About Jerman

PENGENALAN NEGARA JERMAN

Keistimewaan Jerman

Sebelum orang menentukan ingin sekolah ke Jerman, seharusnya sudah mengetahui apa yang menarik dan istimewa dari pendidikan di Jerman. Tanpa mengetahui ini dan hanya menuruti apa kata orang, maka hanya kekecewaanlah yang diperoleh nantinya. Untuk itu sebelum menentukan carilah informasi sebanyak mungkin, keuntungan dan kerugian, enak tidaknya, bagaimana persyaratannya, dll. Selain itu suatu hal yang penting lagi dalam hal mencari informasi adalah janganlah kita percaya akan satu sumber informasi saja, misal dari buku ini atau dari brosur-brosur yang ada di DAAD maupun yang ada di Kedubes Jerman sendiri. Karena kadang kala yang tertulis didalamnya kurang proposional untuk kepentingan calon mahasiswa. Ada kalanya ada sesuatu yang masih tersembunyi dan belum diinformasikan. Sehingga bila banyak sumber informasi, maka akan diperoleh banyak pertimbangan dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Tetapi jangan menjadi sebaliknya, karena banyak informasi maka menyulitkan menentukan suatu keputusan. Oleh karena itu untuk membantu menambah penyediaan sumber informasi yang dibutuhkan, guna menentukan pengambilan keputusan untuk belajar di Jerman, dapat dipertimbangan beberapa hal tersebut di bawah ini :

  1. Biaya pendidikan gratis. Masalah biaya pendidikan sepertinya masih belum banyak orang yang tahu bahwa di Jerman orang sekolah dari Sekolah Dasar (Grundschule) hingga ke tingkat doktoran tidak dipungut biaya seperti membayar uang gedung, SPP, dll. Dengan kata lain, bahwa sekolah di Jerman adalah gratis. Kalaupun ada pungutan itu berupa suatu iuran sosial (Sozialgebühr) dimana besarnya relatif kecil. Sebagai contoh di Universitas Bremen untuk semester musim panas tahun 2001, penulis hanya membayar sebesar 164,60 DM. Biaya ini sudah termasuk untuk membeli Semester Ticket. Oleh karena itu bila penulis tidak menginginkan semester tiket, maka hanya dikenakan biaya sebesar 80 DM saja. Kalaupun ada kenaikan iuran sosial ini, sebetulnya dikarenakan perubahan harga BBM yang berfluktuasi setiap tahunnya, dimana kecenderungan fluktuasinya naik. Sebagai contoh untuk iuran sosial semester musim dingin tahun 2001, penulis dikenakan kenaikan sehingga harus membayar sebesar 175,40 DM. Kalau tidak menggunakan semester tiket, maka tetap membayar 80 DM saja. Untuk Universitas dan Fachhochschule di lain kota mempunyai tarif tersendiri, walaupun semuanya masih termasuk relatif murah.
  2. Kesempatan Promosi. Di Jerman, untuk seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan setara S3 (Doktor) terdapat keistemawaan khusus, yakni bila di Indonesia telah lulus S1 (Sarjana strata satu), maka di Jerman ada kemungkinan untuk promosi langsung ke doktoran (tidak mesti melalui Diplom/Magister). Hal ini bisa terjadi kalau memenuhi persyaratan dengan melalui penyetaraan ijasah kita (lihat Bab.3). Dengan cara ini seseorang bisa sedikit menyingkat waktu (biasanya temen-temen dari DAAD yang mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute Bremen, dimana bila masih S1, maka setelah berkenalan dengan Tim Pandu kebanyakan “merubah” haluan langsung dapat kesempatan promosi S3/Doktoran). Model promosi seperti ini belum banyak diketahui calon mahasiswa dari Indonesia
  3. Asuransi kesehatan. Selama kita belajar dan tinggal di Jerman diwajibkan memiliki asuransi kesehatan. Hal ini penting kalau kita terpaksa sakit dan masuk ke rumah sakit. Saat pemeriksaan dan tinggal di rumah sakit, kita tidak memikirkan berapa besar biaya yang harus dibayarkan. Semua akan ditanggung oleh asuransi kesehatan yang kita ikuti. Keuntungan ini akan menguntungkan sekali kalau kita mengikuti gesetzliche Versicherung (lihat penjelasan pada bab berikutnya).
  4. Hiwi dan Miwi. Hiwi merupakan sebuah kesempatan menjadi pembantu penelitian dari seorang Profesor atau Doktor. Kesempatan ini banyak ditawarkan oleh Profesor dan doktor yang kebanyakan kerja di bidang ilmu pengetahuan alam. Pekerjaan utama Hiwi adalah bekerja dengan waktu sekitar 2-4 jam per minggu. Setelah mengikuti Hiwi maka besar sekali kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan Miwi. Pekerjaan utama Miwi adalah melakukan penelitian untuk bahan disertasinya. Jadi Miwi ini dibutuhkan oleh Profesor bagi seseorang yang mau melakukan promosi (Doktor). Honor bulanan yang diperoleh keduanya cukup besar, setara sebagai pengganti beasiswa, sehingga cukup untuk biaya hidup sederhana di Jerman.
  5. Kunjungan ke luar Jerman. Bila seseorang telah dapat masuk dan sekolah di Jerman, maka sebuah kemudahan fasilitas adalah dengan visa Jerman, dapat digunakan untuk mengujungi negara lain yang tergabung dalam Uni- Serial orang lugu 3 ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu Eropa. Bahkan hingga saat tulisan ini dipersiapkan, visa Jerman dapat digunakan untuk mengunjungi teman di Swiss, atau ke Denmark tanpa mengurus visanya. Kadang kala ada orang beranggapan bahwa bepergian ke luar Jerman merupakan sebuah “pemborosan”. Tetapi di pihak lain juga ada yang beranggapan hal ini merupakan sebuah investasi tersendiri (dibidang inovasi ide, dll). Karena dengan mengunjungi suatu tempat yang baru kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Sebagai contoh orang yang tinggal di Bremen, kemudian mengujungiAmsterdam (Belanda), maka akan mengetahui bahwa sama-sama kota pantai tetapi Amsterdam lebih jorok kotanya dari pada Bremen. Belum lagi arsitektur bangunan yang ada atau melihat kebiasaan pemakaian obatobat terlarang, dll. Dari sini juga dapat dilihat suatu kemiripan bahwa pada sisi tata letak kota, biasanya kota di eropa daerah pusat perbelanjaan terletak dekat dengan Stasiun. Bremen dan Amsterdam mempunyai kemiripan ini. Dari hal seperti ini wawasan kita akan terbuka lebar nantinya. Apalagi kalau saat jalan-jalan tersebut dikaitkan dengan bidang kajian kita, maka akan banyak manfaatnya.
  6. lohmark. Dalam bahasa Indonesia Flohmark mempunyai padanan kata dengan Pasar Loak. Di Jerman keberadaan Flohmark ini pada mulanya tidak begitu dipandang oleh orang Jerman sendiri, karena kalau membeli barang di loak biasanya berkualitas rendah. Namun saat ini Flohmark sudah mempunyai arti sendiri bagi orang Jerman. Kalau mau mencari barang antik, sekedar melepaskan hobi untuk berbelanja, dll, maka Flohmark adalah pilihannya. Dan bagi orang asing di Jerman Flohmark merupakan lahan untuk mencari tambahan penghasilan. Karena kita bisa berjualan disana dengan tarif sewa luas permukaan per m_ hanya sebesar 7 DM (di Bremen). Kalau mencari buku-buku bekas dari segala jenis buku, disana banyak diperdagangkan. Barang yang ditawarkan banyak sekali dan beragam, mulai dari orang menjual jarum jahit hingga berjualan mobil bekas ada semuanya. Barang yang dilarang dijual di Flohmark adalah biasanya sayuran, buah-buahan atau barang kebutuhan untuk makan sehari-hari. Kadang kala kualitas barang di Flohmark masih bagus, asal pandai-pandai memilih barang. Hanya kalau membeli barang elektronik tidak disarankan di sini.
  7. SSV dan WSV. Merupakan kependekan dari Sommerschlussverkauf dan Winterschlussverkauf, yaitu musim obral di akhir musim panas dan dingin. Seperti saat tulisan ini dilakukan, sedang terjadi SSV dari tanggal 31 Juli hingga 11 Agustus. Biasanya SSV dan WSV berlangsung selama sekitar 2 pekan. Pada SSV dan WSV ini semua toko memberikan diskon atau potongan harga yang besar sekali dari 10-70 %. Diskon diberikan tergantung jenis barangnya. Biasanya untuk barang elektronik kecil sekali diskonnya. Karena diskon inilah, maka harga barang menjadi amat sangat murah sekali. Bahkan penulis pernah mendiskusikan suatu jenis barang dengan harganya, kalau dipikir harga jual tidak sepadan dengan biaya produksinya. Namun hal itu terjadi setiap WSV dan SSV. Hal ini memungkinkan karena sistem Inventurverkauf yang berjalan di Jerman mendukung sekali. Apabila sisa barang tetap disimpan di gudang, maka akan kena pajak yang tinggi. Sehingga untuk menghindari pajak yang besar tersebut, lebih baik diobral semurah mungkin. Barang-barang yang biasanya mendapatkan diskon besar adalah parfum, pakaian, jeans, jaket, t-shirt, dll.
  8. Semester Ticket. Fasilitas ini walaupun tidak terdapat diseluruh Universitas dan Fachhochschule di Jerman, namun hampir di kota-kota besar setiap perguruan tinggi memberikan fasilitas ini. Bagi Universitas dan Fachhochschule yang tidak memberikan fasilitas semester ticket ini, biasanya berkaitan dengan jaringan transportasi umum dalam kota yang belum mendukung. Misalnya saja tidak banyak transportasi umum dalam kota. Kadang kala komunitas mahasiswanya yang tidak menghendaki fasilitas tersebut, karena kegunaannya kurang optimal. Manfaat semester ticket ini besar sekali, karena dapat meringankan biaya transportasi dalam kota atau kadang kala hingga keluar kota dengan batas tertentu. Dengan semester ticket, mahasiswa dapat menggunakan semua jenis bus umum, Strassenbahn (kereta listrik), S-bahn atau U-bahn (kereta bawah tanah) dengan gratis dan waktu tak terbatas. Namun bila seseorang tidak mempunyai fasilitas ini, maka bila bepergian dengan fasilitas transportasi umum dalam kota akan dikenakan sesuai tarif umum. Sebagai gambaran sekali bepergian dalam wilayah Bremen saja (Stufe I) harga tiketnya 3,60 DM. Dari pengalaman penulis, fasilitas semester ticket ini jarang sekali dijumpai di negara lain, misalnya di Jepang, Australia, Belanda, Inggris, dll.
  9. Transportasi umum. Di Jerman bila seseorang mempunyai hobby jalan-jalan adalah merupakan negara yang layak nomor satu dipilih. Hal ini dikarenakan untuk mencapai kota-kota lain di seluruh Jerman bukan menjadi masalah besar, kapan saja dan dimana saja. Jenis transportasi umumnya adalah kereta listrik (disel untuk desadesa kecil). Bepergian dengan transportasi ini relatif murah, apalagi pada waktu akhir pekan (Wochenende). Deutche Bahn (DB) selaku penanggung jawab utama perkeretaan di Jerman menawarkan fasilitas Wochenende Ticket (tiket akhir pekan) kepada warga Jerman. Sepertinya ini malah dijadikan perangsang agar warga Jerman suka jalan-jalan. Harga ticketnya sebesar 35 DM (tahun 1997), kemudian pada tahun 2001 mulai naik menjadi 40 DM. Tiket tersebut dapat digunakan untuk bepergian ke segala arah ke seluruh kota di Jerman untuk maksimal lima (5) orang dewasa. Wochenende Ticket masih dapat digunakan untuk hari Sabtu dan Minggu Serial orang lugu 4 ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu pada tahun 1997. Namun sejak tahun 2000 Wochenende Ticket hanya dapat digunakan untuk satu hari, yakni hari Sabtu saja atau Minggu saja. Ticket ini berlaku mulai jam 04.00 hingga jam 24.00-02.00. Karena ticket ini murah, maka tidak semua jenis kereta dapat hanya untuk jenis kereta RegionalExpress (RE), RegionalBahn (RB), S-Bahn dan StadtExpress (SE). Semua kereta tersebut termasuk golongan kelas ekonomi. Walaupun demikian bila dibandingkan dengan kereta api di Indonesia setara dengan kelas Senja Utama atau Sembrani untuk fasilitas dan kecepatannya. Oleh karena itu hampir setiap akhir pekan, penulis sering menggunakan fasilitas ini untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota lain, baik berkelompok atau terpaksa sendiri. Wochenende Ticket ini menarik buat bepergian dengan keluarga.
  10. BahnCard. BahnCard (BC) adalah suatu fasilitas dari Deutche Bahn dengan memberikan potongan harga ticket sebesar 50 % dari harga normal selama waktu 12 bulan. Untuk mendapatkan harga potongan tersebut, seseorang harus membuat BahnCard dengan menyerahkan foto berwarna 3×4 cm, Passport (orang asing) atau Personalausweis semacam KTP (orang Jerman) dan membayar 270 DM untuk bujangan atau 70 DM buat famili (keluarga + 2 anak, bila keluarga dengan 3 anak maka tidak perlu membayar apa-apa, alias BahnCardnya gratis diperoleh). Dengan BahnCard ini seseorang dapat berpergian kemana saja dengan berbagai jenis kereta dan mendapat potongan harga hingga 50 %. Setiap tahun kadang kala harga ticket ini mengalami perubahan. Untuk lebih detailnya saat ini terdapat berbagai macam BahnCard seperti pada Tabel 1, yaitu :

Jenis BahnCard Keistemawaan Harga kls 2 Harga kls 1

BC Classic 23-59 tahun 270 DM/th 540 DM/th

BC Senior > 60 tahun 135 DM/th 270 DM/th

BC Junior 18-22 th, mhs/pelajar _ 26 th 135 DM/th 270 DM/th

BC Zusatz Famili tanpa anak/teman hidup 135 DM/th 270 DM/th

BC Familie Famili+2 anak _ 17 th (anak lebih 3 gratis) 70 DM/th tidak ada

BC Teen 12-17 tahun 70 DM/th 140 DM/th

BC Kind 6-11 tahun 70 DM/th 140 DM/th

Tabel 1.1: Daftar jenis dan harga BahnCard yang berlaku mulai tahun 2001 (sumber http://www.bahn.de) Selain keistimewaan yang penulis sebutkan di atas, tentu saja masih banyak hal-hal yang menarik dan terdapat di Jerman. Bagaimana tata ruang kota di setiap kota besar di Jerman, juga merupakan hal yang sangat menawan bagi ahli planologi. Begitu juga bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang terdapat di setiap sudut kota-kota di Jerman merupakan sebuah pandangan yang sayang kalau tidak dinikmati saat jalan-jalan. Apalagi bagi ahli arsitektur. Gambar 1.2: Tampak depan kereta kelas satu ICE (Inter City Express, http://www.bahn.de/) Serial orang lugu 5

STUDI DI JERMAN

2.1 Persiapan Awal

Setelah kita sedikit mengetahui latar belakang kehidupan dan selintas situasi di Jerman, maka akan timbul suatu dorongan serta keinginan untuk melihat lebih jauh pendidikan di Jerman. Untuk mengetahui hal ini jelas diperlukan waktu untuk mengalami sendiri atau mencermati informasi bagaimana seharusnya sekolah di Jerman. Untuk dapat melanjutkan sekolah ke Jerman, sama seperti ke negara lainnya, terdapat juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut ada yang mudah didapat, namun ada juga yang membutuhkan usaha keras untuk mendapatkannya. Persyaratan seseorang agar dapat melanjutkan sekolah ke Jerman pada prinsipnya terdapat 3 hal yang utama, yaitu :

  1. Mempunyai surat keterangan bahwa seseorang telah diterima di suatu perguruan tinggi atau Studienkolleg.
  2. Mendapatkan visa studi berdasarkan surat keterangan pada ayat pertama (1) dan dilengkapi beberapa persyaratan pendukung lainnya.
  3. Mempunyai dukungan finansial selama melakukan studi di Jerman.

