dari ketiga aspek tersebut oleh J. Piaget bermakna yaitu adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi.
Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan baru dalam skema yang telah ada. Proses asimilasi ini berjalan terus. Asimilasi tidak akan menyebabkan perubahan/pergantian skemata melainkan perkembangan skemata. Asimilasi adalah salah satu proses individu dalam mengadaptasikan dan mengorganisasikan diri dengan lingkungan baru perngertian orang itu berkembang.
Akomodasi, dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak dapat mengasimilasikan pengalaman yang baru dengan skemata yang telah dipunyai. Pengalaman yang baru itu bias jadi sama sekali tidak cocok dengan skema yang telah ada. Dalam keadaan demikian orang akan mengadakan akomodasi. Akomodasi terjadi untuk membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan yang baru atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu. Bagi Piaget adaptasi merupakan suatu kesetimbangan antara asimilasi dan akomodasi. Bila dalam proses asimilasi seseorang tidak dapat mengadakan adaptasi terhadap lingkungannya maka terjadilah ketidaksetimbangan (disequilibrium). Akibat ketidaksetimbangan itu maka tercapailah akomodasi dan struktur kognitif yang ada yang akan mengalami atau munculnya struktur yang baru. Pertumbuhan intelektual ini merupakan proses terus menerus tentang keadaan ketidaksetimbangan dan keadaan setimbang (disequilibrium-equilibrium). Tetapi bila terjadi kesetimbangan maka individu akan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
Tingkatan pengetahuan atau pengetahuan berjenjang ini oleh Vygotskian disebutnya sebagai scaffolding. Scaffolding, berarti membrikan kepada seorang individu sejumlah besar bantuan selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan pembelajar dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Vygotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upayanya memecahkan permasalahan, yaitu (1) siswa mencapai keberhasilan dengan baik, (2) siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan, (3) siswa gagal meraih keberhasilan. Scaffolding, berarti upaya pembelajar untuk membimbing siswa dalam upayanya mencapai keberhasilan. Dorongan guru sangat dibutuhkan agar pencapaian siswa ke jenjang yang lebih tinggi menjadi optimum.
Konstruktivisme Vygotskian memandang bahwa pengetahuan dikonstruksi secara kolaboratif antar individual dan keadaan tersebut dapat disesuaikan oleh setiap individu. Proses dalam kognisi diarahkan memalui adaptasi intelektual dalam konteks social budaya. Proses penyesuaian itu equivalent dengan pengkonstruksian pengetahuan secara intra individual yakni melalui proses regulasi diri internal. Dalam hubungan ini, para konstruktivis Vygotskian lebih menekankan pada penerapan teknik saling tukar gagasan antar individual.
Dua prinsip penting yang diturunkan dari teori Vygotsky adalah: (1), mengenai fungsi dan pentingnya bahasa dalam komunikasi social yang dimulai proses pencanderaan terhadap tanda (sign) sampai kepada tukar menukar informasi dan pengetahuan, (2) zona of proximal development. Pembelajar sebagai mediator memiliki peran mendorong dan menjembatani siswa dalam upayanya membangun pengetahuan, pengertian dan kompetensi.
Sumbangan penting teori Vygotsky adalah penekanan pada hakikat pembelajaran sosiakultural. Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan social pembelajaran. Menurut teori Vygotsky, funsi kognitif manusia berasal dari interaksi social masing-masing individu dalam konteks budaya. Vygotsky juga yakin bahwa pembelajaran terjadi saat siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas tersebut masih dalam jangkauan kemampuannya atau tugas-tugas itu berada dalam zona of proximal development mereka. Zona of proximal development adalah daerah antar tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu
Pengetahuan dan pengertian dikonstruksi bila seseorang terlibat secara social dalam dialog dan aktif dalam percobaan-percobaan dan pengalaman. Pembentukan makna adalah dialog antar pribadi.dalam hal ini pebelajar tidak hanya memerlukan akses pengalaman fisik tetapi juga interaksi dengan pengalaman yang dimiliki oleh individu lain. Pembelajaran yang sifatnya kooperatif (cooperative learning) ini muncul ketika siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar yang diinginka oleh siswa. Pengelolaan kelas menurut cooperative learning bertujuan membantu siswa untuk mengembangkan niat dan kiat bekerja sama dan berinteraksi dengna siswa yang lain. Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas yaitu: pengelompokan, semangar kooperatif dan penataan kelas. (Pranata, http://puslit.petra.ac.id/journals/interior/.
Secara singkat teori Peaget dan Vygotsky dapat dikemukakan dalam table berikut ini.
Piagetian and Vygotskyan Constructivism
Piagetian Constructivism Vygotsky Constructivism
Concept constructivism focus on individual cognitive development through co-constructed learning environments with national, decontextualized thinking as the goal of development Vygotsky, in order to understand human development, a multilevel analysis using all four levels of history must be employed: sosiocultural constructivism,
SSubject of Study Focus on the development of autonomous cognitive forms within the individual, culminating in rational thought that is decentered from the individual. argued that individual development cannot be understood without reference to the interpersonal and institutional surround which situates the child
DDevelop-ment of cognitive forms the structure of the mind is the source of our understanding of the world.
the construction of knowledge occurs through interaction in the social world. Thus for Vygotsky the development of cognitive forms occurs by means of the dialectical relationship between the individual and the social context

Pandangan Konstruktivistik tentang belajar dan pembelajaran.
Konstruktivistik
Pengetahuan adalah non-objective, bersifat temporer, selalu berubah dan tidak menentu.
Belajar adalah penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif, dan refleksi serta interpretasi. Mengajar adalah menata lingkungan agar si belajar termotivasi dalam menggali makna seta menghargai ketidakmenentuan.
Si belajar akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya, dan perspektif yang dipakai dalam menginterpretasikannya.
Mind berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasi peristiwa, objek, atau perspektif yang ada dalam dunia nyata sehingga makna yang dihasilkan bersifat unik dan individualistic.

Pandangan Konstruktivistik tentang Tujuan Pembelajaran :
Konstruktivistik
Penyejian isi menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna mengikuti urutan dari keseluruhan-ke-bagian.
Pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandangan si belajar.
Aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis.
Pembelajaran menekankan pada proses.

Pandangan Konstruktivistik tentang Penataan Lingkungan Belajar:
Konstruktivistik
Ketidakteraturan, ketidakpastian, kesemrawutan,
Si belajar harus bebas. Kebebasan menjadi unsure yang esensial dalam lingkungna belajar.
Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai.
Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Si belajar adalah subjek yang harus memapu menggunakan kebebasan untuk melakukan pengaturan diri dalam belajar.
Control belajar dipegang oleh si belajar.

Pandangan Konstruktivistik tentang evaluasi pembelajaran:
Konstruktivistik
Evaluasi menekankan pada penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan terintegrasi, dengan menggunakan masalah dalam konsteks nyata.
Evaluasi yang menggali munculnya berpikir divergent, pemecahan ganda, bukan hanya satu jawaban benar
Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas-tugas yang menuntut aktivitas belajar yang bermkana serta menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata. evaluasi menekankan pad aketerampilan proses dalam kelompok.

 Rancangan Pembelajaran Konstruktivistik

Berdasarkan teori J. Peaget dan Vygotsky yang telah dikemukakan di atas maka pembelajaran dapat dirancang/didesain model pembelajaran konstruktivis di kelas sebagai berikut:
Pertama, identifikasi prior knowledge dan miskonsepsi. Identifikasi awal terhadap gagasan intuitif yang mereka miliki terhadap lingkungannya dijaring untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan akan munculnya miskonsepsi yang menghinggapi struktur kognitif siswa. Identifikasi ini dilakukan dengan tes awal, interview
Kedua, penyusunan program pembelajaran. Program pembelajaran dijabarkan dalam bentuk satuan pelajaran.
Ketiga orientasi dan elicitasi, situasi pembelajaran yang kondusif dan mengasyikkan sangatlah perlu diciptakan pada awal-awal pembelajaran untuk membangkitkan minat mereka terhadap topic yang akan dibahas. Siswa dituntun agar mereka mau mengemukakan gagasan intuitifnya sebanyak mungkin tentang gejala-gejala fisika yang mereka amati dalam lingkungan hidupnya sehari-hari. Oengungkapan gagasan tersebut dapat memalui diskusi, menulis, ilustrasi gambar dan sebagainya. Gagasan-gagasan tersebut kemudian dipertimbangkan bersama. Suasana pembelajaran dibuat santai dan tidak menakutkan agar siswa tidak khawatir dicemooh dan ditertawakan bila gagasan-gagasannya salah. Guru harus menahan diri untuk tidak menghakiminya. Kebenaran akan gagasan siswa akan terjawab dan terungkap dengan sendirinya melalui penalarannya dalam tahap konflik kognitif.
Keempat, refleksi. Dalam tahap ini, berbagai macam gagasan-gagasan yang bersifat miskonsepsi yang muncul pada tahap orientasi dan elicitasi direflesikan dengan miskonsepsi yang telah dijaring pada tahap awal. Miskonsepsi ini diklasifikasi berdasarkan tingkat kesalahan dan kekonsistenannya untuk memudahkan merestrukturisasikannya.
Kelima, resrtukturisasi ide, (a) tantangan, siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala yang kemudian dapat diperagakan atau diselidiki dalam praktikum. Mereka diminta untuk meramalkan hasil percobaan dan memberikan alas an untuk mendukung ramalannya itu. (b) konflik kognitif dan diskusi kelas. Siswa akan daapt melihat sendiri apakah ramalan mereka benar atau salah. Mereka didorong untuk menguji keyakinan dengan melakukan percobaan. Bila ramalan mereka meleset, mereka akan mengalami konflik kognitif dan mulai tidak puas dengan gagasan mereka. Kemudian mereka didorong untuk memikirkan penjelasan paling sederhana yang dapat menerangkan sebanyak mungkin gejala yang telah mereka lihat. Usaha untuk mencari penjelasan ini dilakukan dengan proses konfrontasi melalui diskusi dengan teman atau guru yang pada kapasistasnya sebagai fasilitator dan mediator. (c) membangun ulang kerangka konseptual. Siswa dituntun untuk menemukan sendiri bahwa konsep-konsep yang baru itu memiliki konsistensi internal. Menunjukkan bahwa konsep ilmiah yang baru itu memiliki keunggulan dari gagasan yang lama.
Keenam, aplikasi. Menyakinkan siswa akan manfaat untuk beralih konsepsi dari miskonsepsi menuju konsepsi ilmiah. Menganjurkan mereka untuk menerapkan konsep ilmiahnya tersebut dalam berbagai macam situasi untuk memecahkan masalah yang instruktif dan kemudia menguji penyelesaian secara empiris. Mereka akan mampu membandingkan secara eksplisit miskonsepsi mereka dengan penjelasa secara keilmuan.
Ketujuh, review dilakukan untuk meninjau keberhasilan strategi pembelajaran yang telah berlangsung dalam upaya mereduksi miskonsepsi yang muncul pada awal pembelajaran. Revisi terhadap strategi pembelajaran dilakukan bila miskonsepsi yang muncul kembali bersifat sangar resisten. Hal ini penting dilakukan agar miskonsepsi yang resisten tersebut tidak selamanya menghinggapi struktur kognitif, yang pada akhirnya akan bermuara pada kesulitan belajar dan rendahnya prestasi siswa bersangkutan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
KELEBIHAN *)
(http://warnadunia.com/teori-pembelajaran-konstruktivisme/)
1. Berfikir :D alam proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea dan membuat keputusan.
2. Faham :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.
3. Ingat :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justeru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
4. Kemahiran sosial :Kemahiran sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
5. Seronok :Oleh kerana mereka terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sihat, maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru.

KEKURANGAN *)
(http://warnadunia.com/teori-pembelajaran-konstruktivisme/)
1. Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung.
2. lebih luas cakupan makna dan sulit dipahami.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan Makalah Teori-teori Pembelajaran
Reigeluth (1983 dalam degeng 1990) mengemukakan bahw teori perspektif adalah goal oriented, sedangkan teori deskriptif adalah goal free. Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran perspektif dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil.
Menurut teori behavioristik, belajar diartikan sebagi proses perubahan tingkah laku akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Belajar tidaknya seseorang bergantung pada factor yang diberikan lingkungan.
Menurut teori kognitif, belajar tidak hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, tetapi melibatkan proses belajar yang sangat kompleks.
Menurut teori humanistic, proses belajar dilakukan dengan memberikan sebebas-bebasnya kepada individu.
Menurut teori konstruktivisme memahami belajar sebagai proses pembentukan pengetahuan oleh si belajar itu sendiri.
Kesimpulan Hasil Diskusi
• PERTANYAAN :
 Agung Setyadi (5415072449) : dalam teori belajar humanistic ada istilah memanusiakan manusia, bisa dijelaskan apa maksudnya?
 Veronico Ramadhan (5415070316) : bisa dijelaskan dengan contoh bagaimana teori pembelajaran deskriptif dan preskriptif itu?
 Junanda Hendra : bisa dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teori pembelajaran ?
• PEMBAHASAN
 (Agung Setyadi) : Maksud dari memanusiakan manusia adalah dalam kata lain peserta didik agar dapat mencapai proses pengaktualisassian diri. Dengan kata lain peserta didik dalam proses belajar mengajar tidak hanya berpatokan pada apa saja yang diberikan oleh si sumber belajar, tetapi peserta didik di beri kebebasan yang seluas-luasnya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber belajar dan media pembelajaran sehingga diperoleh hasil belajar yang maksimal yang pada akhirnya tercapai proses pengaktualisasian diri.
 (Veronico Ramadhan ) : teori pembelajaran deskripitif adalah karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Sedangkan teori belajar preskriptif adalah karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode yang optimal. Contoh penerapan teori belajar deskriptif adalah dalam mata kuliah teori belajar dan pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan adalah metode diskusi, sedangkan teori belajar deskriptifnya adalah langkah-langkah belajar diskusi tersebut yaitu ada yang menjadi penyaji makalah, ada proses tanya jawab, ada proses interaksi, ada proses penambahan atau pengurangan materi diskusi dan sebagainya.
 (Junanda Hendra) : kelebihan dan kekurangan dari masing –masing teori belajar dan pembelajaran antara lain :
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR DESKRIPITIF
KELEBIHAN
1. lebih terkonsep sehingga siswa lebih memahami materi yang akan disampaikan.
2. mendorong siswa untuk mencari sumber pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan suatu tugas.
KEKURANGAN
1. kurang memperhatikan sisi psikologis siswa dalam mendalami suatu materi.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR PRESKRIPTIF
KELEBIHAN
1. lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
2. banyak member motivasi agar terjadi proses belajar.
3. mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
KEKURANGAN
1. membutuhkan waktu cukup lama
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
KELEBIHAN *)
*http://ratgrup.blogspot.com/2009/01/teori-belajar-behavioristik.html)
1. Membiasakan guru untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar
2. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang menbutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti: kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleksi, daya tahan, dan sebagainya.
3. Guru tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan belajar mandiri. Jika menemukan kesulitan baru ditanyakan kepada guru yang bersangkutan
4. Teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa , suka mengulangi dan harus dibiasakan , suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
5. Mampu membentuk suatu perilaku yang diinginkan mendapatkan penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif, yang didasari pada perilaku yang tampak.
6. Dengan melalui pengulangan dan pelatihan yang kontinue dapat mengoptimalkan bakat dan kecerdasan siswa yang sudah terbentuk sebelumnya. Jika anak sudah mahir dalam satu bidang tertentu maka akan lebih dapat dikuatkan lagi dengan pembiasaan dan pengulangan yang kontinue tersebut dan lebih optimal.
7. Bahan pelajarn yang disusun secara hierarkis dari yang sederhana sampai pada yang kompleks dengan tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu mampu menghasilkan sustu perilaku yang konsisten terhadap bidang tertentu.

KEKURANGAN *)
*http://ratgrup.blogspot.com/2009/01/teori-belajar-behavioristik.html)
1. Sebuah konsekuensi bagi guru, untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap
2. Tidak setiap mata pelajaran bisa menggunakan metode ini
3. Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid.
4. Murid berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif
5. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa
6. Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru.
7. Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu kondisi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah guru melatih dan menetukan apa yang harus dipelajari murid sehingga dapat menekan kreatifitas siswa.
8. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan meghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif sehingga inisiatif siswa terhadap suatu permasalahan yang muncul secara temporer tidak bisa diselesaiakn oleh siswa

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR KOGNITIVISTIK
KELEBIHAN
1. menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri.
2. membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah

KEKURANGAN
1. teori tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan.
2. sulit di praktikkan khususnya di tingkat lanjut.
3. beberapa prinsip seperti intelegensi sulit dipahami dan pemahamannya masih belum tuntas.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK
KELEBIHAN *)
(http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar-humanistik.html)
1. Teori ini cocok untuk diterapkan dalam materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial.
2. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
3. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin atau etika yang berlaku.
KEKURANGAN *)
(http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar-humanistik.html)
1. Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
KELEBIHAN *)
(http://warnadunia.com/teori-pembelajaran-konstruktivisme/)
1. Berfikir :D alam proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea dan membuat keputusan.
2. Faham :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.
3. Ingat :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justeru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
4. Kemahiran sosial :Kemahiran sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
5. Seronok :Oleh kerana mereka terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sihat, maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru.
KEKURANGAN *)
(http://warnadunia.com/teori-pembelajaran-konstruktivisme/)
1. Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung.
2. lebih luas cakupan makna dan sulit dipahami.

DAFTAR PUSTAKA

 Siregar, Eveline. Nara, Hartini. 2007. Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Universitas Negeri Jakarta.
 http://pakregar.wordpress.com/2008/02/ MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK SEBAGAI ALTERNATIVE MENGATASI MASALAH PEMBELAJARAN. Oleh: Dina Gasong, Mahasiswa Teknologi Pendidikan, PPs UNJ
 http://trimanjuniarso.wordpress.com/2008/02/15/teori-humanistik/ Ditulis pada Februari 15, 2008 oleh trimanjuniarso
 http://trimanjuniarso.wordpress.com/2008/02/15/teori-konstruktivistik/. Posted by pakregar on February 13, 2008
 http://tyaeducationjournals.blogspot.com/2008/04/dibutuhkan-sebuah-kerangka-teoritis.html

PENGERTIAN BELAJAR

Posted On April 13, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

PENDAHULUAN

I.1 PENGERTIAN BELAJAR

I.1.A Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia :

Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

I.1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli :

1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.

3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.

5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu  itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.

6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.

7. R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku

8. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln

9. Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi.

10. Lester D. Crow and Alice Crow (WWW. Google.com) Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap.

11. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Google.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.

I.2 CIRI-CIRI BELAJAR

Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :

1. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).

2. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.

3. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.

4. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar:

1. Adanya dorongan rasa ingin tahu

2. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya.

3. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri.

4. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.

5. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.

6. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri.

7. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

8. Untuk mengisi waktu luang.

I.3 JENIS-JENIS BELAJAR

I.3.A Menurut Robert M. Gagne

Manusia memilki beragam potensi, karakter, dan kebutuhan dalam belajar. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar :

1. Belajar isyarat (signal learning). Menurut Gagne, ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon.dalam konteks inilah signal learning terjadi. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan.

2. Belajar stimulus respon. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab.

3. Belajar merantaikan (chaining). Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakan-gerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.

4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda, orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu.

5. Belajar membedakan (discrimination). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak, seperti kotak kardus, kubus, dsb.

6. Belajar konsep (concept learning). Belajar mengklsifikasikan stimulus, atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek, atau konsep dalam kuliah mekanika teknik.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya.

8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut.

Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah :

1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar.

2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar.

3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir.

4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes.

5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak.

I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu :

1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari:

Ø Pengetahuan (Knowledge).

Ø Pemahaman (Comprehension).

Ø Penerapan (Aplication)

Ø Penguraian (Analysis).

Ø Memadukan (Synthesis).

Ø Penilaian (Evaluation).

2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari:

Ø Penerimaan (receiving/attending).

Ø Sambutan (responding).

Ø Penilaian (valuing).

Ø Pengorganisasian (organization).

Ø Karakterisasi (characterization)

3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari:

Ø Kesiapan (set)

Ø Meniru (imitation)

Ø Membiasakan (habitual)

Ø Adaptasi (adaption)

I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.

2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental.

3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar.

4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah.

5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu.

6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan.

7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu.

Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

Ø Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah.

Ø Masalah itu diperjelas dan dibatasi.

Ø Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan.

Ø Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis, kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai, diuji, agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak.

Ø Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan.

Menurut Dewey, langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut.

Ø Kesadaran akan adanya masalah.

Ø Merumuskan masalah.

Ø Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis.

Ø Menguji hipotesis-hipotesis itu.

Ø Menerima hipotesis yang benar.

1.3.D Menurut UNESCO

UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. Suhaenah Suparno, 2000 ) :

1. Learning to know. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar, dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari, bagaimana caranya dan siapa yang belajar.

2. Learning to do. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja, membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.

3. Learning to live together. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama, dengan memahami orang lain, sejarahnya, budayanya, dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis.

4. Learning to be. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri, memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh.

I.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN

Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas.

1.4.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia :

Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

1.4.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli :

1. Duffy dan Roehler (1989). Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.

2. Gagne dan Briggs (1979:3). Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.

I.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN

Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut :

1. merupakan upaya sadar dan disengaja

2. pembelajaran harus membuat siswa belajar

3. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan

4. pelaksanaannya terkendali, baik isinya, waktu, proses maupun hasilnya

1.6 PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, PEMELAJAR, DAN PEMBELAJAR

Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel,1991)

Pengajaran adalah proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar, segala sesuatu mengenai mengajar, peringatan (tentang pengalaman, peristiwa yang dialami atau dilihatnya). (Dariyanto S.S, Kamus Bahasa Indonesia, 1997). Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa.

Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran.

Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.

Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran:

NO

Pengajaran

Pembelajaran

1

Dilaksanakan oleh mereka yang berprofesi sebagai pengajar

Dilaksanakan oleh mereka yang dapat membuat orang belajar

2

Tujuannya menyampaikan informasi kepada si belajar

Tujuannya agar terjadi belajar pada diri siswa

3

Merupakan salah satu penerapan strategi pembelajaran

Merupakan cara untuk mengembangkan rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar.

4

Kegiatan belajar berlangsung bila ada guru atau pengajar

Kegiatan belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru

1.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN

Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974), sebagai berikut :

1. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya.

2. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon, tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa.

3. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan.

4. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula.

5. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah.

6. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar.

7. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah, akan membantu siswa.

8. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model.

9. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana.

10. Belajar akan lebih cepat, efisien, dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya.

11. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi, ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat.

12. Dengan persiapan, siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar.

Dalam buku Condition of Learning, Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut:

1. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru, aneh, kontradiksi, atau kompleks.

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran.

3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru.

4. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan.

5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.

6. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) ; siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.

7. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa.

8. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran.

9. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman, mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI BELAJAR

Menurut analisis penulis, Belajar merupakan proses yang aktif untuk memahami hal-hal baru dengan pengetahuan yang kita miliki. Di sini terjadi penyesuaian dari pengetahuan yang sudah kita miliki dengan pengetahuan baru. Dengan kata lain, ada tahap evaluasi terhadap informasi yang didapat, apakah pengetahuan yang kita miliki masih relevan atau kita harus memperbarui pengetahuan kita sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagaimana dikatakan bahwa belajar pada dasarnya adalah suatu proses perubahan manusia. Dalam ilmu psikologi, proses belajar berarti cara-cara atau langkah-langkah (manners or operation) khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapai tujuan tertentu. (Rober ,1988, dalam Muhibin,1995). Dalam pengertian tersebut tahapan perubahan dapat diartikan sepadan dengan proses. Jadi proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya. Dalam uraian tersebut digambarkan bahwa belajar adalah aktifitas yang berproses menuju pada satu perubahan dan terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu.

Ada banyak bentuk-bentuk perubahan yang terdapat dalam diri manusia yang ditentukan oleh kemampuan dan kemauan belajarnya sehingga peradaban manusia itupun tergantung dari bagaimana manusia belajar. Belajar juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan sekelompok umat manusia di tengah persaingan yang semakin ketat dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu maju karena belajar.

Kemajuan hasil belajar bidang pengetahuan dan teknologi tinggi digunakan untuk membuat senjata pemusnah sesama manusia. Jadi belajar disamping membawa manfaat namun dapat juga menjadi mudarat. Meskipun ada dampak negatif dari hasil belajar namun kegiatan belajar memiliki arti penting yaitu dengan belajar seseorang dapat mempertahankan dirinya untuk tetap bertahan hidup dari segala macam gangguan baik yang datang dari dalam dirinya maupun juga yang datang dari luar dirinya.

II.2 JENIS-JENIS BELAJAR

Bedasarkan teori-teori yang telah dipaparkan dalam BAB I, banyak cara dalam melakukan proses balajar . Di dalam proses belajar terdapat berbagai macam jenis belajar. Jenis-jenis belajar menurut Gagne terbagi menjadi 8 jenis yaitu Belajar isyarat (signal learning), Belajar stimulus respon, Belajar merantaikan (chaining), Belajar asosiasi verbal (verbal Association), Belajar membedakan (discrimination), Belajar konsep (concept learning), Belajar dalil (rule learning), Belajar memecahkan masalah (problem solving).

Dari kedelapan jenis tersebut dapat menumbuhkembangkan perilaku kognitif yang mencakup pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis dan sintesis dan evaluasi. Selain dari kognititf aspek avektif dan psikomotor sesorang juga tumbuh. Aspek afektif mencakup Penerimaan, Sambutan, Penilaian, Pengorganisasian, Karakterisasi. Sedangkan psikomotor mencakup Kesiapan (set), Meniru (imitation), Membiasakan (habitual), Adaptasi (adaption). Dari tumbuhnya ketiga aspek tersebut barulah seseorang dapat dikatakan telah mencapai tujuan dari belajar.

Belajar kognitif dimana adalah belajar yang berkaitan dengan aspek intelektual. Kompetensi kawasan kognitif meliputi menghafal, memahami, mengaplikasikan,menganalsis, mensitesakan dan menilai pengalaman belajar. Pengalaman belajar untuk kegiatan hafalan dapat berupa berlatih menghafal misalnya menggunakan jembatan ingatan yaitu dengan dihubungkan dengan benda-benda, kata-kata atau sebagainya yang biasa ditemukan dan mudah diingat sebagai jembatan kita untuk mengingat hafalan kita. Jenis materi pembelajaran yang perlu dihafal dapat berupa fakta,konsep,prinsip, dan procedure. Pengalaman belajar untuk tingkat pemahaman dilakukan dengan membandingkan, mengidentifikasikan karakteristik dan sebagainya. Pengalaman belajar tingkatan aplikasi dilakukan dengan jalan menerapkan rumus dalil atau prinsip terhadap kasus nyata yang terjadi di lapangan. Pengalaman belajar tingkatan sintesis dilakukan dengan memadukan berbagai unsure atau komponen,menyusun membentuk bangunan, menggambar dan sebagainya. Pengalaman belajar untuk mencapai kemampuan dasar tingkatan penilaian dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap objek studi menggunakan criteria tertentu.

Berkaitan dengan kawasan afektif, pengalaman belajar yang perlu dilakukan agar siswa mencapai tingkatan kompetensi afektif yaitu dengan mengamati dan menirukan contoh/model, mendatangi objek studi yang dapat memupuk pertumbuhan nilai, berbuat atau berpartisipasi aktif sesuai dengan tuntutan nilai yang dipelajari dan sebagainya.

Untuk kawasan psikomotor, pengalaman belajar yang dapat dilakukan untuk mencapai kompetensi ini adalah berlatih dengan frekuensi tinggi dan intensif, latihan menirukan, menstimulasikan, mendemonstrasikan, gerakan yang ingin dikuasai.

1I.3 PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN

Proses pembelajaran dialami setiap orang sepanjang hayat serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Pada dasarnya Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Di dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru.

Dalam proses belajar terdapat komponen pendukung yang dapat mendorong tercapainya tujuan utama dari proses pembelajaran yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku. Proses belajar dapat terjadi baik secara alamiah maupun direkayasa. Proses balajar secara alamiah biasanya terjadi pada kegiatan yang umumya dilakukan oleh setiap orang dan kegiatan belajar ini tidak direncanakan. Sedangkan proses belajar yang direkayasa merupakan proses belajar yang memiliki sistematika yang jelas dan telah direncanakan sebelumnya guna mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam proses ini metode yang digunakan disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. Dalam hal ini proses belajar yang direkayasa yang lebih memungkinkan tercapainya perubahan perilaku karena ada rancangan yang berisi metode dan alat pendukung.

Dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar pada peserta didik. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada pengajar, khususnya siswa agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara professional. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan kirarki konsep materi pembelajaran, dan rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsure penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi.

II.4 PRINSIP-PRINSIP BELAJAR

Dalam melaksanakan pembelajaran, agar dicapai hasil yang lebih optimal perlu diperhatikan beberapa prinsip pembelajaran. Prinsip pembelajaran dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori psikologi terutama teori belajar dan hasil-hasil penelitian dalam pembelajaran. Prinsip pembelajaran bila diterapkan dalam proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran akan diperoleh hasil yang lebih optimal. Oleh karena itu untuk mencapai kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan oleh Gagne dan Atwi Suparman.

Pembelajaran yang efektif dan bermakna dapat dilakukan dengan prosedur pemanasan dan apersepsi, eksplorasi, konsolidaesi pembelajaran, pembentukan kompetensi; sikap dan perilaku, penilaian formatif.

Pada dasarnya prinsip-prinsip belajar adalah perhatian, motivasi, keaktifan siswa, keterlibatan langsung, pengulangan belajar, materi belajar yang merangsang dan menantang, penguatan kepada siswa dan aspek psikologi lain.

Perhatian, dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan masalah perhatian. Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik perhatian siswa agar siswa berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang sedang diajarkan.

Motivasi, Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru selanjutnya memotivasi siswa. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran yang sedang berlangsung. Namun guru wajib membangun motivasi sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa mengikuti pelajaran dengan baik.

Keaktifan siswa, Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Siswa tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan guru, tetapi siswa beraktivitas langsung. Dalam hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa.

Keterlibatan langsung, pelibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran adalah penting. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan guru. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran, guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pengulangan belajar, Penguasaan meteri oleh siswa tidak bisa berlangsung secara singkat. Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. Oleh karena itu guru harus melakukan sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan belajar.

Materi pelajaran yang merangsang dan menantang, kadang siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. Untuk menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya.

Balikan atau penguatan kepada siswa, penguatan atau reinforcement mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Setiap keberhasilan siswa sekecil apapun, hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan.

Aspek-aspek psikologi lain, setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan individu baik secara fisik maupun secara psikis akan mempengaruhi cara belajar siswa tersebut, sehingga guru perlu memperhatikan cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa tersebut misalnya, mengatur tempat duduk, mengatur jadwal pelajaran , dll.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor untuk memperoleh tujuan tertentu. Adapun Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :

1. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).

2. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.

3. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.

4. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

Pembelajaran adalah kegiatan yang dirancang untuk mendukung proses belajar yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Jenis-jenis belajar menurut Robert M. Gagne :

1. Belajar isyarat (signal learning).

2. Belajar stimulus respon.

3. Belajar merantaikan (chaining).

4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association).

5. Belajar membedakan (discrimination

6. Belajar konsep (concept learning).

7. Belajar dalil (rule learning).

8. Belajar memecahkan masalah (problem solving).

Jenis-jenis belajar menurut Benyamin S. Bloom :

1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif).

2. Affective Domain (Kawasan afektif).

3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik).

Jenis-jenis belajar penggabungan dari tiga ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren) :

1. Belajar Arti Kata-kata.

2. Belajar Kognitif.

3. Belajar Menghafal.

4. Belajar Teoritis.

5. Belajar Konsep.

6. Belajar Kaidah

7. Belajar Berpikir

Prinsip-prinsip belajar menurut Gagne :

1. Menarik perhatian (gaining attention)

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives)

3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning)

4. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus)

5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance)

6. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance)

7. memberikan balikan (providing feedback)

8. Menilai hasil belajar (assessing performance)

9. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer)

Menjaga Lidah

Posted On Oktober 10, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

MENJAGA LIDAH

I Petrus 3:8-12

Amsal 18:21

I.

PENDAHULUAN

Di dalam 1 Petrus 3:9 dijelaskan, “…hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat”. Jadi menurut kebenaran Firman Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup susah atau miskin tetapi dipanggil untuk memperoleh berkat, karena kita harus memberkati. Orang yang tidak mendapat berkat, tidak mungkin bisa memberkati. Jadi orang yang mau memberkati orang lain, terlebih dahulu harus diberkati.

Pertanyaannya, “Apa berkat terbesar dari Tuhan bagi kita?”. Berkat terbesar yang diberikan Tuhan dalam kehidupan kita adalah keselamatan. Keselamatan mengandung 3 hal penting, yaitu :

- Disayang oleh Tuhan.

Tuhan menyelamatkan kita bukan karena kebaikan atau kesempurnaan kita atau karena kita tidak ada kekurangan, tetapi karena kita disayang. Karena memang kenyataannya, kita banyak sekali kekurangan, kita banyak mengecewakan Tuhan dalam perbuatan-perbuatan kita. Tetapi karena kita disayang oleh Tuhan maka Tuhan menyelamatkan kita. Sebagai contoh: bila seseorang sedang jatuh cinta, apapun kesalahan yang dibuat oleh pasangannya, tidak akan diperhitungkan.

- Dipandang berharga oleh Tuhan.

Tuhan menyelamatkan kita karena kita berharga di mata Tuhan. Sebagai contoh : orang yang sedang jatuh cinta, apapun yang dilakukan atau apapun kekurangan pasangannya, akan selalu dipuji. Dia akan selalu bangga akan pasangannya.

- Dijamin oleh Tuhan.

Artinya walaupun ekonomi tidak menentu dan keadaan politik sedang tidak pasti, tetapi kita tidak perlu kuatir karena kita punya jaminan yaitu Tuhan sendiri yang akan memelihara kehidupan kita.

Jadi setelah kita menerima keselamatan, dimana kita sudah disayang Tuhan, kita berharga di mata Tuhan dan sudah dijamin oleh Tuhan, maka berarti kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Lebih lanjut dalam ay. 10 dijelaskan, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu”. Artinya bahwa setiap orang pasti ingin melihat hari-hari yang baik di dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, untuk mewujudkannya, kita harus menjaga lidah terhadap yang jahat dan yang menipu. Karena walaupun lidah bentuk fisiknya hanya kecil tetapi bisa membawa masalah yang besar.

Kemudian di ayat 11 dijelaskan, ”Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya”. Yesus memberitahukan kuncinya bahwa agar lidah kita terjaga dari yang jahat dan yang menipu, kita harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik. Karena apa yang keluar dari mulut, sesungguhnya itu berasal dari hati. Kalau kehidupan kita belum benar di hadapan Tuhan, hubungan dengan Tuhan belum benar, maka di hati kita masih ada kepahitan dan luka, sehingga dari mulut akan keluar yang hal-hal yang tidak baik.

Di dalam Amsal 18:20 dijelaskan bahwa, ”Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.”. Jadi bibir dapat membuat orang kenyang dan bibir juga dapat membuat orang lapar. Sehingga di ayat 21 ditekankan bahwa ”hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”. Jadi rumah tangga bisa bahagia atau hancur, karir bisa maju atau mundur, semua tergantung lidah kita.

Perkataan dapat menentukan banyak hal dalam kehidupan kita (Yak. 3:2). Di bagian lain Alkitab dijelaskan bahwa dengan perkataan kita dibenarkan dan dengan perkataan juga kita bisa dihukum.

Jadi hal-hal mengenai lidah yang dapat menentukan kehidupan kita :

-

Lidah dapat menuntun kita untuk memuji-muji Tuhan.
Lewat lidah kita dapat memilih, apakah kita mau ”jengkel” dan mengutuk hari-hari kita atau mau memuji Tuhan walau apapun yang terjadi!. Di tengah masalah yang paling berat sekalipun, kita tidak harus bersungut-sungut. Tergantung pilihan kita, bersungut-sungut atau memuji Tuhan. Waktu Paulus dan Silas dipenjarakan, mereka tidak bersungut-sungut tetapi malah memuji-muji Tuhan sehingga semua orang yang di dalam penjara diberkati. Dan kemudian tiba-tiba sendi-sendi penjara mulai goyah dan semua pintu penjara terbuka. Artinya ikatan seberat apapun, jika kita menghadapinya sambil memuji Tuhan, maka kita akan memperoleh kelegaan.

-

Lidah dapat memperdamaikan dengan menusia.
Walaupun kita ada masalah dengan orang lain, tetapi waktu kita mulai berbicara dengan rendah hati dan saling memaafkan, maka akan terjadi perdamaian.

-

Lidah dapat memberi semangat untuk menggapai masa depan.
Kalau setiap hari kita berkata ”tolol” kepada anak kita, lama-kelamaan, anak itu akan benar-benar menjadi ”tolol”. Tetapi kalau setiap hari kita mengucapkan kata-kata yang menguatkan, membangun, mendorong semangat, memuji dan memberkati, maka dikemudian hari, anak itu akan menjadi anak yang percaya diri, pintar, mempunyai prinsip hidup yang kuat dan tidak mudah terpengaruh lingkungan. Atau segagal apapun suami/istri kita, kalau kita selalu memberi semangat, maka masa depan kita akan berhasil.

-

Lidah dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di depan kita
Dalam pepatah bahasa Inggris ada istilah, ”nothing to big to talk to”. Artinya kalau sesuatu masih bisa dibicarakan, semua persoalan bisa selesai. Tetapi seringkali kita sudah tidak mau bicara lagi, tetapi langsung bertindak. Itu sangat berbahaya.

II.

LIDAH BERMASALAH

1.

Lidah yang mengutuk-ngutuk (Tuhan, orang, diri sendiri)
Ini adalah lidah yang sangat bermasalah. Di dalam Alkitab disebutkan, ”hidup dan mati dikuasai lidah”. Jadi lidah yang bisa membuat kita mati adalah lidah yang suka mengutuk. Baik mengutuk Tuhan, mengutuk orang lain dan mengutuk diri sendiri.

2.

Lidah yang putus asa.
Orang yang sering mengucapkan hal-hal yang menggambarkan keputusasaan misalnya, “saya sudah tidak kuat”, “saya sudah tidak sanggup”, dll berarti tidak punya iman. Jangan berteman dengan orang-orang seperti itu, karena walaupun kita punya semangat untuk melakukan sesuatu, tetapi ketika kita mendengar kata-kata dari orang-orang tersebut, kita juga akan menjadi malas untuk melakukannya.

3.

Lidah yang menyakitkan.
Ada orang yang lidahnya seperti pedang. Apapun yang dikatakan, selalu menyakitkan orang lain.

4.

Lidah yang menuduh.
Ada orang yang selalu mengucapkan hal-hal yang menuduh setiap kali berbicara. Semua hal yang diucapkannya hanya “assumption” (perkiraan). Ini semua berasal dari hati yang masih ada “luka”, masih ada kepahitan, dll.

5.