Ketiga hal pokok diatas tidak boleh salah satu atau dua yang dilupakan, bila seseorang ingin merasakan dunia pendidikan di Jerman. Apabila ketiga hal pokok tersebut diatas tidak dapat dipenuhi, maka akan sulitlah seseorang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi di Jerman. Namun kalau persyaratan utama tersebut diatas telah dapat diperoleh, niscaya keinginan melanjutkan sekolah ke Jerman sudah di depan mata. Untuk mendapatkan Surat Keterangan yang menerangkan bahwa seseorang telah diterima pada suatu perguruan tinggi di Jerman atau Studienkolleg, terdapat berbagai macam cara. Dalam alam yang serba global seperti sekarang ini, maka sarana internet, baik melalui email atau sajian informasi melalui homepage, adalah merupakan cara yang tercepat dan termudah untuk mendapatkan seluk beluk suatu perguruan tinggi di Jerman. Sekarang ini asal tahu namaperguruan tinggi di Jerman, seseorang dengan mudah dapat melihat sajian informasinya di homepage masing-masing perguruan tinggi yang diinginkannya. Disana juga disajikan daftar nama-nama Professor dan bidang keahliannya. Setelah melakukan kontak dengan salah satu Professor, dan telah terjadi kesesuaian bidang yang akan Surat Keterangan akan dapat diperoleh darinya. Bila seseorang ingin melanjutkan studi yang setara MBA, maka Surat Keterangan dapat diterima setelah mengajukan lamaran ke bagian Pendaftaran dan disetujui permohonannya di Universitas atau Fachhochschule yang menawarkan bidang tersebut. Cara lain yang lebih murah lagi, adalah mendatangi perwakilan pemerintah Jerman dalam bidang pendidikan, yakni Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD). Perwakilan ini didirikan sejak tahun 1990 dan merupakan satu-satunya perwakilan yang terdapat di kawasan Asia Tenggara. Di DAAD terdapat banyak brosur dan buku-buku yang berisi tentang prospektus perguruan tinggi di Jerman. Cara lainnya untuk mendapatkan informasi bidang studi yang ditawarkan, adalah dengan mendatangi pameranpameran pendidikan yang biasanya diselenggarakan di Jakarta, baik oleh pihak Indonesia dan Jerman atau dalam bentuk kerjasama. Apabila kita mempunyai rekan atau handai taulan yang sedang sekolah di Jerman, juga merupakan saluran yang mudah untuk mendapatkan informasi bidang studi. Mengikuti milis mahasiswa Indonesia di Jerman juga merupakan peluang yang jangan dilewatkan begitu saja. Setelah mendapatkan Surat Keterangan seperti pada ayat pertama (1), maka apabila persyaratan lainnya juga sudah lengkap, niscaya visa akan diberikan ke kita untuk melanjutkan studi di Jerman. Untuk urusan visa ini dukungan finansial merupakan faktor yang amat penting. Pada prinsipnya ada dua jenis dukungan dukungan finansial ini, yaitu :

  1. Dukungan finansial berasal dari suatu beasiswa (Stipendium). Di Jerman banyak lembaga-lembaga non-profit yang menyediakan beasiswa untuk segala bidang ilmu. DAAD merupakan salah satu lembaga nirlaba yang paling banyak menawarkan beasiswa guna melanjutkan studi atau training ke Jerman.
  2. Dukungan finansial dari diri sendiri. Hal ini berarti finansial dapat berasal dari orang tua, paman, atau tabungan sendiri. Pada prinsipnya bukan berasal dari beasiswa.

2.2 Persiapan Keberangkatan

Sebelum seseorang terbang ke Jerman untuk keperluan studi dan atau akan tinggal di Jerman, maka diperlukan beberapa hal sebagai persyaratan, yaitu :

- Persiapan Dokumen. Dokumen yang harus dipersiapkan meliputi :

1. Paspor. Untuk membuat passport sebagai pengganti Kartu Tanda Penduduk di luar negeri, seseorang harus pergi ke Kantor Imigrasi setempat. Bila sebagai warga negara biasa pengurusannya akan mendapatkan paspor hijau (warnanya). Untuk mendapatkan paspor hijau ini di salah satu kantor Imigrasi, seseorang harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 350.000,- (kalau pengurusannya melalui biro jasa, biasanya biaya yang dikeluarkan lebih besar lagi). Berdasarkan informasi yang penulis himpun, untuk pengurusan paspor, saat ini bila diurus sendiri tidak lagi membutuhkan prosedur yang rumit. Oleh karena itu lebih baik dikerjakan sendiri. Namun bila kita sebagai pegawai negeri, maka akan mendapatkan paspor dinas berwarna biru. Untuk mendapatkan paspor biru ini dokumen yang dibutuhkan adalah Surat Tugas Belajar dari Rektor, Surat Tugas Belajar dari Setneg, Pasfoto 4×6 cm dan Surat Penerimaan sekolah di luar negeri. Biasanya kita telah mendapatkan paspor ini dari Dikti Jakarta dengan membayar sejumlah biaya. Setelah ada paspor, maka tugas selanjutnya mencari visa di Kedubes Jerman

2. Visa. Untuk mendapatkan visa ke Jerman ada dua tempat yang bisa dijadikan referensi, yakni di Konjen Kedubes Jerman di Surabaya dan Kedubes Jerman di Jakarta. Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, biasanya buka dari pagi jam 8.30 hingga 11.00. Sehingga sepagi mungkin telah berada di Kedutaan Besar, bagi seseorang yang mengurus visa pribadi, minimal dibutuhkan 2 kali kunjungan ke Kedutaan Besar. Untuk keperluan mengurus visa tersebut dibutuhkan ijazah dan transkrip yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Pihak penterjemah adalah seseorang yang telah diakui atau ditunjuk oleh Kedutaan Besar Jerman. Daftar penerjemah resmi dapat diperoleh di kedutaan besar, atau kantor DAAD (lihat lampiran A). Sehingga kalau dokumen diterjemahkan ke orang lain (diluar yang terdaftar) dan dilegalisir di Kedubes Jerman, dokumen tersebut tidak akan diakui. Sekedar informasi untuk legalisir dibutuhkan biaya sebesar Rp. 35.000,- dan untuk menterjemahkan ijasah dibutuhkan biaya antara Rp. 40.000,- hingga Rp. 50.000,- perlembarnya (harga ini berdasarkan data tahun 2000). Exit Permit bagi Pegawai Negeri Sipil diperlukan bila memakai paspor dinas (hal ini penting

sekali untuk penerima beasiswa DAAD). Ijazah dan transkrip SMA, dan S1 asli sebaiknya dibawa karena akan

dibutuhkan untuk pendaftaran ke perguruan tinggi nantinya setelah tiba di Jerman. Selain itu, jangan lupa juga menterjemahkan Surat Keterangan Lahir (Akte Kelahiran) dan Surat Nikah, sebab hal ini dibutuhkan, terutama bagi yang akan membawa keluarga ke Jerman. Akte kelahiran anak dan istri atau suami, diharapkan jangan sampai terjadi kesalahan tulis nama. Bila terjadi akan membawa masalah nantinya, begitu juga pada

Serial orang lugu 7 ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu

ijasah SMU, S1 atau S2. Biasanya kata dari nama kita yang terakhir akan dijadikan nama keluarga (harap hati-hati dalam menggunakan nama keluarga ini). Hal lain adalah jangan lupa membawa pasfoto dengan segala ukuran. Latar belakang sebaiknya putih. Lebih baik cetak berwarna dan hitam putih. Hal-hal tersebut berlaku kebanyakan untuk mahasiswa penerima beasiswa DAAD. Bagi seseorang dengan biaya privat dan ingin mendapatkan visa studi ke Jerman, maka ada persyaratan khusus, walau sesungguhnya hampir sama dengan yang diatas. Persyaratan yang dibutuh untuk mahasiswa privat adalah : a) Melampirkan ijasah dan transkrip yang telah diterjemahkan dalam bahasa Jerman (penterjemah lihat Lampiran A) dan biaya sama dengan diatas; b) Mempunyai buku tabungan baru (atas nama pihak sponsor, bisa paman, orang tua, kakak, pacar, dll sebagai dana jaminan untuk visa. Jumlah dananya setara dengan 12.500 DM dan akan diblokir selama 12 bulan. Tidak semua Bank di Indonesia dapat memenuhi syarat ini, informasi penulis hanya BII dan Bank Mandiri yang dapat dijadikan referensi, karena biasanya setiap bank mempunyai form khusus untuk studi di luar negeri. Dana ini nantinya setiap bulan harus ditransfer ke rekening dari orang yang mau belajar di Jerman sebesar 1.035 DM. Sehingga pengirim dana atas nama sponsor; c) Surat rekomendasi dari Bank (formatnya sesuai dari Kedubes Jerman, jangan dipakai format dari bank), dimana dalam surat tersebut menyatakan bahwa pihak sponsor memang betul-betul memiliki tabungan di bank tersebut dan sanggup membiayai studi; d) Foto kopi KTP sponsor dan bukti-bukti keuangan lainnya (deposito atau tabungan) bisanya setara dengan 12.500 DM. Jumlah dana ini tidak baku karena pada prinsipnya pihak Kedubes hanya ingin mendapatkan suatu jaminan kalau pihak sponsor telah dapat membiayai studi di Jerman, dia masih bisa hidup layak di Indonesia; e) Mengisi formulir permohonan visa yang telah disediakan Kedubes Jerman; f) Melampirkan surat penerimaan dari sekolah atau tempat kursus bahasa Jerman. Yang terpenting saat mengajukan visa ini bagi mahasiswa privat adalah sponsor harus ikut datang ke Kedubes karena ada interview dari pihak Kedubes Jerman dan harus menandatangani surat kesediaan menjadi sponsor di depan petugas Kedubes Jerman (form sudah tersedia). Pengurusan visa di atas nampaknya cukup rumit. Namun berdasarkan pengalaman bila semua persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap, tidak ada satupun yang tertinggal, maka hanya dibutuhkan waktu yang singkat. Apabila kita ke Jerman hanya dalam waktu yang pendek (1-3 bulan) misal sebagai turis, maka untuk pengurusan visa ini berbeda dengan untuk keperluan sekolah. Sebagai informasi untuk mendapatkan visa turis (pada bulan Juli 2001) dalam jangka waktu 60-90 hari diwajibkan membayar Rp. 320.000,- (untuk Schengener Abkommen: berlaku untuk ke Denmark, Swiss, Spanyol, Belanda, Italia, Belgia-Luxemburg, Perancis) atau hanya Rp. 290.000,- (single: hanya ke Jerman saja). Beberapa dokumen seperti paspor, asuransi kesehatan selama perjalanan, dan bukti sponsor (kadang kala) diperlukan juga untuk kerperluan ini.

_ Persiapan mata uang asing. Sebaiknya menukar euro jauh hari sebelum keberangkatan, karena ketersediaan

mata uang euro di Jakarta sangat terbatas. Bila tidak mendapatkan euro dalam jumlah besar, sebaiknya membawa dalam Dollar Amerika. Ketika singgah di Kuala Lumpur atau Singapura dapat juga dilakukan penukaran uang dollar atau DM ini. Maka jangan salah menukar mata uang ke Euro. Sebagai catatan, harap membawa pecahan 1 Euro (koin) paling tidak 2 koin. Ini akan digunakan untuk meminjam troley di stasiun.

_ Barang yang sebaiknya dibawa adalah : Indomie atau Pop Mie untuk persiapan hari-hari pertama di kota tujuan. Rice Cooker yang berukuran 0,5 liter atau 2 liter (bila untuk keperluan keluarga dengan 2 anak). Pakaian (kaos, dan baju dalam, jeans, longjohn) sebaiknya membeli di Indonesia, karena baju tergolong mahal dan tidak banyak pilihan. Obat-obatan, obat gosok seperti balsem atau arak gosok. Sabun dan shampo sebaiknya tidak perlu membawa dari Indonesia, karena kondisi kelembaban yang berbeda. Tas ransel dan bumbu jadi seperti Kokita, Indofood, dan sebagainya perlu dimasukkan ke koper. Makanan kering, seperti abon, dan lain lain juga bisa dibawa ke Jerman. Sepatu dan jaket musim dingin sebaiknya di beli di Jerman karena jenis sepatu di Indonesia kebanyakan untuk kondisi daerah tropis.

_ Makanan selama perjalanan. Karena dari Jakarta hingga Frankfurt kemudian dilanjutkan ke kota dimana sebagai tempat akhir tujuan, merupakan waktu penerbangan yang cukup lama, dan terkadang makanan yang disajikan saat di dalam pesawat tidak cocok untuk perut beberapa orang Indonesia. Sehingga sangat disarankan untuk membawa sekedar makanan untuk selama perjalanan. Juga untuk persediaan selama perjalanan Frankfurt ke kota tujuan terakhir. Bila perjalanan dilanjutkan dengan kereta kereta api, tetapi menu yang disediakan sangat terbatas, dan lagi belum tentu cocok untuk setiap orang.

_ Lain-lain persiapan sebelum keberangkatan. Bila ingin membawa peralatan elektronik, sebaiknya membeli di Indonesia, karena lebih murah, dan lebih banyak pilihan (misal Walkman, dan lain lain). Peralatan listrik di Jerman menggunakan tegangan listrik 230 VAC, sehingga pada prinsipnya semua peralatan elektronik dari

Indonesia dapat digunakan di Jerman. Bagi mahasiswa DAAD, barang yang tidak boleh dilupakan adalah membawa buku tentang Indonesia, foto-foto post card dan video, sebab barang ini terkadang dibutuhkan untuk presentasi di kelas atau berpasrtisipasi dalam suatu acara festival tertentu. Apabila semua kebutuhan di atas telah dapat dipenuhi, maka aktifitas berikutnya adalah mempersiapkan mental dan fisik kita untuk memasuki babak baru dalam mengisi masa depan yang lebih baik. Bagi yang belum pernah ke luar negeri, maka saat-saat pertama kali menginjak daerah yang baru akan merasakan semuanya serba asing, perasaan takut akan selalu menghinggapi diri seseorang. Apalagi bila situasinya didukung dengan tidak adanya kenalan atau saudara satupun di daerah yang asing tersebut. Belum lagi kalau sudah berinteraksi dengan kultur dan budaya masyarakat daerah yang baru diinjaknya. Semua perasaan bercampur aduk, senang, bahagia, bangga, takut, ingin pulang kembali, dll bercampur menjadi satu. Situasi semacam ini tidak berlaku bagi seseorang yang telah beberapa kali mengunjungi dan tinggal di luar negeri. Kejutan hanya terjadi sebentar setelah itu cepat beradaptasi. Oleh karena itu untuk membantu seseorang yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, terutama untuk keperluan sekolah atau hidup di negara orang lain, Maka hal-hal tersebut dibawah ini layak untuk dipertimbangkan dan diperhatikan, yakni :

_ Penjemputan. Detik-detik ketika pertama kali tiba di airport Frankfrut, merupakan hal-hal yang penuh dengan kejutan. Karena semua serba asing terutama tentang bahasanya. Maka disarankan sebelum berangkat ke Jerman, kontaklah teman atau seseorang yang dapat menjemput kita di airport. Apabila tidak bisa, maka siap-siaplah kita hadapi keterkejutan tersebut dengan memperhatikan jadual perjalan selanjutnya. Apabila kita telah keluar dari pesawat maka tujuan selanjutnya adalah mengambil barang-barang bawaaan kita. Barang tersebut ada dibagian keimigrasian, biasanya di sekitarnya terdapat ban berjalan dimana di atasnya terdapat koper kita. Perhatikan nomor pesawat yang digunakan. Nomor tersebut sebagai petunjuk dimana koper kita diletakkan di atas ban

berjalan tersebut.

_ Mengambil troley. Untuk dapat menggunakan troley, terlebih dahulu harus memasukkan coin 1 DM ( atau 1 Euro) ke troley tersebut. Langkah-langkah secara detail adalah : temukan tempat troley di parkir. Setelah itu masukkan coin ke celah yang tersedia, dan tariklah rantai yang mengikat troley satu sama lainnya. Akhirnya gunakan troley tersebut untuk membawa barang bawaan kita, Beberapa troley ada yang dapat dikunci rodanya, sehingga memungkinkan untuk dibawa lewat elevator. Setelah menggunakan troley, harap dikembalikan lagi ke tempatnya dengan cara : bawalah ke tempat troley di parkir, lalu masukkan rantai ke celah di troley yang di parkir, akibatnya coin 1 DM/Euro akan ke luar kembali. Jangan lupa mengambil coin tersebut.

_ Tempat tujuan akhir. Setelah keluar dari keimigrasian di Frankfrut (Flughafen) silakan menuju ke Bahnhof (Stasiun kereta). Letaknya adalah di bawah saat kita keluar dari bagian keimigrasian (dibawah airport). Ini kalau tujuan akhir Frankfrut atau melanjutkan perjalanan lagi dengan kereta. Bila perjalan selanjutnya masih dengan pesawat, maka kita tidak perlu keluar dari pintu keimigrasian ini (tunggu jam penerbangan berikutnya di ruang tunggu yang telah disediakan). Untuk perjalan berikutnya dengan kereta dibutuhkan ticket kereta. Ticket dibeli di Bahnhof lantai bawah Airport Frankfurt. Dari airport Frankfurt, kereta akan sampai ke Frankfrut (Mainz) Hbf dan harus berganti dengan kereta lainnya ke tempat akhir tujuan. Agar tahu kapan harus berhenti, dapat ditanyakan pada kondektur atau petugas diloket penjualan ticket (Reise Zentrum), jam kedatangan kereta, tempat berpindah kereta, dll (petugas biasanya memakai seragam biru tua dengan lambang tulisan DB berwarna merah). Hal ini bisa dilakukan dengan meminta Fahrplan, di bagian pembelian. Petugas akan mencetakkan jadual perjalanan yang akan digunakan. Dengan berdasarkan jam yang tertera akan tahu kapan harus turun dari kereta api untuk berganti kereta lainnya dan berapa lama mesti menunggu kereta selanjutnya. Untuk berpindah kereta perhatikan keterangan di Fahrplan, Gleis berarti Jalur. Pada Bahnhof yang besar seperti Frankfrut, Hamburg, Leipzig, Berlin, dll, satu jalur bisa terdapat 1-2 rangkaian jenis kereta yang berbeda. Oleh karena itu perhatikan dengan seksama keterangan tambahan pada Gleis (Jalur, biasanya huruf abjad, A, B, C, D, dll). Terkadang kemampuan bahasa Inggris dibutuhkan dalam hal ini. Di setiap stasiun kereta api hanya turun sebentar, jadi harus sesegera mungkin menurunkan barang barang. Kalau bisa beberapa menit sebelum tiba di tempat akhir tujuan, barang barang sudah diletakkan di dekat pintu turun. Tapi jangan khawatir, selama kita sedang menurunkan barang kereta api tidak akan berjalan, paling-paling hanya akan mendapat teguran dari petugas.

_ Membeli peta kota dan kartu telefon. Sebagai salah satu sarana penting pada hari-hari pertama adalah peta kota (Stadtplan) dan Kartu telefon. Sebaiknya membeli Stadtplan, yang cukup kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana. Berdasarkan pengalaman kami menyarankan untuk membeli Stadtplan keluaran Falk-Verlag atau ADAC. Seharga sekitra 8,8 DM. Stadtplan terbitan penerbit ini cukup praktis, karena bila ingin melihat sebagian peta, tidak perlu membuka seluruh peta. Daftar jalan, jalur Bus dan StrassenBahn, jalur Kereta Regio, daftar Kode Pos (Postleitzahlen), dan nomor Telefon Penting terdapat disana semuanya. Untuk kartu telefon pada hari pertama lebih baik membeli Deutche Telefonkarte saja yang menggunakan CHIP sebesar 12 atau 50 DM, sebaiknya membeli yang DM 50 karena secara total lebih murah. Perlu diingat, jangan membeli Kartu Telefon model PIN (memakai angka sandi). Hal ini kalau digunakan di dalam kota sedikit menganggu untuk tahap awal. Namun kalau sudah mengenali medan, kartu ini banyak membantu meringkan biaya telefon. Apabila ada keinginan telefon ke luar negeri atau ke Indonesia, lebih baik memakai kartu telefon model PIN, jangan mempergunakan deutsche Telefonkarte, karena biaya permenitnya ke luar negeri 6-11 kali lebih mahal dari kartu telefon model PIN. Kartu telefon dan Stadtplan ini dapat dibeli di toko buku atau sekitarnya di dalam Bahnhof Frankfrut am Main (Stasiun Kereta). Setelah mendapatkan itu semuanya kita dapat melanjutkan perjalanan, kalau mau tinggal di Frankfrut tinggal mencari alamat yang dituju. Namun bila maish meneruskan perjalan mencari jadual kereta berikutnya.

_ Khusus untuk penerima beasiswa DAAD. Setelah kita tiba di Goethe Institut tempat kita mau belajar bahasa Jerman lagi, terdapat sebuah “kebiasaan” Goethe Institut, yakni begitu proses pendaftaran di Goethe Institut selesai, kita akan langsung dihadapkan pada test penempatan kelas. Jadi sebaiknya sebelum menuju ke Goethe Institut, harap mencari makan terlebih dahulu (bila memungkinkan). Pada saat pendaftaran di Goethe Institut ini, untuk para penerima beasiswa DAAD akan mendapat cheque beasiswa bulan pertama (untuk Goethe Institut Freiburg) atau uang cash (untuk Goethe Institut Bremen). Cheque ini dapat diuangkan keesokan harinya dengan membawanya ke Bank yang ditunjuk (biasanya menggunakan Volksbank). Setelah selesai pre-test maka akan diantar ke asrama mahasiswa (Studentenwohnheim) untuk peserta kursus bahasa di Goethe Institut. Biasanya saat ini diminta membayar uang Kaution, yakni uang jaminan sewa kamar sebesar 50 DM (untuk di Goethe Institut Bremen) atau 150 DM (untuk Goethe Institut Freiburg). Uang Kaution ini akan dikembalikan lagi bila kita keluar dari asrama Goethe Institut tersebut, ini dengan catatan kondisi kamar tidak terdapat kerusakan. Bila terjadi sesuatu maka pengembalian uang Kaution tidak utuh. Setelah masuk ke asrama, maka tiba waktu untuk belanja keperluan hari berikutnya. Biasanya hari berikutnya hari libur (karena hari Minggu) berarti tidak ada toko yang buka, selain itu waktu yang tersedia biasanya sempit, karena tiba tepat hari Sabtu, toko tutup sekitar jam 16.00. Kalau dari Jakarta telah membawa beberapa bekal untuk keperluan 1-2 hari, penulis kira telah cukup untuk “bertahan” selama hari libur. Setelah keperluan untuk bertahan dihari libur terpenuhi, jangan lupa menelpon dan memberitahu keluarga di Indonesia. Untuk keperluan ini, kartu telefon model PIN amat sangat membantu. Untuk mendapatkan kartu telefon tersebut, biasanya mahasiswa Indonesia yang berkesempatan menjemput kita, mempunyai kontak person tertentu. Dan mereka pasti tahu dimana dan kepada siapa harus membeli kartu telefon tersebut.

PERGURUAN TINGGI DI JERMAN

3.1 Persiapan Studi

Setelah melakukan test penempatan pada Stufe berapa kita harus kursus bahasa Jerman, barulah kita dapat waktu untuk mengurus keperluan lainnya, biasanya disediakan beberapa informasi dari Goethe Institut. Namun hal itu masih kurang terutama yang menyangkut keperluan pribadi untuk tinggal di Jerman. Apalagi untuk keperluan studi di Universitas atau Fachhochschule.

Khusus DAAD : Setelah menjalani test penempatan untuk kursus bahasa, kita biasanya akan diantar oleh Goethe Institut ke tempat tinggal sementara selama kursus bahasa berlangsung, yakni biasanya di tempatkan di Gästehaus milik Goethe Institut. Setelah tiba di Gästehaus, akan diberikan kunci kamar masing-masing. Di kamar telah tersedia mebel yang terdiri dari tempat tidur, 2 kursi, 1 meja kecil, 1 lemari buku, 1 meja tulis, 1 lemari baju, 1 lemari kecil. Pada tiap-tiap kamar juga tersedia kulkas kecil. WC digunakan bersama-sama atau ada juga pada tiap kamar telah tersedia kamar mandi dengan shower, wastafel, dan WC. Ketika memperoleh kunci kamar dan kunci lemari pastikan kunci tersebut dapat digunakan untuk mengunci lemari baju dan lemari kecil. Karena pada beberapa kamar kunci tak dapat digunakan. Bila memperoleh hal seperti ini, beritahu ke Hausmeister (orang yang bertanggung jawab pada Gästehaus) sesegera mungkin. Kunci kamar yang diberikan dapat digunakan untuk membuka kunci pintu masuk, dan juga kunci garasi sepeda. Peralatan makan seperti piring, sepasang sendok garpu, cangkir, biasanya kita mesti membawa sendiri (di Bremen dan Göttingen), tetapi ada juga yang telah tersedia (di Freiburg). Kulkas, perlu diperiksa apakah bekerja dengan baik, begitu juga penutup kasur, sarung bantal, seprey, selimut dan sarungnya. Jendela di kamar bisa dibuka 2 arah, ke arah samping (kiri kanan) dan ke bawah. Jadi jangan terkejut bila ketika membuka jendela ke arah samping, tiba tiba seperti akan jatuh. Karena jendela tersebut di rancang agar dapat dibuka sedikit (ke arah bawah), tetapi tidak terbuka semuanya, hanya cukup membiarkan udara masuk. Di bagian luar jendela ada roller, seperti yang banyak digunakan di garasi (rolling door). Periksa juga apakah dapat berfungsi, dengan cara memutar tuas yang tersedia. Pada beberapa kamar roller tak dapat digunakan. Harus segera memberi tahu Hausmeister. Karena bila tidak melaporkan, ketika keluar dari Gästehaus nantinya (setelah kursus), maka dianggap telah merusakkan roller, dan uang kaution tak dapat dikembalikan secara utuh. Sebagai informasi Gästehaus di Freiburg cukup baik dan memiliki fasilitas yang baik begitu juga di Bremen. Pada saat pertama kali datang, mungkin masih terlalu lelah, untuk memasak sendiri. Oleh karena itu membawa bekal secukupnya dari Indonesia sangat disarankan, apalagi bagi yang memeluk agama Islam. Karena masakan yang tersaji di Imbis (semacam “warteg”) kita belum tahu betul apakah ada minyak atau daging babinya tidak. Kalau diperlukan sekali makan di luar, maka Imbiss Turki yang menjual donner kebab atau McDonald menjadi pilihan yang tak dapat dihindarkan. (Donner kebab adalah sejenis makanan roti yang dibelah diisi salad dan daging, biasanya ayam atau domba). Kalau ada restauran China di dekat juga dapat dijadikan pilihan. Pada saat baru datang pertama kali, mungkin dibutuhkan beberapa keperluan sehari-hari. Bila ada waktu tersisa bisa pergi ke toko atau supermarket terdekat dengan Gästehaus untuk berbelanja, yaitu (misalnya di Freiburg) :

_ Schlecker, menjual kebutuhan seperti shampo, sabun dan lain-lain. Buka setiap hari kecuali Minggu, hingga jam 18.00.

_ Neukauf, supermarket yang cukup lengkap ada toko roti dan menjual makanan juga, menjual beras tetapi mahal. Buka setiap hari kecuali Minggu, hingga jam 19.45, hari Sabtu jam 15.00. 11

_ Tangelmann, menjual kebutuhan, buka setiap hari kecuali Minggu, hingga jam 19.45, hari Sabtu jam 15.00. Pompa Bensin terdekat, buka 24 jam juga Wochenende.

Pada saat baru tiba kadang kala pikiran kita masih belum percaya apakah hari itu sudah di Jerman atau tidak. Bagi yang pernah bepergian di luar negeri maka hal itu bukan menjadikan problem utama. Namun bagi yang baru pertama melakukan penerbangan yang melelahkan maka perlu adaptasi dengan lingkungan sekitar. Walau demikian tetap

memikirkan hal-hal lain yang perlu dilakukan pada hari pertama adalah, yakni :

1. Untuk yang akan mengikuti bahasa di Freiburg, maka perlu mengurus untuk mendapatkan kartu (StamKarte) untuk membeli Regio. Stamkarte dapat diperoleh di InfoPunkt VAG. Di Stadmitte. Seteleh memperoleh Stamkarte harus diisi dan distempel di Goethe Institut. Kartu ini berguna untuk mendapatkan akses Internet dengan mendaftar di Verwaltung Goethe Institut. Sedangkan untuk yang kursus bahasa di Bremen, lebih baik mengurus hal yang kedua dibawah ini, karena untuk mengurus hal pertama ini mesti ke Universitas Bremen yang letaknya cukup jauh dari GI Bremen.

2. Khusus di Bremen : Selain itu juga harus membeli ticket bulanan untuk transportasi dalam kota. Sebaiknya dicoba untuk 1-2 bulan dahulu. Bila nantinya mau merencanakan menggunakan sarana sepeda sebagai alat transportasinya, maka tidak diperlukan tiket bulanan tersebut (tapi kalau keduanya dimiliki juga baik). Namun berdasarkan pengalaman akan lebih efisien kalau tetap membeli ticket bulanan ini. Kadang kala acara santai yang ditawarkan Goethe Institut biasanya pergi rombongan dengan transportasi umum dalam kota. Sehingga untuk itu dibutuhkan ticket. Harga ticket bulanan tersebut berbeda satu kota dengan kota lainnya, di Bremen mesti mengeluarkan uang sebesar 68 DM untuk mendapatkan ticket tersebut. Namun setelah satu bulan ada cara lain yang lebih murah untuk mendapatkan ticket tsb. Pertama membuat kartu ISIC biasanya di Universitas Bremen. Setelah itu dengan International Student Indentity Card (ISIC) tersebut pergi ke loket Bremer Strassenbahn AG (BSAG) yang ada di depan Bahnhoft Bremen atau Domsheide, mengajukan pemohonan ticket langganan bulanan. Harga ticketnya lebih murah, yakni sekitar 45 DM perbulan. Loket tersebut buka pada hari Senin-Jum’at jam 07.15-19.00 dan hari Sabtu mulai jam 08.00-14.30. Untuk mendapatkan ISIC kita mesti menyerahkan satu (1) buah foto berwarna berukuran 3×4, menunjukkan paspor yang masih berlaku, menunjukkan Tanda Pengenal mengikuti kursus bahasa di GI atau Kartu Mahasiswa dan membayar biaya administrasi sebesar 18 DM. Biasanya pengurusannya memakan waktu sekitar 15-30 menit. Mengontak warga Indonesia. Hal sangat disarankan untuk mengontak warga Indonesia yang tinggal di kota dimana kita mengambil kursus bahasa, karena akan mempermudah memperoleh informasi mengenai kehidupan di kota tersebut.