Lidah yang kasar dan memaki.
Orang yang ”lidah”nya selalu kasar dan sering memaki dan biasanya orang-orang seperti ini mempunyai pembelaan seperti ”saya orangnya apa adanya, kalau marah, saya ”bom” habis-habisan, tetapi setelah itu, selesai dan saya tidak punya perasaan dendam atau kesal lagi”. Memang bagi orang yang marah tersebut sudah selesai, tetapi bagi yang menerima amarah tersebut, belum selesai karena akan menimbulkan sakit hati dan luka hati.

6.

Lidah yang merendahkan dan menyudutkan.
Orang yang selalu merendahkan orang lain setiap kali berbicara. Apa saja tanggapan yang keluar dari mulutnya mengenai sesuatu tidak pernah memuji atau memberi dorongan kepada orang lain. Orang seperti ini selalu menganggap dirinya lebih hebat.

7.

Lidah yang menghasut.
Ini juga adalah “lidah” yang bermasalah dan berbahaya sehingga orang dengan ”lidah” seperti ini harus dihindari.

III.

LIDAH SEORANG MURID (Yes. 50:4)

1.

Memperkatakan kata-kata yang menjadikan seorang berharga.

Di dalam Yesaya 50:4 dijelaskan, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid”. Jadi kalau kita banyak mendengar Firman Tuhan, maka hasilnya lidah kita akan menjadi lidah seorang murid. Karena pada saat kita mendengar Firman Tuhan, maka hati kita akan menjadi bersih dan kalau hati kita bersih, maka lidah kitapun menjadi lidah seorang murid. Lidah seorang murid itu memperkatakan hal-hal baik yang selalu membuat orang lain merasa berharga.

2.

Memperkatakan kata-kata yang membangun dan mendorong.

Selain memperkatakan kata-kata yang membuat orang lain merasa berharga, kita juga harus memperkatakan kata-kata yang membangun dan mendorong orang lain. Sehingga orang lain merasa sejahtera, damai, nyaman dan tenang berada di dekat kita.

3.

Memperkatakan kata-kata yang tenang dan nyaman.

Kalau ada orang sedang berselisih, janganlah kita menjadi orang yang turut memanas-manaskan suasana, tetapi hendaklah kita menjadi orang yang memberi damai dengan perkataan-perkataan yang tenang dan nyaman.

4.

Memperkatakan kata-kata yang mengingatkan tentang kasih Tuhan.

“Lidah” yang selalu memperkatakan atau mengucapkan kata-kata untuk mengingatkan tentang kasih Tuhan adalah “lidah” yang dahsyat.

5.

Memperkatakan kata-kata yang mengandung humor.

Kita tidak selalu harus menjadi pelawak untuk membuat orang lain tertawa dan bersukacita. Hidup ini tidak selalu harus dihadapi dengan serius, karena kadangkala masalah kita tidak seserius yang kita pikirkan. Tetapi hendaknya semua masalah kita hadapi dengan sukacita dan ditanggapi dengan humor (take it easy) sehingga masalah itu tidak terasa berat.

6.

The five magic words:

-

Tolong.
Dengan kata ”tolong”, orang merasa dihargai, dijadikan sebagai teman/sahabat bukan sebagai bawahan.

-

Maaf.
Biasakan mengucapkan kata ”maaf” dalam setiap percakapan, apalagi jika ada kesalahpahaman. Karena kata maaf adalah kata jembatan yang baik untuk menjembatani kesalahpahaman (sorry is the best bridge of comunication).

-

Terima kasih.
Dengan kata ”terima kasih” membuat orang lain merasa dihargai.

-

Kamu hebat.
Kata ”kamu hebat” adalah kata pujian yang diharapkan banyak orang. Karena semua orang, pada prinsipnya senang menerima pujian.

-

I love you.
Kata ini adalah kata yang diucapkan untuk memberi kesan bahwa kita bersama dengan dia. Misalnya : ”saya mengasihi kamu, dan saya merasa ada hal yang Tuhan percayakan kepada kamu”, dll. Kepada istri atau suami atau kepada anak-anak, kata ini tetap harus diucapkan. Tetapi jangan diucapkan kepada sembarangan orang.

IV.

MEMILIKI LIDAH YANG BAIK

1.

Pikirkanlah perkataan-perkataan sebelum keluar dari mulut.
Lidah yang baik adalah mengucapkan kata-kata yang dipikirkan sebelumnya. Karena ada orang yang mengucapkan dahulu baru dipikirkan. Hal ini sangat berbahaya karena selalu akan menyakiti hati orang lain.

2.

Bergaullah selalu dengan Firman.
Karena orang yang selalu bergaul dengan Firman akan mempunyai hati yang bersih, dan hati akan mempengaruhi lidah.

3.

Hiduplah selalu dalam kasih.
Kalau kita punya komitmen untuk mengasihi, lidah kita pasti baik.

4.

Memiliki kesadaran untuk tidak membalas.
Milikilah juga komitmen untuk tidak membalas yang jahat dengan yang jahat, karena kita tahu kita dipanggil bukan untuk membalas kejahatan tetapi untuk memberkati.

5.

Jangan melakukan kepada orang lain hal-hal yang tidak kita suka.
Misalnya, kalau kita tidak suka dibohongi, jangan bohong, kalau kita tidak suka dicemburui, jangan mencemburui, dll.

6.

Selalu mau belajar dan mendengar nasihat.
Kita harus tetap belajar, karena hidup ini adalah sebuah pelajaran.

V.

PENUTUP

Perkataan kita akan sangat menentukan apakah kita akan mengalami hidup yang diberkati dan menjadi berkat atau justru sebaliknya yaitu mengalami hidup yang penuh penderitaan.

Refleksi :

Tuhan merancangkan agar hidup kita menjadi berkat dan diberkati. Tuhan minta satu hal kalau kita mau melihat hari-hari yang baik dalam hidup kita, yaitu jaga lidah kita. Karena dengan lidah kita bisa melihat kemuliaan Tuhan, tetapi dengan lidah juga kita bisa mempermalukan nama Tuhan. Dengan lidah, kita bisa menyatakan bahwa Yesus hidup, tetapi dengan lidah juga dapat menghambat orang untuk datang kepada Kristus. Biarlah lidah kita memuji Tuhan, memperdamaikan dengan manusia dan menuntun kita pada hal-hal yang baik.

Motivasi

Posted On Oktober 3, 2008

Disimpan dalam Penting

Comments Dropped leave a response

Studi tentang motivasi telah menyita lebih kurang dua puluh lima persen dari stud psikologi olahraga. Studi mengenai motivasi manusia pada hakekatnya merupakan studi tentang tindakan manusia, demikian menurut Alderman ( 1974). Motif merupakan salah satu determinan yang sangat penting mendorong terwujudnya tingkah laku manusia.

Silvia III dan Weinberg (1984) mengemukakan kiranya dapat dikatakan bahwa untuk mejadi pelatih yang baik. Pernyataan tersebut dapat dimengerti, karena yang menentukan prestasi atlet akhirnya adalah siatlet itu sendiri, dan pelatih lebih banyak memberikan bimbingan, petunjuk dan dorongan – dorongan. Silvia III dan Weinberg bahkan berani mengemukakan bahwa sepertiga bahan bacaan psikologi olahraga berhbungan dengan topic motivasi.

Tomas F. Staton (1958) berpendapat bahwa seseorang akan belajar hanya apabila ia mempunyai kemauan untuk belajar. Seorang pelatih mungkin telah merasa memberikan pelajaran atau latihan dengan sebaik – baiknya pada anak asuhnya, tetapi apabila si anak tersebut tidak mempunyai motivasi untuk belajar atau berlatih, maka hasilnya tidak akan memuaskan hal semacam ini digambarkan oleh Staton seperti orang yang mendorong mobil di jalamn tanjakan sedangkan rem tangan ttap di pasang. Sudah barang tentu mobil tersebut sangat berat untuk didorong maju. Atlet tanpa memiliki motivasi juga sulit untuk didorong berprestasi.

Manusia bersikap dan berbuat bukan sekedar sebagai suatu reaksi terhadap rangsangan yang datang dari sekitar. Kepada diri tiap – tiap manuasia ada motif terentu yang mendorong untuk melakukan tindakan atau perbuatan,

Untuk menghindarkan kerancuan penggunaan istilah motif dan motivasi, ada baiknya terlebih dahulu penulis mengemukakan pengertian motif dan motivasi yang diajukan oleh Heckhausen tahun 1997 sebagai berikut :

“Potential miotivasion is subtantioly what atkhinson mind by trun”motif “ whil actual motivasion is what in mind by “ motivasion “ or, in his last publication, by tendency”

Sesuai pendapat Heckhausen tersebut, dalam buku ini digunakan pengertian “ motiv” sebagai sumber pendorong.

About Jerman

Posted On September 29, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

PENGENALAN NEGARA JERMAN

Keistimewaan Jerman

Sebelum orang menentukan ingin sekolah ke Jerman, seharusnya sudah mengetahui apa yang menarik dan istimewa dari pendidikan di Jerman. Tanpa mengetahui ini dan hanya menuruti apa kata orang, maka hanya kekecewaanlah yang diperoleh nantinya. Untuk itu sebelum menentukan carilah informasi sebanyak mungkin, keuntungan dan kerugian, enak tidaknya, bagaimana persyaratannya, dll. Selain itu suatu hal yang penting lagi dalam hal mencari informasi adalah janganlah kita percaya akan satu sumber informasi saja, misal dari buku ini atau dari brosur-brosur yang ada di DAAD maupun yang ada di Kedubes Jerman sendiri. Karena kadang kala yang tertulis didalamnya kurang proposional untuk kepentingan calon mahasiswa. Ada kalanya ada sesuatu yang masih tersembunyi dan belum diinformasikan. Sehingga bila banyak sumber informasi, maka akan diperoleh banyak pertimbangan dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Tetapi jangan menjadi sebaliknya, karena banyak informasi maka menyulitkan menentukan suatu keputusan. Oleh karena itu untuk membantu menambah penyediaan sumber informasi yang dibutuhkan, guna menentukan pengambilan keputusan untuk belajar di Jerman, dapat dipertimbangan beberapa hal tersebut di bawah ini :

  1. Biaya pendidikan gratis. Masalah biaya pendidikan sepertinya masih belum banyak orang yang tahu bahwa di Jerman orang sekolah dari Sekolah Dasar (Grundschule) hingga ke tingkat doktoran tidak dipungut biaya seperti membayar uang gedung, SPP, dll. Dengan kata lain, bahwa sekolah di Jerman adalah gratis. Kalaupun ada pungutan itu berupa suatu iuran sosial (Sozialgebühr) dimana besarnya relatif kecil. Sebagai contoh di Universitas Bremen untuk semester musim panas tahun 2001, penulis hanya membayar sebesar 164,60 DM. Biaya ini sudah termasuk untuk membeli Semester Ticket. Oleh karena itu bila penulis tidak menginginkan semester tiket, maka hanya dikenakan biaya sebesar 80 DM saja. Kalaupun ada kenaikan iuran sosial ini, sebetulnya dikarenakan perubahan harga BBM yang berfluktuasi setiap tahunnya, dimana kecenderungan fluktuasinya naik. Sebagai contoh untuk iuran sosial semester musim dingin tahun 2001, penulis dikenakan kenaikan sehingga harus membayar sebesar 175,40 DM. Kalau tidak menggunakan semester tiket, maka tetap membayar 80 DM saja. Untuk Universitas dan Fachhochschule di lain kota mempunyai tarif tersendiri, walaupun semuanya masih termasuk relatif murah.
  2. Kesempatan Promosi. Di Jerman, untuk seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan setara S3 (Doktor) terdapat keistemawaan khusus, yakni bila di Indonesia telah lulus S1 (Sarjana strata satu), maka di Jerman ada kemungkinan untuk promosi langsung ke doktoran (tidak mesti melalui Diplom/Magister). Hal ini bisa terjadi kalau memenuhi persyaratan dengan melalui penyetaraan ijasah kita (lihat Bab.3). Dengan cara ini seseorang bisa sedikit menyingkat waktu (biasanya temen-temen dari DAAD yang mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute Bremen, dimana bila masih S1, maka setelah berkenalan dengan Tim Pandu kebanyakan “merubah” haluan langsung dapat kesempatan promosi S3/Doktoran). Model promosi seperti ini belum banyak diketahui calon mahasiswa dari Indonesia
  3. Asuransi kesehatan. Selama kita belajar dan tinggal di Jerman diwajibkan memiliki asuransi kesehatan. Hal ini penting kalau kita terpaksa sakit dan masuk ke rumah sakit. Saat pemeriksaan dan tinggal di rumah sakit, kita tidak memikirkan berapa besar biaya yang harus dibayarkan. Semua akan ditanggung oleh asuransi kesehatan yang kita ikuti. Keuntungan ini akan menguntungkan sekali kalau kita mengikuti gesetzliche Versicherung (lihat penjelasan pada bab berikutnya).
  4. Hiwi dan Miwi. Hiwi merupakan sebuah kesempatan menjadi pembantu penelitian dari seorang Profesor atau Doktor. Kesempatan ini banyak ditawarkan oleh Profesor dan doktor yang kebanyakan kerja di bidang ilmu pengetahuan alam. Pekerjaan utama Hiwi adalah bekerja dengan waktu sekitar 2-4 jam per minggu. Setelah mengikuti Hiwi maka besar sekali kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan Miwi. Pekerjaan utama Miwi adalah melakukan penelitian untuk bahan disertasinya. Jadi Miwi ini dibutuhkan oleh Profesor bagi seseorang yang mau melakukan promosi (Doktor). Honor bulanan yang diperoleh keduanya cukup besar, setara sebagai pengganti beasiswa, sehingga cukup untuk biaya hidup sederhana di Jerman.
  5. Kunjungan ke luar Jerman. Bila seseorang telah dapat masuk dan sekolah di Jerman, maka sebuah kemudahan fasilitas adalah dengan visa Jerman, dapat digunakan untuk mengujungi negara lain yang tergabung dalam Uni- Serial orang lugu 3 ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu Eropa. Bahkan hingga saat tulisan ini dipersiapkan, visa Jerman dapat digunakan untuk mengunjungi teman di Swiss, atau ke Denmark tanpa mengurus visanya. Kadang kala ada orang beranggapan bahwa bepergian ke luar Jerman merupakan sebuah “pemborosan”. Tetapi di pihak lain juga ada yang beranggapan hal ini merupakan sebuah investasi tersendiri (dibidang inovasi ide, dll). Karena dengan mengunjungi suatu tempat yang baru kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Sebagai contoh orang yang tinggal di Bremen, kemudian mengujungiAmsterdam (Belanda), maka akan mengetahui bahwa sama-sama kota pantai tetapi Amsterdam lebih jorok kotanya dari pada Bremen. Belum lagi arsitektur bangunan yang ada atau melihat kebiasaan pemakaian obatobat terlarang, dll. Dari sini juga dapat dilihat suatu kemiripan bahwa pada sisi tata letak kota, biasanya kota di eropa daerah pusat perbelanjaan terletak dekat dengan Stasiun. Bremen dan Amsterdam mempunyai kemiripan ini. Dari hal seperti ini wawasan kita akan terbuka lebar nantinya. Apalagi kalau saat jalan-jalan tersebut dikaitkan dengan bidang kajian kita, maka akan banyak manfaatnya.
  6. lohmark. Dalam bahasa Indonesia Flohmark mempunyai padanan kata dengan Pasar Loak. Di Jerman keberadaan Flohmark ini pada mulanya tidak begitu dipandang oleh orang Jerman sendiri, karena kalau membeli barang di loak biasanya berkualitas rendah. Namun saat ini Flohmark sudah mempunyai arti sendiri bagi orang Jerman. Kalau mau mencari barang antik, sekedar melepaskan hobi untuk berbelanja, dll, maka Flohmark adalah pilihannya. Dan bagi orang asing di Jerman Flohmark merupakan lahan untuk mencari tambahan penghasilan. Karena kita bisa berjualan disana dengan tarif sewa luas permukaan per m_ hanya sebesar 7 DM (di Bremen). Kalau mencari buku-buku bekas dari segala jenis buku, disana banyak diperdagangkan. Barang yang ditawarkan banyak sekali dan beragam, mulai dari orang menjual jarum jahit hingga berjualan mobil bekas ada semuanya. Barang yang dilarang dijual di Flohmark adalah biasanya sayuran, buah-buahan atau barang kebutuhan untuk makan sehari-hari. Kadang kala kualitas barang di Flohmark masih bagus, asal pandai-pandai memilih barang. Hanya kalau membeli barang elektronik tidak disarankan di sini.
  7. SSV dan WSV. Merupakan kependekan dari Sommerschlussverkauf dan Winterschlussverkauf, yaitu musim obral di akhir musim panas dan dingin. Seperti saat tulisan ini dilakukan, sedang terjadi SSV dari tanggal 31 Juli hingga 11 Agustus. Biasanya SSV dan WSV berlangsung selama sekitar 2 pekan. Pada SSV dan WSV ini semua toko memberikan diskon atau potongan harga yang besar sekali dari 10-70 %. Diskon diberikan tergantung jenis barangnya. Biasanya untuk barang elektronik kecil sekali diskonnya. Karena diskon inilah, maka harga barang menjadi amat sangat murah sekali. Bahkan penulis pernah mendiskusikan suatu jenis barang dengan harganya, kalau dipikir harga jual tidak sepadan dengan biaya produksinya. Namun hal itu terjadi setiap WSV dan SSV. Hal ini memungkinkan karena sistem Inventurverkauf yang berjalan di Jerman mendukung sekali. Apabila sisa barang tetap disimpan di gudang, maka akan kena pajak yang tinggi. Sehingga untuk menghindari pajak yang besar tersebut, lebih baik diobral semurah mungkin. Barang-barang yang biasanya mendapatkan diskon besar adalah parfum, pakaian, jeans, jaket, t-shirt, dll.
  8. Semester Ticket. Fasilitas ini walaupun tidak terdapat diseluruh Universitas dan Fachhochschule di Jerman, namun hampir di kota-kota besar setiap perguruan tinggi memberikan fasilitas ini. Bagi Universitas dan Fachhochschule yang tidak memberikan fasilitas semester ticket ini, biasanya berkaitan dengan jaringan transportasi umum dalam kota yang belum mendukung. Misalnya saja tidak banyak transportasi umum dalam kota. Kadang kala komunitas mahasiswanya yang tidak menghendaki fasilitas tersebut, karena kegunaannya kurang optimal. Manfaat semester ticket ini besar sekali, karena dapat meringankan biaya transportasi dalam kota atau kadang kala hingga keluar kota dengan batas tertentu. Dengan semester ticket, mahasiswa dapat menggunakan semua jenis bus umum, Strassenbahn (kereta listrik), S-bahn atau U-bahn (kereta bawah tanah) dengan gratis dan waktu tak terbatas. Namun bila seseorang tidak mempunyai fasilitas ini, maka bila bepergian dengan fasilitas transportasi umum dalam kota akan dikenakan sesuai tarif umum. Sebagai gambaran sekali bepergian dalam wilayah Bremen saja (Stufe I) harga tiketnya 3,60 DM. Dari pengalaman penulis, fasilitas semester ticket ini jarang sekali dijumpai di negara lain, misalnya di Jepang, Australia, Belanda, Inggris, dll.
  9. Transportasi umum. Di Jerman bila seseorang mempunyai hobby jalan-jalan adalah merupakan negara yang layak nomor satu dipilih. Hal ini dikarenakan untuk mencapai kota-kota lain di seluruh Jerman bukan menjadi masalah besar, kapan saja dan dimana saja. Jenis transportasi umumnya adalah kereta listrik (disel untuk desadesa kecil). Bepergian dengan transportasi ini relatif murah, apalagi pada waktu akhir pekan (Wochenende). Deutche Bahn (DB) selaku penanggung jawab utama perkeretaan di Jerman menawarkan fasilitas Wochenende Ticket (tiket akhir pekan) kepada warga Jerman. Sepertinya ini malah dijadikan perangsang agar warga Jerman suka jalan-jalan. Harga ticketnya sebesar 35 DM (tahun 1997), kemudian pada tahun 2001 mulai naik menjadi 40 DM. Tiket tersebut dapat digunakan untuk bepergian ke segala arah ke seluruh kota di Jerman untuk maksimal lima (5) orang dewasa. Wochenende Ticket masih dapat digunakan untuk hari Sabtu dan Minggu Serial orang lugu 4 ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu pada tahun 1997. Namun sejak tahun 2000 Wochenende Ticket hanya dapat digunakan untuk satu hari, yakni hari Sabtu saja atau Minggu saja. Ticket ini berlaku mulai jam 04.00 hingga jam 24.00-02.00. Karena ticket ini murah, maka tidak semua jenis kereta dapat hanya untuk jenis kereta RegionalExpress (RE), RegionalBahn (RB), S-Bahn dan StadtExpress (SE). Semua kereta tersebut termasuk golongan kelas ekonomi. Walaupun demikian bila dibandingkan dengan kereta api di Indonesia setara dengan kelas Senja Utama atau Sembrani untuk fasilitas dan kecepatannya. Oleh karena itu hampir setiap akhir pekan, penulis sering menggunakan fasilitas ini untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota lain, baik berkelompok atau terpaksa sendiri. Wochenende Ticket ini menarik buat bepergian dengan keluarga.
  10. BahnCard. BahnCard (BC) adalah suatu fasilitas dari Deutche Bahn dengan memberikan potongan harga ticket sebesar 50 % dari harga normal selama waktu 12 bulan. Untuk mendapatkan harga potongan tersebut, seseorang harus membuat BahnCard dengan menyerahkan foto berwarna 3×4 cm, Passport (orang asing) atau Personalausweis semacam KTP (orang Jerman) dan membayar 270 DM untuk bujangan atau 70 DM buat famili (keluarga + 2 anak, bila keluarga dengan 3 anak maka tidak perlu membayar apa-apa, alias BahnCardnya gratis diperoleh). Dengan BahnCard ini seseorang dapat berpergian kemana saja dengan berbagai jenis kereta dan mendapat potongan harga hingga 50 %. Setiap tahun kadang kala harga ticket ini mengalami perubahan. Untuk lebih detailnya saat ini terdapat berbagai macam BahnCard seperti pada Tabel 1, yaitu :

Jenis BahnCard Keistemawaan Harga kls 2 Harga kls 1

BC Classic 23-59 tahun 270 DM/th 540 DM/th

BC Senior > 60 tahun 135 DM/th 270 DM/th

BC Junior 18-22 th, mhs/pelajar _ 26 th 135 DM/th 270 DM/th

BC Zusatz Famili tanpa anak/teman hidup 135 DM/th 270 DM/th

BC Familie Famili+2 anak _ 17 th (anak lebih 3 gratis) 70 DM/th tidak ada

BC Teen 12-17 tahun 70 DM/th 140 DM/th

BC Kind 6-11 tahun 70 DM/th 140 DM/th

Tabel 1.1: Daftar jenis dan harga BahnCard yang berlaku mulai tahun 2001 (sumber http://www.bahn.de) Selain keistimewaan yang penulis sebutkan di atas, tentu saja masih banyak hal-hal yang menarik dan terdapat di Jerman. Bagaimana tata ruang kota di setiap kota besar di Jerman, juga merupakan hal yang sangat menawan bagi ahli planologi. Begitu juga bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang terdapat di setiap sudut kota-kota di Jerman merupakan sebuah pandangan yang sayang kalau tidak dinikmati saat jalan-jalan. Apalagi bagi ahli arsitektur. Gambar 1.2: Tampak depan kereta kelas satu ICE (Inter City Express, http://www.bahn.de/) Serial orang lugu 5

STUDI DI JERMAN

2.1 Persiapan Awal

Setelah kita sedikit mengetahui latar belakang kehidupan dan selintas situasi di Jerman, maka akan timbul suatu dorongan serta keinginan untuk melihat lebih jauh pendidikan di Jerman. Untuk mengetahui hal ini jelas diperlukan waktu untuk mengalami sendiri atau mencermati informasi bagaimana seharusnya sekolah di Jerman. Untuk dapat melanjutkan sekolah ke Jerman, sama seperti ke negara lainnya, terdapat juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut ada yang mudah didapat, namun ada juga yang membutuhkan usaha keras untuk mendapatkannya. Persyaratan seseorang agar dapat melanjutkan sekolah ke Jerman pada prinsipnya terdapat 3 hal yang utama, yaitu :

  1. Mempunyai surat keterangan bahwa seseorang telah diterima di suatu perguruan tinggi atau Studienkolleg.
  2. Mendapatkan visa studi berdasarkan surat keterangan pada ayat pertama (1) dan dilengkapi beberapa persyaratan pendukung lainnya.
  3. Mempunyai dukungan finansial selama melakukan studi di Jerman.

Ketiga hal pokok diatas tidak boleh salah satu atau dua yang dilupakan, bila seseorang ingin merasakan dunia pendidikan di Jerman. Apabila ketiga hal pokok tersebut diatas tidak dapat dipenuhi, maka akan sulitlah seseorang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi di Jerman. Namun kalau persyaratan utama tersebut diatas telah dapat diperoleh, niscaya keinginan melanjutkan sekolah ke Jerman sudah di depan mata. Untuk mendapatkan Surat Keterangan yang menerangkan bahwa seseorang telah diterima pada suatu perguruan tinggi di Jerman atau Studienkolleg, terdapat berbagai macam cara. Dalam alam yang serba global seperti sekarang ini, maka sarana internet, baik melalui email atau sajian informasi melalui homepage, adalah merupakan cara yang tercepat dan termudah untuk mendapatkan seluk beluk suatu perguruan tinggi di Jerman. Sekarang ini asal tahu namaperguruan tinggi di Jerman, seseorang dengan mudah dapat melihat sajian informasinya di homepage masing-masing perguruan tinggi yang diinginkannya. Disana juga disajikan daftar nama-nama Professor dan bidang keahliannya. Setelah melakukan kontak dengan salah satu Professor, dan telah terjadi kesesuaian bidang yang akan Surat Keterangan akan dapat diperoleh darinya. Bila seseorang ingin melanjutkan studi yang setara MBA, maka Surat Keterangan dapat diterima setelah mengajukan lamaran ke bagian Pendaftaran dan disetujui permohonannya di Universitas atau Fachhochschule yang menawarkan bidang tersebut. Cara lain yang lebih murah lagi, adalah mendatangi perwakilan pemerintah Jerman dalam bidang pendidikan, yakni Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD). Perwakilan ini didirikan sejak tahun 1990 dan merupakan satu-satunya perwakilan yang terdapat di kawasan Asia Tenggara. Di DAAD terdapat banyak brosur dan buku-buku yang berisi tentang prospektus perguruan tinggi di Jerman. Cara lainnya untuk mendapatkan informasi bidang studi yang ditawarkan, adalah dengan mendatangi pameranpameran pendidikan yang biasanya diselenggarakan di Jakarta, baik oleh pihak Indonesia dan Jerman atau dalam bentuk kerjasama. Apabila kita mempunyai rekan atau handai taulan yang sedang sekolah di Jerman, juga merupakan saluran yang mudah untuk mendapatkan informasi bidang studi. Mengikuti milis mahasiswa Indonesia di Jerman juga merupakan peluang yang jangan dilewatkan begitu saja. Setelah mendapatkan Surat Keterangan seperti pada ayat pertama (1), maka apabila persyaratan lainnya juga sudah lengkap, niscaya visa akan diberikan ke kita untuk melanjutkan studi di Jerman. Untuk urusan visa ini dukungan finansial merupakan faktor yang amat penting. Pada prinsipnya ada dua jenis dukungan dukungan finansial ini, yaitu :

  1. Dukungan finansial berasal dari suatu beasiswa (Stipendium). Di Jerman banyak lembaga-lembaga non-profit yang menyediakan beasiswa untuk segala bidang ilmu. DAAD merupakan salah satu lembaga nirlaba yang paling banyak menawarkan beasiswa guna melanjutkan studi atau training ke Jerman.
  2. Dukungan finansial dari diri sendiri. Hal ini berarti finansial dapat berasal dari orang tua, paman, atau tabungan sendiri. Pada prinsipnya bukan berasal dari beasiswa.

2.2 Persiapan Keberangkatan

Sebelum seseorang terbang ke Jerman untuk keperluan studi dan atau akan tinggal di Jerman, maka diperlukan beberapa hal sebagai persyaratan, yaitu :

- Persiapan Dokumen. Dokumen yang harus dipersiapkan meliputi :

1. Paspor. Untuk membuat passport sebagai pengganti Kartu Tanda Penduduk di luar negeri, seseorang harus pergi ke Kantor Imigrasi setempat. Bila sebagai warga negara biasa pengurusannya akan mendapatkan paspor hijau (warnanya). Untuk mendapatkan paspor hijau ini di salah satu kantor Imigrasi, seseorang harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 350.000,- (kalau pengurusannya melalui biro jasa, biasanya biaya yang dikeluarkan lebih besar lagi). Berdasarkan informasi yang penulis himpun, untuk pengurusan paspor, saat ini bila diurus sendiri tidak lagi membutuhkan prosedur yang rumit. Oleh karena itu lebih baik dikerjakan sendiri. Namun bila kita sebagai pegawai negeri, maka akan mendapatkan paspor dinas berwarna biru. Untuk mendapatkan paspor biru ini dokumen yang dibutuhkan adalah Surat Tugas Belajar dari Rektor, Surat Tugas Belajar dari Setneg, Pasfoto 4×6 cm dan Surat Penerimaan sekolah di luar negeri. Biasanya kita telah mendapatkan paspor ini dari Dikti Jakarta dengan membayar sejumlah biaya. Setelah ada paspor, maka tugas selanjutnya mencari visa di Kedubes Jerman

2. Visa. Untuk mendapatkan visa ke Jerman ada dua tempat yang bisa dijadikan referensi, yakni di Konjen Kedubes Jerman di Surabaya dan Kedubes Jerman di Jakarta. Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, biasanya buka dari pagi jam 8.30 hingga 11.00. Sehingga sepagi mungkin telah berada di Kedutaan Besar, bagi seseorang yang mengurus visa pribadi, minimal dibutuhkan 2 kali kunjungan ke Kedutaan Besar. Untuk keperluan mengurus visa tersebut dibutuhkan ijazah dan transkrip yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Pihak penterjemah adalah seseorang yang telah diakui atau ditunjuk oleh Kedutaan Besar Jerman. Daftar penerjemah resmi dapat diperoleh di kedutaan besar, atau kantor DAAD (lihat lampiran A). Sehingga kalau dokumen diterjemahkan ke orang lain (diluar yang terdaftar) dan dilegalisir di Kedubes Jerman, dokumen tersebut tidak akan diakui. Sekedar informasi untuk legalisir dibutuhkan biaya sebesar Rp. 35.000,- dan untuk menterjemahkan ijasah dibutuhkan biaya antara Rp. 40.000,- hingga Rp. 50.000,- perlembarnya (harga ini berdasarkan data tahun 2000). Exit Permit bagi Pegawai Negeri Sipil diperlukan bila memakai paspor dinas (hal ini penting

sekali untuk penerima beasiswa DAAD). Ijazah dan transkrip SMA, dan S1 asli sebaiknya dibawa karena akan

dibutuhkan untuk pendaftaran ke perguruan tinggi nantinya setelah tiba di Jerman. Selain itu, jangan lupa juga menterjemahkan Surat Keterangan Lahir (Akte Kelahiran) dan Surat Nikah, sebab hal ini dibutuhkan, terutama bagi yang akan membawa keluarga ke Jerman. Akte kelahiran anak dan istri atau suami, diharapkan jangan sampai terjadi kesalahan tulis nama. Bila terjadi akan membawa masalah nantinya, begitu juga pada

Serial orang lugu 7 ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu

ijasah SMU, S1 atau S2. Biasanya kata dari nama kita yang terakhir akan dijadikan nama keluarga (harap hati-hati dalam menggunakan nama keluarga ini). Hal lain adalah jangan lupa membawa pasfoto dengan segala ukuran. Latar belakang sebaiknya putih. Lebih baik cetak berwarna dan hitam putih. Hal-hal tersebut berlaku kebanyakan untuk mahasiswa penerima beasiswa DAAD. Bagi seseorang dengan biaya privat dan ingin mendapatkan visa studi ke Jerman, maka ada persyaratan khusus, walau sesungguhnya hampir sama dengan yang diatas. Persyaratan yang dibutuh untuk mahasiswa privat adalah : a) Melampirkan ijasah dan transkrip yang telah diterjemahkan dalam bahasa Jerman (penterjemah lihat Lampiran A) dan biaya sama dengan diatas; b) Mempunyai buku tabungan baru (atas nama pihak sponsor, bisa paman, orang tua, kakak, pacar, dll sebagai dana jaminan untuk visa. Jumlah dananya setara dengan 12.500 DM dan akan diblokir selama 12 bulan. Tidak semua Bank di Indonesia dapat memenuhi syarat ini, informasi penulis hanya BII dan Bank Mandiri yang dapat dijadikan referensi, karena biasanya setiap bank mempunyai form khusus untuk studi di luar negeri. Dana ini nantinya setiap bulan harus ditransfer ke rekening dari orang yang mau belajar di Jerman sebesar 1.035 DM. Sehingga pengirim dana atas nama sponsor; c) Surat rekomendasi dari Bank (formatnya sesuai dari Kedubes Jerman, jangan dipakai format dari bank), dimana dalam surat tersebut menyatakan bahwa pihak sponsor memang betul-betul memiliki tabungan di bank tersebut dan sanggup membiayai studi; d) Foto kopi KTP sponsor dan bukti-bukti keuangan lainnya (deposito atau tabungan) bisanya setara dengan 12.500 DM. Jumlah dana ini tidak baku karena pada prinsipnya pihak Kedubes hanya ingin mendapatkan suatu jaminan kalau pihak sponsor telah dapat membiayai studi di Jerman, dia masih bisa hidup layak di Indonesia; e) Mengisi formulir permohonan visa yang telah disediakan Kedubes Jerman; f) Melampirkan surat penerimaan dari sekolah atau tempat kursus bahasa Jerman. Yang terpenting saat mengajukan visa ini bagi mahasiswa privat adalah sponsor harus ikut datang ke Kedubes karena ada interview dari pihak Kedubes Jerman dan harus menandatangani surat kesediaan menjadi sponsor di depan petugas Kedubes Jerman (form sudah tersedia). Pengurusan visa di atas nampaknya cukup rumit. Namun berdasarkan pengalaman bila semua persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap, tidak ada satupun yang tertinggal, maka hanya dibutuhkan waktu yang singkat. Apabila kita ke Jerman hanya dalam waktu yang pendek (1-3 bulan) misal sebagai turis, maka untuk pengurusan visa ini berbeda dengan untuk keperluan sekolah. Sebagai informasi untuk mendapatkan visa turis (pada bulan Juli 2001) dalam jangka waktu 60-90 hari diwajibkan membayar Rp. 320.000,- (untuk Schengener Abkommen: berlaku untuk ke Denmark, Swiss, Spanyol, Belanda, Italia, Belgia-Luxemburg, Perancis) atau hanya Rp. 290.000,- (single: hanya ke Jerman saja). Beberapa dokumen seperti paspor, asuransi kesehatan selama perjalanan, dan bukti sponsor (kadang kala) diperlukan juga untuk kerperluan ini.

_ Persiapan mata uang asing. Sebaiknya menukar euro jauh hari sebelum keberangkatan, karena ketersediaan

mata uang euro di Jakarta sangat terbatas. Bila tidak mendapatkan euro dalam jumlah besar, sebaiknya membawa dalam Dollar Amerika. Ketika singgah di Kuala Lumpur atau Singapura dapat juga dilakukan penukaran uang dollar atau DM ini. Maka jangan salah menukar mata uang ke Euro. Sebagai catatan, harap membawa pecahan 1 Euro (koin) paling tidak 2 koin. Ini akan digunakan untuk meminjam troley di stasiun.

_ Barang yang sebaiknya dibawa adalah : Indomie atau Pop Mie untuk persiapan hari-hari pertama di kota tujuan. Rice Cooker yang berukuran 0,5 liter atau 2 liter (bila untuk keperluan keluarga dengan 2 anak). Pakaian (kaos, dan baju dalam, jeans, longjohn) sebaiknya membeli di Indonesia, karena baju tergolong mahal dan tidak banyak pilihan. Obat-obatan, obat gosok seperti balsem atau arak gosok. Sabun dan shampo sebaiknya tidak perlu membawa dari Indonesia, karena kondisi kelembaban yang berbeda. Tas ransel dan bumbu jadi seperti Kokita, Indofood, dan sebagainya perlu dimasukkan ke koper. Makanan kering, seperti abon, dan lain lain juga bisa dibawa ke Jerman. Sepatu dan jaket musim dingin sebaiknya di beli di Jerman karena jenis sepatu di Indonesia kebanyakan untuk kondisi daerah tropis.

_ Makanan selama perjalanan. Karena dari Jakarta hingga Frankfurt kemudian dilanjutkan ke kota dimana sebagai tempat akhir tujuan, merupakan waktu penerbangan yang cukup lama, dan terkadang makanan yang disajikan saat di dalam pesawat tidak cocok untuk perut beberapa orang Indonesia. Sehingga sangat disarankan untuk membawa sekedar makanan untuk selama perjalanan. Juga untuk persediaan selama perjalanan Frankfurt ke kota tujuan terakhir. Bila perjalanan dilanjutkan dengan kereta kereta api, tetapi menu yang disediakan sangat terbatas, dan lagi belum tentu cocok untuk setiap orang.

_ Lain-lain persiapan sebelum keberangkatan. Bila ingin membawa peralatan elektronik, sebaiknya membeli di Indonesia, karena lebih murah, dan lebih banyak pilihan (misal Walkman, dan lain lain). Peralatan listrik di Jerman menggunakan tegangan listrik 230 VAC, sehingga pada prinsipnya semua peralatan elektronik dari

Indonesia dapat digunakan di Jerman. Bagi mahasiswa DAAD, barang yang tidak boleh dilupakan adalah membawa buku tentang Indonesia, foto-foto post card dan video, sebab barang ini terkadang dibutuhkan untuk presentasi di kelas atau berpasrtisipasi dalam suatu acara festival tertentu. Apabila semua kebutuhan di atas telah dapat dipenuhi, maka aktifitas berikutnya adalah mempersiapkan mental dan fisik kita untuk memasuki babak baru dalam mengisi masa depan yang lebih baik. Bagi yang belum pernah ke luar negeri, maka saat-saat pertama kali menginjak daerah yang baru akan merasakan semuanya serba asing, perasaan takut akan selalu menghinggapi diri seseorang. Apalagi bila situasinya didukung dengan tidak adanya kenalan atau saudara satupun di daerah yang asing tersebut. Belum lagi kalau sudah berinteraksi dengan kultur dan budaya masyarakat daerah yang baru diinjaknya. Semua perasaan bercampur aduk, senang, bahagia, bangga, takut, ingin pulang kembali, dll bercampur menjadi satu. Situasi semacam ini tidak berlaku bagi seseorang yang telah beberapa kali mengunjungi dan tinggal di luar negeri. Kejutan hanya terjadi sebentar setelah itu cepat beradaptasi. Oleh karena itu untuk membantu seseorang yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, terutama untuk keperluan sekolah atau hidup di negara orang lain, Maka hal-hal tersebut dibawah ini layak untuk dipertimbangkan dan diperhatikan, yakni :

_ Penjemputan. Detik-detik ketika pertama kali tiba di airport Frankfrut, merupakan hal-hal yang penuh dengan kejutan. Karena semua serba asing terutama tentang bahasanya. Maka disarankan sebelum berangkat ke Jerman, kontaklah teman atau seseorang yang dapat menjemput kita di airport. Apabila tidak bisa, maka siap-siaplah kita hadapi keterkejutan tersebut dengan memperhatikan jadual perjalan selanjutnya. Apabila kita telah keluar dari pesawat maka tujuan selanjutnya adalah mengambil barang-barang bawaaan kita. Barang tersebut ada dibagian keimigrasian, biasanya di sekitarnya terdapat ban berjalan dimana di atasnya terdapat koper kita. Perhatikan nomor pesawat yang digunakan. Nomor tersebut sebagai petunjuk dimana koper kita diletakkan di atas ban

berjalan tersebut.

_ Mengambil troley. Untuk dapat menggunakan troley, terlebih dahulu harus memasukkan coin 1 DM ( atau 1 Euro) ke troley tersebut. Langkah-langkah secara detail adalah : temukan tempat troley di parkir. Setelah itu masukkan coin ke celah yang tersedia, dan tariklah rantai yang mengikat troley satu sama lainnya. Akhirnya gunakan troley tersebut untuk membawa barang bawaan kita, Beberapa troley ada yang dapat dikunci rodanya, sehingga memungkinkan untuk dibawa lewat elevator. Setelah menggunakan troley, harap dikembalikan lagi ke tempatnya dengan cara : bawalah ke tempat troley di parkir, lalu masukkan rantai ke celah di troley yang di parkir, akibatnya coin 1 DM/Euro akan ke luar kembali. Jangan lupa mengambil coin tersebut.

_ Tempat tujuan akhir. Setelah keluar dari keimigrasian di Frankfrut (Flughafen) silakan menuju ke Bahnhof (Stasiun kereta). Letaknya adalah di bawah saat kita keluar dari bagian keimigrasian (dibawah airport). Ini kalau tujuan akhir Frankfrut atau melanjutkan perjalanan lagi dengan kereta. Bila perjalan selanjutnya masih dengan pesawat, maka kita tidak perlu keluar dari pintu keimigrasian ini (tunggu jam penerbangan berikutnya di ruang tunggu yang telah disediakan). Untuk perjalan berikutnya dengan kereta dibutuhkan ticket kereta. Ticket dibeli di Bahnhof lantai bawah Airport Frankfurt. Dari airport Frankfurt, kereta akan sampai ke Frankfrut (Mainz) Hbf dan harus berganti dengan kereta lainnya ke tempat akhir tujuan. Agar tahu kapan harus berhenti, dapat ditanyakan pada kondektur atau petugas diloket penjualan ticket (Reise Zentrum), jam kedatangan kereta, tempat berpindah kereta, dll (petugas biasanya memakai seragam biru tua dengan lambang tulisan DB berwarna merah). Hal ini bisa dilakukan dengan meminta Fahrplan, di bagian pembelian. Petugas akan mencetakkan jadual perjalanan yang akan digunakan. Dengan berdasarkan jam yang tertera akan tahu kapan harus turun dari kereta api untuk berganti kereta lainnya dan berapa lama mesti menunggu kereta selanjutnya. Untuk berpindah kereta perhatikan keterangan di Fahrplan, Gleis berarti Jalur. Pada Bahnhof yang besar seperti Frankfrut, Hamburg, Leipzig, Berlin, dll, satu jalur bisa terdapat 1-2 rangkaian jenis kereta yang berbeda. Oleh karena itu perhatikan dengan seksama keterangan tambahan pada Gleis (Jalur, biasanya huruf abjad, A, B, C, D, dll). Terkadang kemampuan bahasa Inggris dibutuhkan dalam hal ini. Di setiap stasiun kereta api hanya turun sebentar, jadi harus sesegera mungkin menurunkan barang barang. Kalau bisa beberapa menit sebelum tiba di tempat akhir tujuan, barang barang sudah diletakkan di dekat pintu turun. Tapi jangan khawatir, selama kita sedang menurunkan barang kereta api tidak akan berjalan, paling-paling hanya akan mendapat teguran dari petugas.

_ Membeli peta kota dan kartu telefon. Sebagai salah satu sarana penting pada hari-hari pertama adalah peta kota (Stadtplan) dan Kartu telefon. Sebaiknya membeli Stadtplan, yang cukup kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana. Berdasarkan pengalaman kami menyarankan untuk membeli Stadtplan keluaran Falk-Verlag atau ADAC. Seharga sekitra 8,8 DM. Stadtplan terbitan penerbit ini cukup praktis, karena bila ingin melihat sebagian peta, tidak perlu membuka seluruh peta. Daftar jalan, jalur Bus dan StrassenBahn, jalur Kereta Regio, daftar Kode Pos (Postleitzahlen), dan nomor Telefon Penting terdapat disana semuanya. Untuk kartu telefon pada hari pertama lebih baik membeli Deutche Telefonkarte saja yang menggunakan CHIP sebesar 12 atau 50 DM, sebaiknya membeli yang DM 50 karena secara total lebih murah. Perlu diingat, jangan membeli Kartu Telefon model PIN (memakai angka sandi). Hal ini kalau digunakan di dalam kota sedikit menganggu untuk tahap awal. Namun kalau sudah mengenali medan, kartu ini banyak membantu meringkan biaya telefon. Apabila ada keinginan telefon ke luar negeri atau ke Indonesia, lebih baik memakai kartu telefon model PIN, jangan mempergunakan deutsche Telefonkarte, karena biaya permenitnya ke luar negeri 6-11 kali lebih mahal dari kartu telefon model PIN. Kartu telefon dan Stadtplan ini dapat dibeli di toko buku atau sekitarnya di dalam Bahnhof Frankfrut am Main (Stasiun Kereta). Setelah mendapatkan itu semuanya kita dapat melanjutkan perjalanan, kalau mau tinggal di Frankfrut tinggal mencari alamat yang dituju. Namun bila maish meneruskan perjalan mencari jadual kereta berikutnya.

_ Khusus untuk penerima beasiswa DAAD. Setelah kita tiba di Goethe Institut tempat kita mau belajar bahasa Jerman lagi, terdapat sebuah “kebiasaan” Goethe Institut, yakni begitu proses pendaftaran di Goethe Institut selesai, kita akan langsung dihadapkan pada test penempatan kelas. Jadi sebaiknya sebelum menuju ke Goethe Institut, harap mencari makan terlebih dahulu (bila memungkinkan). Pada saat pendaftaran di Goethe Institut ini, untuk para penerima beasiswa DAAD akan mendapat cheque beasiswa bulan pertama (untuk Goethe Institut Freiburg) atau uang cash (untuk Goethe Institut Bremen). Cheque ini dapat diuangkan keesokan harinya dengan membawanya ke Bank yang ditunjuk (biasanya menggunakan Volksbank). Setelah selesai pre-test maka akan diantar ke asrama mahasiswa (Studentenwohnheim) untuk peserta kursus bahasa di Goethe Institut. Biasanya saat ini diminta membayar uang Kaution, yakni uang jaminan sewa kamar sebesar 50 DM (untuk di Goethe Institut Bremen) atau 150 DM (untuk Goethe Institut Freiburg). Uang Kaution ini akan dikembalikan lagi bila kita keluar dari asrama Goethe Institut tersebut, ini dengan catatan kondisi kamar tidak terdapat kerusakan. Bila terjadi sesuatu maka pengembalian uang Kaution tidak utuh. Setelah masuk ke asrama, maka tiba waktu untuk belanja keperluan hari berikutnya. Biasanya hari berikutnya hari libur (karena hari Minggu) berarti tidak ada toko yang buka, selain itu waktu yang tersedia biasanya sempit, karena tiba tepat hari Sabtu, toko tutup sekitar jam 16.00. Kalau dari Jakarta telah membawa beberapa bekal untuk keperluan 1-2 hari, penulis kira telah cukup untuk “bertahan” selama hari libur. Setelah keperluan untuk bertahan dihari libur terpenuhi, jangan lupa menelpon dan memberitahu keluarga di Indonesia. Untuk keperluan ini, kartu telefon model PIN amat sangat membantu. Untuk mendapatkan kartu telefon tersebut, biasanya mahasiswa Indonesia yang berkesempatan menjemput kita, mempunyai kontak person tertentu. Dan mereka pasti tahu dimana dan kepada siapa harus membeli kartu telefon tersebut.

PERGURUAN TINGGI DI JERMAN

3.1 Persiapan Studi

Setelah melakukan test penempatan pada Stufe berapa kita harus kursus bahasa Jerman, barulah kita dapat waktu untuk mengurus keperluan lainnya, biasanya disediakan beberapa informasi dari Goethe Institut. Namun hal itu masih kurang terutama yang menyangkut keperluan pribadi untuk tinggal di Jerman. Apalagi untuk keperluan studi di Universitas atau Fachhochschule.

Khusus DAAD : Setelah menjalani test penempatan untuk kursus bahasa, kita biasanya akan diantar oleh Goethe Institut ke tempat tinggal sementara selama kursus bahasa berlangsung, yakni biasanya di tempatkan di Gästehaus milik Goethe Institut. Setelah tiba di Gästehaus, akan diberikan kunci kamar masing-masing. Di kamar telah tersedia mebel yang terdiri dari tempat tidur, 2 kursi, 1 meja kecil, 1 lemari buku, 1 meja tulis, 1 lemari baju, 1 lemari kecil. Pada tiap-tiap kamar juga tersedia kulkas kecil. WC digunakan bersama-sama atau ada juga pada tiap kamar telah tersedia kamar mandi dengan shower, wastafel, dan WC. Ketika memperoleh kunci kamar dan kunci lemari pastikan kunci tersebut dapat digunakan untuk mengunci lemari baju dan lemari kecil. Karena pada beberapa kamar kunci tak dapat digunakan. Bila memperoleh hal seperti ini, beritahu ke Hausmeister (orang yang bertanggung jawab pada Gästehaus) sesegera mungkin. Kunci kamar yang diberikan dapat digunakan untuk membuka kunci pintu masuk, dan juga kunci garasi sepeda. Peralatan makan seperti piring, sepasang sendok garpu, cangkir, biasanya kita mesti membawa sendiri (di Bremen dan Göttingen), tetapi ada juga yang telah tersedia (di Freiburg). Kulkas, perlu diperiksa apakah bekerja dengan baik, begitu juga penutup kasur, sarung bantal, seprey, selimut dan sarungnya. Jendela di kamar bisa dibuka 2 arah, ke arah samping (kiri kanan) dan ke bawah. Jadi jangan terkejut bila ketika membuka jendela ke arah samping, tiba tiba seperti akan jatuh. Karena jendela tersebut di rancang agar dapat dibuka sedikit (ke arah bawah), tetapi tidak terbuka semuanya, hanya cukup membiarkan udara masuk. Di bagian luar jendela ada roller, seperti yang banyak digunakan di garasi (rolling door). Periksa juga apakah dapat berfungsi, dengan cara memutar tuas yang tersedia. Pada beberapa kamar roller tak dapat digunakan. Harus segera memberi tahu Hausmeister. Karena bila tidak melaporkan, ketika keluar dari Gästehaus nantinya (setelah kursus), maka dianggap telah merusakkan roller, dan uang kaution tak dapat dikembalikan secara utuh. Sebagai informasi Gästehaus di Freiburg cukup baik dan memiliki fasilitas yang baik begitu juga di Bremen. Pada saat pertama kali datang, mungkin masih terlalu lelah, untuk memasak sendiri. Oleh karena itu membawa bekal secukupnya dari Indonesia sangat disarankan, apalagi bagi yang memeluk agama Islam. Karena masakan yang tersaji di Imbis (semacam “warteg”) kita belum tahu betul apakah ada minyak atau daging babinya tidak. Kalau diperlukan sekali makan di luar, maka Imbiss Turki yang menjual donner kebab atau McDonald menjadi pilihan yang tak dapat dihindarkan. (Donner kebab adalah sejenis makanan roti yang dibelah diisi salad dan daging, biasanya ayam atau domba). Kalau ada restauran China di dekat juga dapat dijadikan pilihan. Pada saat baru datang pertama kali, mungkin dibutuhkan beberapa keperluan sehari-hari. Bila ada waktu tersisa bisa pergi ke toko atau supermarket terdekat dengan Gästehaus untuk berbelanja, yaitu (misalnya di Freiburg) :

_ Schlecker, menjual kebutuhan seperti shampo, sabun dan lain-lain. Buka setiap hari kecuali Minggu, hingga jam 18.00.

_ Neukauf, supermarket yang cukup lengkap ada toko roti dan menjual makanan juga, menjual beras tetapi mahal. Buka setiap hari kecuali Minggu, hingga jam 19.45, hari Sabtu jam 15.00. 11

_ Tangelmann, menjual kebutuhan, buka setiap hari kecuali Minggu, hingga jam 19.45, hari Sabtu jam 15.00. Pompa Bensin terdekat, buka 24 jam juga Wochenende.

Pada saat baru tiba kadang kala pikiran kita masih belum percaya apakah hari itu sudah di Jerman atau tidak. Bagi yang pernah bepergian di luar negeri maka hal itu bukan menjadikan problem utama. Namun bagi yang baru pertama melakukan penerbangan yang melelahkan maka perlu adaptasi dengan lingkungan sekitar. Walau demikian tetap

memikirkan hal-hal lain yang perlu dilakukan pada hari pertama adalah, yakni :

1. Untuk yang akan mengikuti bahasa di Freiburg, maka perlu mengurus untuk mendapatkan kartu (StamKarte) untuk membeli Regio. Stamkarte dapat diperoleh di InfoPunkt VAG. Di Stadmitte. Seteleh memperoleh Stamkarte harus diisi dan distempel di Goethe Institut. Kartu ini berguna untuk mendapatkan akses Internet dengan mendaftar di Verwaltung Goethe Institut. Sedangkan untuk yang kursus bahasa di Bremen, lebih baik mengurus hal yang kedua dibawah ini, karena untuk mengurus hal pertama ini mesti ke Universitas Bremen yang letaknya cukup jauh dari GI Bremen.

2. Khusus di Bremen : Selain itu juga harus membeli ticket bulanan untuk transportasi dalam kota. Sebaiknya dicoba untuk 1-2 bulan dahulu. Bila nantinya mau merencanakan menggunakan sarana sepeda sebagai alat transportasinya, maka tidak diperlukan tiket bulanan tersebut (tapi kalau keduanya dimiliki juga baik). Namun berdasarkan pengalaman akan lebih efisien kalau tetap membeli ticket bulanan ini. Kadang kala acara santai yang ditawarkan Goethe Institut biasanya pergi rombongan dengan transportasi umum dalam kota. Sehingga untuk itu dibutuhkan ticket. Harga ticket bulanan tersebut berbeda satu kota dengan kota lainnya, di Bremen mesti mengeluarkan uang sebesar 68 DM untuk mendapatkan ticket tersebut. Namun setelah satu bulan ada cara lain yang lebih murah untuk mendapatkan ticket tsb. Pertama membuat kartu ISIC biasanya di Universitas Bremen. Setelah itu dengan International Student Indentity Card (ISIC) tersebut pergi ke loket Bremer Strassenbahn AG (BSAG) yang ada di depan Bahnhoft Bremen atau Domsheide, mengajukan pemohonan ticket langganan bulanan. Harga ticketnya lebih murah, yakni sekitar 45 DM perbulan. Loket tersebut buka pada hari Senin-Jum’at jam 07.15-19.00 dan hari Sabtu mulai jam 08.00-14.30. Untuk mendapatkan ISIC kita mesti menyerahkan satu (1) buah foto berwarna berukuran 3×4, menunjukkan paspor yang masih berlaku, menunjukkan Tanda Pengenal mengikuti kursus bahasa di GI atau Kartu Mahasiswa dan membayar biaya administrasi sebesar 18 DM. Biasanya pengurusannya memakan waktu sekitar 15-30 menit. Mengontak warga Indonesia. Hal sangat disarankan untuk mengontak warga Indonesia yang tinggal di kota dimana kita mengambil kursus bahasa, karena akan mempermudah memperoleh informasi mengenai kehidupan di kota tersebut.

Setelah ketiga hal tersebut dipenuhi, maka hari-hari berikutnya kita dapat melakukan aktifitas lainnya guna memenuhi persyaratan administrasi untuk tinggal di Jerman. Beberapa urusan administrasi yang perlu dilakukan adalah :

_ Bank. Beberapa Bank yang ada dan mempunyai banyak cabang di seluruh Jerman adalah : Dresdner Bank. Deutsche Bank. Sparkasse dan Volksbank. Untuk masalah Bank yang terakhir ini harap diperhatikan, karena Bank ini sifatnya adalah regional. Jadi masing-masing cabang kota tidak saling menjadi satu. Misal kita memiliki account di Freiburg, dan kita berada di kota lain, misal Bielefeld, maka kita tak dapat mencetak atau melakukan transfer dari Volksbank cabang Bielefeld. Pada Sparkasse, merupakan bank yang memiliki cabang yang tersebar di seluruh Jerman (Deutschland). Sehingga bila berjalan-jalan dan mengambil uang dengan menggunakan ATM, akan mudah menemukan ATM dari Bank ini. Citibank juga terdapat di Jerman. Perlu diperhatikan biasanya Citibank hanya mau membuka account, bila kita memiliki ijin tinggal minimal satu (1) tahun, dan memiliki pemasukan yang tetap. Jadi selama kursus bahasa biasanya tidak bisa membuka account di Citibank.

Untuk keperluan Bank harap perhatikan : Nama jangan sampai berbeda dengan nama di paspor. Hal ini sering terjadi karena nama orang Indonesia sering kali tidak lazim bagi orang Jerman, karena hanya memiliki satu nama (tanpa nama keluarga). Sehingga harus dipastikan jangan sampai petugas Bank menambahkan nama atau keterangan lain. Biaya tambahan penggunaan ATM. Tanyakan bila mengambil uang di ATM milik Bank lain, atau bila menggunakan kartu ini untuk berbelanja, apakah ada biaya tambahan. Sebab bank tertentu akan mengenakan biaya tambahan bila kita mengambil uang di ATM milik bank lain. Biaya tambahan itu berkisar 4 DM. Untuk menutup account dapat dilakukan dari bank yang kita gunakan di kota tempat Universitas kita nantinya berada. Jadi tak perlu menutup ketika kita akan pindah ke kota yang baru. Pada tiap bank biasanya tersedia mesin ATM dan mesin untuk mencetak statement of account kita. Sehingga kita dapat mengetahui aliran uang pada account kita, yang sering biasanya masuknya di awal bulan, dan keluar terus sampai bulan habis. Pengambilan uang bisa dilakukan sampai batas di bawah 0, artinya bila kita tak punya uang cash (dalam account 0 DM) kita tetap dapat mengambil uang. Tetapi dikenakan bunga, jadi prinsipnya seperti cash in advanced. Jumlahnya pun berbeda-beda tiap bank, biasanya berkisar 1000-2000 DM. Selain itu juga ditanyakan berapa banyak kita dapat mengambil uang sekaligus dari mesin ATM. Hal ini perlu, karena kadang kala dalam seminggu kita bisa mengambil lebih dari 1000 kalau ada keperluan khusus.

_ Pendaftaran di Meldeamt. Setiap pendatang yang tinggal di Jerman wajib lapor diri di kantor Meldeamt (ANMELDUNG). Biasanya Goethe Institut atau lembaga kursus bahasa akan menyediakan formulir pendaftaran (Anmeldung). Setelah formulir tersebut diisi maka dapat dilakukan pendaftaran yang biasanya ke kantor Meldeamt dimana kita tinggal. Beberapa hal penting ketika melakukan pendaftaran : Ketika melakukan pendaftaran, jangan lupa membawa paspor. Cari ruangan sesuai dengan abjad nama akhir anda (Vorname, atau Familiename) dan jangan lupa cara antriannya adalah dengan mengambil sobekan kertas dari suatu mesin. Kemudian pada setiap kamar terdapat papan nomor yang sedang diproses, sehingga kita mesti mencocokan nomor antrian kita dan nomor di papan nomor tersebut. Setelah mendaftar akan diperoleh surat bukti pendaftaran

(Meldebestätigung). Harap formulir yang telah distempel disimpan, karena ini dibutuhkan ketika mendaftar untuk pindah dari satu kota ke kota lainnya atau bisa juga untuk keperluan perpanjangan visa. Ketika akan pindah ke luar kota (misal setelah masa kursus bahasa Jerman selesai dan akan ke Universitas tujuan). Maka aktifitas yang wajib dilakukan adalah ABMELDUNG. Hal ini dilakukan di kantor Meldeamt tersebut juga (sama saat Anmeldung). Formulir Abmeldung harap disimpan, karena akan dibutuhkan di kota yang baru untuk melakukan Anmeldung kembali. Alamat kantor untuk urusan ini adalah misal di Freiburg : Meldestelle, Talstrasse 2 (dekat Johaniskirche) Tel : 201-0. Biasanya Goethe Institut akan mengatur satu hari, para siswa bersama sama ke kantor Meldeamt ini. Kantor ini dapat dicapai dengan menggunakan Strassebahn, nomor 4 (Jurusan Günterstall), dan berhenti di depan Johannes Kirche (di Freiburg). Kalau di Bremen, Meldeamt terletak berhadap-hadapan dengan McDonald di Bahnhof. Itu adalah kalau kita sebagai peserta kursus bahasa. Namun kalau kita datang privat dan bersama keluarga, maka keluarga yang datang harus ikut serta ke Meldebehörde. Meldebehörde sesuai dengan wilayah dimana kita tinggal. Dokumen yang harus dilampirkan adalah foto kopi Mietvertrag (surat sewa rumah) dan paspor. Untuk pendaftaran ini tidak bisa diwakilkan. Bagi yang tingal di Bremen, sejak pertengahan tahun 2001, An- dan Abmeldung dapat diselesaikan di kantor perwakilan Meldeamt yang terletak di lingkungan Univeritas Bremen (alamat lihat keterangan di bawah).

_ Visa di Ausländerbehörde. Pada umumnya saat kita mengajukan visa di Kedubes Jerman di Jakarta kita hanya diberi maksimal tiga (3) bulan. Oleh karena itu setelah mendapatkan Meldebestätigung dapat segera memperpanjang visa, dapat dilakukan di kantor Ausländerbehörde. Pada saat memperpanjang visa harap perhatikan beberapa hal berikut ini : membawa Meldebestätigung, selain itu juga membawa paspor. Untuk Stipendiaten dari DAAD, harap membawa Stipendienzusage. Untuk siswa biaya sendiri, jangan lupa bawa bukti konto, atau surat sponsor. Terkadang seseorang perlu melampirkan foto, atau diminta melakukan test kesehatan lanjutan. Ini terjadi kasus per kasus, jadi lebih baik disiapkan sebelumnya. Mengisi formulir sama seperti di Jakarta saat pertama kali mengajukan visa studi di Jerman. Kalau kita sudah tidak tinggal di Gästehause milik Goethe Institut, maka selain dokumen di atas diperlukan ditambah lampiran foto kopi dari Mietvertrag, bukti Immatrikulasi dari Universitas dimana kita belajar dan membayar biaya sebesar 20 DM untuk satu tahun. Besar biaya perpanjangan visa ini berbeda satu kota dengan kota lainnya (untuk penerima beasiswa DAAD, biasanya gratis). Untuk mencapai kantor ini di Freiburg dapat digunakan Strassebahn nomor 4, arah Günterstall. Dan turun di Johennes Kirche. Alamat Stadtamt, Ausländerbehörde di Freiburg adalah Baslerstrasse 2, Freiburg. Sedangkan di Bremen adalah Pfalzburger Straße 69, Bremen (buka hanya jam 08.00-12.00 pada hari Senin, Rabu dan Kamis). Pengalaman di Bremen, walau bukanya baru jam 08.00 namun sejak jam 06.00 sudah banyak yang antri di depan pintu masuk untuk mengambil nomor antrian. Untuk mencapat Ausländerbehörde di Bremen, silakan naik Strassenbahn nomor 3, juruan Hastedt. Lalu turun di Endehaltestelle (stasiun terakhir) dan dari sana jalan kaki sejauh 100 m lagi. Bagi yang berstatus mahasiswa, sejak September 2001 perpanjangan visa (juga untuk AN- dan ABMELDUNG, Lohnsteuerkarte) dapat dilakukan di Universitas Bremen. Kantor tersebut letaknya di Bremen Service Universität (di depan Glashalle-Eingang Boulevard) tel: (49-421)-2188233 atau 2188234 dan fax. (49-421)-2189053. Adapun alamat emailnya ada Auslaenderbehoerde-BSU@STADTAMT.BREMEN.de. Kantor ini letaknya tepat di depan Gedung Kaca yang ada di depan perpustakaan dan disamping Imbis China. Sedangkan jam bicaranya adalah Selasa (09.00-13.00), Rabu (10.00-13.00 dan 14.00-16.00), Kamis (09.00- 13.00) atau bisa membuat termin (janji) bila diperlukan

. _ Membuka account email. Bagi yang akan belajar bahasa Jerman di Goethe Institut Bremen, dengan berbekal kartu peserta kursus dan menunjukkan paspor maka kita sudah bisa mendapatkan sebuah account email di Universitas Bremen. Untuk melakukan pendaftaran ini, kita mesti pergi ke Universitas Bremen dan menuju ke Gedung MZH di lantai 4. Untuk mencapai Universitas Bremen, dapat menggunakan Strassenbahn nomor 6 jurusan Universität. Lalu turun di Haltestelle Universität/Zentralbereich (satu halte sebelum Halte terakhir). Selanjutnya jalan kaki lihat Gedung MZH ada di samping kanan Haltestelle. Biasanya khusus untuk peserta kursus akan dilayani walau telah jam 12.00. Namun pelayanan sesungguhnya hanya pada jam 08.00-12.00 dan tidak dipungut biaya apapun saat mendaftar. Pada Goethe Institut lainnya hal ini berbeda, ada yang dikenakan

biaya internet, misalnya di Goethe Institut Göttingen.

_ Melaporkan diri di Konjen RI. Setelah beberapa urusan administrasi untuk mendapatkan ijin tinggal di Jerman selesai diurus, maka langkah selanjutnya adalah melaporkan diri ke Konjen RI atau Kedubes RI. Di Jerman terdapat dua Konjen RI, yakni di Hamburg dan Frankfrut. Kedubes RI sekarang terletak di Berlin (dahulu di Bonn). Sebagai panduan melaporkan diri ini adalah berdasarkan jarak terdekat antara kota dimana kita tinggal dengan Konjen/Kedubes RI. Sebagai contoh penulis tinggal di Bremen atau Bielefeld, maka wajib melaporkan diri ke Konjen RI di Hamburg. Keuntungan dari wajib lapor diri ini adalah apabila suatu saat kita memerlukan sesuatu berkaitan dengan masalah administrasi, maka Konjen RI dapat membatu kita. Sebagai contoh kita sebagai mahasiswa di Jerman (PNS atau privat) yang akan melakukan penelitian di Indonesia atau pulang berlibur, maka kita membutuhkan Surat Keterangan Pulang Berlibur atau SKPB (PNS biasanya tidak dikenakan biaya. Namun kalau privat wajib membayar 15 DM yang dapat dibayarkan dengan mentransfer biaya tersebut). Surat ini dibutuhkan untuk pengurusan biaya fiskal di Indonesia kalau pulang lagi ke Jerman. Kita bisa mendapatkan bebas fiskal dengan surat tersebut. Selain itu kalau kita sudah selesai sekolah dan akan pulang ke Indonesia kita bisa mendapatkan surat keterangan membawa barang-barang pindahan ke Indonesia. Surat ini bisa digunakan untuk membebaskan pungutan pajak akan barang-barang pindahan kita. Kalau kita tidak melaporkan diri atau kita alpa akan kewajiban ini, maka resiko kita akan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Untuk pengurusan wajib lapor diri ini, bisa dilakukan dengan berbagai cara, misal menitipkan teman yang tinggal dekat dengan Konjen/Kedubes RI atau dikirim langsung melalui post ke Konjen/Kedubes RI (asal sebelumnya memberitahukan dahulu ke mereka melalui telepon atau email dan didalamnya diberi perangko untuk pengiriman baliknya). Persyaratan utama dalam melaporkan diri ini adalah menyerahkan paspor kita untuk di cap “telah melaporkan diri” dan mengisi blangko pendaftaran, serta 2 buah pasfoto 4×6 berwarna. Untuk mendapatkan blangko pendaftaran bisa ditanyakan ke Konjen/Kedubes atau bertanya ke mahasiswa Indonesia yang telah lama tinggal di sekitar kita, biasanya mereka masih menyimpannya. Kewajiban ini dapat dilakukan selambat-lambatnya 90 hari setelah kita tiba di Jerman. Adapun alamat Konjen/Kedubes RI adalah :

Apabila semua aktifitas administrasi tersebut selesai dilakukan, maka selesailah persyaratan adminitrasi untuk tinggal di Jerman. Sehingga kita bisa berkonsentrasi ke kursus bahasa Jermannya. Sebuah Tip dan Trik: Apabila urusan adminitrasi semua ini selesai dikerjakan dan masih di Goethe Institut atau Studienkolleg, pada saat Wochenende tiba (akhir pekan). Gunakanlah waktu tersebut untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota di Jerman. Pada saat di Goethe Institut ini beban sekolah kita belum begitu berat dan masih banyak waktu. Namun kalau sudah masuk ke Universitas atau Fachhochschule, waktu jalan-jalan sulit sekali diperoleh. Banyak alasan yang kita peroleh, misalnya tidak ada teman untuk jalan-jalan karena waktu yang tidak sama, keluarga udah datang, kesibukan di laboratorium atau di Bibliothek (perpustakaan), dll. Kalau masih di Goethe Institut atau Studienkolleg masih banyak kemungkinan mengajak teman untuk jalan-jalan. Setelah selang 4-6 bulan belajar bahasa di Goethe Institut atau 6-12 bulan mengikuti Studienkolleg, maka kita akan menuju ke Universitas atau Fachhochschule dimana kita akan belajar. Oleh karena itu banyak hal-hal yang perlu disiapkan. Persiapan ini dapat dilakukan pada saat kita masih mengikuti kursus bahasa atau menjelang berakhirnya kursus bahasa tersebut. Persiapan-persiapan yang harus dilakukan antara lain :

  1. Pembaruan Visa. Biasanya pada saat kita masih mengikuti kursus bahasa terutama yang di Goethe Institut, visa hanya diberikan selama kursus tersebut. Waktu pendaftaran tidak lebih lama 2-7 hari setelah kursus bahasa selesai, walau ada juga yang dapat agak lebih lama lagi. Bila menghadapi hal demikian tidaklah gusar atau takut tidak ada waktu. Asal kita sudah ada surat pernyataan diterima di Universitas atau Fachhochschule dimana kita akan belajar, tidak akan mudah dideportasi. Kalau terlambat paling diomelin petugas Ausländerbehörde. Apalagi yang menerima beasiswa DAAD, dengan berbekal Stipendienzusage sudah cukup persyaratannya. Kalau kita harus pindah dari kota dimana kita kursus bahasa Jerman, untuk keperluan mengurus perpanjangan visa pada prinsipnya sama dengan saat pertama kali perpanjangan visa di Jerman. Hanya sebelum mengurus visa lebih baik menyelesaikan urusan administrasi seperti immatrikulasi, sewa rumah, dll. Dan jangan lupa saat mau pindah dari kota dimana kita belajar bahasa untuk mengurus Abmeldung di Meldesbehörde.
  2. Immatrikulasi. Pada saat kita masih di Goethe Institut biasanya kita mendapatkan formulir dari DAAD untuk diisi guna keperluan Immatrikulasi. Immatrikulasi ini adalah semacam regristrasi di Universitas atau Fachhochschule dimana kita akan belajar. Bila kita tidak mendapatkannya, formulir dapat dimintakan pada bagian Akademische Auslandsamt (AAA) dari setiap Universitas dan Fachhochschule. Untuk mendapatkan alamat AAA ini kita dapat mencari lewat internet. Untuk itu perlu dicari alamat homepage dari perguruan tinggi yang akan kita masuki. Sehingga saat kursus bahasa masih berlangsung, alamat ini bisa dicari dan diperoleh. Bagi penerima beasiswa DAAD, kita juga dapat mengambil langsung pada saat kita mengunjungi Profesor pembimbing kita. Setelah diisi segera dikirim ke alamat yang bersangkutan. Biasanya kita akan mendapatkan pemberitahuan bahwa kita sudah tercatat di suatu Universitas atau Fachhochschule dan diminta datang lagi pada saat sudah selesai kursus bahasa. Pada saat datang tersebut kita diminta membayar Sozialgebühr termasuk Semester Ticket (bila ada).
  3. Mencari kamar. Untuk mencari mencari kamar atau apartemen, merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Hal ini tergantung dari kota dimana kita akan belajar. Untuk kota-kota tertentu seperti München, Hamburg, Berlin dll kadang kala cukup sulit mendapatkan rumah murah seperti di Wohnheim (asrama mahasiswa). Tetapi kota lainnya bukanlah masalah utama. Oleh karena itu, saran penulis apabila memungkinkan, carilah kamar atau apartemen yang ada di Wohnheim. Hal ini dengan pertimbangan semua fasilitas yang kita butuhkan (mebel, dapur, dll) biasanya sudah tersedia. Bila kita terpaksa menyewa kamar (privat) maka banyak kendala yang kita hadapi. Pada prinsipnya hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat sewa kamar ini adalah : harga sewa pokok (Kaltmiete) yakni harga sewa kamar diluar biaya air, gas, listrik, kebersihan, dll. Adakalanya dalam harga Kaltmiete ini juga termasuk salah satunya, misal air sudah termasuk, atau gas sudah inklusif, dll. Kalau harga Miete (sewa kamar) ditawarkan dalam bentuk Warmmiete (harga sewa jadi), harga ini biasanya sudah termasuk semuanya, kita hanya tinggal memakainya. Kita tidak berurusan masalah membayar listrik, gas, dll. Namun harga ini tidak termasuk pengadaan mebel, dapur (kulkas, kompor listrik, tempat cuci), dll. Walau ada kalanya sudah termasuk juga, untuk itu perlu ditanyakan. Kalau di Wohnheim ditawarkan Warmmiete bisanya sudah termasuk mebel, dapur, dll. Selain itu, adalah masalah Kaution yaitu uang jaminan sewa kamar. Besar uang Kaution ini bisanya 1-3 kali dari harga Kaltmietenya. Kamar privat bisanya minimal diminta 2-3 harga Kaltmiete, sedangkan kalau diWohnheim hanya sekali harga Kaltmietenya. Kaution ini diberikan kepada pemilik kamar (atau Studentenwerk kalau untuk Wohnheim) sebagai deposit selama kita menyewa kamar tersebut. Kalau sewa kamar privat, uang Kaution diberikan ke pemilik kamarnya. Apabila selama kita memakai kamar yang disewa terjadi kerusakan yang diakibatkan karena pemakaian kita, dan kita tidak memperbaikinya. Maka uang Kaution ini sebagai jaminan. Artinya setelah pemilik kamar menghitung besar biaya perbaikan dari kerusakan tersebut, lalu dikurangkan unag Kaution kita. Maka yang kita terima biasanya tidak utuh lagi seperti pada saat mendepositkan Kaution tersebut. Pengurangan Kaution juga bisa terjadi pada saat kita mau putus kontrak. Namun kita tidak membersihkan kamar yang kita sewa seperti sedia kala, maka potongan Kaution juga bisa terjadi (alasan sebagai biaya kebersihan). Untuk membersihkan ini (mengecat ulang sesuai warna semula, mengganti karpet bila perlu, dll) biayanya dari kita sendiri. Hal ini semuanya tidak akan terjadi (jarang) kalau kita menyewa kamar milik Wohnheim. Semuanya kalau ada kerusakan ditanggung Wohnheim, begitu juga saat pengecatan, dll. Tetapi ada jugaWohnheim yang tidak memberikan fasilitas seperti itu, tetapi biayanya tidaklah begitu besar. Prinsip sewa kamar di Jerman adalah pada saat masuk kamar dalam keadaan bersih kalaupun keluar juga harus bersih seperti sedia kala. Oleh karena itu mengingat problem yang banyak dihadapi kalau kita sewa kamar privat, maka lebih baik mencari kamar di Wohnheim. Namun kalau kita sudah tahu betul seluk beluk ini dan terpaksa sewa kamar privat, juga tak apa-apa. Biasanya privatisasi di kamar milik privat lebih enak. Kalau di Wohnheim, jarang yang menyediakan kamar sendiri (kamar mandi, dapur bersatu dalam kamar kita). Melainkan lebih banyak Wohngemainschaft (satu rumah terbagi-bagi 2-10 kamar, memiliki 2-3 kamar mandi, dll). Keuntungan kalau kita tinggal di Wohngemeinschaft adalah terjadi komunikasi dengan orang Jerman atau orang asing lainnya. Namun syaratnya kita mesti mudah beradaptasi dengan perbedaan kultur dari negara lain. Tetapi bila kamar sendiri (Einzel) untuk terjadi kontak dengan orang lain cukup sulit, karena aktifitas kita satu dengan lainnya berbeda. Pada saat kita ingin melamar kamar diWohnheim ke Studentenwerk, biasanya kita akan dimasukkan ke daftar tunggu dahulu. Oleh karena itu, kita jauh-jauh hari mendaftarnya. Namun ada kalanya melalui Profesor kita, juga dapat diperoleh jalan pintas tidak usah melalui daftar tunggu. Sehingga berbaikbaiklah dengan Profesor. Selain itu adakalanya Universitas atau Fachhochschule selain mempunyaiWohnheim, juga mempunyai Gästehause yang menyediakan kamar dalam jumlah terbatas. Kita kalau baik komunikasinya dengan pihak Studentenwerk atau AAA atau Profesor, fasilitas ini bisa kita peroleh. Namun biasanya karena keterbatasan fasilitas tersebut, informasi yang tersedia juga terbatas. Selanjutnya sebuah hal lagi, bagi kita yang ke Jerman untuk melanjutkan program doktoran, biasanya tidak diijinkan memperoleh fasilitas di Wohnheim. Sepertinya peraturan ini berlaku di seluruh Jerman, namun bagi kasus-kasus tertentu juga terdapat perkecualiannya. Kuncinya ada di komunikasi dan pandai mencari informasi yang terbatas tersebut. Satu hal lagi kalau kita akan menyewa kamar privat adalah masalah Mietvertrag. Usahakan pada saat akan tanda tangan Mietvertrag ini mengajak orang Jerman atau teman kita yang tahu dan paham apa yang tertulis dalam Mietvertrag tersebut. Tanyakan segala sesuatunya , pasal demi pasalnya, karena kalau kita tidak tahu betul dan main asal tanda tangan. Maka penyesalan akan datang dikemudian hari, misal berapa bulan kalau mau menghentikan kontrakan, kapan harus mengecet rumah lagi, bagaimana kalau ada kerusakan, berapa besar yang harus dibayar kalau kerusakan timbul, bagaimana pembayaran listriknya, dll. Sekali tanda tangan maka akan memiliki kekuatan hukum yang besar, kalau kita mau membatalkan biasanya berurusan dengan pengacara. Itu berarti bencana buat kita, karena biasanya akan membutuhkan biaya yang besar. Walaupun pemerintah Jerman juga menyediakan fasilitas pengacara buat orang tak mampu seperti mahasiswa. Namun begitu akan tetap menyita waktu dan energi kita, paling tidak. Untuk itu berhati-hatilah akan hal tersebut.

Abmeldung.