Setelah ketiga hal tersebut dipenuhi, maka hari-hari berikutnya kita dapat melakukan aktifitas lainnya guna memenuhi persyaratan administrasi untuk tinggal di Jerman. Beberapa urusan administrasi yang perlu dilakukan adalah :

_ Bank. Beberapa Bank yang ada dan mempunyai banyak cabang di seluruh Jerman adalah : Dresdner Bank. Deutsche Bank. Sparkasse dan Volksbank. Untuk masalah Bank yang terakhir ini harap diperhatikan, karena Bank ini sifatnya adalah regional. Jadi masing-masing cabang kota tidak saling menjadi satu. Misal kita memiliki account di Freiburg, dan kita berada di kota lain, misal Bielefeld, maka kita tak dapat mencetak atau melakukan transfer dari Volksbank cabang Bielefeld. Pada Sparkasse, merupakan bank yang memiliki cabang yang tersebar di seluruh Jerman (Deutschland). Sehingga bila berjalan-jalan dan mengambil uang dengan menggunakan ATM, akan mudah menemukan ATM dari Bank ini. Citibank juga terdapat di Jerman. Perlu diperhatikan biasanya Citibank hanya mau membuka account, bila kita memiliki ijin tinggal minimal satu (1) tahun, dan memiliki pemasukan yang tetap. Jadi selama kursus bahasa biasanya tidak bisa membuka account di Citibank.

Untuk keperluan Bank harap perhatikan : Nama jangan sampai berbeda dengan nama di paspor. Hal ini sering terjadi karena nama orang Indonesia sering kali tidak lazim bagi orang Jerman, karena hanya memiliki satu nama (tanpa nama keluarga). Sehingga harus dipastikan jangan sampai petugas Bank menambahkan nama atau keterangan lain. Biaya tambahan penggunaan ATM. Tanyakan bila mengambil uang di ATM milik Bank lain, atau bila menggunakan kartu ini untuk berbelanja, apakah ada biaya tambahan. Sebab bank tertentu akan mengenakan biaya tambahan bila kita mengambil uang di ATM milik bank lain. Biaya tambahan itu berkisar 4 DM. Untuk menutup account dapat dilakukan dari bank yang kita gunakan di kota tempat Universitas kita nantinya berada. Jadi tak perlu menutup ketika kita akan pindah ke kota yang baru. Pada tiap bank biasanya tersedia mesin ATM dan mesin untuk mencetak statement of account kita. Sehingga kita dapat mengetahui aliran uang pada account kita, yang sering biasanya masuknya di awal bulan, dan keluar terus sampai bulan habis. Pengambilan uang bisa dilakukan sampai batas di bawah 0, artinya bila kita tak punya uang cash (dalam account 0 DM) kita tetap dapat mengambil uang. Tetapi dikenakan bunga, jadi prinsipnya seperti cash in advanced. Jumlahnya pun berbeda-beda tiap bank, biasanya berkisar 1000-2000 DM. Selain itu juga ditanyakan berapa banyak kita dapat mengambil uang sekaligus dari mesin ATM. Hal ini perlu, karena kadang kala dalam seminggu kita bisa mengambil lebih dari 1000 kalau ada keperluan khusus.

_ Pendaftaran di Meldeamt. Setiap pendatang yang tinggal di Jerman wajib lapor diri di kantor Meldeamt (ANMELDUNG). Biasanya Goethe Institut atau lembaga kursus bahasa akan menyediakan formulir pendaftaran (Anmeldung). Setelah formulir tersebut diisi maka dapat dilakukan pendaftaran yang biasanya ke kantor Meldeamt dimana kita tinggal. Beberapa hal penting ketika melakukan pendaftaran : Ketika melakukan pendaftaran, jangan lupa membawa paspor. Cari ruangan sesuai dengan abjad nama akhir anda (Vorname, atau Familiename) dan jangan lupa cara antriannya adalah dengan mengambil sobekan kertas dari suatu mesin. Kemudian pada setiap kamar terdapat papan nomor yang sedang diproses, sehingga kita mesti mencocokan nomor antrian kita dan nomor di papan nomor tersebut. Setelah mendaftar akan diperoleh surat bukti pendaftaran

(Meldebestätigung). Harap formulir yang telah distempel disimpan, karena ini dibutuhkan ketika mendaftar untuk pindah dari satu kota ke kota lainnya atau bisa juga untuk keperluan perpanjangan visa. Ketika akan pindah ke luar kota (misal setelah masa kursus bahasa Jerman selesai dan akan ke Universitas tujuan). Maka aktifitas yang wajib dilakukan adalah ABMELDUNG. Hal ini dilakukan di kantor Meldeamt tersebut juga (sama saat Anmeldung). Formulir Abmeldung harap disimpan, karena akan dibutuhkan di kota yang baru untuk melakukan Anmeldung kembali. Alamat kantor untuk urusan ini adalah misal di Freiburg : Meldestelle, Talstrasse 2 (dekat Johaniskirche) Tel : 201-0. Biasanya Goethe Institut akan mengatur satu hari, para siswa bersama sama ke kantor Meldeamt ini. Kantor ini dapat dicapai dengan menggunakan Strassebahn, nomor 4 (Jurusan Günterstall), dan berhenti di depan Johannes Kirche (di Freiburg). Kalau di Bremen, Meldeamt terletak berhadap-hadapan dengan McDonald di Bahnhof. Itu adalah kalau kita sebagai peserta kursus bahasa. Namun kalau kita datang privat dan bersama keluarga, maka keluarga yang datang harus ikut serta ke Meldebehörde. Meldebehörde sesuai dengan wilayah dimana kita tinggal. Dokumen yang harus dilampirkan adalah foto kopi Mietvertrag (surat sewa rumah) dan paspor. Untuk pendaftaran ini tidak bisa diwakilkan. Bagi yang tingal di Bremen, sejak pertengahan tahun 2001, An- dan Abmeldung dapat diselesaikan di kantor perwakilan Meldeamt yang terletak di lingkungan Univeritas Bremen (alamat lihat keterangan di bawah).

_ Visa di Ausländerbehörde. Pada umumnya saat kita mengajukan visa di Kedubes Jerman di Jakarta kita hanya diberi maksimal tiga (3) bulan. Oleh karena itu setelah mendapatkan Meldebestätigung dapat segera memperpanjang visa, dapat dilakukan di kantor Ausländerbehörde. Pada saat memperpanjang visa harap perhatikan beberapa hal berikut ini : membawa Meldebestätigung, selain itu juga membawa paspor. Untuk Stipendiaten dari DAAD, harap membawa Stipendienzusage. Untuk siswa biaya sendiri, jangan lupa bawa bukti konto, atau surat sponsor. Terkadang seseorang perlu melampirkan foto, atau diminta melakukan test kesehatan lanjutan. Ini terjadi kasus per kasus, jadi lebih baik disiapkan sebelumnya. Mengisi formulir sama seperti di Jakarta saat pertama kali mengajukan visa studi di Jerman. Kalau kita sudah tidak tinggal di Gästehause milik Goethe Institut, maka selain dokumen di atas diperlukan ditambah lampiran foto kopi dari Mietvertrag, bukti Immatrikulasi dari Universitas dimana kita belajar dan membayar biaya sebesar 20 DM untuk satu tahun. Besar biaya perpanjangan visa ini berbeda satu kota dengan kota lainnya (untuk penerima beasiswa DAAD, biasanya gratis). Untuk mencapai kantor ini di Freiburg dapat digunakan Strassebahn nomor 4, arah Günterstall. Dan turun di Johennes Kirche. Alamat Stadtamt, Ausländerbehörde di Freiburg adalah Baslerstrasse 2, Freiburg. Sedangkan di Bremen adalah Pfalzburger Straße 69, Bremen (buka hanya jam 08.00-12.00 pada hari Senin, Rabu dan Kamis). Pengalaman di Bremen, walau bukanya baru jam 08.00 namun sejak jam 06.00 sudah banyak yang antri di depan pintu masuk untuk mengambil nomor antrian. Untuk mencapat Ausländerbehörde di Bremen, silakan naik Strassenbahn nomor 3, juruan Hastedt. Lalu turun di Endehaltestelle (stasiun terakhir) dan dari sana jalan kaki sejauh 100 m lagi. Bagi yang berstatus mahasiswa, sejak September 2001 perpanjangan visa (juga untuk AN- dan ABMELDUNG, Lohnsteuerkarte) dapat dilakukan di Universitas Bremen. Kantor tersebut letaknya di Bremen Service Universität (di depan Glashalle-Eingang Boulevard) tel: (49-421)-2188233 atau 2188234 dan fax. (49-421)-2189053. Adapun alamat emailnya ada Auslaenderbehoerde-BSU@STADTAMT.BREMEN.de. Kantor ini letaknya tepat di depan Gedung Kaca yang ada di depan perpustakaan dan disamping Imbis China. Sedangkan jam bicaranya adalah Selasa (09.00-13.00), Rabu (10.00-13.00 dan 14.00-16.00), Kamis (09.00- 13.00) atau bisa membuat termin (janji) bila diperlukan

. _ Membuka account email. Bagi yang akan belajar bahasa Jerman di Goethe Institut Bremen, dengan berbekal kartu peserta kursus dan menunjukkan paspor maka kita sudah bisa mendapatkan sebuah account email di Universitas Bremen. Untuk melakukan pendaftaran ini, kita mesti pergi ke Universitas Bremen dan menuju ke Gedung MZH di lantai 4. Untuk mencapai Universitas Bremen, dapat menggunakan Strassenbahn nomor 6 jurusan Universität. Lalu turun di Haltestelle Universität/Zentralbereich (satu halte sebelum Halte terakhir). Selanjutnya jalan kaki lihat Gedung MZH ada di samping kanan Haltestelle. Biasanya khusus untuk peserta kursus akan dilayani walau telah jam 12.00. Namun pelayanan sesungguhnya hanya pada jam 08.00-12.00 dan tidak dipungut biaya apapun saat mendaftar. Pada Goethe Institut lainnya hal ini berbeda, ada yang dikenakan

biaya internet, misalnya di Goethe Institut Göttingen.

_ Melaporkan diri di Konjen RI. Setelah beberapa urusan administrasi untuk mendapatkan ijin tinggal di Jerman selesai diurus, maka langkah selanjutnya adalah melaporkan diri ke Konjen RI atau Kedubes RI. Di Jerman terdapat dua Konjen RI, yakni di Hamburg dan Frankfrut. Kedubes RI sekarang terletak di Berlin (dahulu di Bonn). Sebagai panduan melaporkan diri ini adalah berdasarkan jarak terdekat antara kota dimana kita tinggal dengan Konjen/Kedubes RI. Sebagai contoh penulis tinggal di Bremen atau Bielefeld, maka wajib melaporkan diri ke Konjen RI di Hamburg. Keuntungan dari wajib lapor diri ini adalah apabila suatu saat kita memerlukan sesuatu berkaitan dengan masalah administrasi, maka Konjen RI dapat membatu kita. Sebagai contoh kita sebagai mahasiswa di Jerman (PNS atau privat) yang akan melakukan penelitian di Indonesia atau pulang berlibur, maka kita membutuhkan Surat Keterangan Pulang Berlibur atau SKPB (PNS biasanya tidak dikenakan biaya. Namun kalau privat wajib membayar 15 DM yang dapat dibayarkan dengan mentransfer biaya tersebut). Surat ini dibutuhkan untuk pengurusan biaya fiskal di Indonesia kalau pulang lagi ke Jerman. Kita bisa mendapatkan bebas fiskal dengan surat tersebut. Selain itu kalau kita sudah selesai sekolah dan akan pulang ke Indonesia kita bisa mendapatkan surat keterangan membawa barang-barang pindahan ke Indonesia. Surat ini bisa digunakan untuk membebaskan pungutan pajak akan barang-barang pindahan kita. Kalau kita tidak melaporkan diri atau kita alpa akan kewajiban ini, maka resiko kita akan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Untuk pengurusan wajib lapor diri ini, bisa dilakukan dengan berbagai cara, misal menitipkan teman yang tinggal dekat dengan Konjen/Kedubes RI atau dikirim langsung melalui post ke Konjen/Kedubes RI (asal sebelumnya memberitahukan dahulu ke mereka melalui telepon atau email dan didalamnya diberi perangko untuk pengiriman baliknya). Persyaratan utama dalam melaporkan diri ini adalah menyerahkan paspor kita untuk di cap “telah melaporkan diri” dan mengisi blangko pendaftaran, serta 2 buah pasfoto 4×6 berwarna. Untuk mendapatkan blangko pendaftaran bisa ditanyakan ke Konjen/Kedubes atau bertanya ke mahasiswa Indonesia yang telah lama tinggal di sekitar kita, biasanya mereka masih menyimpannya. Kewajiban ini dapat dilakukan selambat-lambatnya 90 hari setelah kita tiba di Jerman. Adapun alamat Konjen/Kedubes RI adalah :

Apabila semua aktifitas administrasi tersebut selesai dilakukan, maka selesailah persyaratan adminitrasi untuk tinggal di Jerman. Sehingga kita bisa berkonsentrasi ke kursus bahasa Jermannya. Sebuah Tip dan Trik: Apabila urusan adminitrasi semua ini selesai dikerjakan dan masih di Goethe Institut atau Studienkolleg, pada saat Wochenende tiba (akhir pekan). Gunakanlah waktu tersebut untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota di Jerman. Pada saat di Goethe Institut ini beban sekolah kita belum begitu berat dan masih banyak waktu. Namun kalau sudah masuk ke Universitas atau Fachhochschule, waktu jalan-jalan sulit sekali diperoleh. Banyak alasan yang kita peroleh, misalnya tidak ada teman untuk jalan-jalan karena waktu yang tidak sama, keluarga udah datang, kesibukan di laboratorium atau di Bibliothek (perpustakaan), dll. Kalau masih di Goethe Institut atau Studienkolleg masih banyak kemungkinan mengajak teman untuk jalan-jalan. Setelah selang 4-6 bulan belajar bahasa di Goethe Institut atau 6-12 bulan mengikuti Studienkolleg, maka kita akan menuju ke Universitas atau Fachhochschule dimana kita akan belajar. Oleh karena itu banyak hal-hal yang perlu disiapkan. Persiapan ini dapat dilakukan pada saat kita masih mengikuti kursus bahasa atau menjelang berakhirnya kursus bahasa tersebut. Persiapan-persiapan yang harus dilakukan antara lain :