Untuk melakukan hal ini prosedurnya hampir sama dengan pada saat kita melakukan Anmeldung,yakni kita mesti pergi ke Meldesbehörde. Kemudian kita mengisi sebuah formulir. Jangan lupa saat antri mengambil sobekan nomor antrian, nomor kamar sesuai dengan huruf abjad nama keluarga kita. Kadang kala Meldesbehörde menyediakan nomor urut antrian dengan mesin otomatis. Oleh karena itu perhatikan masalah ini, karena budaya antri pada berbagai kesempatan di Jerman merupakan hal yang sangat dipatuhi orang disini. Kalau kita main selonong saja, maka umpatan dari orang lain akan kita terima. Setelah kita peroleh lembar Abmeldung ini, maka jangan lupa juga kita Anmeldung lagi di kota yang akan kita tuju. Surat keterangan yang kita peroleh digunakan untuk pengurusan visa, dll.

3.2 Sistem Pendidikan di Jerman

Sistem pendidikan Jerman terkenal sangat lama. Bila di Indonesia dari SD sampai dengan siap mengikuti kuliah membutuhkan waktu 12 tahun, di Jerman dibutuhkan 13 tahun untuk menyelesaikan sekolah. Selain itu sebelum kuliah, para pria di Jerman diwajibkan untuk memasuki “Wajib Militer”. Bila seseorang dengan alasan kesehatan tidak dapat mengikuti “Wajib Militer” maka sebagai gantinya ia harus menjalani “Zivilliansdienst” atau lebih dikenal dengan Zivis. Zivis ini bekerja di rumah sakit, badan sosial ataupun badan Pendidikan dari Pemerintah.

Kindergarten (Taman kanak-kanak) dimulai dari umur 3-6 Tahun. Pendidikan ini dinamakan “Vorschulische Einrichtungen”, yang berarti “Persiapan sebelum Pendidikan”. Setelah Kindergarten dimulai pendidikan dasar pada umur 7 tahun sampai dengan 10 tahun. Pendidikan ini dinamakan “Grundschule”, yang berarti “Sekolah Dasar”. Selain dari Grundschule ada 2 kemungkinan pendidikan lain yaitu “Gesamtschule” (Sekolah Bersama) dan “Sonderschule” (Sekolah spesial). Dari Grundschule, seseorang mempunyai 4 pilihan untuk melanjutkan sekolah. Pilihan tersebut :

- Gesamtschule

- Hauptschule

- Realschule

- Gymnasium

Untuk memasuki Hauptschule, Realschule atau Gymnasium, seseorang harus melalui “Orienterungsstufe” (Tahapan Orientasi). Ditahap ini diteliti bakat dan kemampuan dari anak, dan tahap ini menentukan kemana tujuan seorang anak selanjutnya. Hauptschule dan Realschule lebih ditekankan kepada anak yang ingin langsung kerja bila telah menyelesaikan sekolah. Tentu saja setelah melalui pendidikan di “Berufsfachschule” atau “Fachoberschule”. Bagi yang ingin melanjutkan ke Universitas, jalan tercepat adalah melalu Gymnasium. Jalan pendidikan lain juga dapat mengikuti kuliah di universitas, tapi dengan melalui jalan yang panjang. Misal harus melakukan praktek kerja dahulu selama sekian tahun. Titel yang didapat dari Universitas di Jerman dan Indonesia hampir mirip, namun walaupun namanya sama berbeda tingkatannya. Diplom lulusan Jerman setara dengan S2 atau Master di Indonesia, dan dapat langsung mengikuti program Doktoran (PhD). Hal ini berarti S1 di Indonesia, pada dasarnya setara dengan Vordiplom di Jerman, tetapi hal ini tergantung dari Anerkennung der Studienleistungen (Penyamaan derajat Ijasah). Dengan demikian, bila seorang sarjana S1 lulusan Indonesia akan melanjutkan kuliah di Jerman, ada 3 kemungkinan studi yang akan ia jalani :

- Ijasah (Studienleistungen) dari Indonesia dianggap setara dengan Vordiplom (semester 5). Untuk mendapatkan Diplom, ia harus mengikuti semua mata kuliah dari semester 5 sampai dengan pembuatan Diplomarbeit (Penulisan Akhir untuk mendapatkan gelar Diplom)

- Ijasah (Studienleistungen) dari Indonesia dianggap melebihi dari semester 5. Untuk mendapatkan Diplom, ia hanya diminta untuk mengikuti beberapa ujian untuk penyamaan derajat.

- Ijasah (Studienleistungen) dari Indonesia dianggap sudah mencukupi untuk dapat langsung mengikuti program Doktoran.

Berdasarkan hal tersebut, maka lulusan S1 dari Indonesia kalau mau melanjutkan sekolah ke Jerman, mempunyai kemungkinan untuk langsung promosi (S3). Biasanya kalau bidang studi dan kurikulum dari S1 ke promosi (S3) tidak menyimpang jauh, akan mendapat kemudahan pada saat Anerkennung.

3.3 Sistem Perguruan Tinggi

Di Jerman dikenal ada dua (2) jenis pendidikan tinggi utama : yaitu Fachhochschule dan Universität. Fachhochschule yang sering disebut juga FH ini mirip semacam politeknik di Indonesia, yaitu lembaga pendidikan yang menekankan pada bidang aplikasi. Bidang teori lebih sedikit dibandingkan dengan praktek atau applikasinya. Studi di Fachhochschule tak dapat mencapai gelar doktor dan pendidikan disini ditujukan bagi mereka yang ingin terjun ke industri langsung. Jenis pendidikan tinggi lainnya adalah Musikhochschule (untuk bidang musik), Pedagogische Hochschule (untuk bidang pendidikan, mirip IKIP dahulu) dan Kunsthochschule (untuk bidang seni). Sistem Universität (Universitas) di Jerman, berbeda dengan di Indonesia, tidak ada “panduan” ketat per semesternya, dan urutan mata kuliah A, B, C, dst. Hal ini berarti bahwa mahasiswa dituntut harus dapat menentukan sendiri, kuliah, latihan, seminar, ujian yang akan diikutinya, dll. Hal ini secara langsung memberikan “kebebasan yang sangat besar”, tapi bisa juga “menjerumuskan” mahasiswa ke kondisi kelewat santai (banyak beberapa mahasiswa Indonesia yang terjebak ke situasi ini, dimana sudah 8 tahun tapi belum ujian apa-apa, karena keasikan kerja atau kesibukan lainnya). Mahasiswa benar-benar dituntut untuk mandiri menentukan apa yang ingin dia pelajari, ujian yang dia ikuti, dan apa yang dia lakukan dan dia maui. Terkadang perkuliahan dilakukan dalam ruang auditorium besar (sampai 600 Sehingga kesiapan “mental” mahasiswa untuk belajar mandiri perlu benar-benar dipertimbangkan bila memilih kuliah di Universitas. Kuliah rata-rata dilakukan dalam bahasa Jerman, walau demikian di beberapa Universitas (seperti di Universitas Bielefeld, Universitas Bremen, dll) ada juga beberapa kuliah yang dilakukan dalam bahasa Inggris.

Model perkuliahan tersusun dari Vorlessung (perkuliahan), Seminar (semacam diskusi dalam ukuran kecil atau dalam kelompok kecil), dan Übung (latihan). Ujian dilakukan langsung dengan Profesor yang bersangkutan. Rata-rata ujian bersifat lisan, walau ada juga yang diberikan secara tulisan. Sistem ujiannya juga bervariasi ada yang diperbolehkan mengulang (untuk mata kuliah yang tidak lulus), namun sering juga hanya sekali saja (boleh mengulang namun tahun berikutnya. bukan semester berikutnya). Sistem Fachhochschule (nama internasionalnya sekarang sering disebut sebagai University of Applied Science) lebih diatur secara ketat mirip dengan sistem perkuliahan di Indonesia, misal urutan perkuliahan, praktek, dan lain sebagainya. Berdasarkan dua lembaga pendidikan tinggi tersebut, mana yang lebih baik dan cocok, ini bergantung dengan tujuan sekolahnya. Fachchochschule rata-rata disukai oleh orang Jerman yang ingin langsung bekerja di industri. Sedangkan Universitas lebih disukai bagi mereka yang ingin berkarir di riset dan pengembangan, atau di akademik. Berdasarkan pemantauan dan perkenalan dengan beberapa mahasiswa dari Indonesia, sebagian besar mahasiswa Indonesia lebih suka mengambil pendidikan Fachchochschule ini. Hal ini selain alasan waktu serta biaya juga karena mereka ingin cepat bekerja di industri. Secara “gengsi” memang masih ada anggapan di masyarakat Jerman bahwa Univeritas lebih “bergengsi” dari pada Fachhochschule. Hal ini dikarenakan rata-rata Profesor atau Doktor kelas pertama (1) di Jerman banyak yang berada di Univeritas (bekerja). Tetapi anggapan ini mulai bergeser dengan makin majunya sistem di Fachhochschule sekarang (termasuk staff-nya yang makin berkualitas). Selain itu makin digemarinya Fachhochschule oleh masyarakat dikarenakan juga materinya yang lebih siap diterapkan untuk bekerja, serta adanya kerjasama antara Universitas dan Fachhochschule yang ada untuk menyediakan pengajar dan fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa. Seperti Fachhochschule di Bielefeld dengan Universitas Bielefeld relatif memiliki staff pengajar, yakni Profesor yang sama, akses ke fasilitas (laboratorium dan perpustakaan) juga sama. Hal seperti inilah yang jarang terjadi di Indonesia. atau bahkan dapat dikatakan sulit diwujudkan di dunia pendidikan di Indonesia. Padahal dalam kenyataannya potensinya sama dengan pendidikan di Jerman. Sehingga pendidikan tinggi di Jerman, mempunyai suatu yang khas, hanya yang berbeda mekanisme pendidikan yang ditawarkan. Bagi yang suka “kebebasan” silahkan masuk ke Univeritas, namun bagi yang suka “tuntunan” dipersilahkan masuk ke Fachhochschule, sehingga dapat segera bekerja dan mendapatkan gaji seperti yang diidam-idamkan. Beberapa Fachhochschule sekarang sudah menawarkan juga “International Master” yang menggunakan program berbahasa Inggris. Tetapi penulis sendiri saat ini belum tahu pasti penyetaraan lulusan ini, baik di Jerman sendiri maupun di Indonesia nantinya. Tetapi satu hal yang perlu diperhatikan bagi mahasiswa dari Indonesia mungkin adalah PENYETARAAN ijazah di Indonesia (tentu saja bagi yang ingin kembali ke dan bekerja di Indonesia). Silahkan menghubungi Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) Departemen Pendidikan Nasional bagian penyetaraan IJAZAH untuk hal ini, di Senayan. Program “International Master” ini saat ini banyak sekali ditawarkan dan mahasiswa yang diterima dan mengikuti kuliahnya ada yang diwajibkan membayar untuk biaya tuition fee. Namun masih banyak juga program yang ditawarkan yang tanpa ada pungutan biaya untuk tuition fee. Bahkan bila beruntug memberikan beasiswa seperti program S2 Fisika Lingkungan di Univeristas Bremen (http://www.msc-ep.uni-bremen.de/). Oleh karena itu pilihlah program yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Gelar tingkat pertama dari Universitas atau Fachhochschule di Jerman adalah Diplom (misal Dipl Inf., Dipl Ing., Dipl. Biol. dll). Gelar ini bisa setara dengan Master, walau ada juga yang menyetarakan dengan Bachelor, karena tiap Universitas berbeda-beda aturannya). Bidang sosial memiliki gelar Magister. Sedangkan gelar berikutnya Dr (Dr Ing, Dr rer nat, dll). Beberapa Universitas di Jerman mulai melakukan “reformasi” dengan juga menyediakan gelar “Master”. Secara kebetulan di Universitas Bielefeld dan Universitas Bremen juga telah melakukan hal ini. Karena sifatnya yang bebas di tiap Universitas, maka tidak ada patokan yang sama di masing-masing Universitas di Jerman. Relatif tak ada yang namanya “kurikulum nasional” dan standarisasi mata kuliah. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di USA, UK, atau Australia yang memiliki panduan untuk itu. Bahkan suatu nama mata kuliah bisa saja isinya sangat berbeda, antar universitas. Hal ini mempengaruhi juga proses penyetaraan ijazah ketika kita melanjutkan studi di universitas Jerman Artinya bisa saja seorang lulusan S1 dari Indonesia, mendaftar di salah satu Universitas akan “dihargai” setara dengan VorDiplom (sebelum Diplom) misal dihargai setara dengan di semester 5. Tetapi ketika dia mencoba melamar ke Universitas lain bisa dihargai sudah lewat Dipl, dan berhak melanjutkan langsung ke studi Doktor setelah melewati ujian persamaan (Anerkenung). Dan ini juga tak berkaitan dengan “kualitas” Universitas atau Profesor tersebut. (INI ADALAH INFORMASI TIDAK RESMI BERDASARKAN PENGALAMAN BEBERAPA REKAN PENULIS, SEHINGGA HAL INI MUNGKIN AKAN BERBEDA DENGAN INFORMASI RESMI DARI KEDUBES JERMAN).

Oleh karena itu TIP dan TRIK dari penulis, sebaiknya carilah informasi yang tepat, berkaitan mengenai profesor, bidang riset, working group, dan universitas, juga kota yang ingin dituju. Saran penulis, jangan terpaku pada kota besar, atau universitas yang memiliki nama besar saja. Juga dalam mengajukan lamaran ke universitas, sebaiknya melengkapi dengan informasi yang detail mengenai studi (termasuk keterangan tentang tiap mata kuliah yang pernah diambil), atau pekerjaan yang pernah dilakukan. Mencari informasi itu penting, karena seperti ungkapan yang dikenal di Jerman “Studieren ist wie Sex, Je mehr du weisst, dessto besser wird es”. Kira-kira terjemahan bebasnya adalah kuliah itu seperti sex, makin anda memahaminya, maka akan makin baik. Bahasa Jerman memang penting dan dibutuhkan untuk keperluan hidup sehari-hari, belanja, ngobrol, diskusi, ikut party, membaca beberapa buku dan majalah, nonton TV serta kuliah. Syarat bahasa untuk kuliah di Jerman secara resmi, adalah harus memiliki ijazah DSH yaitu kependekan dari Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang ausländischer Studienbewerber atau dahulu namanya PNdS (Prüfung zum Nachweis deutscher Sprachkenntnisse). Ujian ini bisa diambil di Indonesia, ataupun di Jerman. Ijazah yang di

bawah level ini adalah yang namanya ZDaF yakni kependekan dari Zertifikat Deutsch als Fremdsprache. ZDaF sekarang berubah menjadi DaF. Beberapa Universitas mensyaratkan ijazah ini sebagai “WAJIB”, jadi kita harus memilikinya sebelum bisa kuliah di tempat tersebut. Sedangkan beberapa Universitas tidak begitu mensyaratkan (dan hanya bergantung pada keputusan Profesor pembimbing kita). Misal di Universitas Bielefeld, Universitas Bremen, Universitas Paderborn, ijazah DSH ini tak wajib, tapi bergantung pada Profesor calon pembimbing kita, biasanya ZDaF sudah cukup untuk memulai perkuliahan. Pada umumnya kalau kita menulis thesis akan memakai bahasa Inggris, sehingga kita tak perlu memiliki ijazah DSH ini. Sedangkan di Universitas lain masalah DSH ini bisa jadi sandungan tersendiri. Karena kalau tidak punya ijazah DSH tidak bisa kuliah. Ada beberapa rekan penulis yang tersandung hal ini dan terpaksa pulang ke Indonesia, walau telah menghabis waktu yang cukup lama baik untuk persiapan bahasa di Indonesia maupun di Jerman sendiri. Oleh karena itu sebelum masuk ke suatu Universitas maupun Fachchochschule perlu mencari informasi masalah ini sebanyak mungkin. Kasus lain seperti Universitas Hamburg dan München, walau kita telah lulus DSH dari Goethe Institut manapun juga (Bremen, Göttingen, Manheim, Freiburg). Kita masih harus mengikuti kursus bahasa di universitas tersebut. Kursus bahasa ini biasanya paralel. Namun ada juga dengan alasan sangat spesifik (misal tinggal dan penelitian di pulau terpencil seperti di Helgoland) kita bisa mendapatkan pengecualian. Universitas dan Fachhochschule di Jerman mempunyai rangking atau tingkatan berdasarkan berbagai parameter. Berikut ini pengelompokkan universitas berdasarkan pendekatan yang digunakannya dan merupakan adopsi dari majalah STERN yang terbit di Jerman pada beberapa bulan yang lalu.

Kriteria penilaiannya adalah

Jenis I : Misal untuk universitas yang memiliki bimbingan yang baik bagi mahasiswa, masa kuliah yang relatif lebih cepat.

Jenis II: Universitas atau Fachhochschule yang biasanya kuat di bidang penelitian.

Jenis III : Jenis ini adalah universitas atau Fachhochschule yang memiliki kontak dengan lapangan pekerjaan sangat erat. Sehingga pengetahuan praktis sangat banyak diberikan.

3.4 Biaya Pendidikan

Suatu ciri khas belajar di Jerman adalah soal biaya pendidikan tiap semesternya. Keistimewaan ini juga terdapat di negara lain seperti Austria dan negara-negara Skandinavia. Pada saat ini sudah mulai banyak beberapa negara bagian di Jerman mendiskusikan tentang biaya kuliah untuk tahun-tahun mendatang. Apakah Jerman masih tetap mempertahankan keistimewaan ini atau secara bertahap melakukan pembaharuan peraturannya, dengan kata lain sudah tidak gratis lagi. Namun hal ini masih dalam tahap wacana. Pada universitas swasta dan program internasional (MBA) biaya pendidikannya tidak lagi gratis. Pada saat ini lembaga tersebut masih sedikit jumlahnya. Sesunguhnya biaya kuliah di Jerman relatif rendah (alias tak perlu bayar SPP), baik untuk warga negara Jerman, ataupun mahasiswa asing. Biasanya mahasiswa hanya perlu membayar uang yang namanya “Sozialgebühren”. Ini untuk mendapatkan beberapa fasilitas bagi mahasiswa, misal agar bisa makan di MENSA dengan harga mahasiswa, di beberapa negara bagian, ticket kereta, bus dan trem tak perlu bayar. Sozialgebühren ini sekitar 200 DM/semester. Sebagai gambaran di Universitas Bremen, kalau kita makan di MENZA, sekali makan dengan tarif mahasiswa hanya membayar 3,50 DM. Tetapi bila kita sebagai pegawai Universitas atau orang luar yang ikut makan, dikenakan biaya 7 DM. Kemudian bagi seseorang yang ingin meneruskan pendidikan tinggi ke Jerman biaya yang terbesar adalah di tahun pertama, ketika belum tahu apa-apa, harus kursus bahasa, dan belum bisa kerja sampingan. Biaya-biaya tersebut meliputi :

  1. Uang kursus bahasa Jerman. Bila kita ingin mencapai ijazah DSH, rata-rata dibutuhkan kursus bahasa sekitar 1 tahun (ini dari nol pengetahuan bahasa Jerman). Biaya sekitar 700 DM/triwulan ini biaya di Paderborn/Bielefeld. Di Bremen juga berkisar 750-900 DM/level kursus. Tingkatan kursus bahasa Jerman terdiri dari Grundstufe I, II, II, Mittlestufe I, II dan Oberstufe. Biasanya kalau sudah mencapai tingkatan Oberstufe maka sudah diangap setara dengan DSH. Untuk memilih tempat kursus bahasa di Bremen silakan kunjungi http://www.forum-indojerman.de/.
  2. Asuransi (untuk mahasiswa usia di bawah 30 tahun sekitar 100 DM/bulan). Bila usia makin tua, asuransi akan semakin mahal. Sebagai contoh untuk AOK denganumur dibawah 30 tahun saat ini wajib membayar biaya sebesar 109 DM perbulan.
  3. Dana untuk membayar Sozialgebühr berkisar 200 DM/semester.
  4. Biaya hidup (karena relatif belum bisa bekerja). Ini bisa sekitar 700-1000 DM, tergantung gaya hidup. Untuk kontrak Studentenwohnheim (asrama mahasiswa) sekitar 200-350 DM/bulan. Akan lebih murah kalau pas bisa dapat orang yang mau mengontrakkan murah (misal nenek-nenek butuh teman jaga rumah kosong). Biaya hidup ini akan disertakan dalam “dana jaminan”. Setiap orang minimal memiliki tempat tinggal seluas 14 m2. Di Hamburg minimal seseorang memiliki tempat seluas 18m2.
  5. Dana jaminan untuk visa (sekitar 120 juta rupiah setara dengan 25.000 DM), 60 juta rupiah dari dana ini (setara dengan 12.500 DM) harus ada di account orang tua (wali) di Indonesia (sebagai sponsor), sedangkan 60 juta rupiah diblokir dan dipastikan dalam satu (1) tahun dikirim perbulan sekitar 1.035 DM ke salah satu account bank di Jerman (milik si anak yang sedang studi). Untuk jelasnya lihat syarat pengajuan visa diatas.

3.5 Studienkolleg

Bagi mereka yang baru lulus dari SMA dan berkeinginan melanjutkan studi di Jerman, biasanya harus menempuh “Studienkolleg” atau disingkat Studkol (Student College) semacam “Foundation” kalau di Australia, yaitu tahun penyetaraan antara lulusan SMA di luar Jerman dengan di Jerman. Di samping itu semasa Studkol juga siswa mengikuti kursus bahasa Jerman. Studkol ini tidak di tiap kota ada, beberapa kota yang memiliki Studkol adalah Aachen, Muenster, Muenchen, Tubingen, Kiel, dll. Untuk lebih jelasnya silakan dilihat homepagenya yaitu :

http://www.daad.de/studienkollegs/index.html.

Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III

Angulistik Uni Bamberg TU Berlin tidak ada

Uni Eichstaett Uni Freiburg

Uni Giessen Uni Giessen

Uni Regensburg Uni Muenchen

Uni Tuebingen

Arsitektur HdK Berlin tidak ada HS Anhalt

BTU Cottbus FH Biberach

AdbK Stuttgart FH Heidelberg

Sipil TU Braunschweig RWTH Aachen RWTH Berlin

BTU Cottbus TU Muenchen FH Biberach

Uni Rostock

Uni Weimar

Bisnis EAP Berlin Uni Mannheim HS Anhalt

TU Chemnitz Uni Muenchen FH Biberach

Uni Eichstaett Freiberg Uni Muenster ISM Dortmund

WHU Koblenz FH Erfurt

EBS Oestrich-Winkel FH Hildesheim

Uni Potsdam FH Konstanz

FH Lausitz

FH Merseburg

FH Nuertingen

FH Reutlingen

Kimia Uni Jena Uni Marburg tidak ada

Uni Leipzig TU Muenchen

Uni Marburg

TU Muenchen

Elektroteknik TU Chemnitz TU Branschweig FH Augsburg

TU Dresden Uni Stuttgart FH Landshut

TU Ilmenau FH Telekom Leipzig

Uni Kiel FH Ulm

Uni Rostock HS Wismar

Uni GH-Siegen

Uni Ulm

Pedagogik Uni Bamberg Uni Bielefeld tidak ada

TU Chemnitz Uni Muenchen

Uni Eichstaett

Uni Tuebingen

Germanistik Uni Bamberg FU Berlin tidak ada

TU Chemnitz Uni Freiburg

Uni Greifswald Uni Muenchen

Uni Jena Uni Tuebingen

Uni GH-Siegen

Sejarah RWTH Aachen Uni Bielefeld tidak ada

Uni Bamberg Uni Freiburg

Uni Bayreuth Uni Muenchen

Uni Muenster

Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III

Informatik TU Chemnitz Uni Karlsruhe FH Furwangen

Uni Halle-Wittenberg TU Muenchen HTWK Leipzig

TU Ilmenau Uni GH-Paderborn HTW Mittweida

Uni Jena Uni Saarbruecken FH Schmalkalden

Uni Magdeburg HTW Zittau

Uni Rostock FH Zwickau

Hukum Uni Bayreuth tidak ada tidak ada

Uni Dusseldorf

Eropa Uni Frankfurt an der Oder

Uni Halle-Wittenberg

Uni Jena

Mesin/proses Uni Bremen RWTH Aachen FHTW Berlin

TU Chemnitz TU Muenchen FH Erfurt

TU Clausthal Uni Stuttgart FH Lausitz

TU Dresden FH Offenburg

TU Bergakademie Freiberg FH Zwickau

TU Ilmenau

Uni Kaiserslautern

Uni Rostock

Matematik TU Chemnitz Uni Bielefeld tidak ada

TU Clausthal Uni Heidelberg

TU Dresden Uni Muenster

TU Bergakademie Freiberg

Uni Halle-Wittenberg

TU Ilmenau

TU Muenchen

Fisika Uni Augsburg Uni Heidelberg tidak ada

Uni Bayreuth Uni Karlsruhe

Uni Chemnitz Uni Konstanz

TU Dresden TU Muenchen

Uni GH-Essen Uni Wuerzburg

Uni Jena

Uni GH-Kassel

Uni Leipzig

Uni Rostock

Psikologi Uni Bamberg Uni Freiburg

TU Braunschweig Uni Konstanz

Uni Graifswald

Uni Jena

Uni Potsdam

Ekonomi – Uni Leipzig Uni Kiel tidak ada

kerakyatan Uni Regensburg

Biaya Studkol ini bervariasi namun tidak besar perbedaannya, bisa langsung ditanyakan ke Studkol yang bersangkutan. Setelah lulus kursus bahasa dalam Studkol ini akan mendapatkan sertifikat DSH.Bagi calon mahasiswa yang akan sekolah di Jerman, untuk dapat diterima di Studkol dibutuhkan beberapa persyaratan, yakni antara lain :

- Mempunyai kemampuan berbahasa Jerman setara lulus dari ujian Grundstufe II/III, dimana kurus ini setara dengan 400-600 jam pelajaran. Tanpa ada kemampuan bahasa Jerman ini, dijamin tidak akan ada tempat di Studkol.

- Melamar tempat untuk ikut Studienkolleg dari Indonesia. Formulir dapat dimintakan langsung ke Studkol yang dituju. Setelah mendapat surat pernyataan diterima maka surat ini dibutuhkan untuk melamar visa. Untuk melamar ke Studkol dokumen yang diperlukan adalah melampirkan STTB dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Jerman dan dilegalisir Kedubes Jerman, melampirkan sertifikat lulus ujian bahasa Jerman pada level Grundstufe II/III, dan membuat surat lamaran (Antrag zur Zulassung).

- Mendapatkan visa studi dari Kedubes Jerman dengan berdasarkan surat penerimaan dari Studkol dan dilengkapi dengan persyaratan lainnya. Visa touris tidak akan dapat diterima di Studienkolleg. Oleh karena itu jangan salah saat memohon visa di Kedubes Jerman.

- Melampirkan ijasah dan transkrip yang telah dilegalisir pihak Kedubes Jerman dan menunjukkan dokumen aslinya juga.

- Akan diterima di Studkol kalau masalah finansial selama mengikuti Studkol telah dijamin sponsor (aman). Tanpa ada jaminan tidak akan dapat masuk Studienkolleg.

Pada setiap Studienkolleg di seluruh Jerman pada prinsipnya memberikan persiapan kepada calon mahasiswa asing terutama dalam bahasa Jerman dan pengetahuan umum. Tujuan utamanya adalah sebagai tempat penyetaraan ijasah SMU yang diperoleh dari negara di luar Jerman dengan ijasah SMU di Jerman. Oleh karena itu pada Studienkolleg terdapat beberapa macam penggolongan kursus seperti sebagai berikut :

- M-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi kedokteran, biologi, dan farmasi.

- T-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi matematika, ilmu alam dan ketehnikan.

- W-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi ekonomi dan ilmu sosial.

- G-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi humaniti dan germanistik.

- S-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi bahasa.

Oleh karena itu sebelum kita melamar suatu Studienkolleg, alangkah baiknya kita telah menentukan bidang studi yang akan kita ambil. Sehingga kita bisa memilih Studienkolleg yang diinginkan, karena setiap Univeristas yang menawarkan Studienkolleg belum tentu semua kelompok kursus ada semuanya (silakan lihat homepage Studienkolleg). Adapun masalah biaya seperti kalau kita belajar di Universitas dan Fachhochschule Jerman, maka selama mengikuti Studienkolleg juga pada prinsipnya tidak dikenai pungutan untuk kuliah atau mengikuti ujiannya. Hanya selama kita mengikuti Studienkolleg, kita diwajibkan membayar semacam uang registrasi, “Sozialbeitrag”, Semesterticket, dll. Besar biaya yang harus dibayar biasanya berkisar antara 50-200 DM per semeseter (setara dengan 30-120 Euro). Selain biaya ini setiap bulan masih dibutuhkan uang untuk membiayai hidup kita selama di Studienkolleg dan besarnya setiap bulan adalah 1.000-1.200 DM (setara dengan 550-700 Euro). Namun kalau kita pandai mencari informasi dan berhemat, akan diperoleh biaya yang lebih menarik lagi. Untuk ini silakan kontak penulis atau bertanya kepada seseorang yang telah atau sedang tinggal dimana Studienkolleg terdapat. Satu hal ynag penting lagi adalah kita juga diwajibkan memiliki asuransi kesehatan selama di Studienkolleg. Oleh karena itu setiap bulan juga masih harus mengeluarkan dana sebesar 70-130 DM atau setara dengan 40-70 Euro.

Dengan status sebagai peserta kursus di Studienkolleg dan memegang visa pelajar, maka kita mempunyai kesempatan untuk mencari pekerjaan sampingan terutama di saat liburan sekolah. Namun kesempatan bekerja ini tidak mudah didapat, pandai-pandailah bergaul maka akan banyak informasi masalah ini. Kesempatan berkerja yang kita peroleh setiap minggu sebesar 12 jam saja. Namun setiap negara bagian mempunyai aturan yang agak berbeda satu dengan lainnya, sehingga hal ini perlu dicari informasi yang aktual.

3.6 Biaya hidup dan sumber dana lain

Penduduk Jerman sendiri dapat memperoleh biaya pendidikan melalui program yang namanya BAfög (Bundesausbildungsfoerderungsgesetz) [http://www.bafoeg.bmbf.de]. Dengan dana ini setiap mahasiswa memperoleh dana sekitar 1140 DM/bulan dari negara. Dapat atau tidaknya dana ini ditentukan oleh besar dan kecilnya pendapatan orang tua, jumlah anak dalam keluarga dan beberap hal. Jadi relatif Bafoeg bukan untuk mahasiswa asing. Bagi mereka yang tak memperoleh Bafoeg ini biasanya mereka mencoba dana dari yayasan semacam Konrad-Adenauer-Stifftung (yayasannya partai CDU), atau dari Friedrich-Ebert-Stifrung (yayasannya partai SPD). Untuk informasi mengenai yayasan dapat dibaca di [http://www.stiftverband.de]. Yayasan tersebut juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing. Salah satu sumber lainnya adalah Deutsche Akademsiche Austauschdiesnt (DAAD) Dan juga Katolische Akademische Austauschdienst (KAAD). KAAD walaupun lembaga katolik tapi menyediakan beasiswa terbuka. Beberapa yayasan yang menawarkan beasiswa juga Biasanya para mahasiswa mencari pekerjaan sampingan (istilahnya Jobben). Untuk itu bisa ditemukan informasi di tiap Universitas di bagian yang namanya “Studententewerk”. Aturannya bagi yang memperoleh penghasilan sampingan lebih dari 630 DM maka harus membayar Rentenkasse (tunjangan pensiun). Begitu juga bagi yang bekerja lebih dari 15 jam/minggu. Batas bekerja sampingan sebagai mahasiswa dalam 20 jam seminggu dan 26 minggu per tahun. Bila lebih dari itu, maka dianggap mahasiswa part time, dan pekerja tetap. Di Bremen hanya diijinkan bekerja sampingan sebanyak 12 jam perminggu. Untuk mendapatkan ijin kerja lebih dari ketentuan tersebut, diperlukan ijin kerja (Arbeitserlaubniss). Untuk mengurus ini banyak peraturan yang mesti diketahui. Untuk mengetahui peraturan ini, tanyakan pada kawan atau orang Indonesia yang telah lama sekolah atau tinggal di Jerman. Biasanya peraturan tersebut sangat kompleks sekali. Namun bila bisa memahami dan tahu seluk beluknya, bekerja di Jerman sangat menyenangkan sekali. Rata-rata para mahasiswa setelah selesai masa “orientasi” (maksudnya pengenalan medan, punya teman dan kenalan, bisa sedikit bahasa Jerman). Mereka dapat mencari pekerjaan sampingan. Misal di McDonnald, pengantar koran, inventory gudang, menjaga parkir dll. Dan rata-rata bisa memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang diusahakan sekitar 600-700 DM (sebetulnya kesempatan untuk mencapai pendapatan lebih dari itu selalu terbuka, tetapi batasan pajak yang sering membuat mereka menahan diri untuk tak melebihi batas itu). Ketika masa liburan, banyak mahasiswa yang pergi ke kota yang banyak menyediakan pekerjaan. Saat itu dimanfaatkan untuk mengumpulkan biaya, yang akan digunakan dalam tahun mendatang. Beberapa kota seperti Wolfsburg (pabrik VW), Hannover (banyak pekerjaan saat pameran), Muenchen, Berlin, Aachen, Stuttgart, menjadi sasaran untuk mencari pendapatan di masa liburan. Kota yang khas seperti “Goettingen” memiliki sumber Jobben yang lumayan dan tetap bagi mahasiswa Indonesia yaitu “pengantar koran”, karena banyaknya mahasiswa Indonesia di kota ini melakukan pekerjaan sampingan mengantar koran sembari berolah raga pagi.

Universitas juga menyediakan kesempatan bekerja (istilahnya jadi Hilfswissenschaftler atau Hiwi – alias tenaga bantu-bantu Profesor atau Doktor). Salah satu hal yang enak kalau Hiwi di Uni adalah bisa dekat dengan Profesor, dan dapat pengalamam magang di Unversitas. Sehingga ujung-ujungnya bisa mendapatkan kesempatan menjadiWissenschaftliche Mitarbeiter (Wimi). Hal itu berarti seseorang sedang mealkukan untuk promosi (doktoran).

Besarnya honor yang diterima Hiwi saat ini paling banyak 630 DM perbulan atau setara dengan 40 jam perbulan. Sedangkan sumber dana bagiWimi dapat berupa beasiswa dari DAAD, KAD, dll. UntukWimi yang terlibat langsung dengan sebuah proyek dari Profesor di Universitas setiap bulan bisa mendapatkan “semacam beasiswa” sebesar 1900

DM perbulan (netto). Level dari beasiswa ini adalah setara dengan pegawai negeri Jerman pada level BAT/IIa. Setiap Profesor di Universitas biasanya mempunyai “jatah” Wimi lebih dari satu (1) orang. Bagi mahasiswa asing juga bisa mendapatkan kesempatan ini, asal pandai-pandai “merayu” Profesor dan mesti siap bersaing dengan mahasiswa Jerman. Oleh karena itu tip&trik penulis, kesempatan menjadi Hiwi adalah sangat bagus untuk mendapatkan peluang untuk melanjutkan ke studi doktor (promosi). Sehingga bila ada tawaran menjadi Hiwi jangan sampai dilewatkan begitu saja. Apabila kita telah selesai sekolah di Jerman dan ingin mengetahui perkembangan pasar tenaga kerja yang dibutuhkan di Jerman dapat dilihat pada Research Careers in German Universities dengan alamat URL pada : http://www.rvs.uni-bielefeld.de/publications/Discussions/german-research.html Sebagai informasi saja, pada bulan-bulan ini di Jerman banyak dibutuhkan lulusan Universitas yang mempunyai keahlian dibidang biologi, kimia, mikrobiologi dan farmasi. Keahlian tersebut dibutuhkan untuk industri tehnologi genetika yang saat ini sedang digenjot pemerintah Jerman. Selain itu bidang komputer juga sedang dicari dimana-mana. Sedangkan untuk mendapatkan informasi tentang perbandingan Universitas di Jerman, program studi dan fakultas apa yang terbaik di suatu universitas di Jerman dapat dilihat pada URL: http://www.stern.de/studienfuehrer.

Untuk melengkapi data tentang biaya pendidikan di Jerman, maka bersama ini penulis sajikan beberapa data tentang perkiraan biaya hidup yang diambil dari majalah STERN.

  • Aachen : Penduduk 243.825 mahasiswa 15%. Biaya tempat tinggal asrama : 236,55 DM/bulan kalau sewa rumah privat : 15,30 DM/m2. Biaya semester : 206 DM (RWTH) 85 DM (FH).
  • Bayreuth : Penduduk 73.967 mahasiswa 9%. Biaya tempat tinggal asrama : 279, 05 DM/bulan dan Privat :12,99 DM/m2. Biaya semester : 86 DM (TU Bayreuth)
  • Berlin : Penduduk 3.386.667 mahasiswa 4%. Biaya tempat tinggal asrama : 287,40 DM/bulan dan Privat :13,19 DM/m2. Biaya semester : 153 DM (Freie Uni), 150 DM (Humboldt) 153 DM (TU Berlin).
  • Bielefeld : Penduduk 321.125 mahasiswa 8%. Biaya tempat tinggal asrama : 261,50 DM/bulan dan Privat :13,45 DM/m2. Biaya semester : 186 DM.
  • Braunsweig : Penduduk 246.322 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 267,08 DM/bulan dan Privat :14,15 DM/m2. Biaya semester : 232 DM.
  • Bremen : Penduduk 540.330 mahasiswa 5%. Biaya tempat tinggal asrama : 302 DM/bulan dan Privat : 14,87 DM/m2. Biaya semester : 165 DM.
  • Chemnitz : Penduduk 263.222 mahasiswa 2%. Biaya tempat tinggal asrama : 241,88 DM/bulan dan Privat :13,55 DM/m2. Semester ticket : 123 DM.
  • Clausthal : Penduduk 15.501 mahasiswa 16%. Biaya tempat tinggal asrama : 280,36 DM/bulan dan Privat :13,33 DM/m2. Biaya semester : 167 DM.
  • Dortmund : Penduduk 590.213 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 295,43 DM/bulan dan Privat :14,21 DM/m2. Biaya semester : 201 DM.
  • Dresden : Penduduk 476.668 mahasiswa 1%. Biaya tempat tinggal asrama : 206 DM/bulan dan Privat : 12,16 DM/m2. Biaya semester : 195 DM.
  • Dusseldorf : Penduduk 568.855 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 305,26 DM/bulan dan Privat :16,45 DM/m2. Biaya semester : 201 DM.
  • Goettingen : Penduduk 124.775 mahasiswa 19%. Biaya tempat tinggal asrama : 229,40 DM/bulan dan Privat :15,72 DM/m2. Biaya semester : 171 DM.
  • Hamburg : Penduduk 1.704.735 mahasiswa 4%. Biaya tempat tinggal asrama : 303 DM/bulan dan Privat :17,73 DM/m2. Biaya semester : 300 DM (TU Hamburg) dan 304 DM (Uni Hamburg).
  • Muenchen : Penduduk 1.194.560 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 332,06 DM/bulan dan Privat : 21,20 DM/m2. Biaya semester : 55 DM (TU Muenchen) dan 55 DM (Ludwig Maximilian).
  • Stuttgart : Penduduk 582.443 mahasiswa 4%. Biaya tempat tinggal asrama : 337,60 DM/bulan dan Privat :17,51 DM/m2. Biaya semester : 210 DM (Uni Stuttgart) dan 98 DM (Uni Hohenheim).

Seperti di atas telah disinggung bahwa untuk menunjang biaya hidup selama pendidikan di Jerman selain dari orang tua (sponsor) juga dapat diperoleh disini. Sumber dana selain menjadi Hiwi atau Miwi, ada banyak cara yang bisa kita lakukan dan pada prinsipnya ada 2 hal, yakni :

1. Memperoleh beasiswa.

2. Mencari kerja.

Untuk mengetahui jelas kedua hal tersebut, dapat diperhatikan keterangan dan penjelasan penulis dalam tulisan di bawah ini. Kedua hal tersebut merupakan keberuntungan yang dapat diperoleh kalau kita berstatus sebagai mahasiswa di Jerman.

3.6.1 Beasiswa

Kalau kita berbicara masalah beasiswa, sebenarnya secara umum beasiswa dari Jerman dapat digolongkan cukup untuk mendukung studi kita, baik hidup bujangan atau dengan keluarga disini. Sebagai gambaran dan perbandingan beasiswa dari Jerman dengan negara lain, silakan dilihat penjelasan di bawah ini.

_ Beasiswa dari Mombusho (pemerintah Jepang). Biasanya seseorang yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Mombusho mereka setiap bulan akan mendapat uang sebesar 185.000 Yen. Sebelum tahun 1999 selain beasiswa yang diterima tersebut masih mendapat tunjangan lain, misalnya bantuan sewa rumah. Namun sejak perekonomian di Jepang mengalami gangguan, bantuan tersebut dihapuskan sejak tahun 1999. Selain beasiswa yang diterima, penerima beasisw amombusho juga mendapatkan bantuan mengikuti seminar yang diberikan untuk satu tahun sebesar 2.600 Yen. Adapun gambaran penggunaan dana tersebut, teman penulis, doktoran yang saat ini sedang melanjutkan studi di Kyoto, Jepang memberikan perincian biaya hidup selama satu bulan dengan istri dan seorang anak umur 5 tahun. Ini belum termasuk deposit & key money sekitar 200.000 yen

_ Beasiswa dari DAAD (pemerintah Jerman). Apabila seseorang berhasil memperoleh beasiswa dari DAAD untuk tingkat doktoran maka, setiap bulan akan mendapatkan beasiswa sebesar 1.800 DM. Namun bila belajar tingkat Magister, hanya menerima beasiswa tiap bulan sebesar 1.350 DM. Apabila saat di Jerman membawa keluarga maka akan mendapat tunjangan sewa kamar (besarnya tiap orang berbeda-beda tergantung besar kecilnya biaya sewa kamarnya). Selain itu juga mendapatkan tunjangan istri sebesar 500 DM perbulan dan tunjangan anak sebesar 100 DM per bulan per anak. Dan sudah sejak tahun 2000, bantuan mengikuti seminar, ekskursi, dll dijadikan satu menjadi bantuan penelitian sebesar 900 DM per tahun (untuk tahun 1 dan 2) atau 450 DM (untuk

tahun 3 dst). Adapun untuk perincian kebutuhan biaya hidupnya setiap bulan sangat bervariasi sekali tergantung kota dimana dia tinggal. Biaya yang paling besar berbedanya adalah untuk sewa kamar. Kota-kota seperti Berlin, Bonn, Hamburg, München, Stutgart, Frankfrut, dll merupakan kota-kota yang mahal harga sewa kamarnya (lihat daftar diatas). Begitu juga untuk perincian kebutuhan hidupnya. Namun untuk perbandingan bila seorang doktoran dengan istri dan satu anak berumur 6 tahun (beasiswa yang diterima sebesar 2.400 DM), biaya hidup di Bremen sebulan sebesar :

- Sewa kamar 50,1 M

_….. 858 DM

- Bayar listrik,gas,air …… tidak ada, udah masuk di sewa kamar

- Health insurance ……….. 20 DM (untuk sekeluarga)

- Makan seadanya …………. 1.200 DM

- Biaya kesehatan ………… 100 DM

- Biaya sekolah anak ……… 15 DM

- Biaya lain-lain(telpon,dll). 207 DM

2.400 DM

ini belum termasuk deposit sekitar 858 DM (di asrama mahasiswa) namun bila sewa kamar di privat depositnya sekitar 2.100 DM. Adapun Yayasan atau Institusi yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing di Jerman jumlahnya cukup banyak. Semua yayasan dan institusi tersebut memberikan beasiswa berdasarkan misi yang mereka bawakan. Begitu juga besar kecilnya dan fasilitas apa saja yang diberikan satu dengan lainnya berbeda-beda. Semuanya itu perlu kita cari sendiri,baik melalui pertanyaan yang kita kirim langsung ke mereka atau membaca paparan informasi dari homepage mereka. Sedangkan daftar nama sesuai informasi dari Bidikbud KJRI di Berlin (http://www.bidikbud.de/) dan ditambah dari berbagai sumber, adalah sebagai berikut :

1. AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Comerciales di Jerman disebut Deutsches Komitee der AIESEC e.V.). AIESEC adalah program pertukaran siswa untuk kerja praktek ke berbagai negara, terutama dalam bidang ekonomi (business administration, political economy, industrial engineering, industrial computing dan jurusan lain dalam bidang ini). Beasiswa diberikan selama 6-78 minggu. Persyaratan yang diperlukan adalah pelamar terdaftar pada suatu institusi pendidikan tinggi; menguasai bahasa Inggris dengan cukup baik; lulusan Vordiplom (sarjana muda) dan memiliki nilai tambah tertentu. Beasiswa dari Komite Jerman untuk AIESEC tidak memberikan tunjangan apa-apa. Biaya hidup selama di Jerman dipenuhi dari imbalan kerja praktek di perusahaan partner. AIESEC membantu pencarian visa, izin tinggal dan izin kerja serta pemondokan. AIESEC juga memiliki beragam program pengenalan kebudayaan Jerman. Bagi yang berminat, seleksi berlangsung di institusi pendidikan tinggi di tanah air (Indonesia). Materi seleksi berupa wawancara dan tes bahasa. Alamat: AIESEC INDONESIA Jl. Setiabudi Timur I/12, Jakarta Pusat 12910. Tlp.: 021-522940; Fax: 0341-566149. Email: id.nc@aiesec.org atau id-mc@egroups.com dan alamat URL: http://www.id.aiesec.org. Alexander von Humboldt memberikan kesempatan kepada akademikus asing berprestasi tinggi untuk melakukan proyek riset pilihan di institusi riset di Jerman. Setiap tahun tersedia sampai dengan 500 beasiswa penelitian. Setelah penerima beasiswa kembali ke tanah air, Yayasan Alexander von Humboldt menyediakan berbagai jenis bantuan dana. Jangka waktu beasiswa ini diberikan selama enam sampai dua belas bulan. Untuk kasus tertentu perpanjangan beasiswa dapat diberikan. Beasiswa ini ditujukan pada setiap peneliti muda (bergelar Ph.D. atau yang setara), berusia tidak lebih dari 40 tahun dari setiap negara dan bidang studi dapat mengajukan lamaran untuk memperoleh beasiswa. Pelamar memiliki publikasi akademis berkualitas tinggi, menguasai bahasa Jerman (untuk Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial) dan bahasa Inggris (untuk Ilmu Pengetahuan Alam, Kesehatan, dan Teknik) dengan baik. Fasilitas yang diberikan dari yayasan ini adalah memberikan bantuan keuangan untuk biaya perjalanan dari negara asal, tunjangan istri/suami, kursus bahasa Jerman di Institusi Bahasa di Jerman selama 2-4 bulan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Yayasan Alexander von Humboldt langsung atau melalui DAAD Jakarta. Bagi ynag tertarik bisa mengajukan Surat Lamaran dan dikirimkan setiap saat langsung kepada Yayasan Alexander von Humboldt atau melalui kantor cabang DAAD di luar negeri. Disarankan untuk meminta formulir lamaran dan informasi terbaru dari kedua kantor tersebut. Para pelamar diharapkan untuk mengirimkan formulir lamaran lima bulan sebelum pelaksanaan seleksi. Panitia pemilihan yayasan Alexander von Humboldt mengadakan pertemuan pada bulan Maret, Juni dan Nopember setiap tahun. Alamat: Alexander von Humboldt-Stiftung, Jean-Paul-Str. 12. D-53173 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 833 0; Fax: +49-228 833 199. Email: Dr. Klaus Manderla select@avh.de atau informasi lainnya dapat dilihat pada http://www.avh.de/.

3. BAföG (Bundesausbildungsförderungsgesetz = Federal Educational Support Act). Tujuan dari BAföG ini untuk memberikan bantuan dana bagi mahasiswa di institusi pendidikan tinggi menurut Federal Educational Support Act (Bundesausbildungsförderungsgesetz). Beasiswa ini biasanya diberikan kepada mahasiswa Jerman, tetapi sebagai pengecualian diberikan juga kepada mahasiswa dari luar Eropa, misalnya untuk orang yang sebelum mulai studi sudah tinggal di Jerman selama sekurang-kurangnya lima tahun. Cara Melamarnya adalah dengan mengirimkan surat lamaran untuk BAföG dan diajukan kepada Kantor Urusan Mahasiswa di universitas Jerman. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Kantor Urusan Mahasiswa Asing (Akademische Auslandsamt= AAA) di setiap universitas di Jerman.

4. Boehringer Ingelheim Funds. Yayasan ini memberikan beasiswa kepada akademiskus yang bergerak dibidang biologi kedokteran terutama yang bekerja di klinik. Beasiswa ini juga dapat digunakan untuk menyelesaikan doktor atau melakukan post-doctoral. Bagi yang tertarik dapat mengirimkan surat lamarannya ke yayasan ini paling lambat setiap tanggal 1 April, 1 Agustus dan 1 Desember setiap tahun. Empat bulan berikutnya sebuah komisi akan menentukan calon yang diterima. Alamat : Boehringer Ingelheim Fonds Stiftung fuer medizinische Grundlagenforschung, Stafflenbergstrasse 32, D-70184 Stuttgart, Germ nya. Tlp.: 49-711-247397. Fax: 49- 711-248140. Email: secretariat@bifonds.de dan alamat URL: http://www.bifonds.de/.

5. DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst = German Academic Exchange Service). DAAD mewakili seluruh institusi pendidikan tinggi Jerman di luar negeri. Kantor DAAD cabang Jakarta bertugas melakukan administrasi program dan aktivitas DAAD untuk seluruh Indonesia, memberikan informasi tentang universitas dan Fachhochschule di Jerman, maupun informasi tentang studi, riset dan peluang beasiswa di Jerman. Beasiswa dari DAAD diberikan kepada staf pengajar dan mahasiswa perguruan tinggi untuk mengikuti program akademis di Jerman. Program-program yang sedang ditawarkan di Indonesia adalah : Beasiswa untuk Akademikus Muda (Scholarships for Young Academics); Program “Sandwich” (“Sandwich Fellowships”); Program Riset Khusus dalam Bidang Kelautan (Special Marine Research Programme); Program Beasiswa DAAD-Siemens (DAAD – Siemens Scholarship Programme); Beasiswa untuk Program Master di AIT Bangkok (Scholarships for Master’s Degree at AIT Bangkok); Beasiswa untuk Program Postgraduate (Scholarships for Postgraduate Courses); Program Khusus Post-Doctoral dalam Bidang Bioscience (Post-Doctoral Biosciences Special Programme); Beasiswa Waktu Singkat [2 s/d 6 bulan] (Short-Term Fellowships for 2-6 months); Program untuk Eks-Penerima Beasiswa DAAD (Programmes for Former Fellowship Holders); Kunjungan Riset untuk Akademikus Indonesia (Study Visits for Indonesian Academics); Dosen Sekolah Tinggi Jerman Sebagai Dosen Tamu (Placement of Academic German Teaching Staff). Untuk mengetahui lebih jelas syarat-syarat yang diperlukan untuk melamarnya, silahkan menghubungi kantor DAAD Jakarta. Alamat: DAAD Jakarta Office Summitmas Tower, Lt. 19 Jl. Jend. Sudirman, Kav. 61-62 Jakarta 12190. Tel: (021) 5252807 atau 5200807. Fax: (021) 525 28 22. Email: daadjak@rad.net.id. Apabila ingin informasi dalam bahasa ingris dan Jerman silakan kunjungin homepagenya yakni http://www.daad.de/.

6. DFA (Deutscher Famulantenaustausch = German Exchange Office for Medical Clerkship). Sebuah bantuan keuangan bagi mahasiswa dibidang kedokteran. Lamanya sekitar 1 bulan dan ada kemungkinan untuk diperpanjang. Bagi yang berminat dapat mengirim surat lamaran dalam bahasa Jerman atau Inggris kepada Deutscher Famulantenaustausch DFA, Godesberger Allee 54, D-53175 Bonn, Germany. Tlp: 49-228-375340.

7. Diakonisches Werk der EKD (Social Service Agency of the Evangelical Church in Germany). EKD memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang belajar theologi Kristen (Protestan) selama 12 bulan. Dalam kasus tertentu dapat juga diberikan kepada mahasiswa tingkat doktoral. Bagi yang tertarik dapat mengajukan surat lamaran yang ditujukan ke alamat: DiakonischesWerk der EKD Stipendienreferat, Scholarship Programme, Stafflenbergstrasse 76, Postfach 101142, D-70010 Stuttgart, Germany. Tlp.: 49-711-2159-493.

8. Friedrich-Ebert-Stiftung (Friedrich-Ebert-Foundation). Yayasana ini memberikan bantuan keuangan bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi (graduate) asing dari semua bidang ilmu yang belajar di perguruan tinggi Jerman. Jangka waktu beasiswa adalah satu tahun; dapat diperpanjang sampai selesai studi tahap pertama atau untuk program promosi. Persyaratan Indeks prestasi diatas rata-rata; berminat kepada masalah sosial-politik. Bagi yang berminat dapat menulis surat lamaran dan disertai daftar riwayat hidup serta fotokopi tanda tamat belajar serta ijazah lain dikirimkan ke alamat FFS. Berkas lamaran beasiswa serta informasi lainnya akan dikirimkan ke alamat pemohon. Keterangan lebih lanjut silahkan hubungi yayasan ini. Alamat: Friedrich-Ebert- Stiftung, Abteilung Studienförderung, Godesberger Allee 149. D-53170 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 883 0; Fax: +49-228 883 69 7. Email: wwwadm@fes.de dan alamat URL: http://www.fes.de/.

9. Friedrich-Naumann-Stiftung (Friedrich-Naumann-Foundation). Bantuan dana dari yayasan ini ditujukan kepada mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi Jerman dan asing yang sedang belajar di atau berasal dari perguruan tinggi di Jerman yang memenuhi syarat serta lulus seleksi. Jangka waktu beasiswa diberikan pertama kali selama satu tahun. Setelah itu dapat diperpanjang selama tiga tahun. Persyaratan yang harus dipenuhi adalahIndeks prestasi tinggi, memiliki pendapat yang liberal mengenai masalah sosial dan politik. Untuk orang asing lamaran baru boleh diajukan setelah ybs mendapatkan gelar sarjana. Beasiswa tidak dapat diberikan bagi mereka yang mengambil program doktor bidang kedokteran atau kedokteran gigi, pasca doktor dan calon doktor yang akan segera mengakhiri programnya. Persyaratan lebih lanjut silahkan menghubungi alamat FNS. Beasiswa diberikan untuk mengikuti program sarjana, pasca sarjana dan doktor. Bagi yang berminat dapat menuliskan surat untuk meminta pada Yayasan Friedrich-Naumann di Bonn. Berkas lamaran dikirimkan langsung ke yayasan Friedrich-Naumann. Batas waktu pemasukan lamaran untuk semester winter (musim dingin) s.d. tgl. 31 Mei; untuk semester summer (musim panas) s.d. tgl. 30 Nopember. Alamatnya Friedrich-Naumann-Stiftung, Wissenschaftliche Dienste und Begabtenförderung, Alt-Nowawes 67, D-14482 Potsdam-Babelsberg, Germany. Tlp.: +49-331 70 19 34 9; Fax: +49-331 70 19 22 2. Alamat URL: http://www.fnst.de/.

10. Fritz Thyssen Stiftung (Fritz Thyssen Foundation). Yayasan ini memberikan bantuan bagi para akademikus dan para ilmuwan muda setelah menyelesaikan program doktor. Jangka Waktu Kunjungan riset untuk waktusingkat, biasanya satu sampai tiga bulan. Persyaratan yang diperlukan adalah pelamar bergelar doktor. Beasiswa yang diberikan terdiri dari: biaya hidup, asuransi kesehatan, bantuan dana tambahan, dana untuk perjalanan singkat. Jumlah keseluruhan tergantung pada status marital dan usia. Bagi yang berminat dapat mengirimkan Surat Lamaran ke alamat yayasan, disertai: data-data pribadi, tema penelitian, uraian singkat penelitian (1-2 halaman), deskripsi detail (tujuan, prosedur, metode, penjadwalan dll.), universitas/institusi yang diinginkan, riset pendahuluan/publikasi ilmiah, status keluarga dan keadaan keuangan, surat keterangan bahwa permohonan tersebut tidak diajukan kepada institusi lain pada waktu yang sama, tanggal dan tandatangan. Alamat: Fritz Thyssen Stiftung, Am Römerturm 3, D-50667 Köln, Germany. Tlp.: +49-221 257 50 51; Fax: +49-221 257 50 92. Email: fts@fritz-thyssen-stiftung.de atau URL: http://www.fritz-thyssen-stiftung.de/.

11. GMD (Forschungszentrum Informationstechnik GmbH = German National Research Centre for Information Technology). GMD adalah Pusat Riset Nasional yang paling besar untuk bidang Information Technology. Riset GMD dititikberatkan pada metode inovatif dan applikasinya serta bekerja sama dengan industri dan konsumen. GMD memberikan beasiswa kepada 10 akademikus muda untuk melakukan penelitian inovatif dalam bidang System Design Technology, Cooperation and Communication, Intelligent Multimedia Systems dan Parallel Processing pada kantor pusat GMD yang ada di Sankt Augustin atau pada cabangnya di Darmstadt atau Berlin. Jangka waktu yang diberikan sampai dua tahun. Perpanjangan beasiswa dapat dilakukan sampai dengan satu tahun berikutnya. Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa tersebut adalah telah mempunyai gelar Doktor (S-3) atau yang setara; berpengalaman melakukan riset dari institusi riset, universitas, sekolah tinggi atau industri; menguasai bahasa Inggris atau Jerman dengan cukup baik. Besarnya beasiswa sesuai gaji pegawai Federal (BAT IIa). Bagi yang berminat, surat lamaran dikirim ke GMD disertai daftar riwayat hidup, fotokopi masing-masing gelar universitas, surat-surat rekommendasi, daftar publikasi, bukti pengalaman riset, surat keterangan yang menjelaskan tentang keinginan pelamar untuk kunjungan riset ke GMD. Aplikasi harus dikirimkan sampai tanggal 1 Maret setiap tahun. Alamat: GMD Forschungszentrum Informationstechnik GmbH, Schloß Birlinghoven D-53754 Sankt Augustin, Germany. Tlp.: +49-2241 14 0; Fax: +49 2241 14 26 18 atau 14 28 89. Email: kalb@gmd.de dan alamat URL: http://www.gmd.de/.

12. Gottlieb Daimler- und Karl Benz-Stiftung (Gottlieb Daimler and Karl Benz Foundation). Yayasan ini memberikan beasiswa kepada orang asing yang belum bergelar Doktor, bukan untuk studi, tetapi hanya untuk riset pada institusi di Jerman. Jangka waktu yang diberikan sampai tiga tahun. Persyaratan yang diperlukan palamar mempunyai kualifikasi akademis yang tinggi; proyek riset yang terperinci; sudah menjalin hubungan dan memperoleh ijin belajar dari institusi partner di Jerman; surat keterangan dari institusi di Jerman (kadang-kadang juga dari institusi induk di Indonesia) yang menjelaskan tentang keinginan kerja sama; batasan umur maksimum 30tahun; terbuka untuk semua jurusan dan topik riset; penelitian postdoc dan kerja praktek tidak dibantu; bataswaktu memasukkan lamaran tanggal 1 Oktober setiap tahun. Besar beasiswa yang diberikan disesuaikan dengan beasiswa DAAD dan yayasan lain; pertemuan penerima beasiswa diadakan setiap tahun sekali. Bagi yang tertarik dapat mengirimkan Surat Lamaran informal serta usulan singkat tentang topik riset (sampai 3 halaman) ditujukan kepada alamat yayasan; deskripsi proyek riset serta metode yang akan dipakai; undangan dari institusi di Jerman (serta keterangan mengenai keperluan riset tersebut); bukti tertulis bahwa proyek riset tersebut akan diintegrasikan kedalam program riset institusi induk di tanah air; penjadualan dan rencana biaya selama di Jerman; pengalaman akademis; surat keterangan baik; fotokopi ijazah sekolah. Alamat: Gottlieb Daimler- und Karl Benz-Stiftung, Dr.-Carl-Benz-Platz 2, D-68526 Ladenburg, Germany. Tlp.: +49 6203 159 24; Fax: +49 6203 166 24. Email: GD-KB-Stiftung@t-online.de

13. Hanns-Seidel-Stiftung (Hanns-Seidel-Foundation). Yayasan ini memberikan bantuan dana bagi orang asing baik sarjana, calon doktor (S3), doktor maupun dosen dan ilmuwan dari semua bidang studi. Jangka waktu beasiswa ynag diberikan biasanya dua tahun; kemungkinan dapat diperpanjang menjadi tiga tahun dalam rangka program Doktof (S3). Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa ini adalah memiliki kemampuan meneliti, aktif dalam suatu organisasi politik, sosial, atau agama, sadar dan mau memperjuangkan hak-hak masyarakat. Beasiswa diberikan dalam rangka pendidikan lanjutan dan training. Disediakan juga bantuan keuangan untuk mengikuti kursus persiapan bahasa Jerman. Bagi ynag tertarik dapat mengikuti seleksi melalui institusi atau organisasi partner yayasan Hanns Seidel di masing-masing negara. Alamat: Hann-Seidel-Stiftung

Förderungswerk, Lazarettstr. 33, Postfach 190846, D-80636 München, Germany. Tlp.: +49-8912580; Fax:

+49-891258403. Email: info@hss.de atau alamat URL: http://www.hanns-seidel-stiftung.de/.

14. Karl-Danzer-Stiftung (Karl Danzer Foundation). Yayasan Karl Danzer memberikan beasiswa kepada lulusan dari bidang kehutanan atau wood management atau kepada lulusan dari bidang teknologi dan ekonomi yang mempunyai pengalaman dalam bidang kehutanan atau wood management. Jangka waktu yang diberikan selama 10 bulan. Persyaratan yang diminta pelamar lulus dalam bidang kehutanan atau wood management atau suatu jurusan teknologi/ekonomi; berhubungan dengan pengalaman kerja dalam bidang kehutanan/wood management; mampu berbahasa Inggris dengan baik; memiliki pengetahuan dasar bahasa Jerman; batasan umur maksimum 33 tahun. Selain beasiswa yang diberikan pada setiap bulan ada juga pembiayaan perjalanan ke lokasi program di Reutlingen (Jerman); akomodasi di Reutlingen; uang perjalanan (termasuk biaya pengurusan visa) untuk ekskursi dan field research; asuransi kesehatan, kecelakaan dsb. Bagi yang berminat, formulir lamaran dapat diminta pada Export-Akademie Baden-Württemberg; Batas akhir pengiriman lamaran tersebut akhir bulan Maret. Alamat Export-Akademie Baden-Württemberg, Alteburgstr. 150, D-72762 Reutlingen, Germany. Tlp.: +49 7121 271785; Fax: +49- 7121 2 71723. Alamat URL: http://www-ea.fh-reutlingen.de/. Adapun alamat Karl-Danzer-Stiftung, Danzer Furnierwerke GmbH, Storlachstr. 1, D-72760 Reutlingen, Germany. 15. KAS (Konrad-Adenauer-Stiftung = Konrad-Adenauer-Foundation). Yayasan Konrad-Adenauer memberikan bantuan keuangan bagi mahasiswa asing yang belajar di perguruan tinggi Jerman. Bantuan ditujukan bagi mereka yang ingin melanjutkan studinya sampai jenjang Diplom, Doktor atau pendidikan non-gelar yang berkaitan dengan bidangnya. Jangka waktu pemberian beasiswa, secara umum dapat diberikan sampai maksimum tiga tahun. Jangka waktu pemberian beasiswa tergantung pada persyaratan masuk, tujuan studi dan prestasi. Persyaratan untuk mendapatkan bantuan keuangan ini, pelamar sudah harus diterima di perguruan tinggi Jerman pada tingkat Hauptstudium, lebih diutamakan bagi mereka yang masuk ke program doktor. Memiliki prestasi akademik sangat baik, berminat terhadap masalah politik, mampu berbahasa Jerman dengan baik dan bersedia kembali ke tanah air setelah selesai studi. Jumlah beasiswa bervariasi tergantung pada jenjang studi yang dimasuki. Selain itu penerima beasiswa juga memperoleh tunjangan untuk keluarga, asuransi kesehatan, pembelianbuku/literatur dan biaya transport dari/ke tanah air. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi alamat KAS. Pelamar yang berasal dari negara-negara dimana yayasan Konrad-Adenauer memiliki partner/proyek lebih diutamakan. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kantor partner dimaksud atau langsung ke alamat Konrad-Adenauer-Stiftung e.V. (KAS), Rathausallee 12, D-53757 Sankt Augustin, Germany. Tlp.: +49 2241 24 63 20.

16. Dr. Mildred Scheel Stiftung für Krebsforschung (Dr. Mildred Scheel Foundation for Cancer Research). Bantuan keuangan ini menyokong pertukaran pengetahuan dan pengalaman penelitian dasar, khususnya penyakit kanker dengan cara mengundang dokter-dokter asing yang berpengalaman dan berkualifikasi tinggi untuk melakukan penelitian di institusi Jerman. Jangka waktu yang diberikan antara 2-24 bulan. Persyaratan yang diperlukan, pelamar harus mempunyai reputasi internasional dan berpengalaman sebagai dokter dan ilmuwan. Mereka harus bekerja di klinik Onkologie atau pernah atau sedang melakukan penelitian mendasar dibidang Onkologie. Beasiswa yang diberikan sebagai ilmuwan tamu disesuaikan berdasarkan posisi ybs. di institusi asal. Biaya transportasi dari dan ke tanah air ditanggung oleh yayasan Dr. Mildred Scheel. Biaya lain untuk menghadiri seminar di Eropa dapat diajukan ke yayasan. Bagi yang tertarik, formulir lamaran dapat diperoleh melalui alamat dibawah. Nominasi untuk mendapatan undangan sebagai ilmuwan tamu hanya dapat diajukan oleh pemimpin/kepala dokter/ilmuwan di Klinik dan institusi penelitian Jerman. Lamaran dapat diajukan setiap saat, diperlukan waktu sampai dengan 6 bulan untuk memprosesnya. Keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi Dr. Mildred Scheel Stiftung fuer Krebforschung, Thomas Mann Str. 40. Postfach 1467, D-53111 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 72 9900; Fax: +49-228 72 99011. Alamat URLnya http://www.verwaltung.unimainz. de/dez1/forschungsfoerderung/db-stift/drm48.html.

17. OSW (Okumenisches Studienwerk e.V. = Ecumenical Scholarships Programme). Yayasan ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari negara berkembang untuk melanjutkan studinya di tingkat pasca sarjana di Jerman. Beasiswa yang diberikan termasuk untuk mengikuti kursus bahasa guna mempersiapkan studinya. Bagi kandidat yang mendapat rekomendasi dari salah satu Institusi patner dari OSW seperti National ChristianCouncil, Church leadership, local scholarship committee, dll akan mendapatkan prioritas. Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini silakan menulis surat lamaran dan ditujukan kepada Okumenisches Studienwerk e.V. (ÖSW), Girondelle 80, D-44799, Bochum, Germany. Tlp: 49-234-938820.

18. Otto Benecke Stiftung e.V. (Otto Benecke Foundation). Yayasan ini memberikan beasiswa kepada keluarga, senior (orang tua), wanita dan kaum muda untuk belajar di Hochshule (Universitas) atau Fachhoschule (Sekolah Tinggi Kejuruan). Persyaratan Beasiswa diberikan kepada pencari suaka dan pelarian berusia dibawah 30 tahun yang ingin belajar di Rep. Fed. Jerman. Beasiswa juga diberikan bagi pelarian berusia antara 30 – 50 tahun yang telah memiliki gelar kesarjanaan tetapi masih memerlukan pendidikan pelengkap untuk mendapatkan pekerjaan di Rep. Fed. Jerman. Beasiswa Diberikan untuk membiayai persiapan belajar, kursus bahasa Jerman, Studienkolleg (sekolah persiapan masuk perguruan tinggi), kursus lanjutan bahasa Jerman, studi lanjutan, kursus penyetaraan. Selain itu juga untuk konsultasi awal, bimbingan selama studi dan seminar. Berkas lamaran dapat diperoleh di alamat yayasan, Otto Benecke Stiftung e.V. Kennedyallee 105-107, D-53175 Bonn, Germany. Atau dengan alamat Postfach 260154, D-53153 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 81 63 0; Fax: +49 228 81 63 300. Email: OBS-eV@t-online.de dan alamat URL: http://www.obs-ev.de/.

19. PAD (Pädagogischer Austauschdienst = Pedagogical Exchange Service). Pedagogical Exchange Service mengorganisir pengiriman mahasiswa Germanistik dan pengajar bahasa Jerman sebagai asisten bahasa asing ke sekolah-sekolah di Jerman. Mereka bertugas sebagai asisten mata pelajaran bahasa asing (pengajaran diberikan dalam bahasa ibu) selama kurang lebih 12 jam per minggu. Tujuan yang ingin dicapai adalah: untuk memperkenalkan bahasa dan negara lain kepada pelajar Jerman melalui kontak langsung dengan native speaker; Pengenalan lebih mendalam kepada orang asing mengenai bahasa dan budaya Jerman serta sistem pendidikan dan metode pengajarannya. Jangka waktu dari beasiswa ini bagi asisten penutur bahasa Inggris: 10 bulan (September sampai Juni); untuk asisten penutur bahasa asing lainnya: 9 bulan (Oktober sampai Juni). Persyaratan utamanya adalah pernah 2 tahun kuliah di perguruan tinggi jurusan bahasa Jerman dengan hasil yang baik. Pelamar dari luar daratan Eropa harus berijasah sarjana (Bachelor of Art) jurusan bahasa Jerman. Beasiswa diberikan untuk menunjang biaya hidup di Jerman. Biaya transportasi dari atau ke negara asal ditanggung sendiri. Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini, formulir lamaran dapat diperoleh dari instansi pendidikan urusan luar negeri atau langsung ke alamat PAD. Berkas lamaran yang sudah diisi sudah harus dikirimkan 9 – 12 bulan sebelum program pertukaran dimulai (September/Oktober). Alamat PAD adalah Paedagogischer Austauschdienst Sekretariat der Staendigen Konferenz der Kultusminister der Laender in der Bundesrepublik Deutschland, Lennéstrasse 6, Postfach 2240, D-53012 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 50 10; Fax: +49-228 50 13 01. Email: pad@kmk.org atau melihat homepagenya http://www.kmk.org/pad/home.htm. 20. Stiftung Weimarer Klassik (Weimar Classic Foundation). Yayasan ini memberikan beasiswa bagi penelitian mengenai sejarah kebudayaan eropa abad 18 sampai 20. Beasiswa diberikan selama satu sampai enam bulan. Persyaratan yang diperlukan, pelamar memiliki gelar doktor atau gelar keilmuan lain yang setara. Sebagai pengecualian beasiswa dapat juga diberikan kepada calon doktor. Beasiswa Jumlah beasiswa per bulan saat ini DM 2000,-. Biaya transportasi, terutama bagi pelamar dari Eropa Timur, kemungkinan dapat juga dibantu oleh yayasan ini. Bagi yang berminat dapat mengirimkan berkas lamaran terdiri dari: deskripsi proyek penelitian secara detail, daftar riwayat hidup terutama yang menyangkut kegiatan ilmiah, daftar publikasi dan minimal dua referensi. Lamaran dapat dikirimkan setiap saat dengan alamat Stiftung Weimarer Klassik, Postfach 2012. D-99401 Weimar, Germany. Tlp.: +49-3643 54 52 70; Fax: +49-3643 54 52 90. Email: Prof. Dr. Lothar Ehrlich ehrlich@www.weimar-klassik.de dengan alamat URL: http://www.weimar-klassik.de/.

21. WUS (World University Service). Beasiswa dari World University Service ditujukan bagi mahasiswa asing yang berminat atau aktif mengikuti perkumpulan politik dan pembangunan. Beasiswa diberikan tahunan dan dapat diperpanjang. Persyaratan yang diperlukan, penerima beasiswa adalah mahasiswa asing dari negara-negara Afrika, Asia dan Latin Amerika dengan beragam bidang ilmu. Setelah menyelesaikan studinya ybs. hendaknya memiliki solidaritas tinggi, berminat dan ikut aktif dalam melaksanakan pembangunan dinegaranya. Beasiswa yang diberikan mencakup: biaya hidup, biaya asuransi kesehatan, dan biaya tranportasi dari/ke tanah air. Bagi yang berminat dapat mengirimkan Surat Lamaran dengan harus disertai daftar riwayat hidup, ijasah dan surat rekomendasi. Berkas lamaran dapat dikirimkan sewaktu-waktu ke alamat WUS. World University Service Deutsches Komitee e.V. Goebenstrasse 35, D-65195 Wiesbaden, Germany. Tlp: +49-611-446648; Fax: +49-611-446489. Email: info@wusgermany.de alamat URL http://www.wus-international.org/germany/.

3.6.2 Mencari Pekerjaan

Untuk mendapatkan pekerjaan bagi seorang mahasiswa di Jerman, sesungguhnya cukup lumayan sulit. Hal ini dikarenakan sejak reunifikasi Jerman telah membawa dampak terhadap keterbatasan tersedianya lapangan kerja bagi orang Jerman sendiri maupun mahasiswa yang sedang sekolah di Jerman. Namun kalau kita banyak kawan dan kenalan,

maka informasi tentang lowongan pekerjaan tidaklah sulit di dapat. Persyaratan utama untuk mendapatkan pekerjaan adalah tentu saja sebagai mahasiswa asing harus dapat berkomunikasi dalam bahasa Jerman. Tanpa penguasaan bahasa Jerman, biasanya agak sulit untuk mendapatkan kesempatan kerja. Apabila kemampuan bahasa Jerman dapat dihandalkan, baik pada musim “paceklik” pekerjaan (seperti liburan selain musim panas) atau liburan musim panas kesempatan kerja cukup lumayan banyak diperoleh. Oleh karena itu bagi mahasiswa terutama yang mengambil program studi internasional yang saat ini sedang menjamur di Jerman, lebih baik waktu luangnya diisi belajar bahasa Jerman. Atau bila perlu disiapkan sejak dari Indonesia. Apabila telah berada di Jerman, carilah teman orang Jerman sebagai tandem (patner berlatih berbicara bahasa Jerman). Orang Jerman yang menjadi tandem kita, dia mengajarkan cara berkomunikasi dengan bahasa Jerman kepada kita. Disisi lain kita mengajarkan bahasa ibu kita (bahasa Indonesia) kepada tandem kita. Sehingga masing-masing pihak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Untuk mencari kesempatan kerja kita dapat pergi ke biro-biro jasa penyedia pekerjaan bagi mahasiswa. Bila di Bremen dapat pergi ke alamat :

JOB-Vermittlung des Arbeitsamtes Bremen

Doventorsteinweg 48-52

28195 Bremen

Tel.: (0421) 178-1509 atau 178-1556

Selain itu, di setiap supermark (Aldi, Extra, Plus, dll) juga ada yang menempel pengumuman di papan tulis. Begitu juga di setiap sudut-sudut di Perpustakaan, Fakultas, Ruang Komputer, dll. pengumuman lowongan pekerjaan selalu ada. Namun perlu diperhatikan bila ada lowongan pekerjaan dan kita diminta menghubungi nomor telefon tertentu dengan biaya telefon permenit yang mahal, maka lebih baik jangan menghubungi nomor telefon tersebut. Karena saat ini di Jerman ada kecenderungan si pemasang iklan tersebut justru memanfaat kita (pencari kerja). Dengan kita menelefon, kita membayar biaya dalam jumlah tertentu (permenit), namun informasi lowongan pekerjaan tidak pasti.

Sehingga si pemilik telefon mendapatkan banyak masukan karena banyak orang yang menelefon dia. Adapun jenis pekerjaan yang dapat kita peroleh dengan status sebagai mahasiswa terdiri dari berbagai macam pekerjaan seperti Putzfrau (cleaning service) di kantor, rumah tangga, sekolahan, universitas, dll; pekerja packing, pengantar surat, penjaga anak, menemani orang tua berbelanja, pekerja pabrik, dll. Akhir-akhir tahun ini dengan meningkatnya kebutuhan akan tenaga informasi, maka lowongan pekerjaan sambilan untuk bidang ini cukup banyak. Oleh karena bekal kemampuan komputer sangat diperlukan. Untuk dapat bekerja pada salah satu perusahaan, bisanya kita harus mempunyai Lohnsteuere Karte (kartu pajak honor). Kartu ini dapat diambil di Meldesbehörde dimana kita melakukan Anmeldung. Yang perlu diperhatikan adalah jenis pajak yang kita bayar. Hal ini berkaitan dengan jenis kartu yang harus kita miliki. Setiap orang biasanya hanya mempunyai sebuah kartu pajak honor tersebut. Kita bisa mendapatkan 2 kartu, namun potongan pajak pada kartu kedua jauh lebih besar dari pada potongan pajak pada kartu yang pertama. Biasanya setiap perusahaan dimana kita kerja membutuhkan sebuah kartu pajak tersebut. Selain itu bila kita ingin kerja lebih lama lagi waktunya kita perlu mengurus Arbeitserlaubniss (ijin kerja). Surat ini dibutuhkan karena kita bekerja melebihi jam kerja yang kita punyai. Untuk mengurusnya dan mempergunakan surat tersebut, sebaiknya mempelajari dahulu peraturan orang asing bekerja di Jerman. Peraturan ini sangat komplek, oleh karena itu bertanyalah kepada orang Indonesia yang telah lama tinggaldi Jerman.