  1. Pembaruan Visa. Biasanya pada saat kita masih mengikuti kursus bahasa terutama yang di Goethe Institut, visa hanya diberikan selama kursus tersebut. Waktu pendaftaran tidak lebih lama 2-7 hari setelah kursus bahasa selesai, walau ada juga yang dapat agak lebih lama lagi. Bila menghadapi hal demikian tidaklah gusar atau takut tidak ada waktu. Asal kita sudah ada surat pernyataan diterima di Universitas atau Fachhochschule dimana kita akan belajar, tidak akan mudah dideportasi. Kalau terlambat paling diomelin petugas Ausländerbehörde. Apalagi yang menerima beasiswa DAAD, dengan berbekal Stipendienzusage sudah cukup persyaratannya. Kalau kita harus pindah dari kota dimana kita kursus bahasa Jerman, untuk keperluan mengurus perpanjangan visa pada prinsipnya sama dengan saat pertama kali perpanjangan visa di Jerman. Hanya sebelum mengurus visa lebih baik menyelesaikan urusan administrasi seperti immatrikulasi, sewa rumah, dll. Dan jangan lupa saat mau pindah dari kota dimana kita belajar bahasa untuk mengurus Abmeldung di Meldesbehörde.
  2. Immatrikulasi. Pada saat kita masih di Goethe Institut biasanya kita mendapatkan formulir dari DAAD untuk diisi guna keperluan Immatrikulasi. Immatrikulasi ini adalah semacam regristrasi di Universitas atau Fachhochschule dimana kita akan belajar. Bila kita tidak mendapatkannya, formulir dapat dimintakan pada bagian Akademische Auslandsamt (AAA) dari setiap Universitas dan Fachhochschule. Untuk mendapatkan alamat AAA ini kita dapat mencari lewat internet. Untuk itu perlu dicari alamat homepage dari perguruan tinggi yang akan kita masuki. Sehingga saat kursus bahasa masih berlangsung, alamat ini bisa dicari dan diperoleh. Bagi penerima beasiswa DAAD, kita juga dapat mengambil langsung pada saat kita mengunjungi Profesor pembimbing kita. Setelah diisi segera dikirim ke alamat yang bersangkutan. Biasanya kita akan mendapatkan pemberitahuan bahwa kita sudah tercatat di suatu Universitas atau Fachhochschule dan diminta datang lagi pada saat sudah selesai kursus bahasa. Pada saat datang tersebut kita diminta membayar Sozialgebühr termasuk Semester Ticket (bila ada).
  3. Mencari kamar. Untuk mencari mencari kamar atau apartemen, merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Hal ini tergantung dari kota dimana kita akan belajar. Untuk kota-kota tertentu seperti München, Hamburg, Berlin dll kadang kala cukup sulit mendapatkan rumah murah seperti di Wohnheim (asrama mahasiswa). Tetapi kota lainnya bukanlah masalah utama. Oleh karena itu, saran penulis apabila memungkinkan, carilah kamar atau apartemen yang ada di Wohnheim. Hal ini dengan pertimbangan semua fasilitas yang kita butuhkan (mebel, dapur, dll) biasanya sudah tersedia. Bila kita terpaksa menyewa kamar (privat) maka banyak kendala yang kita hadapi. Pada prinsipnya hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat sewa kamar ini adalah : harga sewa pokok (Kaltmiete) yakni harga sewa kamar diluar biaya air, gas, listrik, kebersihan, dll. Adakalanya dalam harga Kaltmiete ini juga termasuk salah satunya, misal air sudah termasuk, atau gas sudah inklusif, dll. Kalau harga Miete (sewa kamar) ditawarkan dalam bentuk Warmmiete (harga sewa jadi), harga ini biasanya sudah termasuk semuanya, kita hanya tinggal memakainya. Kita tidak berurusan masalah membayar listrik, gas, dll. Namun harga ini tidak termasuk pengadaan mebel, dapur (kulkas, kompor listrik, tempat cuci), dll. Walau ada kalanya sudah termasuk juga, untuk itu perlu ditanyakan. Kalau di Wohnheim ditawarkan Warmmiete bisanya sudah termasuk mebel, dapur, dll. Selain itu, adalah masalah Kaution yaitu uang jaminan sewa kamar. Besar uang Kaution ini bisanya 1-3 kali dari harga Kaltmietenya. Kamar privat bisanya minimal diminta 2-3 harga Kaltmiete, sedangkan kalau diWohnheim hanya sekali harga Kaltmietenya. Kaution ini diberikan kepada pemilik kamar (atau Studentenwerk kalau untuk Wohnheim) sebagai deposit selama kita menyewa kamar tersebut. Kalau sewa kamar privat, uang Kaution diberikan ke pemilik kamarnya. Apabila selama kita memakai kamar yang disewa terjadi kerusakan yang diakibatkan karena pemakaian kita, dan kita tidak memperbaikinya. Maka uang Kaution ini sebagai jaminan. Artinya setelah pemilik kamar menghitung besar biaya perbaikan dari kerusakan tersebut, lalu dikurangkan unag Kaution kita. Maka yang kita terima biasanya tidak utuh lagi seperti pada saat mendepositkan Kaution tersebut. Pengurangan Kaution juga bisa terjadi pada saat kita mau putus kontrak. Namun kita tidak membersihkan kamar yang kita sewa seperti sedia kala, maka potongan Kaution juga bisa terjadi (alasan sebagai biaya kebersihan). Untuk membersihkan ini (mengecat ulang sesuai warna semula, mengganti karpet bila perlu, dll) biayanya dari kita sendiri. Hal ini semuanya tidak akan terjadi (jarang) kalau kita menyewa kamar milik Wohnheim. Semuanya kalau ada kerusakan ditanggung Wohnheim, begitu juga saat pengecatan, dll. Tetapi ada jugaWohnheim yang tidak memberikan fasilitas seperti itu, tetapi biayanya tidaklah begitu besar. Prinsip sewa kamar di Jerman adalah pada saat masuk kamar dalam keadaan bersih kalaupun keluar juga harus bersih seperti sedia kala. Oleh karena itu mengingat problem yang banyak dihadapi kalau kita sewa kamar privat, maka lebih baik mencari kamar di Wohnheim. Namun kalau kita sudah tahu betul seluk beluk ini dan terpaksa sewa kamar privat, juga tak apa-apa. Biasanya privatisasi di kamar milik privat lebih enak. Kalau di Wohnheim, jarang yang menyediakan kamar sendiri (kamar mandi, dapur bersatu dalam kamar kita). Melainkan lebih banyak Wohngemainschaft (satu rumah terbagi-bagi 2-10 kamar, memiliki 2-3 kamar mandi, dll). Keuntungan kalau kita tinggal di Wohngemeinschaft adalah terjadi komunikasi dengan orang Jerman atau orang asing lainnya. Namun syaratnya kita mesti mudah beradaptasi dengan perbedaan kultur dari negara lain. Tetapi bila kamar sendiri (Einzel) untuk terjadi kontak dengan orang lain cukup sulit, karena aktifitas kita satu dengan lainnya berbeda. Pada saat kita ingin melamar kamar diWohnheim ke Studentenwerk, biasanya kita akan dimasukkan ke daftar tunggu dahulu. Oleh karena itu, kita jauh-jauh hari mendaftarnya. Namun ada kalanya melalui Profesor kita, juga dapat diperoleh jalan pintas tidak usah melalui daftar tunggu. Sehingga berbaikbaiklah dengan Profesor. Selain itu adakalanya Universitas atau Fachhochschule selain mempunyaiWohnheim, juga mempunyai Gästehause yang menyediakan kamar dalam jumlah terbatas. Kita kalau baik komunikasinya dengan pihak Studentenwerk atau AAA atau Profesor, fasilitas ini bisa kita peroleh. Namun biasanya karena keterbatasan fasilitas tersebut, informasi yang tersedia juga terbatas. Selanjutnya sebuah hal lagi, bagi kita yang ke Jerman untuk melanjutkan program doktoran, biasanya tidak diijinkan memperoleh fasilitas di Wohnheim. Sepertinya peraturan ini berlaku di seluruh Jerman, namun bagi kasus-kasus tertentu juga terdapat perkecualiannya. Kuncinya ada di komunikasi dan pandai mencari informasi yang terbatas tersebut. Satu hal lagi kalau kita akan menyewa kamar privat adalah masalah Mietvertrag. Usahakan pada saat akan tanda tangan Mietvertrag ini mengajak orang Jerman atau teman kita yang tahu dan paham apa yang tertulis dalam Mietvertrag tersebut. Tanyakan segala sesuatunya , pasal demi pasalnya, karena kalau kita tidak tahu betul dan main asal tanda tangan. Maka penyesalan akan datang dikemudian hari, misal berapa bulan kalau mau menghentikan kontrakan, kapan harus mengecet rumah lagi, bagaimana kalau ada kerusakan, berapa besar yang harus dibayar kalau kerusakan timbul, bagaimana pembayaran listriknya, dll. Sekali tanda tangan maka akan memiliki kekuatan hukum yang besar, kalau kita mau membatalkan biasanya berurusan dengan pengacara. Itu berarti bencana buat kita, karena biasanya akan membutuhkan biaya yang besar. Walaupun pemerintah Jerman juga menyediakan fasilitas pengacara buat orang tak mampu seperti mahasiswa. Namun begitu akan tetap menyita waktu dan energi kita, paling tidak. Untuk itu berhati-hatilah akan hal tersebut.

Abmeldung.

Untuk melakukan hal ini prosedurnya hampir sama dengan pada saat kita melakukan Anmeldung,yakni kita mesti pergi ke Meldesbehörde. Kemudian kita mengisi sebuah formulir. Jangan lupa saat antri mengambil sobekan nomor antrian, nomor kamar sesuai dengan huruf abjad nama keluarga kita. Kadang kala Meldesbehörde menyediakan nomor urut antrian dengan mesin otomatis. Oleh karena itu perhatikan masalah ini, karena budaya antri pada berbagai kesempatan di Jerman merupakan hal yang sangat dipatuhi orang disini. Kalau kita main selonong saja, maka umpatan dari orang lain akan kita terima. Setelah kita peroleh lembar Abmeldung ini, maka jangan lupa juga kita Anmeldung lagi di kota yang akan kita tuju. Surat keterangan yang kita peroleh digunakan untuk pengurusan visa, dll.

3.2 Sistem Pendidikan di Jerman

Sistem pendidikan Jerman terkenal sangat lama. Bila di Indonesia dari SD sampai dengan siap mengikuti kuliah membutuhkan waktu 12 tahun, di Jerman dibutuhkan 13 tahun untuk menyelesaikan sekolah. Selain itu sebelum kuliah, para pria di Jerman diwajibkan untuk memasuki “Wajib Militer”. Bila seseorang dengan alasan kesehatan tidak dapat mengikuti “Wajib Militer” maka sebagai gantinya ia harus menjalani “Zivilliansdienst” atau lebih dikenal dengan Zivis. Zivis ini bekerja di rumah sakit, badan sosial ataupun badan Pendidikan dari Pemerintah.

Kindergarten (Taman kanak-kanak) dimulai dari umur 3-6 Tahun. Pendidikan ini dinamakan “Vorschulische Einrichtungen”, yang berarti “Persiapan sebelum Pendidikan”. Setelah Kindergarten dimulai pendidikan dasar pada umur 7 tahun sampai dengan 10 tahun. Pendidikan ini dinamakan “Grundschule”, yang berarti “Sekolah Dasar”. Selain dari Grundschule ada 2 kemungkinan pendidikan lain yaitu “Gesamtschule” (Sekolah Bersama) dan “Sonderschule” (Sekolah spesial). Dari Grundschule, seseorang mempunyai 4 pilihan untuk melanjutkan sekolah. Pilihan tersebut :

- Gesamtschule

- Hauptschule

- Realschule

- Gymnasium

Untuk memasuki Hauptschule, Realschule atau Gymnasium, seseorang harus melalui “Orienterungsstufe” (Tahapan Orientasi). Ditahap ini diteliti bakat dan kemampuan dari anak, dan tahap ini menentukan kemana tujuan seorang anak selanjutnya. Hauptschule dan Realschule lebih ditekankan kepada anak yang ingin langsung kerja bila telah menyelesaikan sekolah. Tentu saja setelah melalui pendidikan di “Berufsfachschule” atau “Fachoberschule”. Bagi yang ingin melanjutkan ke Universitas, jalan tercepat adalah melalu Gymnasium. Jalan pendidikan lain juga dapat mengikuti kuliah di universitas, tapi dengan melalui jalan yang panjang. Misal harus melakukan praktek kerja dahulu selama sekian tahun. Titel yang didapat dari Universitas di Jerman dan Indonesia hampir mirip, namun walaupun namanya sama berbeda tingkatannya. Diplom lulusan Jerman setara dengan S2 atau Master di Indonesia, dan dapat langsung mengikuti program Doktoran (PhD). Hal ini berarti S1 di Indonesia, pada dasarnya setara dengan Vordiplom di Jerman, tetapi hal ini tergantung dari Anerkennung der Studienleistungen (Penyamaan derajat Ijasah). Dengan demikian, bila seorang sarjana S1 lulusan Indonesia akan melanjutkan kuliah di Jerman, ada 3 kemungkinan studi yang akan ia jalani :

- Ijasah (Studienleistungen) dari Indonesia dianggap setara dengan Vordiplom (semester 5). Untuk mendapatkan Diplom, ia harus mengikuti semua mata kuliah dari semester 5 sampai dengan pembuatan Diplomarbeit (Penulisan Akhir untuk mendapatkan gelar Diplom)

- Ijasah (Studienleistungen) dari Indonesia dianggap melebihi dari semester 5. Untuk mendapatkan Diplom, ia hanya diminta untuk mengikuti beberapa ujian untuk penyamaan derajat.

- Ijasah (Studienleistungen) dari Indonesia dianggap sudah mencukupi untuk dapat langsung mengikuti program Doktoran.

Berdasarkan hal tersebut, maka lulusan S1 dari Indonesia kalau mau melanjutkan sekolah ke Jerman, mempunyai kemungkinan untuk langsung promosi (S3). Biasanya kalau bidang studi dan kurikulum dari S1 ke promosi (S3) tidak menyimpang jauh, akan mendapat kemudahan pada saat Anerkennung.

3.3 Sistem Perguruan Tinggi

Di Jerman dikenal ada dua (2) jenis pendidikan tinggi utama : yaitu Fachhochschule dan Universität. Fachhochschule yang sering disebut juga FH ini mirip semacam politeknik di Indonesia, yaitu lembaga pendidikan yang menekankan pada bidang aplikasi. Bidang teori lebih sedikit dibandingkan dengan praktek atau applikasinya. Studi di Fachhochschule tak dapat mencapai gelar doktor dan pendidikan disini ditujukan bagi mereka yang ingin terjun ke industri langsung. Jenis pendidikan tinggi lainnya adalah Musikhochschule (untuk bidang musik), Pedagogische Hochschule (untuk bidang pendidikan, mirip IKIP dahulu) dan Kunsthochschule (untuk bidang seni). Sistem Universität (Universitas) di Jerman, berbeda dengan di Indonesia, tidak ada “panduan” ketat per semesternya, dan urutan mata kuliah A, B, C, dst. Hal ini berarti bahwa mahasiswa dituntut harus dapat menentukan sendiri, kuliah, latihan, seminar, ujian yang akan diikutinya, dll. Hal ini secara langsung memberikan “kebebasan yang sangat besar”, tapi bisa juga “menjerumuskan” mahasiswa ke kondisi kelewat santai (banyak beberapa mahasiswa Indonesia yang terjebak ke situasi ini, dimana sudah 8 tahun tapi belum ujian apa-apa, karena keasikan kerja atau kesibukan lainnya). Mahasiswa benar-benar dituntut untuk mandiri menentukan apa yang ingin dia pelajari, ujian yang dia ikuti, dan apa yang dia lakukan dan dia maui. Terkadang perkuliahan dilakukan dalam ruang auditorium besar (sampai 600 Sehingga kesiapan “mental” mahasiswa untuk belajar mandiri perlu benar-benar dipertimbangkan bila memilih kuliah di Universitas. Kuliah rata-rata dilakukan dalam bahasa Jerman, walau demikian di beberapa Universitas (seperti di Universitas Bielefeld, Universitas Bremen, dll) ada juga beberapa kuliah yang dilakukan dalam bahasa Inggris.