4.4 Kiat Hidup di Jerman

Selanjutnya pada saat kita sedang sekolah di Jerman dan kemudian keluarga menyusul ke Jerman juga. Maka kadang kala ada suatu keinginan untuk mendapatkan keturunan di Jerman pula. Hal ini tidak dapat dihindarkan bila kita belum mempunyai keturunan. Namun hal ini juga bukan menjadi halangan bagi kita bila kita memang menginginkan, walau bila dilihat dari beasiswa yang kita terima untuk mengasuh bayi di Jerman tidaklah dapat dikatakan cukup layak. Namun ada kiat khusus untuk membantu memecahkan masalah ini. Biasanya anak yang lahir di Jerman akan mendapatkan santunan biaya asuh dari Stadt dimana kita tinggal. Besarnya biaya tergantung dari Stadt tersebut, misalnya di Berlin akan mendapatkan bantuan sebesar 2.500 DM untuk sekali kelahiran. Sedangkan untuk biaya persalinan akan ditanggung semuanya oleh asuransi yang kita punyai. Namun bila asuransi kita tidak menanggung biaya persalinan ini atau biaya selama kehamilan, banyak sumber-sumber dana yang bisa digali, misalnya dari Yayasan atau dari Gereja. Untuk mendapatkan bantuan dana ekstra ini biasanya akan lebih tepat bila saat pemeriksaan rutin ke dokter kandungan, masalah ini dapat dikemukan. Bila kita bernasip baik, maka bantuan akan datang dengan sendirinya. Ada sebuah kasus yang pernah terjadi di Halle (salah satu kota terbesar di bekas Jerman Timur). Rekan penulis saat melakukan pemeriksaan kehamilan bagi istrinya ke dokter kandungan mengemukakan keluhan besarnya biaya pemeriksaan selama kehamilan istrinya. Oleh dokter kemudian dibantu dicarikan bantuan biaya ekstra. Dia diminta pergi ke suatu yayasan yang telah ditunjukkan oleh dokter dan disana diminta mengisi beberapa formulir tentang data pribadinya. Setelah enam (6) mingguan dari pengisian formulir tersebut datanglah bantuan tersebut berupa uang sebesar 1.300-1.400 DM selama kehamilan istrinya. Dan sejak pengisian formulir tersebut, biaya pemeriksaan menjadi gratis (kostenlos) dengan pelayanan yang memuaskan. Selain itu sebelum anak lahir telah siap seperangkat permainan anak-anak komplit dirumah yang merupakan hadiah dari yayasan yang membantunya (hasil komunikasi pribadi dengan Muhamad Amin). Selain itu guna memenuhi perlengkapan hidup seperti pakaian, barang-barang rumah tangga, dll. bila hal ini dibeli di toko-toko dalam kondisi baru maka dengan berbekal beasiswa yang kita punyai akan tidak cukup. Namun barang-barang tersebut masih dapat kita peroleh dengan kondisi yang tak kalah bagus dengan barang baru dari toko. Barang tersebut dapat kita beli di Flohmark. Karena ada kalanya barang-barang yang dijualbelikan di Flohmark bukan melulu barang yang bekas pakai, melainkan banyak juga barang-barang baru. Seperti jaket dan sepatu untuk musim dingin dapat kita peroleh dengan harga yang miring di Flohmark. Namun berdasarkan pengamatan penulis di Flohmark Bremen, kalau kita membeli barang tidak disarankan membeli pada penjual yang berasal bukan dari Jerman (misal Turki, Polandia, Rusia, dll). Karena biasanya mereka menjual barang sudah mengarah ke profit. Mereka berjualan untuk mendapat keuntungan guna menopang biaya hidupnya. Sedangkan kalau si penjualnya orang Jerman mereka menjual barang sekedar untuk membuang barang yang ada di Keller (gudang) mereka. Sehingga harga jauh lebih

murah dan kualitas cukup bagus. Apabila tidak terpaksa sekali barang-barang seperti radio, televisi, tape recorder, dll (serba elektornik) lebih baik tidak dibeli di Flohmark, kecuali kita tahu betul akan barang tersebut. Karena berdasarkan pengalaman penulis juga, bila barang elektronik dibeli dari Flohmark, apalagi penjualnya bukan orang Jerman, maka kualitas barang sangat diragukan. Lebih baik membeli di toko sekalian. Namun apabila kita ingin mengkoleksi suatu barang yang bersifat antik, maka Flohmark adalah tempatnya. Sering banyak barang-barang yang mempunyai nilai keantikannya tinggi dijual orang dengan harga yang murah sekali. Satu hal yang penting lagi bila kita berbelanja di Flohmark adalah harus pandai-pandai menawar. Karena kalau tidak ditawar maka harga akan sama dengan di toko- toko (barang baru). Barang-barang seperti sepatu dan jaket untuk musim dingin, pakaian, dll dapat dibeli di Flohmark dengan tujuan bertahan hidup di Jerman. Bagi seseorang yang ingin menikmati hidup di Jerman tidak disarankan membeli barang tersebut di Flohmark, karena kualitasnya tidak memadai. Selain Flohmark kita juga bisa mendapatkan barang murah dengan kualitas bagus untuk kehidupan sehari-hari adalah dengan membeli barang tersebut pada saat WSV atau SSV berlangsung. Barang yang dijual biasanya akan lebih cocok untuk kebutuhan musim panas atau dingin di tahun yang akan datang. Hal ini terjadi karena barang tersebut dijual pada saat musim panas atau dingin sudah berakhir, sehingga barang yang dibeli tidak dapat langsung dipakai. Namun itu untuk barang jenis pakaian, bila barangnya berupa barang kelontong (seperti pecah belah, elektronik, aksesoris, celana jeans, dll) tentu saja dapat langsung dinikmati. Karena harga murah, maka jangan heran pada saat WSV dan SSV banyak orang Jerman yang berbondong-bondong ke toko atau supermarket. Atau kalau tidak pasang telinga tinggi-tinggi dan baca selebaran yang ada, biasanya pada toko atau supermarket yang baru dibuka, sering menyediakan diskon khusus. Biasanya orang Turki sering kali lebih dulu mengetahui berita ini. Apabila kita membutuhkan bahan-bahan untuk keperluan sehari-hari seperti beras, gula, tempe, tahu, minyak goreng dll, bahan ini banyak dijual di toko-toko asia yang banyak di kota dimana kita tinggal. Sebuah tip dan trik, bahan tersebut kalau dibeli dalam jumlah yang besar harganya akan jauh lebih murah. Misalnya membeli beras dalam 5 kg-an, harga per kg akan lebih mahal kalau kita membeli beras sekaligus 25 kg. Perbedaan harganya cukup signifikan, sehingga bila kita hanya sendirian sedangkan kita ingin harga yang murah, maka mebelinya harus patungan dengan beberapa teman. Atau apabila kita tinggal dekat dengan Belanda, biasanya kalau kita berbelanja kebutuhan bahan untuk sehari-harian harga di Belanda jauh lebih murah dari pada di Jerman. Misalnya berbelanja di Gröningen (di sebelah utara Bremen). Perbedaan harganya cukup signifikan juga. Oleh karena itu bila ada kesempatan atau ada seseorang yang pergi ke Gröningen atau ke Amsterdam, lebih baik nitip bahan-bahan tersebut. Masih tentang belanja untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mentega, minyak goreng, gula, dll maka barang tersebut dapat dibeli di supermarket seperti ALDI dan PENNY MARK dan dapat ditemukan dengan harga yang lebih murah, harga tersebut bila dibandingkan dengan tempat lain seperti EXTRA, EUROSPAR, WAHL MARK, dll. Namun kadang kala PLUS dan LyDil juga menawarkan barang-barang yang menarik pada waktu tertentu (misal hari Ibu, natal, dll). Apabila untuk memenuhi kebutuhan keperluan bahan-bahan kimia seperti shampoo, sabun mandi, parfum tertentu, cuci+cetak film, dll; maka jangan lewatkan penawaran di ROSSMANN. Harganya sangat menarik dibandingkan di toko-toko lainnya. Bagi mahasiswa Indonesia, selama tinggal di Jerman kebanyakan waktunya tidak habis untuk belajar dan kuliah saja. Diantara 24 jam x 7 hari waktu yang tersedia masih terdapat beberapa jam yang dapat digunakan untuk melakukan aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut sering kali dapat mendatangkan tambahan finansial, misalnya dengan melakukan kerja sambilan. Peraturan di Jerman, bagi seorang mahasiswa yang akan bekerja diberikan ijin sebanyak 12 jam per minggu dengan honor yang bebas pajak maksimum 630 DM. Jenis pekerjaan yang bisa diambil untuk memenuhi peraturan tersebut sebenarnya bermacam-mcam, misalnya menjadi Hiwi. petugas cleaning service (Putzfrau), pegawai McDOnald, mengantar oma+opa ke belanja+apothek+bank, dll. Dari beberapa jenis pekerjaan tersebut, yang menarik adalah menjadi Hiwi. Hal ini disebabkan selain mendapatkan tambahan finansial, juga akan besar kemungkinan mendapatkan kesempatan untuk promosi. Syarat utamanya adalah pandai-pandai berkomunikasi dan mendekati Profesor yang memberikan pekerjaan. Sedangkan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil Diplom, bisanya membuat kelompok-kelompok tertentu dan mereka saling kontak di seluruh Jerman. Karena pada musim panas misalnya, banyak kesempatan kerja di pabrik-pabrik (BMW, Siemens, Mercy; VW, dll) di luar kota dimana dia tinggal. Dengan jaringan seperti itu, ada kalanya pada musim panas seseorang dari Bremen (misalnya) bekerja di Frankfrut terus menerus sepanjang 30 hari. Finansial yang diperoleh digunakan untuk biaya hidup untuk tahun yang akan datang. Oleh karena itu pertemenan adalah kunci utama disini, karena informasi pekerjaan, sewa kamar murah, dll akan datang dari hasil pertemenan. Selanjutnya selama kita belajar di Jerman, sisa waktu diantara waktu belajar dan bekerja, sebaiknya dimanfaatkan untuk mengunjungi pameran-pameran sesuai dengan bidang yang kita minati. Misalnya CEBIT di Hannover yang dilaksankan setiap tahun. Pada saat mengunjungi pameran tersebut paling tidak, tahu perkembangan bidang ilmu yang kita pelajari (bila belajar masalah komputer). Kadang kala kita juga dapat berkenalan dengan sebuah perusahaan (Firma) dimana perkenalan tersebut tidak berhenti pada saat pameran itu saja. Namun dilajutkan dengan kontak-kontak pribadi dan hal ini sangat membantu kalau kita telah balik ke Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa Indonesia, yang selama belajar di Jerman melakukan kontak pribadi dengan beberapa perusahaan Jerman, begitu balik menjadi agen atau distributor salah satu produk dari perusahaan tersebut. Perkenalan dengan perwakilan perusahaan di Jerman tidak hanya dapat dilakukan dengan mengunjungi pameran saja. Namun apabila ada tawaran untuk menghadiri Stamtisch (semacam pertemuan) dari sebuah organisasi, atau Kloen-Cafe dari CDG, dll bila tidak terpaksa sekali janganlah dilewatkan begitu saja. Karena pada pertemuan tersebut biasanya dihadiri orang-orang tertentu yang mempunyai posisi bagus di sebuah partai, pemerintahan, perusahaan, organisasi, dll. Dari situlah kadang kalau lowongan pekerjaan, sumber-sumber dana untuk penelitian, dll dapat kita peroleh informasinya. Bagi seorang muslim yang mendapat kesempatan untuk sekolah dan hidup di Jerman, sudah selayaknya apabila harus berhati-hati dalam mengkonsumsi beberapa jenis makanan, terutama makanan-makanan yang mengandung emulgator tertentu. Dimana emulgator tersebut dipastikan atau diragukan mengandung lemak hewani yang berasal dari babi. Untuk mengatasi hal tersebut maka penulis menyajikan daftar emulgator yang dinyatakan untuk dihindari karena mengandung lemak hewani atau diragukan kandungann a bila tidak ada keterangan lebih lanjut.

Khusus untuk mahasiswa muslim yang tinggal di Bremen, ada beberapa kemungkinan untuk mendapatkan bahan makanan seperti daging yang halal, misalnya toko Turki Huzur. Untuk meraih lokasi ini dapat dengan Strassenbahn Linie 3, 2 dan 10 lalu turun di Haltestelle am St.Jurgen-Krankenhause. Setelah turun dan jalan kaki sekitar 50m ke arah

Domsheide, Toko Huzur ada di sebelah kiri jalan. Selain itu ada lagi toko Turki di daerah Gropilingen, Bazaar. Pada kedua toko tersebut harga daging relatif murah. Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi URL http://www.forumindojerman. de/.

Untuk menghilangkan suatu kebosanan atau kejenuhan dengan berbagai kegiatan di kampus, maka sering kali kita di rumah menghabiskan waktu atau mencari hiburan di televisi yang kita punyai. Dari televisi tersebut sering kali kita menerima berbagai informasi yang kita butuhkan untuk menunjang pengetahuan yang kita milik. Namun disisi lain kita juga mendapat suatu konsekuensinya, yakni diwajibkan membayar iuran televisi tiap bulan. Selain televisi, kalau kita mempunyai radio, di Jerman juga dikenakan kewajiban membayar iuran bulanan. Penarikan iuran bulanan ini dilakukan tiap enam (6) bulan sekali. Untuk kota-kota tertentu biasanya kita bisa mendapatkan suatu potongan harga berkaitan dengan biaya langganan televisi dan radio ini. Seperti di Bremen dengan menunjukkan Stipendienzusage (daftar penghasilan kita), Mietvertrag dan Immatrikulasi (bukti kita sebagai mahasiswa), maka kita sebagai mahasiswa bisa mendapatkan keringan pembayaran hingga sama sekali tidak ditarik iuran bulanan ini. Syaratnya adalah bila penghasilan kita kurang dari batas minimum standart hidup di Bremen, maka pembebasan pembayaran iuran tersebut dapat kita peroleh. Surat keterangan pembebasan iuran televisi dan radio ini bila kita bawa ke Deutche Telkom (kantor telefon Jerman), kita juga bisa mendapatkan keringan biaya abonemen telefon kita di rumah. Di Jerman biaya abonemen telefon di rumah sebesar 25 DM perbulan, maka bila kita mengajukan keringan hanya dikenakan biaya sebesar 10 DM perbulannya. Akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang ditunggu-tunggu oleh orang Jerman. Karena pada akhir pekan semua aktifitas formal untuk sementara dihentikan alias istirahat. Bagi kita sebagai mahasiswa, apabila tidak ada pekerjaan yang mendesak di laboratorium, maka jalan-jalan untuk mengunjungi kota-kota di Jerman adalah kegiatan yang mengasyikkan. Bagi penulis setiap bulan paling tidak 1-2 kali melakukan perjalanan dalam group atau kelompok untuk mengunjungi kota-kota yang mempunyai keistimewaan tertentu. Dari keistimewaan tersebut kita dapat belajar banyak tentang budaya, sejarah, tata ruang kota, museum, dll. Kegiatan jalan-jalan ini tidaklah banyak membutuhkan dana, karena di Jerman ada fasilitas yang mendukungnya. Fasilitas tersebut adalah bepergian dengan menggunakan Wochenende Ticket. Kadang kala pada saat berpergian juga diselingi suatu pertemuan dengan rekan seprofesi untuk membicarakan sebuah rencana, misalnya penulisan buku ini. Rencana penulisan buku ini merupakan hasil sampingan jalan-jalan penulis saat bertemu di Kassel sambil melihat panaroma keindahan Istana Kassel (di puncaknya terdapat patung Herkules yang amat megah). Dilihat dari segi finansial memang sepintas memboroskan, karena membuang uang. Namun dari sisi lain bisa bertemu teman, ngobrol, merencanakan sesuatu, dll merupakan cara menghilang kepenatan kegiatan di kampus dan laboratorium. Harga tiket murah 40 DM untuk satu hari dan dapat digunakan untuk 5 orang dewasa. Namun bagi orang yang punya BahnCard dapat menggunakan saranya kereta seperti ICE, IC, IR, SE, RE dan RB dengan mendapat potongan 50 %. Kadang kala untuk jarak tertentu bepergian dengan BahnCard biayanya lebih murah kalau menggunakan Wochenende Ticket. Yang jelas keuntungan terbesar dari hasil jalan-jalan ini adalah mendapatkan ide-ide segar dari hasil melihat keunikan dan keindahan suatu kota yang dikunjungi serta bertemu dengan teman. Dari hasil pertemuan itulah informasi yang berkaitan dengan problem sekolah dan kadang dibutuhkan dapat diperoleh dengan komplit dan jelas. Sehingga problem-problem yang dihadapi dapat dipecahkan. Ujung-ujungnya mempercepat kelancaran sekolah kita. Selama kita di Jerman sering kali kita juga ingin pulang berlibur ke Indonesia. Untuk keperluan ini tentu saja dibutuhkan ticket pesawat terbang. Di setiap kota telah banyak Reisebüro (biro perjalanan) yang menawarkan ticket murah ke luar negeri. Namun kadang kala tawaran (Angebote) tersebut untuk level mahasiswa atau orang Jerman. Kita bisa mendapatkan ticket murah melalui maskapi penerbangan kita sendiri seperti Garuda. Namun resikonya kita masih menambah biaya dari kota dimana kita tinggal ke Frankfrut. Biaya tambahan ini bervariasi sekitar 100-185 DM tergantung jenis kereta yang kita gunakan. Adapun alamat biro perjalanan yang menjual ticket Garuda di Frankfrut adalah sebagai berikut :

INDOGERMA TRANS GLOBAL GmbH

Stiftstrs. 2 – Ecke Zeil 96

60313 Frankfrut Am Main, Germany

Tel.: (069) 294540 atau 232662

Fax.: (069) 295952

Kontak person mbak Ratna

Keistimewaan kalau kita beli ticket Garuda disini adalah kita bisa beli untuk tujuan Indonesia-Frankfrut pulang pergi. Oleh karena itu hal ini bermanfaat bagi mahasiswa DAAD yang akan membawa keluarga. Biasanya akan lebih menguntungkan sekali kalau penerbangan dari Jakarta jatuh hari Jum’at dan tiba di Frankfrut hari Sabtu. Biasanya pagi hari sekitar jam 07.00-09.00 tiba di Flughaven. Setelah urusan imigrasi, dll keluar sekitar jam 11.00. Sehingga kita bisa langsung ke Frankfrut (main) Hbf untuk melanjutkan perjalanan dengan Gutenabend Ticket. Harga ticket ini hanya sekitar 79 DM dewasa, anak-anak hingga umur 16 tahun 50 % saja (dibawah 2 tahun ada potinganskhusus) untuk segala jurusan di seluruh Jerman. Dan Gutenabend Ticket ini berlaku mulai jam 14.00 (khusus hari Sabtu dan Senin-Jum’at biasanya mulai jam 19.00). Semua jenis kereta bisa digunakan dengan memakai ticket ini. Ticket Garuda yang dibeli di Indogerma ini bisa dikirimkan ke Indonesia (bila perlu) dengan tambahan biaya ekstra. Tetapi ticket tsb tidak bisa di-issue-kan di Jakarta. Selain ticket Garuda, kadang kala Indogerma menawarkan juga ticket dari Malaysia Airline atau Emirat Airlaine yang kadang kala dapat di-issue-kan di Jakarta dengan harga yang terjangkau sekali untuk kelas mahasiswa. Fluktuasi harga ticket biasanya tergantung dari musim turis. Pembelian ticket dimusim panas atau 2 minggu menjelang dan 1 minggu setelah Tahun Baru, sebaiknya dihindari. Harga ticket yang ditawarkan melambung tinggi. Waktu terbaik untuk membeli ticket adalah pada musim gugur atau semi, harga biasanya relatif murah. Pada awal musim dingin akan lebih menarik lagi, namun resikonya adalah pada saat keluarga tiba di Jerman langsung disambut hawa dingin dan turunnya salju. Berdasarkan pengamatan penulis pada musim apapun juga bila membeli ticket di Indogerma harganya lebih menarik bila dibandingkan kalau membeli ticket di Jakarta. Walaupun pada musim tertentu (bukan peak season) mereka menawarkan ticket murah dan harganya lebih murah dari yang ditawarkan di Indogerma.

Tip dan trik : bagi yang senang bepergian keluar negeri untuk keperluan liburan (Urlaub), penawaran ticket Last Minute (menit-menit terakhir) dari berbagai Reisebüro sangat menawan sekali, sayang kalau homepage mereka dilupakan begitu saja. Selain itu pada saat beli ticket kita juga bisa menambah biaya sekitar 50-100 DM untuk jaga-jaga apabila pada saat mau terbang balik, tiba-tiba ada tertentu, dimana mengharuskan kita tetap tinggal barang 1-3 hari. Dengan kata lain kita menunda jadual penerbangan kita. Dengan tambahan biaya tersebut kita bisa memanfaatkan fasilitas penundaan jadual penerbangan selama 2-4 minggu dan hanya sekali saja. Kalau tidak membayar biaya tambahan ini, lalu menunda penerbangan, kita akan kena biaya pembatan ynag cukup besar sekali sekitar 150 $ US. Tetapi kalau kita sudah membayar ektra biaya tsb, lalu tidak melakukan penundaan penerbangan, maka biaya tersebut akan hangus. Selama kita tinggal di Jerman dalam waktu yang lama, biasanya akibat pergantian waktu sering kali kita sendiri atau anggota keluarga mendapatkan akibatnya. Hal itu berupa sakit influenza, batuk, alergi sinar matahari atau benang sari. Terutama pada anak-anak influenza sering datang. Akibat hal ini maka kita sering menggunakan asuransi kesehatan. Bagi mahasiswa penerima beasiswa DAAD yang telah berumur di atas 30 tahun mempunyai asuransi kesehatan dari Continental. Asuransi kesehatan ini merupakan asuransi privat. Hal itu berarti kita harus mengeluarkan biaya untuk pembelian obat-obatan terlebih dahulu, setelah itu kuitansi dikirimkan ke pihak asuransi untuk mendapatkan ganti rugi. Untuk biaya pemeriksaan dokter kita akan mendapatkan kuitansi dari dokter. Setelah itu kuitansi tersebut harus dikirim ke asuransi dan akan diganti asuransi melalui transfer. Kalau tidak terpaksa sekali jangan membayar cash, karena besar sekali biayanya. Semua kuitansi pemeriksaan dokter dan biaya pembelian obat dapat langsung dikirimkan ke alamat :

Continentale Krankenversicherung a.G.

Direktion

Abt. Sonderverträge

Ruhrallee 92-94

44139 Dortmund

Semua kuitansi yang dikirim ke alamat ini dalam waktu 1-2 minggu segera diganti semuanya. Sebuah kerugian kalau kita mengikuti asuransi Continentale ini adalah biaya pembelian obat kita dikenakan pemotongan sebesar 8 DM untuk setiap bungkus dari setiap jenis obat. Maksudnya misal obat batuk dalam bentuk tablet kita mendapatkan 20 biji terdiri dari 2 pak (Packung), semua itu dari satu jenis. Maka seandainya harganya 10 DM per pak, maka kita hanya mendapat ganti rugi dari asuransi sebesar (2 x 10 DM) – (2 x 8 DM) = 4 DM saja. Kasus ini bagi keluarga yang sering pergi ke dokter, maka beasiswa dari DAAD sebagian habis untuk menanggung pembelian obat ini. Sebetulnya hal ini dapat diatasi dengan keluar dari asuransi Continentale. Namun DAAD sepertinya telah secara otomatis bila seseorang telah berumur diatas 30 wajib memilih asuransi ini. Oleh karena itu bagi keluarga penerima beasiswa DAAD yang kemungkinan akan sering pergi ke dokter, hal ini dapat diperhatikan untuk mencari kiat-kiat menghindari pilihan yang diberikan DAAD ini. Karena secara formal seseorang di Jerman untuk mengikuti suatu asuransi mempunyai hak kebebasan memilih dan berpindah asuransi. Silakan bagi yang tertarik hal ini untuk mempelajari Gesetz (hukum) asuransi ini. Keburukan lainnya dari asuransi Continentale adalah berkaitan dengan masalah FAKTOR perkalian biaya pemeriksaan.

Faktor di atas berkaitan dengan mutu pelayanan pemeriksaan atau penanganan penyakitnya. Pada umumnya faktor yang normal adalah dikalikan dengan 2,3. Dengan faktor 2,3 ini mutu pelayanan kesehatan seperti orang Jerman. Faktor yang berlaku dari Continentale akan terasa “menyakitkan” kalau kita kontrol sakit gigi atau melakukan operasi besar (menambal gigi berlubang tidak ditanggung askes Continental, biasanya jalan keluarnya adalah dicabut. Tetapi bila gigi kita banyak yang berlubang, apakah akan dicabu t semuanya ? Maka saran penulis pandai-pandailah memilih askes ini). Bagi mahasiswa yang berumur dibawah 30 tahun, banyak sekali pilihan asuransinya. Sebagai contoh AOK, TK, dll. Dan bila memungkinkan berdasarkan pengalaman penulis, sepertinya asuransi kesehatan yang tergolong dalam gesetzliche Krankenversicherung (seperti AOK, TK, dll) akan lebih baik pelayanannya dari pada privatversicherung (seperti Continentale, dll). Kelebihan ini akan kita rasakan pada saat kita terpaksa masuk rumah sakit untuk waktu yang lama, atau terpaksa melakukan operasi. Hal ini berkaitan dengan mutu pelayanan seperti contoh diatas. Khusus penerima beasiswa DAAD. Bagi kita yang menerima beasiswa DAAD ada satu hal yang cukup pentingperlu diperhatiakn, yaitu untuk menyimpan semua dokumen yang kita terima dari DAAD. Apapun bentuknya seperti surat atau email. Karena dokumen tersebut sangat diperlukan pada suatu saat. Tanpa ada bukti hitam di atas putih (dokumen tertulis) kita tiak bisa beradu argumentasi dengan DAAD bila ada permasalahan. Hal ini dikarenakan besarnya jumlah mahasiswa yang ditangani DAAD. Apalagi saat ini sepertinya referat kita mendapatkan tambahan penerima beasiswa DAAD dari negara lain. Oleh karena itu tidak masuk akal kalau semua problem yang kita hadapi terekam dalam ingatan referat kita. Mereka tetap berpegangan pada dokumen yang ada tentang kita. Selain itu juga pelajari semua peraturan yang ada di buku Ihr DAAD-Stipendium, was Sie wissen und beachten sollten. Mintalah buku teraktual dan janganlah beradu argumentasi dengan berpegangan buku yang lama. Hal ini merupakan kebiasan orang Jerman yang paling suka berpegangan pada aturan. Bagi kita mungkin hal ini sangat “membosankan”, namun sebenarnya disana kalau cermat banyak hal-hal yang menarik diperhatikan. Saran ini hanya berlaku bagi kita

yang ingin “bekerjasama” dengan DAAD. Akan tetapi bagi yang suka menerima apa adanya, ya silakan saja tinggal menunggu kiriman beasiswa ke konto kita setiap akhir bulan. Selain itu juga bagi yang akan melakukan penelitian untuk merampungkan Diplom atau Doktorarbeitnya di Indonesia. Agar diperhatikan dengan cermat masalah bantuan finansialnya selama tinggal di Indonesia. Ada beberapa penawaran khusus dari DAAD berkaitan dengan bantuan penelitian ini (seperti program DAAD Kelautan). Namun biasanya hal ini tidak diumumkan secara terbuka, untuk itu pandai-pandailah menggali informasi dari berbagai pihak. Sementara di Indonesia, masalah kelancaran penelitian juga perlu dipertimbangkan. Problem yang sering dihadapi adalah ketidaktepatan rencana waktu penelitian, dikarenakan ketersediaan alat, dukungan dana dan masalah nontehnis. Oleh karena itu, bila tidak terpaksa lebih baik melakukan penelitian di Jerman sini. Dimana dukungan finansial dapat dicari (bila perlu), ketersediaan peralatan juga tidak sesulit di Indonesia. Namun bagi yang melakukan penelitian dengan didukung proyek kerjasama, dll maka akan berbeda hasil dan problemnya. Dan perlu diingat bahwa beasiswa DAAD itu hanya membantu biaya hidup, dapat dikatakan hampir tidak ada dukungan biaya penelitian lagi saat ini. Kalau pun ada itu hanya merupakan sekedar bantuan. Hal ini berbeda dengan tahun-tahuan 1990-an, dimana sumber pemasukan DAAD masih cukup besar. Hal ini bukan berarti kita tidak dapat melakukan penelitian disini. Pada dasarnya kita melakukan penelitian diikutkan pada anggaran rutin penelitian dari Profesor pembimbing kita. Kalau lagi beruntung maka kita mendapatkan tambahan dana yang cukup menyenangkan untuk melakukan penelitian. Oleh karena itu pasang telinga tinggi-tinggi, tajamkan penciuman kita dan kuatkan analisa kita, sehingga kita bisa mendapatkan Profesor Jerman yang mempunyai proyek penelitian besar.

Bab 5

KEMBALI KE INDONESIA

Setelah lama kita menghabiskan waktu di Jerman untuk menuntut ilmu atau bekerja di Jerman maka suatu waktu kita pasti ingin kembali ke tanah air. Banyak hal yang perlu kita siapkan dan dapat dijadikan modal suatu aktifitas nantinya. Namun kadang kala pada saat mau pulang kita menjadi bingung atau merasa takut tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Persiapan-persiapan apa yang mesti dikerjakan. Semuanya kadang menjadikan problem sendiri, apalagi kalau sudah lama tidak pernah pulang sementara di Indonesia telah berganti suasana. Ditambah lagi informasi di Jerman kurang banyak yang diperoleh. Oleh karena itu dalam bab ini penulis ingin menyajikan beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman sebelum kita betul-betul pulang ke negara kita tercinta, Indonesia. Apabila kita telah belajar paling sedikit selama 2 tahun di Jerman, kita bisa mendapatkan fasilitas bantuan dari pemerintah Jerman. Bantuan tersebut dapat diurus di Indonesia melalui program yang disebut Program Reintegrasi. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri dan tenaga ahli yang kembali ke Indonesia dalam bentuk dukungan informasi dan konsultasi mengenai situasi aktual di Indonesia, kesempatan kerja, program subsidi, penyamaan ijazah dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengannya. Pengenalan situasi aktual diharapkan bisa menjadi pendorong bagi alumni tersebut untuk lebih memperhatikan persoalan-persoalan ekonomi dan sosial dalam masyarakat, sehingga ada dorongan untuk memberikan kontribusi pencarian solusi persoalan yang ada. Program ini disediakan karena adanya realitas bahwa seorang alumni perguruan tinggi luar negeri yang kembali ke Indonesia mengalami berbagai persoalan pada masa awal, seperti penyesuaian kembali dengan keluarga dan masyarakat, pencarian kerja, dunia kerja baru, pengurusan administrasi yang berkaitan dengan ijazah, keluarga, dsb. Dengan program ini diharapkan bahwa masa penyesuaian kembali tersebut akan menjadi lebih mudah, karena mereka memperoleh pegangan yang dibutuhkan.

Program Reintegrasi ini terdiri dari 3 kegiatan utama, yaitu:

  1. Kantor Informasi. Kantor Informasi menyediakan informasi dan konsultasi mengenai antara lain: Penyamaan ijasah dan prosedur penyamaan ijasah tersebut; Program subsidi bagi alumni perguruan tinggi luar negeri; Kesempatan Kerja serta Informasi lain yang dibutuhkan alumni perguruan tinggi luar negeri.
  2. Buku Pedoman Alumnus. Buku ini memberikan gambaran mengenai berbagai informasi penting untuk alumni perguruan tinggi luar negeri, misalnya penyamaan ijazah dan prosedur, ijin tinggal bagi pasangannya yang bukan warga negara, mengurus perpindahan sekolah anak, biaya hidup, alamat-alamat penting, dsb.
  3. Karya Wisata. Program ini menawarkan mahasiswa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri untuk berkenalan dengan kehidupan dan dunia kerja di Indonesia. Program ini berbentuk program magang di perusahaan maupun organisasi non pemerintah untuk beberapa bulan, maupun kunjungan singkat ke perusahaan, organisasi non pemerintah dan masyarakat di daerah pedesaan. Dengan program ini diharapk n mereka merasakan kehidupan sehari-hari di Indonesia yang dapat menjadi bekal persiapan mereka ketika selesai studi dan kembali.

Untuk lebih jelasnya program tersebut dapat ditanyakan ke WUSKI (World University Service Komite Indonesia) yang berkedudukan di Bogor. Pada saat ini WUSKI menangani program reintegrasi yang bekerjasama dengan CIM. Program tersebut dikenal dengan APA PROGRAM. APA Program ini merupakan bantuan Perlengkapan Kerja bagi Alumni Jerman dari ZAV dan WUS Jerman. Program untuk bantuan perlengkapan kerja ini sejak Januari 1999 ditangani oleh Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM) yang berkedudukan di Frankfurt. Apabila kita bekerja di sebuah perusahaan yang secara sosial dan ekonomi penting artinya bagi masyarakat Indonesia, Kita berpeluang memperoleh bantuan melalui ’Program Perlengkapan Kerja’ dengan nilai maksimal DM 20.000. Biaya yang dibantu oleh CIM adalah untuk pembelian: mesin

dan perlengkapan teknik, bahan atau materi keperluan mengajar dan belajar, buku ilmiah, transportasi pengiriman barang yang mendapatkan bantuan. Untuk mendapatkan bantuan ini, kita diminta mengajukan permohonan dalam bahasa Jerman.

Selain itu dari pemerintah Jerman juga memberikan bantuan keuangan melalui program Employment Offer melalui ZAV. Silakan dilihat informasinya pada http://www.wus-international.org/indonesia/reint/employ.htm. Employment Offer menawarkan bantuan keuangan bagi Tenaga Ahli Alumni Jerman yang ’Fresh Graduated’ yang telah atau akan dipekerjakan oleh perusahaan di Indonesia. Untuk melengkapi informasi ini, jangan dilewatkan homepage dari CIM, WUS Jerman dan ZAV. Bagaimana yang dimaksudkan dengan “Usaha Yang Secara Sosial Dan Ekonomi Penting Bagi Masyarakat”? Untuk menterjemahkan arti kalimat tersebut tidaklah mudah kriterianya. Namun keterangan dari WUSKI dapat dijadikan pegangan. Sebagai contoh kriterianya aktivitas usaha harus memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sosial dan ekonomi di Indonesia, misalnya usaha di bidang :

  • kesehatan
  • pengadaan pangan
  • perlindungan lingkungan hidup
  • pendidikan dan pendidikan lanjut
  • pengembangan struktur, dll

Persyaratan utama bagi yang berminat program ini adalah tenaga ahli asal Indonesia yang telah pernah menetap di Jerman, mendapatkan pendidikan dan/atau pendidikan lanjut di Jerman, demikian juga yang pernah bekerja selama beberapa tahun di Jerman berdasarkan pendidikan dan/atau kualifikasi profesi tersebut mampu menerapkan pengetahuannya di Indonesia. Kepulangannya kembali ke Indonesia tidak lebih lama dari empat tahun ketika mengajukan permohonan ini. Permohonan bantuan dapat diajukan ke Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM), dengan menyertakan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Salinan (foto kopi) paspor dan ijin tinggal di Jerman.
  • Daftar riwayat hidup yang dilampiri dengan ijazah dan /atau surat pengalaman kerja.
  • Keterangan mengenai tempat kerja serta nilai sosial dan ekonominya.
  • Penjelasan mengenai perlengkapan kerja yang dibutuhkan, disertai rincian harganya.
  • Surat kontrak kerja dengan perusahaan di Indonesia.
  • Surat perjanjian dengan tempat kerja dalam hal pembatasan hak pemutusan hubungan kerja ( PHK ) dan pengalihan perlengkapan kerja tersebut kepada perusahaan.

Setelah memeriksa kelengkapan dokumen serta makna sosial dan ekonominya, CIM akan menyerahkan dokumen yang telah lengkap tersebut kepada World University Service ( WUS ) Jerman, yang kemudian akan menanyakan pendapat perwakilan pemerintah Jerman di Indonesia. Persetujuan pemberian bantuan membutuhkan sebuah keputusan positif dari pihak CIM dan WUS Jerman. Setelah permohonan kita disetujui oleh pihak yang berkopeten di Jerman, maka kita akan mendapatkan perlengkapan yang kita inginkan. Prosedur untuk mendapatkan perlengkapan ynag kita inginkan tersebut pertama-tama WUS Jerman akan mencarikan atau membelikan barang-barang yang telah disetujui untuk dibantu dengan menggunakan rincian harga yang diajukan pemohon dan mengatur pengirimannya ke perusahaan pemohon di Indonesia. Menurut informasi yang penulis terima, apabila harga peralatan tersebut lebih murah di Indonesia (seperti dalam dokumen permohonan). Maka pemohon dapat memberi barang sendiri dan kemudian mengirimkan kuitansi pembeliannya ke Jerman. Setelah peralatan yang diinginkan tiba di Indonesia perawatan dan penggunaannya diserahkan pada pemohon. Disamping itu pemohon harus mengirimkan konfirmasi kepada WUS Jerman bahwa perlengkapan kerja tersebut sudah diterima. Selanjutnya, pada bulan ke 12 dan ke 24 bulan setelah kedatangan perlengakapan tersebut, pemohon wajib mengirim bukti bahwa pemohon masih bekerja di tempat kerja tersebut dan memberitakan pengalaman yang diperoleh dengan menggunakan perlengkapan kerja tersebut. Secara prinsip program ini sangat menarik bagi alumni Jerman. Oleh karena bagi yang serius menginginkan program ini silahkan menghubungi alamat-alamat dibawah ini :

Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM)

Barckhausstr.16,

60325 Frankfurt, Germany

Tel. : + 49 – 69 – 719121-0

Fax : + 49 – 69 – 719121-19

Email : cim@gtz.de

World University Service Deutsches Komitee e.V.

Frau Petra Loch (kontak person)

Goeben Strasse 35

65195 Wiesbaden, Germany

Tel.: 0049 – 611 – 9446051

Fax.: 0049 – 611 – 446489

Email : wusgermany@aol.com atau fadel@wusgermany.de

http://www.wusgermany.de/

WUSKI – World University Service Komite Indonesia

Baranangsiang Indah Blok H1/19

Bogor 16710 Indonesia

Tel / Fax : 0251 – 336326

Email : wuski@indo.net.id

Dipl.-Ing. Budiyanto Karwelo selaku Program Manager

Untuk mendapatkan bantuan tersebut dibutuhkan beberapa dokumen yang dapat dicari informasinya ke alamat seperti di bawah ini.

Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG)

Postfach 450340

D-50878 Köln

Germany

Tel.: 49-221-4986476

Fax.: 49-221-4986176

Namun berdasarkan informasi yang penulis himpun dan dari WUSKI, bantuan modal ini sepertinya telah dihentikan sejak Oktober tahun 2000. Selanjutnya dari WUSKI penulis menerima informasi yang cukup menarik terutama bagi yang sekolah di Jerman dengan bantuan dukungan privat finansial (disampaikan oleh Dipl.-Ing. Budiyanto Karwelo selaku Program Manager WUSKI). Untuk lebih jelasnya silakan diperhatikan beberapa program yang ditawarkan WUS di Jerman. Tawarantawaran tersebut berkaitan dengan program reintegrasi seperti di atas, yang terdiri dari :

  1. Reisekostenzuschuss dan Einarbeitungszuschuss. Setiap mahasiswa yang telah atau belum berhasil menyelesaikan studinya dan ingin kembali ke Indonesia dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh bantuan dana untuk biaya kembali ke tanah air sebesar DM 3.250,- (Reisekostenzuschuss untuk Antragsteller 750 DM + Trasnportkostenzuschuss 2500 DM; Kalau mempunyai keluarga akan mendapat lebih) dari Zentralstelle fur Arbeitsvermittlung (ZAV) dalam rangka program reintegrasi (Reintegrationsförderungsprogramm ) dari pemerintahan Jerman. Caranya adalah menghubungi ZAV di Frankfurt sebelum kepualangan ke Indonesia (Ingat ini PENTING sekali!!!) dan meminta formulir permohonan (Antragsformular). Formulir diisi dan dilengkapi beberapa dokumen antara lain fotokopi passpor, tiket pulang (one way ticket), dan surat keterangan lainnya yang diminta. Jawaban disetujuinya atau tidak permohonan kita itu biasanya diberikan setelah tiga minggu. Jika permohonan disetujui, baru kita memberikan nomor rekening bank (bisa juga memakai bank yang ada di Indonesia), dan setelah itu dalam waktu kira-kira 3 minggu dana itu akan kita terima.
  2. Dalam program ini ZAV juga menyediakan dana untuk pekerja ahli di Indonesia, jika seorang alumni Jerman telah memperoleh lapangan pekerjaan, ia dapat memperoleh dana sebesar 500,- DM hingga 750,- DM per bulan sampai maksimum 1 tahun sebagai dana tambahan untuk proses reintegrasi. Persyaratan yang diminta adalah bukti dari tempat kerja yang berupa kontrak kerja. Dana ini juga berlaku sebagai bea siswa bagi mereka yang tidak menyelesaikan studinya di Jerman, tapi masih berkeinginan melanjutkan kuliah di Universitas di Indonesia.
  3. Nachkontaktprogramm (Program kontak lanjutan). Program ini mungkin adalah salah satu program yang telah berjalan cukup lama tetapi kurang dikenal. Mungkin karena manfaat dari Program ini yang hanya mendapat buku-buku berbahasa Jerman sejumlah DM 200 pertahun. Sayangnya untuk mendapatkan Nachkontaktprogramm ini seseorang harus pernah mendapat bantuan entah melalui ZAV-Einarbeitungszuschuesse, APAProgram, atau mendapatkan Existenzgruendungsprogramm dari DTA atau DEG yang pernah ada sampai tahun

2000. Ini dibuktikan ketika pelamar mengirimkan formulirnya harus menyertakan fotokopi pernah mendapat program bantuan di atas. Bila dalam program lainnya seseorang hanya mendapatkan bantuan sekali saja, dalam program ini seseorang akan mendapat bantuan terus menerus setiap tahun dalam bentuk buku-buku berbahasa jerman yang ada hubungannya dengan studi di Jerman dengan harga maksimum 200 DM. Proses pemesanannya sangat mudah. Pada kuartal pertama setiap tahun Alumni akan mendapatkan sebuah Formular Pesanan dari WUS yang harus diisi lengkap dan dikirimkan ke WUS Deutsche Komite. WUS akan mencari buku tersebut dan mengirimkan kepada alumni. Cara lain yang lebih mudah adalah dengan memesan melalui WUS-Online- Shop (www.wusgermany.de/nkd/nkd-mainframe.htm). Hal yang paling penting dalam program ini adalah bila seseorang pindah alamat, agar memberitahukan segera ke WUS sehingga buku yang dikirimkan itu bisa sampai.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang program-program diatas, bila mana ada perubahan tentang peraturan dan persyaratannya maka alamat dibawah ini dapat dijadikan referensi :

Zentralstelle fuer Arbeitsvemittlung (ZAV)

Barckhausstrasse 16

D-60325 Frankfurt/Main

oder Postfach 17 05 52

D-60079 Frankfurt/Main

Tel.: +49-69-719121-93

Fax.: +49-69-719121-81

frankfurt-zav.reintegration@arbeisamt.de

http://www.zav-reintegration.de/

Ini adalah Jerman

Posted On September 29, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Inilah Jerman….

I. SEJARAH JERMAN

Republik Federal Jerman bersatu kembali tanggal 3 Oktober 1990 setelah terpecah sejak tahun 1961. Jerman terletak di Jantung Eropa dan dikelilingi 9 negara tetangga. Di sebelah Utara, Jerman berbatasan dengan negara Denmark, Laut Baltik, Laut Utara. Sebelah Selatan berbatasan dengan negara Swiss, dan Austria, sedangkan disebelah Barat berbatasan dengan negara Belanda, Luxemburg dan Perancis. Di sebelah Timur Jerman berbatasan dengan negara Ceko, Slowakia, Polandia.

Bahasa Jerman tergolong bahasa Indo-Germanika dari rumpun Germanika. Terbentuknya bahasa baku di Jerman diawali oleh Martin Luther yang menerjemahkan Al – Kitab. Seperti halnya Bahasa Indonesia, Bahasa Jerman memiliki banyak sekali dialek. Seseorang dapat mengenal daerah asal pembicara dari logat bahasa dan pengucapan kata. Meskipun dialek dari satu daerah dengan daerah lain sangat beragam tetapi perbedaan itu disatukan dengan satu Bahasa Jerman,”das Hochdeutsche” yang digunakan di seluruh negara Jerman.

Di luar Jerman, bahasa Jerman juga dipakai sebagai bahasa ibu di Austria, Liechtenstein, di sebagian besar Swiss, di Tirol Selatan (Italia Utara) dan di beberapa daerah kecil sepanjang perbatasan dengan Jerman di Belgia, Perancis (Elsass) dan Luxemburg. Republik Federal Jerman terdiri dari 16 Negara bagian :

1. Baden – Württemberg ( Stuttgart) 9. Schleswig – Holstein (Kiel)

2. Berlin (Berlin) 10. Bayern (München)

3. Brandenburg (Postdam) 11. Rheinland – Pfalz (Mainz)

4. Bremen (Bremen) 12. Thüringen (Erfurt)

5. Hamburg (Hamburg) 13. Mecklenburg Vorpommern (Schwerin)

6. Hessen (Wiesbaden) 14. Sachsen – Anhalt (Magdeburg)

7. Niedersachsen (Hannover) 15. Sachsen (Dresden)

8. Nordrhein – Westfalen (Düsseldorf) 16. Saarland (Saarbrücken)

Garis Besar Sejarah – 1945

Terbentuknya bangsa Jerman merupakan proses yang memakan waktu ratusan tahun. Wilayah ini mencapai puncak kejayaan di bawah Karl yang agung dan terpecah belah setelah kematiannya pada tahun 814. Penguasa Jerman dahulu menggunakan sistem wangsa. Kata sifat deutsch baru mulai dipergunakan pada abad kedelapan, pada mulanya hanya sebagai penunjuk bahasa yang dipakai di bagian timur wilayah kekuasaan Franken. Wilayah tersebut didiami oleh berbagai suku bangsa yang sebagian berbahasa Germanika, dan sebagian memakai dialek Romanika. Kemudian mulai meluas maknanya mencakup manusianya, pengguna bahasa tersebut. Akhirnya istilah ini dipergunakan pula untuk menerangkan wilayah yang didiami penutur bahasa Jerman dan terciptalah kata Deutschland.

Sebagai titik saat berubahnya wilayah kekuasaan Franken disebelah timur menjadi Reich (kerajaan) Jerman, umumnya disebut tahun 911, ketika wangsa Karolinger berakhir dan seorang Hertog Franken, Konrad I, dipilih menjadi raja. Konrad I dianggap sebagai raja Jerman pertama (gelar resmi yang disandangnya raja Franken, pada masa berikutnya juga dipakai gelar raja Romawi) tata negara berbentuk monarki electoral; para bangsawan terkemuka yang memilih raja, dan berlaku “hak keturunan”. Raja yang berhasil menjadi penguasa nyata di seluruh Reich yaitu raja Otto I yang dinobatkan sebagai kaisar di Roma pada tahun 962.

Penguasa terus berganti-ganti dari satu wangsa ke wangsa yang lain. Negara juga semakin maju dan terus berkembang dengan berubahnya negara jerman menjadi negara Nasional (perubahannya lebih lambat dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya, dan kewenangan tetap ditangan raja). Perkembangan mereka juga membuat mereka semakin kritis terutama kepada penyalahgunaan ajaran gereja. Ketidakpuasan akan Gereja yang terpendam menimbulkan reformasi yang menjalar dengan cepat di Jerman. Pemicu utamanya adalah kegiatan Marthin Luther sejak tahun 1517. Setelah reformasi itu mereka mempunyai hak yang sama dalam menentukan agama. Walaupun demikian perseteruan antar agama itu tetap tidak berakhir hingga abad ke-17.

Pada abad ke-18 timbul era Absolutisme, dimana kekuasaan raja tak terbatas. Pada akhir abad ini juga terjadi desakan yang menghancurkan Reich yang datangnya dari barat. Revolusi Prancis pecah pada tahun 1789. Pada revolusi ini jatuhlah Reich. Perancis mencaplok daerah di sebelah kiri sungai rhein. Pada tahun 1806 Kekaisaran Suci Romawi Berkebangsaan Jerman berakhir namun demikian revolusi ini tidak menyebar ke Jerman.

Pada februari 1984 terjadi revolusi kembali. Tidak seperti revolusi tahun 1789, revolusi ini mendapat tanggapan langsung di Jerman, pada bulan maret di setiap daerah terjadi pergolakan yang berhasil memaksa para raja untuk memberi berbagai konsesi, setelah revolusi ini Jerman mengalami perkembangan dan perubahan.

Pada tanggal 28 Juni 1914 terjadi pembunuhan Putra Mahkota Austria di Sarayevo yang menjadi pemicu perang dunia I. Jerman dan Austria disatu pihak sedangkan Perancis, Rusia dan Inggris di Pihak lain. Dan Jerman mengalami kekalahan kemudian akhirnya Jerman menjadi Republik.

Kekalahan Jerman membuat negara ini terus terpuruk dan kacau hingga pada puncaknya 1923. Pada tahun 1930, partai nasionalis pimpinan Adolf Hitler – sampai saat itu tidak berarti kekuatannya – secara mendadak bertambah banyak pengikutnya hingga pada tahun 1932 menjadi partai terkuat. Pada tanggal 30 Januari 1933 Hitler menjadi Kanselir Reich. Selain dari partainya di kabinet Hitler duduk juga politisi dari partai kanan dan juga orang-orang yang tidak termasuk dari salah satu partai, sehingga diharapkan kekuasaan tunggal Nazi bisa dihindari.

Namun tak lama kemudian Hitler melepaskan diri dari sekutunya. Melalui Undang-undang Hitler kemudian diberikan kekuasaan yang hampir tak tebatas. Ia kemudian melarang semua partai kecuali partainya sendiri, menghancurkan serikat kerja, hak asasi manusia dinaifkan, dan kebebasan pers dihapuskan. Ia menghadapi lawan-lawannya dengan ganas. Pada tahun 1934 ketika presiden pada saat itu Hindenburg meninggal, Hitler mengambil alih hingga ia merangkap menjadi presiden dan Kanselir hingga ia memegang kekuasaan tertinggi angkatan bersenjata yang saat itu masih mandiri. Kekuasaan sebelumnya yang tidak berhasil mengentaskan krisis ekonomi dan kekacauan yang ada membuat masyarakat tidak percaya terhadap pemerintah. Sebaliknya Hitler berhasil memperbaiki keadaan ekonomi, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, selain itu ia juga sukses dibidang politik luar negeri, pada tahun 1935 daerah Saar bergabung kembali dengan Jerman, 1936 tentara Jerman memasuki Rheinland, daerah Jerman yang dijadikan zone demiliterisasi sejak 1919, pada tahun 1938 Austria dinyatakan kembali bergabung kembali dengan Reich.

Hal itu membuat Hitler mudah menjalankan tujuan politiknya. Begitu mengambil alih kekuasaan, secepat itu juga rezim Hitler memulai melaksanakan program anti yahudinya. Hitler tetap tak terpuaskan sebelum ia berhasil menguasai Eropa. Ia kemudian menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939 yang memacu Perang Dunia II. Pada tahun 1942 rezim nazi memulai “ Penyelesaian Akhir Masalah Yahudi”, semua orang yahudi yang dapat mereka tangkap dikumpulkan di kamp-kamp konsentrasi, kemudian dibantai. 20 Juli 1944 percobaan kudeta pada Hitler gagal. Ia berhasil meloloskan diri dan membalas dendam dengan lebih kejam pada bulan-bulan berikutnya. 30 April 1945 Hitler bunuh diri, penggantinya Laksaman Dönitz menyerahkan diri delapan hari kemudian.

1945 – sekarang

Jerman menyerah tanpa syarat pada 8-9 Mei 1945. Anggota pemerintahan bersama tokoh-tokoh diktatur Nazi lainnya diadili di Mahkamah luar Biasa Internasional. Pada tanggal 5 Juni, Amerika serikat, Inggris, Uni Soviet dan Perancis sebagai pemenang perang mengambil alih kekuasaan tertinggi atas wilayah Kerajaan Jerman. Mereka membagi Jerman dalam tiga zone dan ibukotanya Berlin dalam tiga sektor. Pada Februari 1945 dibentuk satu Zone tambahan untuk pendudukan Perancis. Ketiga zone di barat bersatu dalam Trizone ekonomi.

Stalin memberlakukan mata uang Deutsche Mark di Barat (reform mata uang, 20 Juni 1948) sebagai alasan untuk memblokade Berlin barat dengan maksud menjadikannya bagian dari Zone Pendudukan Soviet.

Malam hari tanggal 23 Juni 1948 semua jalan darat antara zone-zone Barat dan Berlin Barat ditutup. Pengadaan energi dan pangan dari sektor timur Berlin dan zone Soviet dihentikan sama sekali. Sampai tanggal 12 Mei 1949, kebutuhan penduduk Berlin Barat diangkut oleh sekutu melalui apa yang disebut “jembatan udara”. Pada tanggal 3 Agustus 1948 Stalin menuntut supaya Berlin diakui sebagai ibu kota Deutsche Demokratische Republik (DDR) yang kemudian pada tanggal 7 Oktober 1949 memperoleh pemerintahannya sendiri.

Pada 13 Agustus 1961, Uni soviet membangun tembok Berlin dan membuat brikade, jalur ajal dan berbagai tindakan refresif untuk mencegah rakyat melarikan diri. (sebelum didirikan hampir tiga juta orang meninggalkan DDR / Jerman Timur ). September 1989 Hongaria membuka perbatasannya untuk warga Jerman Timur . Maka ribuan orang dapat pergi ke Jerman timur melalui Austria. Gelombang protes dan pengungsian besar-besaran terus terjadi.

Tembok Berlin diruntuhkan tanggal 9 November 1989. Pada 18 maret 1990 untuk pertama kalinya selama 40 tahun di Jerman Timur diadakan pemilihan umum yang benar-benar bebas. Juli 1990 Michael Gorbachov menyetujui penyatuan kedua negara Jerman.

Chronologie – von Mittelalter bis 19. Jh. (dari abad pertengahan s.d. abad ke 19)

1. Heilige Römische Deutsche Nation unter karl der Große : kein Zentralstaat (zersplitterte Staaten)

2. Regiert von den verschiedenen Fürsten bis 1847

3. Napoleons Invasion in Deutschland bis 1820

4. Ausbruch der deutschen Revolution in Frankfurt am Main 1848 – Ende der Herrschaft des Fürstentums.

5. Ausbruch des ersten Weltkriegs 1914 – 1919 & der Beginn der Industrialisierung

6. Weimar Republik 1920

7. NSDAP 1933 – 1945 (Adolf Hitler – Diktatur) & Ausbruch des zweiten Weltkriegs.

8. 1949 – heute (Bundesrepublik & DDR)

9. 1989 Wiedervereinigung für ganzes Deutschland (Berliner Mauer wurde abgerissen)

II. NEGARA DAN KONSTITUSI

Kepala negara Republik Federal Jerman adalah Presiden Federal yang dipilih oleh Majelis Federal (Bundesversammlung), yang bersidang hanya untuk ini. Presiden Federal dipilih untuk periode 5 tahun dan berkesempatan untuk dipilih dua kali. Presiden federal mewakili negara Jerman secara hukum antar negara lain serta mengakreditasi dan menerima para duta besar. Ia juga mengangkat dan memberhentikan para hakim Federal serta para perwira, memberikan grasi kepada terpidana, mengawasi penyusunan undang-undang dan mengusulkan calon untuk dipilih sebagi Kanselir Federal, kemudian atas usulan Kanselir ia melantik serta memberhentikan para menteri pemerintahan Federal.

Majelis Federal terdiri dari para anggota Bundestag yag dipilih oleh setiap parlemen di negara-negara bagian. Bundestag Jerman adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Federal Jerman. Parlemen ini dipilih setiap empat tahun. Bundestag bertugas menetapkan undang-undang, memilih Kanselir dan mengawasi pemerintah.

Pemerintah Federal Jerman disebut juga kabinet, terdiri atas kanselir dan para menteri. Kanselir Federal mempunyai posisi istimewa dan mandiri di dalam pemerintah dan dihadapan para menteri. Ia mengepalai kabinet dan ia saja yang berhak membentuk kabinet, ia memilih menteri dan mengajukan usulan mengikat kepada Presiden Federal untuk mengangkat maupun memberhentikan mereka. Ia juga menentukan jumlah dan tugas mereka.

Pemerintahan Jerman dijuluki “ demokrasi Kanselir “. Kanselir Federal adalah satu-satunya orang dalam kabinet yang dipilih oleh parlemen, hanya ialah yang bertanggungjawab terhadap Dewan Perwakilan Rakyat.

Chefs / Bundeskanzlern

  1. Konrad Adenauer (CDU)
  2. Kissinger (SPD)
  3. Willy Brandt (SPD)
  4. Helmut Schmidt (CDU)
  5. Helmut Kohl (CDU)
  6. Gerhard Schröder (SPD)
  7. Angela Merkel (CDU)

Ibu kota Federal Jerman, pada tanggal 10 Mei 1949 Bonn dipilih menjadi ibu kota sementara Republik Federal Jerman dan ditegaskan pada 3 November 1949. Setelah reunifikasi Jerman, pada tanggal 20 Juni 1991 ibukota kembali ke Berlin

Partai dan Pemilihan Umum, Partai-partai di Bundestag sejak pemilu pertama untuk seluruh Jerman pada tahun 1990 ada enam partai yaitu Uni Demokrat Kristen Jerman (CDU), Parta Sosialis Demokrat Jerman (SPD), Partai Demokrat Liberal (FDIP), uni Sosial Kristen (CSU), Partai Sosialisme Demokratis (PDS) dan ikatan antara Kelompok 90 dan Partai Hijau (Bündnis 90/di Grünen)

Die großen politischen Parteien bilden sich eine gemeinsame Koalition

1. SPD (Sozial Partei Demokrat – im 19. Jh. gegründet)

2. CDU (Christliche Demokratische Union)

3. CSU (Christliche Sozial Union) ; die Schwester von CDU, die gibt es nur in Bayern.

4. PDS (die linke komministische Partei)

5. FDP (die liberale Partei)

6. Grüne (Umweltpartei)

Pemilihan Umum di Deutschland bersifat umum, langsung, bebas, sama dan rahasia. Setiap warga negara Jerman yang telah berusia 18 tahun mempunyai hak pilih dengan syarat telah tinggal di Deutschland minimal 3 bulan dan tidak kehilangan hak pilihnya, apabila dipenuhi persyaratnya orang-orang Jerman yang tinggal di luar negeri dapat mengikuti pemilihan umum.

Deutschland und EU – Länder

1. Deutschland, Großbritanien und Frankreich sind derzeit die Hauptführung in der EU

2. Deutschland gehört zu G 8 (Gipfel 8) ; die große Industrienationen der Welt sind USA, Großbritanien, Frankreich, Deutschland, Italien, Japan, Kanada, Russland

III. PENDUDUK, PENDIDIKAN DAN PEREKONOMIAN

Republik Federal Jerman memiliki penduduk kurang lebih 82 juta penduduk Jerman, dan 7,3 juta adalah pendatang asing yang datang dari manca negara dan menetap di Jerman. Jerman adalah negara yang bersahabat dengan pendatang asing, dan beberapa bangsa pendatang di Jerman adalah Italia, Spanyol, Portugal dan Turki. Jerman termasuk negara dengan jumlah penduduk tertinggi di Eropa.

Ibukota negara Jerman adalah Berlin, tapi Jerman mempunyai 16 Länder (negara bagian) yang mempunyai hak otonom masing-masing. Selain itu Jerman juga memiliki 3 buah Stadtstaaten, yaitu sebuah negara kota, Berlin, Bremen, dan Hamburg. Jika disamakan dengan Indonesia, maka ketiga negara kota tersebut kurang lebih sama dengan DI Yogyakarta, DI Aceh dan DKI Jakarta.

Di Berlin terdapat ‘Tembok Berlin’ (Berliner Mauer) yang sangat terkenal, karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Dulu tembok ini membelah Jerman menjadi dua bagian yaitu BRD dan DDR, namun pada tanggal 9 November 1989 tembok ini diruntuhkan sehingga menyatukan kembali negara Jerman menjadi satu kesatuan. Piala Dunia 2006 dan Olimpiade Musim Panas 2012 akan diselenggarakan pada salah satu stadion termegah yang ada di Jerman, yaitu Stadion Daimler di kota Stuttgart. Di kota ini juga terdapat pabrik mobil terkenal, yaitu Mercedez Benz. Bandara Internasional Jerman terdapat di kota Frankfurt, sedangkan Pelabuhan Laut yang terbesar di Eropa terdapat di kota Hamburg. Oleh karena itu kota ini dijuluki sebagai ‘Hafenstadt’ yaitu sebuah kota pelabuhan. Salah satu kota terkenal lainnya adalah München, sebab disana untuk pertama kalinya Oktober Fest diselenggarakan dan terdapat Goethe Institut. Selain itu kota ini juga terkenal dengan tim kesebelasan sepak bola.

Jerman memiliki empat musim, yaitu Musim Dingin pada bulan Desember-Februari dengan temperatur berkisar antara 1,5º-(-6º). Musim Semi terjadi sekitar bulan Maret-Mei, dimana pemandangan sangat menakjubkan, karena pada saat itu bunga-bunga mulai tumbuh bermekaran. Musim Panas berlangsung sekitar bulan Juni-Agustus, dengan temperatur sekitar 18º-30º. Dan yang terakhir adalah Musim Gugur, sekitar bulan September sampai November. Meskipun terdiri dari empat musim, hujan turun pada setiap tahunnya.

Jerman dan Ekonomi

Republik Federal Jerman termasuk di antara negara industri terkemuka. Penghasilan seluruhnya di bidang ekonomi menempatkannya pada peringkat ketiga di dunia; dalam perdagangan dunia bahkan didudukinya posisi kedua. Sejak 1975 Jerman menjadi anggota kelompok kerja tujuh negara industri Barat (G7), yang setiap tahun bertemu untuk menyelaraskan kebijakan di bidang ekonomi dan keuangan dalam perundingan tingkat kepala negara dan kepala pemerintahan.

Kebangkitan dari reruntuhan Perang Dunia II menjadi negara industri terkemuka bukan terjadi dengan mengandalkan kekayaan alam atau berlimpahnya modal, tetapi melalui kesediaan rakyat Jerman untuk bekerja keras, pendidikan dan kemauan yang tinggi. Kemampuan dan kreativitas angkatan kerja serta kesempatan luas yang disediakan oleh sistem “Ekonomi pasar berorientasi sosial” untuk mereka yang ingin berprestasi adalah faktor-faktor penentu perkembangan ekonomi suatu negara.

Sejak perang dunia kedua perekonomian Republik Federal Jerman berkembang menjadi tata perekonomian ini merupakan penolakan terhadap prinsip “semua melawan semua” yang dianut oleh paham liberalisme Manchaster pada abad ke-19; tetapi di lain pihak juga menolak campur tangan negara dalam keputusan perusahaan di bidang usaha dan investasi. Grundgesetz menjamin kebebasan usaha pribadi dan hak milik pribadi dengan menghubungkan hak-hak dasar dengan ikatan sosial yang membatasinya. Dengan semboyan bahwa peranan negara seharusnya “sekecil mungkin dan sebesar yang diperlukan saja”, maka dalam ekonomi pasaran ini negara terutama bertugas sebagai penata.

Syarat berfungsinya mekanisme pasar adalah kompetisi. Berkat persaingan itulah upaya individu untuk mendapatkan keuntungan bermuara pada kegiatan yang menghasilkan pengadaan barang optimal bagi semua peminat. Kompetisi membangkitkan dorongan untuk berprestasi dan memaksa perusahaan memperkuat posisinya melalui harga bersaing, perbaikan mutu produk, keringanan dalam syarat pembayaran dan pemasokan, atau pemberian jasa tambahan. Persaingan juga mendorong munculnya inovasi dalam proses serta hasil produksi dan menuntun pada rasionalisasi serta penghematan bahan baku.

Perkembangan pasaran tenaga kerja pada dasarnya ditentukan oleh pengaruh timbal balik antara kekuatan pasar. Kekuatan tersebut berupa organisasi tenaga kerja dan himpunan majikan yang di Jerman disebut mitra ketenagakerjaan (Sozialpartner). Organisasi serikat pekerja terbesar adalah Deutscher Gewerkschaftsbund (DGB, gabungan serikat pekerja Jerman). Keanggotaan dalam serikat pekerja DGB didasari pada prinsip “satu serikat, satu cabang industri”. Artinya mereka menerima buruh dan pegawai dari salah satu cabang industri atau bidang usaha tertentu sebagai anggota, lepas dari jenis pekerjaan yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Ada dua jenis pokok perjanjian tarif yang dinegosiasikan antara serikat pekerja dan asosiasi majikan ataupun salah satu perusahaan. Perjanjian upah dan gaji mengatur pembayaran imbalan kerja dan biasanya berlaku untuk jangka pendek. Perjanjian tarif dasar mengatur hal-hal umum seperti waktu kerja, lama cuti, tenggang waktu untuk diberhentikan, uang lembur, dll. Disamping itu, terdapat berbagai perjanjian tarif lain untuk pembayaran khusus, misalnya pendidikan profesi, jaminan hari tua tambahan, perlindungan terhadap pengurangan tempat kerja.

Di Jerman perselisihan ketenagakerjaan hanya boleh mempersoalkan pembuatan perjanjian tarif imbalan kerja. Karena itu, hanya kedua pihak yang bersangkutan yang dapat saling melakukan aksi. Selama masa berlakunya perjanjian tarif, isi perjanjian tarif tidak boleh dipermasalahkan. Pekerja dan majikan tidak hanya bertemu sebagai pihak lawan, melainkan berkerja sama dengan berbagai cara. Disamping bekerjasama rutin di dalam perusahaan, dalam berbagai kesempatan mereka juga bertemu sebagai wakil organisasi masing-masing.

Sektor perdagangan Jerman sejak beberapa dasawarsa memberi andil sebesar sembilan persen dalam produk domestic bruto. Usaha dagang besar menyalurkan barang dari pabrik atau dari pasar internasional kepada para pedagang eceran, industri pengolah atau konsumen besar. Usaha dagang eceran mengalami perubahan struktural yang mendasar dalam beberapa dasawarsa. Jumlah usaha dagang mandiri yang menempati bangunan luas di daerah pinggir kota meningkat pesat.

Hubungan luar negeri memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian Jerman. Perdagangan luar negeri Republik Federal Jerman sudah bertahun-tahun mengalami ekspansi. Barang impor yang penting adalah kendaraan, produk elektronika, dan mesin. Produk-produk yang kini telah dipasarkan oleh negara-negara berkembang. Jerman sangat peka terhadap gangguan dalam perdagangan internasional dan perubahan perekonomian dunia, karena faktor tersebut berdampak besar pada lapangan kerja, investasi, laba dan tarif hidup.

Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan

Sebagai faktor perangsang bagi orang asing untuk melanjutkan studi dan bekerja ke Jerman, hampir seluruh perguruan tinggi di Jerman membebaskan mahasiswa dari segala pembayaran iuran studi (tuition fees) dan penelitian, dan belum lama ini pemerintah Jerman memberikan “Green Card” bagi tenaga ahli bidang teknologi informasi. Dengan “Green Card” tersebut tenaga kerja asing dijamin ijin tinggal dan ijin bekerjanya selama lima tahun.

Tidak ada bidang lain yang kuat mencerminkan struktur Federal Jerman seperti kehidupan budaya. Berlin sebagai ibu kota dan nantinya pusat pemerintahan Jerman bersatu akan memegang peranan penting di bidang budaya. Namun kota-kota Jerman yang lain akan mempertahankan kedudukannya sebagai pusat budaya.

Keragaman budaya tercermin misalnya dalam penyebaran regional berbagai institusi dan kegiatan kultural di Jerman. Deutsche Bibliothek, perpustakaan nasional Jerman yang merupakan lembaga publik milik federasi, mempunyai tempat kedudukan di Frankfurt am Main, Leipzig, dan Berlin. Arsip federal yang berpusat di Koblenz mempunyai cabang-cabang antara lain di Berlin, Postdam, Freiburg im Breisgau dan Bayreuth. Hamburg merupakan pusat-pusat media terbesar, sedangkan Köln dan Düsseldorf adalah pusat seni rupa modern. Berlin mempunyai jumlah gedung teater terbesar. Akademi Ilmu Pengetahuan terdapat di Berlin, Darmstadt, Düsseldorf, Göttingen, Halle, Heidelberg, Leipzig, Mainz dan München, Nürnberg, Köln dan Stuttgart. Kedua arsip sastra terpenting dapat ditemukan di Marbach dan Weimar.

Pendek kata Jerman merupakan negara yang mempunyai banyak pusat kebudayaan. Tidak ada daerah “udik” yang terisolir disegi kebudayaan. Kebanyakan lembaga kebudayaan Jerman dipelihara oleh komune. Legalisasi di bidang kebudayaan merupakan kewenangan negara bagian. Setiap negara bagian mengatur urusan pendidikan kurang lebih secara mandiri. Namun desentralisasi kebudayaan juga ada sisi buruknya. Kurikulum dan ijazah sekolah sering kali berbeda antara negara bagian yang satu dengan yang lain.

Undang-undang dasar menjamin hak setiap orang untuk secara bebas mengembangkan kepribadiannya dan memilih sekolah, pendidikan kejuruan dan pekerjaan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Berdasarkan tata negara federal Jerman, kewenangan pendidikan dibagi antara federasi dan negara bagian. Negara bagian terutama bertanggung jawab untuk sekolah umum dan sekolah kejuruan serta taman kanak-kanak.

Wajib belajar berlangsung 6 tahun sampai 18 tahun, jadi selama 12 tahun. Untuk memenuhi wajib belajar harus dikunjungi sebuah sekolah penuh-waktu selama 9 tahun (di negara bagian tertentu 10 tahun) dan setelah itu memasuki sekolah kejuruan paruh waktu dan sekolah penuh-waktu yang lain. Untuk semua jenis sekolah publik tidak dipungut biaya. Sarana pelajaran, terutama buku ajar, sebagian diberikan kepada peserta secara cuma-cuma. Pelajaran agama, kecuali di sekolah netral. Menurut undang-undang merupakan pelajaran kokurikuler. Dikebanyakan negara bagian didirikan sekolah Kristen bersama.

Taman kanak-kanak adalah lembaga jerman yang diambil alih oleh banyak negara lain. Penyelenggara taman kanak-kanak paling banyak adalah gereja-gereja, organisasi sosial dan komune, kadang-kadang juga perusahaan dan perkumpulan.

Kuliah di Jerman

Posted On September 29, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Kuliah di luar Negeri

Pengen kuliah sambil kerja di luar negeri?? Kalau sekarang sih agak sulit juga, ya. Karena dipengaruhi krisis ekonomi global. Kalau ingin sih (untung-untungan juga, lho ya…) langkah awalnya adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari mulai biaya perkuliahan sampai apakah disana orang asing diberi kesempatan untuk kerja Part time atau full time. Informasi itu bisa di dapat dari lembaga penyelenggara pendidikan atau perwakilannya di Indonesia, kedutaan besar dan lembaga pendidikan bahasa seperti LIA, Goethe Institut, EF Internasional atau Erasmus Huis.

Dari sana, bisa anda tanyakan bagaimana cara mendaftar di Universitas tersebut, kapan pendaftarannya, berapa kali dalam setahun dibuka pendaftaran di Uni itu, apakah perlu nilai khusus terhadap jurusan yang hendak diambil, apakah orang asing dapat ijin kerja dan lain-lainnya.

Pertimbangan dan Perbandingan

Setelah istilah Globalisasi muncul, seakan-akan kuliah di luar negeri bukan lagi hal yang aneh. Semenjak tren kata itu, kuliah di luar negeri merupakan suatu petualangan, tantangan sekalian suatu keharusan bagi peniti karir kelak. Betul?

Muda, dinamis, dan berwawasan global. Dengan langkah kita ke dunia yang sama sekali beda, budaya, bahasa, politik, ideologi dan keadaan sosial. Menciptakan suatu yang lain dengan produk dalam negeri, yang bisa lebih fleksibel, kompeten dan berwawasan luas.

Oleh karena itu, apabila kita ingin memutuskan untuk belajar di luar negeri, terutama di Jerman, yang dibutuhkan adalah kesiapan moral dan mental yang prima, serta disiplin pribadi, disamping kesiapan dari segi pembiayaan.

Hal ini diutarakan karena kita akan berada jauh dari keluarga. Dimana segala hal harus kita lakukan sendiri. Di sini kita benar-benar dituntut untuk mandiri. Jerman adalah negara yang penduduknya suka bekerja keras dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Di samping itu, mereka juga benar-benar menghargai hasil karya seseorang, baik itu di bidang keilmuan maupun bidang sosial.

Oleh karena itu akan sangat baik sekali, apabila kita benar-benar mempersiapkan kemampuan bahasa dan keilmuan yang kita pilih nanti, karena itu akan sangat membantu apabila kita ingin menuntut ilmu di Jerman.

Alasan kuliah di luar negeri:

* Pengalaman dan tantangan

* Mandiri berpikir dan bertindak

* Membuka persahabatan skala internasional

* Mengembangkan kemampuan berbahasa

* Pemahaman teknik perkuliahan yang berbeda

* Hubungan internasional

Sekilas tentang Universitas di Jerman

Secara umum hampir semua universitas di Jerman berkualifikasi excellent. Standar kualitas pendidikan tinggi di Jerman sangat ketat sehingga kualitas antara universitas satu dengan lainnya relatif sama. Memang benar untuk beberapa universitas tertentu memiliki program yang sangat prestisius dan menjadi unggulan tetapi bukan berarti universitas yang bersangkutan lebih unggul (top rangking) dari universitas lain dalam segala bidang. Sebagai contoh: RWTH Aachen (tempat studi-nya Pak Habbibie) memiliki program unggulan pada bidang mekanika dan elektronika, tetapi untuk bidang Manajemen RWTH Aachen kalah populer di bandingkan FHTW Reutlingen. Begitu juga FH Furtwangen (berdasarkan majalah focus) merupakan universitas terbaik untuk bidang komputer dan TI, tetapi untuk bidang lainnya bisa jadi FH Furtwangen kalah populer dari universitas lain. Jadi, bagi anda yang berminat studi di Jerman memilih perguruan tinggi bukanlah suatu pertimbangan yang penting tetapi yang lebih perlu diperhatikan adalah memilih jurusan yang sesuai dengan prospek karir dan masa depan anda.

Sistem pendidikan di Jerman relatif berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia atau di negara-negara Anglo-Saxon (USA, UK dan Australia). Di Jerman ada 3 katagori perguruan tinggi:

· Universität dan Technische Universität (TU). Sistem pendidikan di universität relatif lebih berorientasi pada teori dan research. Prosentasi untuk pengajaran teori mencapai 80%-90% dari kurikulum mata pelajarannya.

  • Fachhochschule (FH) dalam Bahasa Inggris dikenal dengan University of Applied Science. Di universitas ini orientasi kurikulum antara teori dengan praktek relatif berimbang. Prosentase perbandingan antara teori dengan praktek sekitar 60% teori dan 40% praktek plus internship di perusahaan.
  • Berufsakademie (BA) dalam Bahasa Inggris di kenal dengan University of Cooperative Education. Universitas ini merupakan bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri (seperti KADIN-nya Jerman). Orientasinya sangat praktis yaitu 60% dari kurikulumnya adalah praktikum dan intership di perusahaan.

Nah, pada saat memilih perguruaan tinggi hendaknya perlu juga dipertimbangkan jenis perguruan tinggi mana yang sesuai dengan minat studi calon mahasiswa.

Untuk lebih jelasnya maka para calon mahasiswa disarankan untuk membuka website: www.hochshulkompass.de

Di Jerman kini terdapat 41.000 sekolah dengan 9,2 juta pelajar dan sekitar 58.000 guru tetap. Anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi dunia pendidikan jumlahnya sangat besar. Di tahun 1991 saja sudah mencapai 95 Milyar DM, untuk pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi. Belajar di Jerman kini makin diminati, walau biayanya cukup mahal. Wajib belajar dimulai sejak usia seseorang 6-18 tahun. Selama menjalani wajib belajar itu, tidak dipungut biaya. Sarana belajar seperti buku, diberikan secara cuma-cuma. Pelajaran agama, kecuali di sekolah netral, menuntut undang-undang di sana menjadi mata pelajaran kurikuler. Dan sejak usia 14 tahun, siswa diberi kebebasan untuk menentukan apakah ia akan mengikuti pelajaran agama atau tidak.

Pemerintah federal dan negara-negara bagian menginginkan agar orang asing yang belajar di Jerman jumlahnya sebanyak-banyaknya. Tahun 1990 mahasiwa asing mencapai 100.000. jika mahasiswa atau orang tua tidak sanggup menanggung biaya hidup, dan kemungkinan menerima biaya hidup berdasarkan Undang-Undang Federal. Dukungan Pendidikan yang dikenal singkatan “BAFöG”. Setengah dari jumlah bantuan itu diberikan sebagai beasiswa, dan setengah lagi sebagai pinjaman tanpa bunga yang harus dikembalikan paling lama lima tahun setelah masa pemberian bantuan.

Program Internasional

Banyak para calon mahasiswa terpaksa mengurungkan niatnya untuk studi di Jerman karena terkendala dengan keharusan menguasai bahasa Jerman. Kendala tersebut tampaknya saat ini lebih mudah diatasi bagi calon mahasiswa. Dalam 5 tahun terakhir ini perguruan tinggi di Jerman banyak yang melakukan inovasi dengan membuka program internasional khususnya untuk jenjang Master (S-2). Dalam program internasional tersebut perkuliahan dilakukan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Jerman dan bahasa Inggris. Biasanya pada semester awal perkuliahan menggunakan bahasa Inggris, baru di semester akhir menggunakan bahasa Jerman. Komposisi seperti ini akan memudahkan para mahasiswa untuk menyelesaikan studinya.

Tetapi tentu saja bahasa tetap merupakan persoalan serius jika ingin studi di perguruan tinggi luar negeri. Bukan merupakan rahasia umum bahwa kemampuan rata-rata Bahasa Inggris mahasiswa Indonesia relatif rendah. Bahkan secara bergurau seorang kolega yang menjadi Manager Personalia di Mitsubishi Heavy Industry pernah mengatakan bahwa kemampuan Bahasa Inggris Insinyur Indonesia tuh lebih rendah dibandingkan dengan Bahasa Inggris-nya TKW (pembantu) asal Filipina. Kita boleh saja tersinggung dengan pernyataan tersebut. Tetapi jika mau jujur ungkapan tersebut seratus persen benar adanya. Tingkat kemampuan rata-rata Bahasa Inggris mahasiswa Indonesia relatif rendah. Bagi para calon mahasiswa yang ingin studi di luar negeri persoalan bahasa merupakan kendala serius yang perlu diantisipasi sejak dini.