Model perkuliahan tersusun dari Vorlessung (perkuliahan), Seminar (semacam diskusi dalam ukuran kecil atau dalam kelompok kecil), dan Übung (latihan). Ujian dilakukan langsung dengan Profesor yang bersangkutan. Rata-rata ujian bersifat lisan, walau ada juga yang diberikan secara tulisan. Sistem ujiannya juga bervariasi ada yang diperbolehkan mengulang (untuk mata kuliah yang tidak lulus), namun sering juga hanya sekali saja (boleh mengulang namun tahun berikutnya. bukan semester berikutnya). Sistem Fachhochschule (nama internasionalnya sekarang sering disebut sebagai University of Applied Science) lebih diatur secara ketat mirip dengan sistem perkuliahan di Indonesia, misal urutan perkuliahan, praktek, dan lain sebagainya. Berdasarkan dua lembaga pendidikan tinggi tersebut, mana yang lebih baik dan cocok, ini bergantung dengan tujuan sekolahnya. Fachchochschule rata-rata disukai oleh orang Jerman yang ingin langsung bekerja di industri. Sedangkan Universitas lebih disukai bagi mereka yang ingin berkarir di riset dan pengembangan, atau di akademik. Berdasarkan pemantauan dan perkenalan dengan beberapa mahasiswa dari Indonesia, sebagian besar mahasiswa Indonesia lebih suka mengambil pendidikan Fachchochschule ini. Hal ini selain alasan waktu serta biaya juga karena mereka ingin cepat bekerja di industri. Secara “gengsi” memang masih ada anggapan di masyarakat Jerman bahwa Univeritas lebih “bergengsi” dari pada Fachhochschule. Hal ini dikarenakan rata-rata Profesor atau Doktor kelas pertama (1) di Jerman banyak yang berada di Univeritas (bekerja). Tetapi anggapan ini mulai bergeser dengan makin majunya sistem di Fachhochschule sekarang (termasuk staff-nya yang makin berkualitas). Selain itu makin digemarinya Fachhochschule oleh masyarakat dikarenakan juga materinya yang lebih siap diterapkan untuk bekerja, serta adanya kerjasama antara Universitas dan Fachhochschule yang ada untuk menyediakan pengajar dan fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa. Seperti Fachhochschule di Bielefeld dengan Universitas Bielefeld relatif memiliki staff pengajar, yakni Profesor yang sama, akses ke fasilitas (laboratorium dan perpustakaan) juga sama. Hal seperti inilah yang jarang terjadi di Indonesia. atau bahkan dapat dikatakan sulit diwujudkan di dunia pendidikan di Indonesia. Padahal dalam kenyataannya potensinya sama dengan pendidikan di Jerman. Sehingga pendidikan tinggi di Jerman, mempunyai suatu yang khas, hanya yang berbeda mekanisme pendidikan yang ditawarkan. Bagi yang suka “kebebasan” silahkan masuk ke Univeritas, namun bagi yang suka “tuntunan” dipersilahkan masuk ke Fachhochschule, sehingga dapat segera bekerja dan mendapatkan gaji seperti yang diidam-idamkan. Beberapa Fachhochschule sekarang sudah menawarkan juga “International Master” yang menggunakan program berbahasa Inggris. Tetapi penulis sendiri saat ini belum tahu pasti penyetaraan lulusan ini, baik di Jerman sendiri maupun di Indonesia nantinya. Tetapi satu hal yang perlu diperhatikan bagi mahasiswa dari Indonesia mungkin adalah PENYETARAAN ijazah di Indonesia (tentu saja bagi yang ingin kembali ke dan bekerja di Indonesia). Silahkan menghubungi Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) Departemen Pendidikan Nasional bagian penyetaraan IJAZAH untuk hal ini, di Senayan. Program “International Master” ini saat ini banyak sekali ditawarkan dan mahasiswa yang diterima dan mengikuti kuliahnya ada yang diwajibkan membayar untuk biaya tuition fee. Namun masih banyak juga program yang ditawarkan yang tanpa ada pungutan biaya untuk tuition fee. Bahkan bila beruntug memberikan beasiswa seperti program S2 Fisika Lingkungan di Univeristas Bremen (http://www.msc-ep.uni-bremen.de/). Oleh karena itu pilihlah program yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Gelar tingkat pertama dari Universitas atau Fachhochschule di Jerman adalah Diplom (misal Dipl Inf., Dipl Ing., Dipl. Biol. dll). Gelar ini bisa setara dengan Master, walau ada juga yang menyetarakan dengan Bachelor, karena tiap Universitas berbeda-beda aturannya). Bidang sosial memiliki gelar Magister. Sedangkan gelar berikutnya Dr (Dr Ing, Dr rer nat, dll). Beberapa Universitas di Jerman mulai melakukan “reformasi” dengan juga menyediakan gelar “Master”. Secara kebetulan di Universitas Bielefeld dan Universitas Bremen juga telah melakukan hal ini. Karena sifatnya yang bebas di tiap Universitas, maka tidak ada patokan yang sama di masing-masing Universitas di Jerman. Relatif tak ada yang namanya “kurikulum nasional” dan standarisasi mata kuliah. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di USA, UK, atau Australia yang memiliki panduan untuk itu. Bahkan suatu nama mata kuliah bisa saja isinya sangat berbeda, antar universitas. Hal ini mempengaruhi juga proses penyetaraan ijazah ketika kita melanjutkan studi di universitas Jerman Artinya bisa saja seorang lulusan S1 dari Indonesia, mendaftar di salah satu Universitas akan “dihargai” setara dengan VorDiplom (sebelum Diplom) misal dihargai setara dengan di semester 5. Tetapi ketika dia mencoba melamar ke Universitas lain bisa dihargai sudah lewat Dipl, dan berhak melanjutkan langsung ke studi Doktor setelah melewati ujian persamaan (Anerkenung). Dan ini juga tak berkaitan dengan “kualitas” Universitas atau Profesor tersebut. (INI ADALAH INFORMASI TIDAK RESMI BERDASARKAN PENGALAMAN BEBERAPA REKAN PENULIS, SEHINGGA HAL INI MUNGKIN AKAN BERBEDA DENGAN INFORMASI RESMI DARI KEDUBES JERMAN).

Oleh karena itu TIP dan TRIK dari penulis, sebaiknya carilah informasi yang tepat, berkaitan mengenai profesor, bidang riset, working group, dan universitas, juga kota yang ingin dituju. Saran penulis, jangan terpaku pada kota besar, atau universitas yang memiliki nama besar saja. Juga dalam mengajukan lamaran ke universitas, sebaiknya melengkapi dengan informasi yang detail mengenai studi (termasuk keterangan tentang tiap mata kuliah yang pernah diambil), atau pekerjaan yang pernah dilakukan. Mencari informasi itu penting, karena seperti ungkapan yang dikenal di Jerman “Studieren ist wie Sex, Je mehr du weisst, dessto besser wird es”. Kira-kira terjemahan bebasnya adalah kuliah itu seperti sex, makin anda memahaminya, maka akan makin baik. Bahasa Jerman memang penting dan dibutuhkan untuk keperluan hidup sehari-hari, belanja, ngobrol, diskusi, ikut party, membaca beberapa buku dan majalah, nonton TV serta kuliah. Syarat bahasa untuk kuliah di Jerman secara resmi, adalah harus memiliki ijazah DSH yaitu kependekan dari Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang ausländischer Studienbewerber atau dahulu namanya PNdS (Prüfung zum Nachweis deutscher Sprachkenntnisse). Ujian ini bisa diambil di Indonesia, ataupun di Jerman. Ijazah yang di

bawah level ini adalah yang namanya ZDaF yakni kependekan dari Zertifikat Deutsch als Fremdsprache. ZDaF sekarang berubah menjadi DaF. Beberapa Universitas mensyaratkan ijazah ini sebagai “WAJIB”, jadi kita harus memilikinya sebelum bisa kuliah di tempat tersebut. Sedangkan beberapa Universitas tidak begitu mensyaratkan (dan hanya bergantung pada keputusan Profesor pembimbing kita). Misal di Universitas Bielefeld, Universitas Bremen, Universitas Paderborn, ijazah DSH ini tak wajib, tapi bergantung pada Profesor calon pembimbing kita, biasanya ZDaF sudah cukup untuk memulai perkuliahan. Pada umumnya kalau kita menulis thesis akan memakai bahasa Inggris, sehingga kita tak perlu memiliki ijazah DSH ini. Sedangkan di Universitas lain masalah DSH ini bisa jadi sandungan tersendiri. Karena kalau tidak punya ijazah DSH tidak bisa kuliah. Ada beberapa rekan penulis yang tersandung hal ini dan terpaksa pulang ke Indonesia, walau telah menghabis waktu yang cukup lama baik untuk persiapan bahasa di Indonesia maupun di Jerman sendiri. Oleh karena itu sebelum masuk ke suatu Universitas maupun Fachchochschule perlu mencari informasi masalah ini sebanyak mungkin. Kasus lain seperti Universitas Hamburg dan München, walau kita telah lulus DSH dari Goethe Institut manapun juga (Bremen, Göttingen, Manheim, Freiburg). Kita masih harus mengikuti kursus bahasa di universitas tersebut. Kursus bahasa ini biasanya paralel. Namun ada juga dengan alasan sangat spesifik (misal tinggal dan penelitian di pulau terpencil seperti di Helgoland) kita bisa mendapatkan pengecualian. Universitas dan Fachhochschule di Jerman mempunyai rangking atau tingkatan berdasarkan berbagai parameter. Berikut ini pengelompokkan universitas berdasarkan pendekatan yang digunakannya dan merupakan adopsi dari majalah STERN yang terbit di Jerman pada beberapa bulan yang lalu.

Kriteria penilaiannya adalah

Jenis I : Misal untuk universitas yang memiliki bimbingan yang baik bagi mahasiswa, masa kuliah yang relatif lebih cepat.

Jenis II: Universitas atau Fachhochschule yang biasanya kuat di bidang penelitian.

Jenis III : Jenis ini adalah universitas atau Fachhochschule yang memiliki kontak dengan lapangan pekerjaan sangat erat. Sehingga pengetahuan praktis sangat banyak diberikan.

3.4 Biaya Pendidikan

Suatu ciri khas belajar di Jerman adalah soal biaya pendidikan tiap semesternya. Keistimewaan ini juga terdapat di negara lain seperti Austria dan negara-negara Skandinavia. Pada saat ini sudah mulai banyak beberapa negara bagian di Jerman mendiskusikan tentang biaya kuliah untuk tahun-tahun mendatang. Apakah Jerman masih tetap mempertahankan keistimewaan ini atau secara bertahap melakukan pembaharuan peraturannya, dengan kata lain sudah tidak gratis lagi. Namun hal ini masih dalam tahap wacana. Pada universitas swasta dan program internasional (MBA) biaya pendidikannya tidak lagi gratis. Pada saat ini lembaga tersebut masih sedikit jumlahnya. Sesunguhnya biaya kuliah di Jerman relatif rendah (alias tak perlu bayar SPP), baik untuk warga negara Jerman, ataupun mahasiswa asing. Biasanya mahasiswa hanya perlu membayar uang yang namanya “Sozialgebühren”. Ini untuk mendapatkan beberapa fasilitas bagi mahasiswa, misal agar bisa makan di MENSA dengan harga mahasiswa, di beberapa negara bagian, ticket kereta, bus dan trem tak perlu bayar. Sozialgebühren ini sekitar 200 DM/semester. Sebagai gambaran di Universitas Bremen, kalau kita makan di MENZA, sekali makan dengan tarif mahasiswa hanya membayar 3,50 DM. Tetapi bila kita sebagai pegawai Universitas atau orang luar yang ikut makan, dikenakan biaya 7 DM. Kemudian bagi seseorang yang ingin meneruskan pendidikan tinggi ke Jerman biaya yang terbesar adalah di tahun pertama, ketika belum tahu apa-apa, harus kursus bahasa, dan belum bisa kerja sampingan. Biaya-biaya tersebut meliputi :

  1. Uang kursus bahasa Jerman. Bila kita ingin mencapai ijazah DSH, rata-rata dibutuhkan kursus bahasa sekitar 1 tahun (ini dari nol pengetahuan bahasa Jerman). Biaya sekitar 700 DM/triwulan ini biaya di Paderborn/Bielefeld. Di Bremen juga berkisar 750-900 DM/level kursus. Tingkatan kursus bahasa Jerman terdiri dari Grundstufe I, II, II, Mittlestufe I, II dan Oberstufe. Biasanya kalau sudah mencapai tingkatan Oberstufe maka sudah diangap setara dengan DSH. Untuk memilih tempat kursus bahasa di Bremen silakan kunjungi http://www.forum-indojerman.de/.
  2. Asuransi (untuk mahasiswa usia di bawah 30 tahun sekitar 100 DM/bulan). Bila usia makin tua, asuransi akan semakin mahal. Sebagai contoh untuk AOK denganumur dibawah 30 tahun saat ini wajib membayar biaya sebesar 109 DM perbulan.
  3. Dana untuk membayar Sozialgebühr berkisar 200 DM/semester.
  4. Biaya hidup (karena relatif belum bisa bekerja). Ini bisa sekitar 700-1000 DM, tergantung gaya hidup. Untuk kontrak Studentenwohnheim (asrama mahasiswa) sekitar 200-350 DM/bulan. Akan lebih murah kalau pas bisa dapat orang yang mau mengontrakkan murah (misal nenek-nenek butuh teman jaga rumah kosong). Biaya hidup ini akan disertakan dalam “dana jaminan”. Setiap orang minimal memiliki tempat tinggal seluas 14 m2. Di Hamburg minimal seseorang memiliki tempat seluas 18m2.
  5. Dana jaminan untuk visa (sekitar 120 juta rupiah setara dengan 25.000 DM), 60 juta rupiah dari dana ini (setara dengan 12.500 DM) harus ada di account orang tua (wali) di Indonesia (sebagai sponsor), sedangkan 60 juta rupiah diblokir dan dipastikan dalam satu (1) tahun dikirim perbulan sekitar 1.035 DM ke salah satu account bank di Jerman (milik si anak yang sedang studi). Untuk jelasnya lihat syarat pengajuan visa diatas.