Persoalan bahasa akan sedikit bertambah rumit apabila ingin studi di Jerman. Selain persyaratan Bahasa Inggris yang excellent yang dinyatakan dengan TOEFL minimal 550, juga disyaratkan mempunyai sertifikat kursus bahasa Jerman untuk level dasar (Gruendstuffe) dari Goethe Institut. Memang kualifikasi bahasa Jerman yang dituntut hanyalah tingkat dasar tetapi untuk lulus sertifikat tingkat dasar tetap dibutuhkan waktu belajar sekitar 6 bulan. Sebagai catatan untuk di Yogyakarta terdapat lembaga kursus yang bersertifikat Goethe Institut. Lembaga tersebut berlokasi di dekat Tugu dan didirikan oleh Persatuan Guru Bahasa Jerman.

Ada beberapa persyaratan administrasi untuk mendaftar studi di Jerman pada Program Internasional. Beberapa persyaratan penting yang perlu dipersiapkan adalah:

  1. Foto kopi legalisir Ijasah S-1 dalam B.Inggris atau B.Jerman.
  2. Foto kopi legalisir Transkrip Nilai dalam B.Inggris atau B.Jerman
  3. TOEFL bahasa Inggris 550
  4. Sertifikat bahasa Jerman minimal level Gruendstuffe
  5. Dua surat rekomendasi dari Dosen tempat mahasiswa menyelesaikan studi S-1 dalam hal ini dosen UPNVY.
  6. Surat pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Khusus untuk surat rekomendasi dari dosen disarankan untuk mendapatkan rekomendasi dari dosen yang memiliki kualifikasi akademik minimal Doktor (S-3) dan akan lebih baik lagi Professor. Sebagai catatan hampir seluruh dosen di Jerman mempunyai kualifikasi Professor-Doktor, sehingga apabila calon mahasiswa hanya direkomendasikan oleh dosen yang berkualifikasi S-2 maka nilai rekomendasi tersebut akan minimalis. Rekomendasi dari dosen yang berkualifikasi S-2 tetap punya nilai strategis apabila dosen yang bersangkutan memiliki jabatan struktural penting di lingkungan universitas atau fakultas.

Keuntungan Studi di Jerman

Beberapa keuntungan penting studi di Jerman adalah sebagai berikut:

  1. Kualifikasi tenaga pengajar yang tinggi. Pengalaman Penulis selama studi di FH Furtwangen menunjukan bahwa untuk Program Master of Computer Science in Software Business Consulting (M.C.Sc.) dibimbing oleh 15 orang Professor-Doktor yang rata-rata mereka memiliki pengalaman sebagai Consultant di berbagai perusahaan multinasional. Menjadi sangat menarik adalah Dosen Professornya sebanyak 15 orang sementara mahasiswanya ‘hanya’ 30 orang. Tentu saja dengan rasio seperti ini kualitas akademiknya sangat terjamin.
  2. Fasilitas yang lengkap dan modern. Mahasiswa dapat mengakses fasilitas perpustakaan secara ‘on line‘ dengan buku, jurnal, majalah yang sangat lengkap baik dalam bentuk ‘hard copy‘ maupun CD Room. Selain itu mahasiswa juga memiliki akses internet bebas selama 15 jam per hari dan gratis.
  3. Lingkage Industri. Dukungan industri terhadap perguruan tinggi sangat besar. Pada kasus FH Furtwangen misalnya, di semester 3 seluruh mahasiswa program M.C.Sc. akan kerja praktek di perusahaan selama 6 bulan. Selama kerja praktek tersebut para mahasiswa akan mendapatkan gaji dan seluruh biaya hidupnya dijamin oleh perusahaan. Dan tentu saja bagi mahasiswa yang cemerlang ‘tidak akan pernah lagi’ datang ke kampusnya kecuali hanya untuk pendadaran thesis, karena mereka sudah secara otomatis dipromosikan menjadi karyawan tetap perusahaan dimana mahasiswa yang bersangkutan kerja praktek.
  4. Biaya kuliah yang sampai saat ini gratis atau relatif rendah.
  5. Adanya program internasional sehingga memudahkan untuk menyelesaikan studi sekaligus menguasai B.Jerman.

Segi kekurangan studi di Jerman.

Tetapi kita juga perlu realistis melihat kekurangan studi di Jerman. Pertama adalah kendala bahasa. Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang mudah dipelajari, disisi lain kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan di dunia kerja nanti, yang otomatis kurang terlatih dengan baik selama masa studi di Jerman. Kecuali bila anda mengambil program internasional dengan bahasa pengantar Inggris. Bila anda inginkan, anda juga dapat mengambil jam tambahan di Universitas untuk pelajaran bahasa Inggris.

Kelemahan yang kedua adalah masa studinya yang relatif panjang (6-8 tahun). Gelar yang diperoleh di Universitas Jerman hampir dapat disamakan dengan gelar S2/Master di negara lain, atau gelar di FH disamakan dengan gelar D4 ataupun S1/Bachelor di negara lain. Beberapa universitas dan FH di Jerman dibeberapa jurusan tertentu sudah mulai memberikan gelar internasional Bachelor dan Master dengan isi materi pengajaran yang sama dan diakui internasional. Selain itu, Jerman juga memiliki badan akreditasi untuk suatu program studi. Akreditasi yang dikeluarkan dari badan ini digunakan sebagai salah satu pertimbangan apakah suatu jurusan di sebuah universitas itu baik atau tidak. Namun sebenarnya itu tidaklah seberapa penting, karena pada dasarnya hampir semua universitas di negara Jerman adalah hampir sama kualitasnya.

Kelemahan yang ketiga adalah, untuk visa mahasiswa yang berlaku 1 tahun lebih, hanya diberikan kesempatan bekerja selama 90 hari kerja pertahunnya. Perlu diingat juga, bahwa karena krisis ekonomi global yang terjadi di semua negara, banyak pula terjadi pengangguran di Jerman, sehingga jumlah pencari kerja juga banyak di sini. Persiapkan diri dan mental anda untuk pekerjaan-pekerjaan kasar. Namun demikian, hendaknya jangan berkecil hati, karena semua pekerjaan yang halal adalah normal di sini. Dan juga dari segi pembiayaan, dengan bekerja selama 1 bulan untuk pekerjaan kasar maksimalnya, bisa untuk dibuat biaya hidup selama 1-2 bulan.

Persiapan bahasa

Bahasa sebagai kunci penerimaan mahasiswa di universitas luar negeri. Bila anda hendak kuliah di Jerman, salah satu hal yang paling utama diperhatikan adalah belajar bahasa Jerman, kecuali bila anda ingin mengambil program master dengan jangka waktu setahun dan tidak ada tuntutan belajar bahasa Jerman. Persiapan bahasa hendaknya sudah direncanakan di Indonesia, karena kursus bahasa di Jerman cukup mahal, walaupun dalam hal percakapan nanti akan lebih cepat menguasai.

Selain di Goethe Institut Jakarta (Jl. Sam Ratulangi) terdapat pula Goethe Institut Bandung dan Yayasan Goethe Indonesia Surabaya, serta banyak lembaga-lembaga yang menawarkan kursus bahasa Jerman, baik itu intensiv atau hanya dua kali dalam seminggu.

Hampir semua Universitas di Jerman menggunakan bahasa pengantar Jerman. Oleh karena itu persiapan bahasa di Jerman dari Indonesia sangat disarankan. Karena bahasa Jerman bukanlah bahasa yang mudah dipelajari. Persiapan bahasa Jerman sebaiknya dimulai sedini mungkin. Sebagian besar Perguruan Tinggi di Jerman mempunyai persyaratan kemampuan bahasa minimum sampai mempunyai ijazah ZD dari Goethe Institut untuk mendaftar ke Studienkolleg

Kemungkinan Studi bahasa di Jerman

Terdapat juga kemungkinan untuk memulai belajar bahasa di Negara Jerman dengan mengambil kelas intensif di berbagai jenis sekolah bahasa di Jerman. Belajar bahasa Jerman dengan cara ini mempunyai keuntungan proses belajar bahasa Jerman akan sangat pesat dan baik, tapi dengan kerugian memakan biaya yang relatif banyak, contoh:

* Goethe Institut Jerman: Per bulan bisa mencapai € 1000- € 1.500,-

* Volkshochschule di Jerman: per bulan € 300- € 500,-

Biaya Kuliah (Tuition Fee) & Living Cost

Biaya hidup di Jerman tergolong tinggi. Perkiraan pengeluaran resmi per bulan diperkirakan minimal 1200 DM (sekitar 585 Euro). Namun biaya itu itu tentu akan sangat tergantung dari kebiasaan dan gaya hidup seseorang. Meski tidak ada pungutan uang kuliah, karena hal itu telah ditanggung pemerintah Jerman. Namun ada beberapa biaya yang perlu dihitung seperti: asuransi kesehatan, iuran fasilitas kampus, biaya pemondokan, transportasi dan tentu saja konsumsi. Inilah komponen biaya yang perlu diperhitungkan.

Ingat studi di Jerman sekarang sudah tidak gratis lagi. Kalaupun masih ada yang gratis atau membebaskan uang kuliah, namun demikian pada setiap semester para mahasiswa akan dikenakan biaya untuk uang administrasi mahasiswa, uang sosial, dan Semesterticket (tidak wajib di setiap tempat) dan ada kemungkinan biaya tambahan yang lain, keseluruhannya berkisar € 150- € 210 , tergantung kebijakan dari masing-masing universitas. Semestiket adalah tiket para pelajar untuk menggunakan jasa angkutan untuk suatu daerah tertentu selama 1 semester. Jadi dalam 1 semester, mahasiswa tersebut tidak perlu membayar uang angkutan. Perlu diingat, Semester tiket hanya diperuntukan bagi calon mahasiswa ataupun seseorang yang terdaftar sebagai mahasiswa. Peserta kursus bahasa tidak mendapatkan Semester tiket. Sebagai salah satu solusinya adalah membeli tiket bulanan yang harganya jauh lebih murah daripada tiket mingguan ataupun tiket harian.

Berdasarkan teoritisnya, biaya hidup termasuk asuransi dan biaya-biaya tambahan per bulan di Jerman berkisar DM 800 (€400) –DM 1200 (€600). Tapi dengan hidup yang normal, kebanyakan mahasiswa Indonesia mengeluarkan biaya sekitar €350,- sampai sekitar €700,- per bulan. Tergantung dari gaya hidup yang mereka lakukan, dan juga situasi ekonomi dari kota tersebut.

Tetapi tentu saja ada program-program tertentu yang menetapkan biaya kuliah biasanya Program MBA (Master of Business Adminitration). Untuk Program MBA bea kuliahnya berkisar antara Euro 4,000 s.d Euro 20,000 tergantung dari kebijakan masing-masing perguruan tinggi yang bersangkutan, meskipun tetap ada yang menyelenggarakan MBA gratis seperti di FH Pforzheim atau FH Ingolstadt.

Hanya saja kebijakan untuk kuliah gratis di Program Internasional bisa saja suatu hari akan berubah. Dari tahun ke tahun peminat calon mahasiswa untuk studi di program internasional semakin meningkat. Jadi, dimungkinkan jika suatu ketika perguruan tinggi di Jerman akan menerapkan biaya kuliah bagi mahasiswanya khususnya untuk program internasional. Sebagai contoh di FH Furtwangen hingga tahun 2002 ini perkuliahnya gratis, tetapi mulai tahun ajaran 2003 akan menetapkan biaya kuliah untuk Program Master of Computer Science (M.C.Sc.) in Software Business Consulting sekitar Euro 4,500. Memang biaya kuliah tersebut relatif rendah jika dibandingkan dengan universitas di USA, UK atau Australia. Jika di-kurs dalam rupiah ‘paling hanya’ Rp 40 juta-an. Hampir sama dengan biaya kuliah di MM UGM atau dua kali lebih mahal dari biaya kuliah di MM UPNVY. Tetapi jika dibandingkan dengan biaya kuliah di UK (Inggris) yang rata-rata berkisar diatas Rp 150 juta-an untuk program umum dan Rp 200 juta-an untuk program MBA, maka biaya kuliah di Jerman tetap relatif murah. Meskipun begitu, tetap saja terbuka peluang bagi kita untuk dapat mendaftar di perguruan tinggi yang menerapkan kuliahnya gratis tanpa biaya kuliah.

Ketentuan biaya kuliah tersebut diatas sama sekali tidak berlaku untuk program Master yang seratus persen menggunakan bahasa Jerman. Seluruh program master yang diselenggarakan dalam bahasa Jerman (bukan program internasional), biaya studinya gratis. Ketentuannya adalah dibutuhkan lulus test sertifikat bahasa Jerman dari Goethe Institut untuk level intermediate, ZMP (Zentrale Mittelstufenprüfung) Level.

Bea Siswa

Dimungkinkan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar bea siswa DAAD. Persyaratan penting untuk mendapatkan bea siswa DAAD adalah Dosen atau Pegawai Negeri Sipil. DAAD memang memberikan bea siswa untuk umum tetapi proporsi bea siswa untuk umum tersebut jumlahnya sangat terbatas. Untuk di Indonesia kantor DAAD beralamatkan di Gedung Summitmas II, Jl. Sudirman, Jakarta. Hanya untuk catatan penting tidak mudah untuk mendapatkan bea siswa dari DAAD.

Kesempatan mendapatkan bea siswa akan besar jika mahasiswa sudah berada di Jerman. Banyak lembaga non profit atau yayasan yang bersedia memberikan bea siswa. Syaratnya adalah nilai semester yang baik. Dengan demikian ‘apply‘ bea siswa di Jerman baru dimungkinkan apabila kita telah studi minimal selama satu semester.

Ilmu Kependidikan

Posted On September 29, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

1.1 HAKIKAT PENDIDIKAN

Ø SIFAT–SIFAT ILMU PENDIDIKAN

Sebagai ilmu pengetahuan, seperti halnya ilmu pengetahuan lain, ilmu pendidikan mengutarakan masalah – masalah yang bersifat teoritis. Selain itu juga menyangkut masalah-masalah dari segi pelaksanaannya. Ilmu pendidikan mengandung perenungan yang merupakan segi teoritis dari pendidikan di dalam praktek. Sifat lainnya adalah normative. Hal ini dimaksudkan dalam mendidik seseorang adalah mempengaruhinya. Mempengaruhinya agar ia sanggup menyesuaikan diri dan memiliki sifat-sifat tabiat , nilai – nilai, dan norma – norma yang menjadi cita – cita dari pendidikan.

Ø BATAS-BATAS KEMAMPUAN PENDIDIKAN

Pendidikan itu hanya merupakan suatu bantuan, maka ini mengandung arti pula bahwa kemampuan dari pendidikan yang merupakan suatu bantuan itu ada batasnya. Kemampuan pendidikan mempunyai batas – batas tertentu. Kemampuan dari pendidikan di batasi oleh factor – factor tertentu.

Adapun factor – factor yang membatasi kemampuan pendidikan itu ialah :

  1. Factor anak didik.

Anak didik adalah merupakan pihak yang di bantu atau dapat juga kita pergunakan istilah pihak yang di bentuk. Potensi yang terdapat dalam diri anak didik inilah yang akan membantu dalam menerima bantuan dari luar, yaitu pendidikan, dapat memberikan hasil yang maksimal atau tidak.

  1. Factor si pendidik

Pendidik adalah merupakan pihak yang memberikan bantuan. Masing – masing pendidik mempunyai cara dan gaya sendiri – sendiridalam mendidik atau mengajar. Keragaman cara inilah yang turut membatasi berhasilnya pendidikan yang diberikan.

  1. Factor lingkungan

Yang dimaksud factor lingkungan disini ialah dapat berupa benda – benda, orang – orang, ataupun kejadian dan peristiwa yang ada disekitar anak didik. Semua hal dan kejadian yang ada disekitar, mempengaruhi langsung terhadap pembentukan perkembangan anak. Pengaruh yang diberikan dapat berupa oengaruh positif dan juga pengaruh negatif.

Ø TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan umum pendidikan ialah membawa anak kepada kedewasaannya, yang berarti bahwa ia harus dapat menentukan diri sendiri dan bertanggung jawab sendiri. Kedewasaan disini, dimaksudkan kemampuan bagi seorang anak untuk sanggup mengenal dan berbuat menurut kesusilaan dan hidup berdasarkan nilai – nilai dan norma – norma kesusilaan tersebut. Tujuan pendidikan ditentukan berdasarkan pandangan hidup manusia berdasarkan zaman dan kebudayaan di tempat kita hidup.

Tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia, telah diatur dalam Undang – Undang nomor 12 tahun 1945, pasal 3 yang berbunyi “tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.”

Pasal 4 berbunyi “pendidikan dan pengajaran berdasar atas asas – asas yang termaktub dalam pancasila, Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia.”

Ø MENDIDIK DAN MENGAJAR

Dalam praktek kehidupan sehari – hari, lebih banyak kita jumpai perkataan dari mendidik. Biarpun dalam kenyataannya, dalam mengajar itu, sebenarnya kita telah mendidik juga.

Secara teoritis, pengertian mengajar tidaklah sama dengan mendidik. Mengajar berarti menyerahkan atau menyampaikan ilmu pengetahuan ataupun ketrampilan dan lain sebagainya kepada oranglain, dengan menggunakan cara tertentu, sehingga itu menjadi milik orang tersebut. Dipergunakan untuk apa pengetahuan atau ketrampilan yang telah diperoleh dari proses mengajar itu, tidaklah menjadi soal.

Dalam mendidik, yang menjadi keutamaannya adalah terletak pada tujuan dari pekerjaan mendidik itu. Pendidikan senantiasa berusaha untuk membawa anak kepada tujuan tertentu yaitu cita – cita pendidikan.

Dengan demikian, mendidik tidak cukup hanya dengan memberikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan saja, tetapi juga di tanamkan kepada anak, nilai – nilai dan norma – norma susila yang tinggi dan luhur.

1.2 HAKIKAT MANUSIA

Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk memenuhi dan menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Potensi kemanusiaan merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia.

Ø SIFAT HAKIKAT MANUSIA

Pada umumnya sifat manusia dengan segenap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dan dunia manusia”, demikianlah yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Umar tirtarahardja. Dalam bukunya yang berjudul “Pengantar pendidikan”. Kita semestinya harus bersyukur dengan anugrah yang telah diberikan Tuhan kepada kita, dengan adanya sifat inilah kita memiliki kedudukan yang sangat tinggi dibandingkan dengan seluruh jenis mahkluk hidup yang ada di dunia ini yang telah diciptakan oleh Tuhan.

Semua sifat hakikat manusia pada umumnya dapat dan harus ditumbuhkan kembangkan melalui pendidikan terutama pada usia dini. Karena umumnya manusia pada usia dini lebih mudah menerima didikan dari pada usia lain, pendidikan itu penting bagi setiap manusia sebagai sarana untuk menjadikan seorang manusia itu sebagai manusia yang seutuhnya, terutama pendidikan yang ditumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang.Sifat hakikat manusia dapat diartikan sebagai ciri, karakteristik, yang secara prinsipal membedakan manusia dengan hewan atau makhluk lainnya. Meskipun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya.

Sifat dan hakikat manusia menjadi bahan kajian filsafat, khususnya filsafat antropologi. Hal ini menjadi keharusan oleh karena pendidikan bukan hanya sekedar soal praktik melainkan praktik yang berlandasan dan bertujuan. Sedangkan landasan dan tujuan itu sendiri, sifatnya filosofis normatif. Berarti filosofis karena untuk mendapatkan landasan yang kokoh diperlukan adanya kajian yang bersifat mendasar, sistematis, dan universal tentang ciri yang hakiki dari manusia. Bersifat normatif karena pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuhkembangkan sifat hakikat manusia tersebut sebagai suatu sistem yang bernilai luhur, dan hal itu menjadi keharusan.

Ø WUJUD SAIFAT HAKIKAT MANUSIA

Pada bagian ini akan dipaparkan wujud dan sifat hakikat manusia dengan maksud menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan yaitu:

Kemampuan menyadari diri

Berkat adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia, maka manusia akan menyadari bahwa dirinya memiliki ciri khas atau karakteristik diri. Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan yang lain. Bahkan bukan hanya membedakan, lebih dari itu, manusia dapat membuat jarak dengan lingkungannya.

Kemampuan bereksistensi

Dengan keluar dari dirinya dan membuat jarak dengan yang lain, berarti manusia mampu menerobos dan mengatasi batas-batas yang membelenggu dirinya. Kemampuan menempatkan diri dan menerobos inilah yang disebut kemampuan bereksistensi.

Pemilikan kata hati

Kata hati adalah kemampuan membuat keputusan tentang baik/benar, buruk/baik bagi manusia, sebagai manusia. Dalam kaitan dengan moral berarti petunjuk bagi perbuatan.

Moral

Jika moral; menunjuk pada perbuatan baik/benar ataukah yang salah, yang berprikemanusiaan atau yang jahat, maka etika berhubungan dengan sopan santun. Karena moral bertalian erat dengan keputusan kata hati, maka sesungguhnya moral itu berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Kemampuan bertanggung jawab

Kesediaan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang menanggung jawab merupakan pertanda dari tanggung jawab. Wujudnya berupa tanggung jawab terhadap diri sendiri ataupun dengan orang lain.

Rasa kebebasan

Kemerdekaan berarti bebas berbuat sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia.

Kesediaan melaksanakan hak dan kewajiban

Hak dan kewajiban adalah dua gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk sosial

1.3 LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN

Ø PENDEKATAN FILSAFAT

Penggunaan istilah filsafat dapat dalam dua pendekatan, yaitu :

* Filsafat sebagai kelanjutan dari berpikir ilmiah, yang dapat dilakukan oleh setiap orang serta sangat bermanfaat dalam member makna kepada ilmu pengetahuan itu.

* Filsafat sebagai kajian khusus yang formal, yang mencakup logika, epistemology, etika, estetika, metafisika, serta sosial dan politik.

Ø ALIRAN FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN

* Idealisme (Plato/427-347 SM)

Idealisme dalam filsafat mengatakan bahwa rwalitas terdiri dari idealisme ide-ide, fikiran,jiwa, dan bukan benda material atau tenaga. Jiwa adalah riil dan materi adalah produk sampingan. Manusia berdiri sendiri. Kesatuan organik dari alam ditekankan. Manusia harus hidup dalam keharmonisan dengan alam. Alam mempunyai arti dan maksud.

Aliran ini menekankan bahwa pendidikan merupakan kegiatan intelektual untuk membangkitkan ide-ide yang masih laten, antara lain melalui intropeksi dan tanya jawab.

Oleh karena itu sekolah berfungsi membantu siswa mencari dan menemukan kebenaran, keindahan, dan kehidupan yang luhur.

* Pragmatisme

Aliran yang mengemukakan bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi kegunaan praktis. Ukuran kebenaran didasarkan pada manfaat dari sesuatu itu bagi manusia.

Pendidikan adalah proses eksperimen, metode yang penting adalah metode pemecahan masalah.

Ø KLASIFIKASI ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Brameld dalam “ Philosophies of Education in Cultural Perspective “, 1955.

* Essensialisme

Education as cultural conservation, pendidikan sebagai pemelihara kebudayaan.

Aliran ini ingin kembali kepada kebudayaan lama, warisan sejarah yang terbukti kebaikan- kebaikannya bagi kehidupan manusia. Sebagai reaksi atas kenyataan bahwa kebudayaan modern gagal mencapai prospek ideal.

Essensialisme merupakan paduan ide-ide filsafat idealisme dan realisme.

* Progressivisme

Progressivisme menganggap pendidikan sebagai cultural transition. Pendidikan dianggap mampu merubah (membina kebudayaan baru) yang dapat menyelamatkan manusia bagi hari depan yang lebih kompleks dan menantang.

Mempercayai manusia sebagai subjek yang memiliki kemampuan menghadapi dunia dan lingkungan hidupnya yang multikompleks dengan skill dan kekuatan sendiri.

Dengan kemampuan itu, manusia dapat memecahkan semua problemanya secara inteligen, dengan inteligensi aktif.

Anak berada di lingkungan yang selalu berubah, ia menjadi bagian integral, namun tetap memiliki identitas diri yang berbeda dengan makhluk alamiah manapun.

Anak memiliki potensi dan kemampuan inteligensi yang dapat memecahkan problema dalam hidupnya.

Proses pendidikan terutama dipusatkan untuk latihan dan penyempurnaan inteligensi.

* Perennialisme

Perennial berarti everlasting, abadi. Walaupun perennialiame tidak dekat pada essensialisme dan menentang progressivisme, namun tidak puas pada essensialisme.

Teori Belajar Menurut Perennialisme :

* Pembinaan dan latihan berpikir, sebagai teori dasar

* Rasionalitas dan asas kemerdekaan (fungsi belajar harus diabadikan dalam aktualisasi manusia sebagai makhluk rasional yang bersifat merdeka.

* Belajar untuk berpikir

* Belajar sebagai persiapan hidup

* Belajar melalui pengajaran (fungsi guru, essensialisme sebagai “perantara” antara bahan dengan anak. Perennialisme, guru tidak sebagai “perantara” melainkan sebagai “murid’).

Dua hal, kelemahan perennialisme :

* Mengusahakan konsepsi kejiwaan ideal, namun lari dari pemecahan masalah dunia modern, tidak membina kerjasama.

* Telah membina yang sebenarnya mengancam nilai-nilai demokrasi

* Reconstructionisme

Ingin merombak tata susunan lama, membangun tata susunan hidup kebudayaan yang sama sekali baru, melalui lembaga dan proses pendidikan.

Dalam pendidikan, individu tidak hanya belajar tentang pengalaman kemasyarakatan masa kini, tapi harus mempelopori masyarakat kearah masyarakat yang diinginkan.

Ø FUNGSI FILSAFAT PENDIDIKAN

Brubacher menulis tentang fungsi filsafat pendidikan secara terperindi, dan pokok pikirannya dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

1. Fungsi Spekulatif

Filsafat pendidikan berusaha mengerti keseluruhan persoalan pendidikan dan mencoba merumuskannya dalam satu gambaran pokok sebagai pelengkap bagi data-data yang telah ada dari segi ilmiah.

2. Fungsi Normatif

Sebagai penentu arah, pedoman untuk apa pendidikan itu. Asas ini tersimpul dalam tujuan pendidikan, jenis masyarakat apa yang ideal yang akan kita bina.

3. Fungsi Kritik

Terutama untuk memberi dasar pengertian kritis rasional dalam pertimbangan dan menafsirkan data-data ilmiah.

4. Fungsi Teori bagi Praktek

Semua ide, konsepsi, analisa dan kesimpulan-kesimpulan filsafat pendidikan adalah berfungsi teori. Dan teori ini adalah dasar bagi pelaksanaan atau praktek pendidikan.

5. Fungsi Integratif

Sebagai pemandu fungsional semua nilai dan asas normatif dalam ilmu kependidikan

1.4 LANDASAN RELIGI PENDIDIKAN

Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan memiliki banyak perbedaan tergantung sudut pandangnya, salah satu sudut pandangnya adalah mengenai religi terutama landasan religi. Dengan adanya lima agama besar yang diakui di indonesia tentu landasan religi antar agama tersebut berbeda-beda meskipun perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan karena umunya tiap agama memiliki tujuan dan maksud yang sama mengenai pendidikan yaitu menciptakan manusia yang berkepribadian yang baik di dalam lingkungan masyarakatnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam pelaksanaannya pendidikan harus mempunyai landasan yang menjadi acuan dalam setiap prakteknya di lapangan, dan salah satu landasan dan pedoman dalam pendidikan adalah landasan religi. Nilai-nilai yang terdapat dalam tiap kitab suci agamanya masing, yang akan menjadi landasan dasar kependidikan religi tiap masing-masing agama.

1.5 KOMPONEN PENDIDIKAN

Komponen pendidikan yang berpengaruh dalam proses pendidikan dan fungsinya adalah sebagi berikut:

a. Komponen dasar yang akan diproses: anak didik dengan segenap kondisi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang ada pada dirinya.

b. Komponen alat untuk memproses dalam rangka mempengaruhi anak didik agar terwujud kualitas proses dan hasil pendidikan. Komponennya adalah :

- pendidik

- bahan materi yang diberikan

- alat atau metode yang digunakan

- sarana dan situasi pendidikan

c. Komponen penunjang seperti keadaan keluarga, keadaan sekolah, dan sosial budaya mastarakat.

Ø ENAM KOMPONEN PENDIDIKAN

* Pendidik

Merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan atau kedewasaan seorang anak.

* Anak didik atau peserta didik

Merupakan anak atau orang yang belum dewasa atau belum memperoleh kedewasaan yang masih menjadi tanggung jawab seorang pendidik.

* Tujuan pendidikan

Merupakan sasaran atau target yang akan dicapai dalam kegiatan pendidikan atau rumusan bentuk manusia yang akan dicapai oleh kegiatan atau usaha pendidikan yang dilakukan seorang pendidik.

* Alat pendidikan

Merupakan suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang sengaja dibuat untuk mencapai tujuan pendidikan.

Dibagi menjadi dua golongan :

- alat pendidikan preventif ( bersifat pencegaahan )

- alat pendidikan kuratif ( bersifat memperbaiki )

* Isi pendidikan

Materi meliputi materi inti yang telah diramu yang bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan pemersatu bangsa dan misi lokal yaitu mengembangkan kebhinekaan kekayaan budaya sesuai kondisi lingkungannya.

* Lingkungan pendidikan

Merupakan lingkungan sekitar yabg sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan.

Lingkungan pendidikan dibagi dalam tiga kelompok yaitu:

- Lingkungan sekolah

- Lingkungan masyarakat

- Lingkungan keluarga

1.6 KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Setiap individu memiliki ciri atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang diperolah dari lingkungan.

Nature dan nurture merupakan istilah yang dipakai untuk menjelaskan karakteristik individu dalam segi fisik, mental, dan emosional dalam tiap tahap perkembangannya.

Karakteristik berkaitan dengan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan karakteristik berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan.

Ø BIDANG-BIDANG PERBEDAAN

a. Perbedaan kognitif

Merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan IPTEK. Setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

b. Perbedaan peserta didik dalam kecakapan bahasa

Kemampuan peserta didik dalam kemampuan bahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan individu untuk menyatukan buah pikiran yang penuh makna, logis, dan sistematis.

c. Perbedaan dalam kecakapan motorik

Merupakan kemampuan untuk melakukan kordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh saraf pusat untuk melakukan kegiatan.

d. Perbedaan dalam latar belakang

Dalam kelompok peserta didik dalam tingkat manapun, perbedaan latar belakang dan pengalaman dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari individu dalam kemampuannya memahami pelajaran.

e. Perbedaan dalam bakat

Merupkan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang apabila diberikan rangsangan yang sesuai, begitupun dengan sebaliknya.

Ø CIRI KHAS PESERTA DIDIK

Umar Tirtarahardja dalam bukunya pengantar pendidikan mengemukakan ciri khas peserta didik yang harus dipahami oleh pendidik antara lain :

* Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas sehingga merupakan insan yang unik.

* Individu yang sedang berkembang.

* Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi

* Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

1.7 ANAK DIDIK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS

Definisi pendidikan inklusif juga terus-menerus berkembang sejalan dengan semakin mendalamnya renungan orang terhadap praktek yang ada, dan sejalan dengan dilaksanakannya pendidikan inklusif dalam berbagai budaya dan konteks yang semakin luas. Definisi pendidikan inklusif harus terus berkembang jika pendidikan inklusif ingin tetap menjadi jawaban yang riil dan berharga untuk mengatasi tantangan pendidikan dan hak asasi manusia. Akhirnya, mendefinisikan pendidikan inklusif itu penting karena banyak orang masih menganggap bahwa pendidikan inklusif hanya merupakan versi lain dari PLB. Konsep utama dan asumsi yang melandasi pendidikan inklusif adalah justru dalam berbagai hal bertentangan dengan konsep dan asumsi yang melandasi

‘pendidikan luar biasa’.

“Inklusi atau Pendidikan Inklusif bukan nama lain untuk ‘pendidikan kebutuhan khusus’. Pendidikan inklusif menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mengidentifikasi dan mencoba memecahkan kesulitan yang muncul di sekolah …. pendidikan kebutuhan khusus dapat menjadi hambatan bagi perkembangan praktek inklusi di sekolah.”

Konsep pendidikan inklusif memiliki lebih banyak kesamaan dengan konsep yang melandasi gerakan ‘Pendidikan untuk Semua’ dan ‘Peningkatan mutu sekolah’.

Pendidikan inklusif merupakan pergeseran dari kecemasan tentang suatu kelompok tertentu menjadi upaya yang difokuskan untuk mengatasi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi.

Beberapa definisi Pendidikan Inklusif

Definisi Pendidikan Inklusif yang dirumuskan dalam Seminar Agra disetujui oleh 55 peserta dari 23 negara (terutama dari ‘Selatan’)pada tahun 1998. Definisi ini kemudian diadopsi dalam SouthAfrican White Paper on Inclusive Education dengan hampir tidak mengalami perubahan:

Pelaksanaan kebijaksanaan dasar bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk mendapat kesempatan pendidikan yang sama.

Asmara, Drs.U.Husna, Organisasi propesi pendidikan, BANDUNG: PT. KARYAPUTRI WARDHANI, 1995

Peraturan Mentri Dalam Negeri

Posted On September 29, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped one response

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

NOMOR :

TENTANG

PEDOMAN KEPALA DAERAH DALAM RANGKA PENINGKATAN KESADARAN

BELA NEGARA MELALUI RESIMEN MAHASISWA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI DALAM NEGERI,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia, diperlukan keterlibatan seluruh warga Negara dalam upaya pembelaan Negara yang merupakan hak dan kewajibannya;

b. bahwa hak, kewajiban, dan peminatan dalam upaya pembelaan Negara mencakup mahasiswa, utamanya resimen mahasiswa sebagai komponen bangsa yang potensial, terdidik, maka perlu didayagunakan;

c. bahwa dalam rangka menyelenggarakan otonomi, daerah mempunyai keqwajiban melestarikan nilai social budaya, mengembangkan kehidupan demokrasi, melindungi masyarakat, manjaga persatuan, kasatuan dan karukunan nasional, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);

d. bahwa kepala daerah dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenangnya, mempunyai kewajiban memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat; memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

e. bahwa berdasrkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Mentri Dalam Negeri tentang Pedoman Kepala Daerah dalam rangka Peningkatan Kesadaran Bela Negara melalui Resimen Mahasiswa.

Mengingat : 1. Undang-Undang nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatz tan ( lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 1985 nomor 44, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3298;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia ( lembaran Negara Republic Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 3889);

3. Undang-Undang Repulik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara ( lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4169 );

4. Undang-Undang Repulik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301 );

5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tantang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan ( Lembaga Negara Repulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 4389);

6. Undang-Undang Repulik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 4437), sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang ( Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2005 nomor 108, tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 4548);

7. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004- 2009;

8. Keputusan Presiden Nomor 130 Tahun 2003 tenTang Organisasi dan Tata Kerja Departeman Dalam Negeri.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEDOMAN KEPALA DAERAH DALAM RANGKA PENINGKATAN UPAYA PEMBELAAN NEGARA MELALUI RESIMEN MAHASISWA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

PASAL 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

1. Bela Negara adalah pola sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

2. Kepala Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintahan daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip-prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi sebagai penyelenggara urusan pemerintahan daerah provinsi menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip-prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Bupati adalah Kepala Daerah Kabupaten sebagai penyelenggara urusan pemerintahan daerah kabupaten menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip-prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Walikota adalah Kepala Daerah Kota sebagai penyelenggara urusan pemerintahan daerah kota menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip-prinsip otonomi seluas-luasnya dala system dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6. Pembinaan Kesadaran Bela Negara Adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan menumbuhkan sikap dan perilaku warga Negara agar memiliki kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, memiliki keyakinanakan Pancasila sebagai falsafah dan ideology Negara, rela berkorban untuk bangsa dan Negara serta memiliki kemampuan awal bela Negara, guna mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) terhadap keutuhan bangsa dan Negara;

7. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi tertentu;

8. Resimen Mahasiswa adalah satuan organisasi atau wadah penyaluran keikutsertaan mahasiswa dalam upaya pembelaan Negara secara perorangan;

9. Instansi vertical adalah perangkat departemen dan atau lembaga pemerintah non departemen yang mengurus urusan pemerintah yang tidak diserahkan kepada daerah dalam wilayah tertentu dalam rangka dekonsentrasi.

BAB II

PENYELENGGARAAN PENINGKATAN

KESADARAN BELA NEGARA

Pasal 2

1) Penyelengaraan Peningkatan Kesadaran Bela Negara melalui Resimen Mahasiswa di provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan dibina serta difasilitasi oleh pemerintah provinsi.

2) Penyelengaraan Peningkatan Kesadaran Bela Negara melalui Resimen Mahasiswa di kabupaten/kota menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan dibina serta difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota.

Pasal 3

1) Pembinaan dan fasilitasi peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) menjadi tugas dan kewajiban gubernur.

2) Pembinaan dan fasilitasi peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) menjadi tugas dan kewajiban bupati/walikota.

Pasal 4

1) Tugas dan kewajiban gubernur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) meliputi :

a. Memasyarakatkan, mengamalkan, dan melaksanakan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. Memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, mengembangkan kehidupan demokrasi, dan melestarikan nilai social budaya;

c. Mengordinasikan bupati/walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa;

d. Mengordinasikan fungsi dan kegiatan instansi vertical di provinsi dalam peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa.

2) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, didelegasikan kepada wakil gubernur.

Pasal 5

1) Tugas dan kewajiban bupati/walikota sebagaiman dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) meliputi :

a. Memasyarakatkan, mengamalkan, dan melaksanakan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. Memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, mengembangkan kehidupan demokrasi, dan melestarikan nilai sosial budaya;

c. Mengordinasikan fungsi dan kegiatan instansi vertikal di kabupaten dalam peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa.

2) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c, didelegasikan kepada wakil bupati/walikota.

BAB III

PENDANAAN

Pasal 6

1) Pendanaan bagi penyelenggaraan peningkatan kesadaraan bela Negara melalui Resimen Mahasiswa di provinsi didanai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi.

2) Pendanaan bagi penyelenggaraan peningkatan kesadaraan bela Negara melalui Resimen Mahasiswa di provinsi didanai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota.

Pasal 7

Pendanaan terkait dengan pengawasan dan pelaporan penyelenggaraan peningkatan kesadaran bela Negara secara nasional dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

BAB IV

PENGAWASAN DAN PELAPORAN

Pasal 8

1) Dalam rangka pembinaan penyelenggaraan peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa, gubernur melakukan pengawasan terhadap bupati/walikota dan instansi terkait di daerah.

2) Dalam rangka pembinaan penyelenggaraan peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa, bupati/walikota melakukan pengawasan terhadap instansi terkait di daerah.

Pasal 9

1) Pelaksanaan peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa, di Provinsi dilaporkan oleh gubernur kepada Menteri Dalam Negeri dengan tembusan Menteri Pertahanan dan Menteri Pendidikan Nasional;

2) Pelaksanaan peningkatan kesadaran bela Negara melalui Resimen Mahasiswa, di kabupaten/kota dilaporkan oleh bupati/walikota kepada gubernur dengan tembusan Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan dan Menteri Pendidikan Nasional;

3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dilakukan secara berkala setiap akhir Tahun Anggaran, dan sewaktu-waktu diperlukan;

BAB V

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 10

Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintahan daerah mengenai penyelenggaraan peningkatan kesadaran bela Negara agar disesuaikan paling lama 1 (tahun) sejak peraturan ini ditetapkan.

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 11

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal

MENTERI DALAM NEGERI,

H. MARDIYANTO

Halaman Berikutnya »