3.5 Studienkolleg

Bagi mereka yang baru lulus dari SMA dan berkeinginan melanjutkan studi di Jerman, biasanya harus menempuh “Studienkolleg” atau disingkat Studkol (Student College) semacam “Foundation” kalau di Australia, yaitu tahun penyetaraan antara lulusan SMA di luar Jerman dengan di Jerman. Di samping itu semasa Studkol juga siswa mengikuti kursus bahasa Jerman. Studkol ini tidak di tiap kota ada, beberapa kota yang memiliki Studkol adalah Aachen, Muenster, Muenchen, Tubingen, Kiel, dll. Untuk lebih jelasnya silakan dilihat homepagenya yaitu :

http://www.daad.de/studienkollegs/index.html.

Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III

Angulistik Uni Bamberg TU Berlin tidak ada

Uni Eichstaett Uni Freiburg

Uni Giessen Uni Giessen

Uni Regensburg Uni Muenchen

Uni Tuebingen

Arsitektur HdK Berlin tidak ada HS Anhalt

BTU Cottbus FH Biberach

AdbK Stuttgart FH Heidelberg

Sipil TU Braunschweig RWTH Aachen RWTH Berlin

BTU Cottbus TU Muenchen FH Biberach

Uni Rostock

Uni Weimar

Bisnis EAP Berlin Uni Mannheim HS Anhalt

TU Chemnitz Uni Muenchen FH Biberach

Uni Eichstaett Freiberg Uni Muenster ISM Dortmund

WHU Koblenz FH Erfurt

EBS Oestrich-Winkel FH Hildesheim

Uni Potsdam FH Konstanz

FH Lausitz

FH Merseburg

FH Nuertingen

FH Reutlingen

Kimia Uni Jena Uni Marburg tidak ada

Uni Leipzig TU Muenchen

Uni Marburg

TU Muenchen

Elektroteknik TU Chemnitz TU Branschweig FH Augsburg

TU Dresden Uni Stuttgart FH Landshut

TU Ilmenau FH Telekom Leipzig

Uni Kiel FH Ulm

Uni Rostock HS Wismar

Uni GH-Siegen

Uni Ulm

Pedagogik Uni Bamberg Uni Bielefeld tidak ada

TU Chemnitz Uni Muenchen

Uni Eichstaett

Uni Tuebingen

Germanistik Uni Bamberg FU Berlin tidak ada

TU Chemnitz Uni Freiburg

Uni Greifswald Uni Muenchen

Uni Jena Uni Tuebingen

Uni GH-Siegen

Sejarah RWTH Aachen Uni Bielefeld tidak ada

Uni Bamberg Uni Freiburg

Uni Bayreuth Uni Muenchen

Uni Muenster

Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III

Informatik TU Chemnitz Uni Karlsruhe FH Furwangen

Uni Halle-Wittenberg TU Muenchen HTWK Leipzig

TU Ilmenau Uni GH-Paderborn HTW Mittweida

Uni Jena Uni Saarbruecken FH Schmalkalden

Uni Magdeburg HTW Zittau

Uni Rostock FH Zwickau

Hukum Uni Bayreuth tidak ada tidak ada

Uni Dusseldorf

Eropa Uni Frankfurt an der Oder

Uni Halle-Wittenberg

Uni Jena

Mesin/proses Uni Bremen RWTH Aachen FHTW Berlin

TU Chemnitz TU Muenchen FH Erfurt

TU Clausthal Uni Stuttgart FH Lausitz

TU Dresden FH Offenburg

TU Bergakademie Freiberg FH Zwickau

TU Ilmenau

Uni Kaiserslautern

Uni Rostock

Matematik TU Chemnitz Uni Bielefeld tidak ada

TU Clausthal Uni Heidelberg

TU Dresden Uni Muenster

TU Bergakademie Freiberg

Uni Halle-Wittenberg

TU Ilmenau

TU Muenchen

Fisika Uni Augsburg Uni Heidelberg tidak ada

Uni Bayreuth Uni Karlsruhe

Uni Chemnitz Uni Konstanz

TU Dresden TU Muenchen

Uni GH-Essen Uni Wuerzburg

Uni Jena

Uni GH-Kassel

Uni Leipzig

Uni Rostock

Psikologi Uni Bamberg Uni Freiburg

TU Braunschweig Uni Konstanz

Uni Graifswald

Uni Jena

Uni Potsdam

Ekonomi – Uni Leipzig Uni Kiel tidak ada

kerakyatan Uni Regensburg

Biaya Studkol ini bervariasi namun tidak besar perbedaannya, bisa langsung ditanyakan ke Studkol yang bersangkutan. Setelah lulus kursus bahasa dalam Studkol ini akan mendapatkan sertifikat DSH.Bagi calon mahasiswa yang akan sekolah di Jerman, untuk dapat diterima di Studkol dibutuhkan beberapa persyaratan, yakni antara lain :

- Mempunyai kemampuan berbahasa Jerman setara lulus dari ujian Grundstufe II/III, dimana kurus ini setara dengan 400-600 jam pelajaran. Tanpa ada kemampuan bahasa Jerman ini, dijamin tidak akan ada tempat di Studkol.

- Melamar tempat untuk ikut Studienkolleg dari Indonesia. Formulir dapat dimintakan langsung ke Studkol yang dituju. Setelah mendapat surat pernyataan diterima maka surat ini dibutuhkan untuk melamar visa. Untuk melamar ke Studkol dokumen yang diperlukan adalah melampirkan STTB dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Jerman dan dilegalisir Kedubes Jerman, melampirkan sertifikat lulus ujian bahasa Jerman pada level Grundstufe II/III, dan membuat surat lamaran (Antrag zur Zulassung).

- Mendapatkan visa studi dari Kedubes Jerman dengan berdasarkan surat penerimaan dari Studkol dan dilengkapi dengan persyaratan lainnya. Visa touris tidak akan dapat diterima di Studienkolleg. Oleh karena itu jangan salah saat memohon visa di Kedubes Jerman.

- Melampirkan ijasah dan transkrip yang telah dilegalisir pihak Kedubes Jerman dan menunjukkan dokumen aslinya juga.

- Akan diterima di Studkol kalau masalah finansial selama mengikuti Studkol telah dijamin sponsor (aman). Tanpa ada jaminan tidak akan dapat masuk Studienkolleg.

Pada setiap Studienkolleg di seluruh Jerman pada prinsipnya memberikan persiapan kepada calon mahasiswa asing terutama dalam bahasa Jerman dan pengetahuan umum. Tujuan utamanya adalah sebagai tempat penyetaraan ijasah SMU yang diperoleh dari negara di luar Jerman dengan ijasah SMU di Jerman. Oleh karena itu pada Studienkolleg terdapat beberapa macam penggolongan kursus seperti sebagai berikut :

- M-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi kedokteran, biologi, dan farmasi.

- T-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi matematika, ilmu alam dan ketehnikan.

- W-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi ekonomi dan ilmu sosial.

- G-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi humaniti dan germanistik.

- S-kurs untuk calon mahasiswa asing yang akan mengambil bidang studi bahasa.

Oleh karena itu sebelum kita melamar suatu Studienkolleg, alangkah baiknya kita telah menentukan bidang studi yang akan kita ambil. Sehingga kita bisa memilih Studienkolleg yang diinginkan, karena setiap Univeristas yang menawarkan Studienkolleg belum tentu semua kelompok kursus ada semuanya (silakan lihat homepage Studienkolleg). Adapun masalah biaya seperti kalau kita belajar di Universitas dan Fachhochschule Jerman, maka selama mengikuti Studienkolleg juga pada prinsipnya tidak dikenai pungutan untuk kuliah atau mengikuti ujiannya. Hanya selama kita mengikuti Studienkolleg, kita diwajibkan membayar semacam uang registrasi, “Sozialbeitrag”, Semesterticket, dll. Besar biaya yang harus dibayar biasanya berkisar antara 50-200 DM per semeseter (setara dengan 30-120 Euro). Selain biaya ini setiap bulan masih dibutuhkan uang untuk membiayai hidup kita selama di Studienkolleg dan besarnya setiap bulan adalah 1.000-1.200 DM (setara dengan 550-700 Euro). Namun kalau kita pandai mencari informasi dan berhemat, akan diperoleh biaya yang lebih menarik lagi. Untuk ini silakan kontak penulis atau bertanya kepada seseorang yang telah atau sedang tinggal dimana Studienkolleg terdapat. Satu hal ynag penting lagi adalah kita juga diwajibkan memiliki asuransi kesehatan selama di Studienkolleg. Oleh karena itu setiap bulan juga masih harus mengeluarkan dana sebesar 70-130 DM atau setara dengan 40-70 Euro.

Dengan status sebagai peserta kursus di Studienkolleg dan memegang visa pelajar, maka kita mempunyai kesempatan untuk mencari pekerjaan sampingan terutama di saat liburan sekolah. Namun kesempatan bekerja ini tidak mudah didapat, pandai-pandailah bergaul maka akan banyak informasi masalah ini. Kesempatan berkerja yang kita peroleh setiap minggu sebesar 12 jam saja. Namun setiap negara bagian mempunyai aturan yang agak berbeda satu dengan lainnya, sehingga hal ini perlu dicari informasi yang aktual.

3.6 Biaya hidup dan sumber dana lain

Penduduk Jerman sendiri dapat memperoleh biaya pendidikan melalui program yang namanya BAfög (Bundesausbildungsfoerderungsgesetz) [http://www.bafoeg.bmbf.de]. Dengan dana ini setiap mahasiswa memperoleh dana sekitar 1140 DM/bulan dari negara. Dapat atau tidaknya dana ini ditentukan oleh besar dan kecilnya pendapatan orang tua, jumlah anak dalam keluarga dan beberap hal. Jadi relatif Bafoeg bukan untuk mahasiswa asing. Bagi mereka yang tak memperoleh Bafoeg ini biasanya mereka mencoba dana dari yayasan semacam Konrad-Adenauer-Stifftung (yayasannya partai CDU), atau dari Friedrich-Ebert-Stifrung (yayasannya partai SPD). Untuk informasi mengenai yayasan dapat dibaca di [http://www.stiftverband.de]. Yayasan tersebut juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing. Salah satu sumber lainnya adalah Deutsche Akademsiche Austauschdiesnt (DAAD) Dan juga Katolische Akademische Austauschdienst (KAAD). KAAD walaupun lembaga katolik tapi menyediakan beasiswa terbuka. Beberapa yayasan yang menawarkan beasiswa juga Biasanya para mahasiswa mencari pekerjaan sampingan (istilahnya Jobben). Untuk itu bisa ditemukan informasi di tiap Universitas di bagian yang namanya “Studententewerk”. Aturannya bagi yang memperoleh penghasilan sampingan lebih dari 630 DM maka harus membayar Rentenkasse (tunjangan pensiun). Begitu juga bagi yang bekerja lebih dari 15 jam/minggu. Batas bekerja sampingan sebagai mahasiswa dalam 20 jam seminggu dan 26 minggu per tahun. Bila lebih dari itu, maka dianggap mahasiswa part time, dan pekerja tetap. Di Bremen hanya diijinkan bekerja sampingan sebanyak 12 jam perminggu. Untuk mendapatkan ijin kerja lebih dari ketentuan tersebut, diperlukan ijin kerja (Arbeitserlaubniss). Untuk mengurus ini banyak peraturan yang mesti diketahui. Untuk mengetahui peraturan ini, tanyakan pada kawan atau orang Indonesia yang telah lama sekolah atau tinggal di Jerman. Biasanya peraturan tersebut sangat kompleks sekali. Namun bila bisa memahami dan tahu seluk beluknya, bekerja di Jerman sangat menyenangkan sekali. Rata-rata para mahasiswa setelah selesai masa “orientasi” (maksudnya pengenalan medan, punya teman dan kenalan, bisa sedikit bahasa Jerman). Mereka dapat mencari pekerjaan sampingan. Misal di McDonnald, pengantar koran, inventory gudang, menjaga parkir dll. Dan rata-rata bisa memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang diusahakan sekitar 600-700 DM (sebetulnya kesempatan untuk mencapai pendapatan lebih dari itu selalu terbuka, tetapi batasan pajak yang sering membuat mereka menahan diri untuk tak melebihi batas itu). Ketika masa liburan, banyak mahasiswa yang pergi ke kota yang banyak menyediakan pekerjaan. Saat itu dimanfaatkan untuk mengumpulkan biaya, yang akan digunakan dalam tahun mendatang. Beberapa kota seperti Wolfsburg (pabrik VW), Hannover (banyak pekerjaan saat pameran), Muenchen, Berlin, Aachen, Stuttgart, menjadi sasaran untuk mencari pendapatan di masa liburan. Kota yang khas seperti “Goettingen” memiliki sumber Jobben yang lumayan dan tetap bagi mahasiswa Indonesia yaitu “pengantar koran”, karena banyaknya mahasiswa Indonesia di kota ini melakukan pekerjaan sampingan mengantar koran sembari berolah raga pagi.

Universitas juga menyediakan kesempatan bekerja (istilahnya jadi Hilfswissenschaftler atau Hiwi – alias tenaga bantu-bantu Profesor atau Doktor). Salah satu hal yang enak kalau Hiwi di Uni adalah bisa dekat dengan Profesor, dan dapat pengalamam magang di Unversitas. Sehingga ujung-ujungnya bisa mendapatkan kesempatan menjadiWissenschaftliche Mitarbeiter (Wimi). Hal itu berarti seseorang sedang mealkukan untuk promosi (doktoran).

Besarnya honor yang diterima Hiwi saat ini paling banyak 630 DM perbulan atau setara dengan 40 jam perbulan. Sedangkan sumber dana bagiWimi dapat berupa beasiswa dari DAAD, KAD, dll. UntukWimi yang terlibat langsung dengan sebuah proyek dari Profesor di Universitas setiap bulan bisa mendapatkan “semacam beasiswa” sebesar 1900

DM perbulan (netto). Level dari beasiswa ini adalah setara dengan pegawai negeri Jerman pada level BAT/IIa. Setiap Profesor di Universitas biasanya mempunyai “jatah” Wimi lebih dari satu (1) orang. Bagi mahasiswa asing juga bisa mendapatkan kesempatan ini, asal pandai-pandai “merayu” Profesor dan mesti siap bersaing dengan mahasiswa Jerman. Oleh karena itu tip&trik penulis, kesempatan menjadi Hiwi adalah sangat bagus untuk mendapatkan peluang untuk melanjutkan ke studi doktor (promosi). Sehingga bila ada tawaran menjadi Hiwi jangan sampai dilewatkan begitu saja. Apabila kita telah selesai sekolah di Jerman dan ingin mengetahui perkembangan pasar tenaga kerja yang dibutuhkan di Jerman dapat dilihat pada Research Careers in German Universities dengan alamat URL pada : http://www.rvs.uni-bielefeld.de/publications/Discussions/german-research.html Sebagai informasi saja, pada bulan-bulan ini di Jerman banyak dibutuhkan lulusan Universitas yang mempunyai keahlian dibidang biologi, kimia, mikrobiologi dan farmasi. Keahlian tersebut dibutuhkan untuk industri tehnologi genetika yang saat ini sedang digenjot pemerintah Jerman. Selain itu bidang komputer juga sedang dicari dimana-mana. Sedangkan untuk mendapatkan informasi tentang perbandingan Universitas di Jerman, program studi dan fakultas apa yang terbaik di suatu universitas di Jerman dapat dilihat pada URL: http://www.stern.de/studienfuehrer.

Untuk melengkapi data tentang biaya pendidikan di Jerman, maka bersama ini penulis sajikan beberapa data tentang perkiraan biaya hidup yang diambil dari majalah STERN.

  • Aachen : Penduduk 243.825 mahasiswa 15%. Biaya tempat tinggal asrama : 236,55 DM/bulan kalau sewa rumah privat : 15,30 DM/m2. Biaya semester : 206 DM (RWTH) 85 DM (FH).
  • Bayreuth : Penduduk 73.967 mahasiswa 9%. Biaya tempat tinggal asrama : 279, 05 DM/bulan dan Privat :12,99 DM/m2. Biaya semester : 86 DM (TU Bayreuth)
  • Berlin : Penduduk 3.386.667 mahasiswa 4%. Biaya tempat tinggal asrama : 287,40 DM/bulan dan Privat :13,19 DM/m2. Biaya semester : 153 DM (Freie Uni), 150 DM (Humboldt) 153 DM (TU Berlin).
  • Bielefeld : Penduduk 321.125 mahasiswa 8%. Biaya tempat tinggal asrama : 261,50 DM/bulan dan Privat :13,45 DM/m2. Biaya semester : 186 DM.
  • Braunsweig : Penduduk 246.322 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 267,08 DM/bulan dan Privat :14,15 DM/m2. Biaya semester : 232 DM.
  • Bremen : Penduduk 540.330 mahasiswa 5%. Biaya tempat tinggal asrama : 302 DM/bulan dan Privat : 14,87 DM/m2. Biaya semester : 165 DM.
  • Chemnitz : Penduduk 263.222 mahasiswa 2%. Biaya tempat tinggal asrama : 241,88 DM/bulan dan Privat :13,55 DM/m2. Semester ticket : 123 DM.
  • Clausthal : Penduduk 15.501 mahasiswa 16%. Biaya tempat tinggal asrama : 280,36 DM/bulan dan Privat :13,33 DM/m2. Biaya semester : 167 DM.
  • Dortmund : Penduduk 590.213 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 295,43 DM/bulan dan Privat :14,21 DM/m2. Biaya semester : 201 DM.
  • Dresden : Penduduk 476.668 mahasiswa 1%. Biaya tempat tinggal asrama : 206 DM/bulan dan Privat : 12,16 DM/m2. Biaya semester : 195 DM.
  • Dusseldorf : Penduduk 568.855 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 305,26 DM/bulan dan Privat :16,45 DM/m2. Biaya semester : 201 DM.
  • Goettingen : Penduduk 124.775 mahasiswa 19%. Biaya tempat tinggal asrama : 229,40 DM/bulan dan Privat :15,72 DM/m2. Biaya semester : 171 DM.
  • Hamburg : Penduduk 1.704.735 mahasiswa 4%. Biaya tempat tinggal asrama : 303 DM/bulan dan Privat :17,73 DM/m2. Biaya semester : 300 DM (TU Hamburg) dan 304 DM (Uni Hamburg).
  • Muenchen : Penduduk 1.194.560 mahasiswa 6%. Biaya tempat tinggal asrama : 332,06 DM/bulan dan Privat : 21,20 DM/m2. Biaya semester : 55 DM (TU Muenchen) dan 55 DM (Ludwig Maximilian).
  • Stuttgart : Penduduk 582.443 mahasiswa 4%. Biaya tempat tinggal asrama : 337,60 DM/bulan dan Privat :17,51 DM/m2. Biaya semester : 210 DM (Uni Stuttgart) dan 98 DM (Uni Hohenheim).

Seperti di atas telah disinggung bahwa untuk menunjang biaya hidup selama pendidikan di Jerman selain dari orang tua (sponsor) juga dapat diperoleh disini. Sumber dana selain menjadi Hiwi atau Miwi, ada banyak cara yang bisa kita lakukan dan pada prinsipnya ada 2 hal, yakni :

1. Memperoleh beasiswa.

2. Mencari kerja.

Untuk mengetahui jelas kedua hal tersebut, dapat diperhatikan keterangan dan penjelasan penulis dalam tulisan di bawah ini. Kedua hal tersebut merupakan keberuntungan yang dapat diperoleh kalau kita berstatus sebagai mahasiswa di Jerman.

3.6.1 Beasiswa

Kalau kita berbicara masalah beasiswa, sebenarnya secara umum beasiswa dari Jerman dapat digolongkan cukup untuk mendukung studi kita, baik hidup bujangan atau dengan keluarga disini. Sebagai gambaran dan perbandingan beasiswa dari Jerman dengan negara lain, silakan dilihat penjelasan di bawah ini.

_ Beasiswa dari Mombusho (pemerintah Jepang). Biasanya seseorang yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Mombusho mereka setiap bulan akan mendapat uang sebesar 185.000 Yen. Sebelum tahun 1999 selain beasiswa yang diterima tersebut masih mendapat tunjangan lain, misalnya bantuan sewa rumah. Namun sejak perekonomian di Jepang mengalami gangguan, bantuan tersebut dihapuskan sejak tahun 1999. Selain beasiswa yang diterima, penerima beasisw amombusho juga mendapatkan bantuan mengikuti seminar yang diberikan untuk satu tahun sebesar 2.600 Yen. Adapun gambaran penggunaan dana tersebut, teman penulis, doktoran yang saat ini sedang melanjutkan studi di Kyoto, Jepang memberikan perincian biaya hidup selama satu bulan dengan istri dan seorang anak umur 5 tahun. Ini belum termasuk deposit & key money sekitar 200.000 yen

_ Beasiswa dari DAAD (pemerintah Jerman). Apabila seseorang berhasil memperoleh beasiswa dari DAAD untuk tingkat doktoran maka, setiap bulan akan mendapatkan beasiswa sebesar 1.800 DM. Namun bila belajar tingkat Magister, hanya menerima beasiswa tiap bulan sebesar 1.350 DM. Apabila saat di Jerman membawa keluarga maka akan mendapat tunjangan sewa kamar (besarnya tiap orang berbeda-beda tergantung besar kecilnya biaya sewa kamarnya). Selain itu juga mendapatkan tunjangan istri sebesar 500 DM perbulan dan tunjangan anak sebesar 100 DM per bulan per anak. Dan sudah sejak tahun 2000, bantuan mengikuti seminar, ekskursi, dll dijadikan satu menjadi bantuan penelitian sebesar 900 DM per tahun (untuk tahun 1 dan 2) atau 450 DM (untuk

tahun 3 dst). Adapun untuk perincian kebutuhan biaya hidupnya setiap bulan sangat bervariasi sekali tergantung kota dimana dia tinggal. Biaya yang paling besar berbedanya adalah untuk sewa kamar. Kota-kota seperti Berlin, Bonn, Hamburg, München, Stutgart, Frankfrut, dll merupakan kota-kota yang mahal harga sewa kamarnya (lihat daftar diatas). Begitu juga untuk perincian kebutuhan hidupnya. Namun untuk perbandingan bila seorang doktoran dengan istri dan satu anak berumur 6 tahun (beasiswa yang diterima sebesar 2.400 DM), biaya hidup di Bremen sebulan sebesar :

- Sewa kamar 50,1 M

_….. 858 DM

- Bayar listrik,gas,air …… tidak ada, udah masuk di sewa kamar

- Health insurance ……….. 20 DM (untuk sekeluarga)

- Makan seadanya …………. 1.200 DM

- Biaya kesehatan ………… 100 DM

- Biaya sekolah anak ……… 15 DM

- Biaya lain-lain(telpon,dll). 207 DM

2.400 DM

ini belum termasuk deposit sekitar 858 DM (di asrama mahasiswa) namun bila sewa kamar di privat depositnya sekitar 2.100 DM. Adapun Yayasan atau Institusi yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing di Jerman jumlahnya cukup banyak. Semua yayasan dan institusi tersebut memberikan beasiswa berdasarkan misi yang mereka bawakan. Begitu juga besar kecilnya dan fasilitas apa saja yang diberikan satu dengan lainnya berbeda-beda. Semuanya itu perlu kita cari sendiri,baik melalui pertanyaan yang kita kirim langsung ke mereka atau membaca paparan informasi dari homepage mereka. Sedangkan daftar nama sesuai informasi dari Bidikbud KJRI di Berlin (http://www.bidikbud.de/) dan ditambah dari berbagai sumber, adalah sebagai berikut :

1. AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Comerciales di Jerman disebut Deutsches Komitee der AIESEC e.V.). AIESEC adalah program pertukaran siswa untuk kerja praktek ke berbagai negara, terutama dalam bidang ekonomi (business administration, political economy, industrial engineering, industrial computing dan jurusan lain dalam bidang ini). Beasiswa diberikan selama 6-78 minggu. Persyaratan yang diperlukan adalah pelamar terdaftar pada suatu institusi pendidikan tinggi; menguasai bahasa Inggris dengan cukup baik; lulusan Vordiplom (sarjana muda) dan memiliki nilai tambah tertentu. Beasiswa dari Komite Jerman untuk AIESEC tidak memberikan tunjangan apa-apa. Biaya hidup selama di Jerman dipenuhi dari imbalan kerja praktek di perusahaan partner. AIESEC membantu pencarian visa, izin tinggal dan izin kerja serta pemondokan. AIESEC juga memiliki beragam program pengenalan kebudayaan Jerman. Bagi yang berminat, seleksi berlangsung di institusi pendidikan tinggi di tanah air (Indonesia). Materi seleksi berupa wawancara dan tes bahasa. Alamat: AIESEC INDONESIA Jl. Setiabudi Timur I/12, Jakarta Pusat 12910. Tlp.: 021-522940; Fax: 0341-566149. Email: id.nc@aiesec.org atau id-mc@egroups.com dan alamat URL: http://www.id.aiesec.org. Alexander von Humboldt memberikan kesempatan kepada akademikus asing berprestasi tinggi untuk melakukan proyek riset pilihan di institusi riset di Jerman. Setiap tahun tersedia sampai dengan 500 beasiswa penelitian. Setelah penerima beasiswa kembali ke tanah air, Yayasan Alexander von Humboldt menyediakan berbagai jenis bantuan dana. Jangka waktu beasiswa ini diberikan selama enam sampai dua belas bulan. Untuk kasus tertentu perpanjangan beasiswa dapat diberikan. Beasiswa ini ditujukan pada setiap peneliti muda (bergelar Ph.D. atau yang setara), berusia tidak lebih dari 40 tahun dari setiap negara dan bidang studi dapat mengajukan lamaran untuk memperoleh beasiswa. Pelamar memiliki publikasi akademis berkualitas tinggi, menguasai bahasa Jerman (untuk Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial) dan bahasa Inggris (untuk Ilmu Pengetahuan Alam, Kesehatan, dan Teknik) dengan baik. Fasilitas yang diberikan dari yayasan ini adalah memberikan bantuan keuangan untuk biaya perjalanan dari negara asal, tunjangan istri/suami, kursus bahasa Jerman di Institusi Bahasa di Jerman selama 2-4 bulan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Yayasan Alexander von Humboldt langsung atau melalui DAAD Jakarta. Bagi ynag tertarik bisa mengajukan Surat Lamaran dan dikirimkan setiap saat langsung kepada Yayasan Alexander von Humboldt atau melalui kantor cabang DAAD di luar negeri. Disarankan untuk meminta formulir lamaran dan informasi terbaru dari kedua kantor tersebut. Para pelamar diharapkan untuk mengirimkan formulir lamaran lima bulan sebelum pelaksanaan seleksi. Panitia pemilihan yayasan Alexander von Humboldt mengadakan pertemuan pada bulan Maret, Juni dan Nopember setiap tahun. Alamat: Alexander von Humboldt-Stiftung, Jean-Paul-Str. 12. D-53173 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 833 0; Fax: +49-228 833 199. Email: Dr. Klaus Manderla select@avh.de atau informasi lainnya dapat dilihat pada http://www.avh.de/.

3. BAföG (Bundesausbildungsförderungsgesetz = Federal Educational Support Act). Tujuan dari BAföG ini untuk memberikan bantuan dana bagi mahasiswa di institusi pendidikan tinggi menurut Federal Educational Support Act (Bundesausbildungsförderungsgesetz). Beasiswa ini biasanya diberikan kepada mahasiswa Jerman, tetapi sebagai pengecualian diberikan juga kepada mahasiswa dari luar Eropa, misalnya untuk orang yang sebelum mulai studi sudah tinggal di Jerman selama sekurang-kurangnya lima tahun. Cara Melamarnya adalah dengan mengirimkan surat lamaran untuk BAföG dan diajukan kepada Kantor Urusan Mahasiswa di universitas Jerman. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Kantor Urusan Mahasiswa Asing (Akademische Auslandsamt= AAA) di setiap universitas di Jerman.

4. Boehringer Ingelheim Funds. Yayasan ini memberikan beasiswa kepada akademiskus yang bergerak dibidang biologi kedokteran terutama yang bekerja di klinik. Beasiswa ini juga dapat digunakan untuk menyelesaikan doktor atau melakukan post-doctoral. Bagi yang tertarik dapat mengirimkan surat lamarannya ke yayasan ini paling lambat setiap tanggal 1 April, 1 Agustus dan 1 Desember setiap tahun. Empat bulan berikutnya sebuah komisi akan menentukan calon yang diterima. Alamat : Boehringer Ingelheim Fonds Stiftung fuer medizinische Grundlagenforschung, Stafflenbergstrasse 32, D-70184 Stuttgart, Germ nya. Tlp.: 49-711-247397. Fax: 49- 711-248140. Email: secretariat@bifonds.de dan alamat URL: http://www.bifonds.de/.

5. DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst = German Academic Exchange Service). DAAD mewakili seluruh institusi pendidikan tinggi Jerman di luar negeri. Kantor DAAD cabang Jakarta bertugas melakukan administrasi program dan aktivitas DAAD untuk seluruh Indonesia, memberikan informasi tentang universitas dan Fachhochschule di Jerman, maupun informasi tentang studi, riset dan peluang beasiswa di Jerman. Beasiswa dari DAAD diberikan kepada staf pengajar dan mahasiswa perguruan tinggi untuk mengikuti program akademis di Jerman. Program-program yang sedang ditawarkan di Indonesia adalah : Beasiswa untuk Akademikus Muda (Scholarships for Young Academics); Program “Sandwich” (“Sandwich Fellowships”); Program Riset Khusus dalam Bidang Kelautan (Special Marine Research Programme); Program Beasiswa DAAD-Siemens (DAAD – Siemens Scholarship Programme); Beasiswa untuk Program Master di AIT Bangkok (Scholarships for Master’s Degree at AIT Bangkok); Beasiswa untuk Program Postgraduate (Scholarships for Postgraduate Courses); Program Khusus Post-Doctoral dalam Bidang Bioscience (Post-Doctoral Biosciences Special Programme); Beasiswa Waktu Singkat [2 s/d 6 bulan] (Short-Term Fellowships for 2-6 months); Program untuk Eks-Penerima Beasiswa DAAD (Programmes for Former Fellowship Holders); Kunjungan Riset untuk Akademikus Indonesia (Study Visits for Indonesian Academics); Dosen Sekolah Tinggi Jerman Sebagai Dosen Tamu (Placement of Academic German Teaching Staff). Untuk mengetahui lebih jelas syarat-syarat yang diperlukan untuk melamarnya, silahkan menghubungi kantor DAAD Jakarta. Alamat: DAAD Jakarta Office Summitmas Tower, Lt. 19 Jl. Jend. Sudirman, Kav. 61-62 Jakarta 12190. Tel: (021) 5252807 atau 5200807. Fax: (021) 525 28 22. Email: daadjak@rad.net.id. Apabila ingin informasi dalam bahasa ingris dan Jerman silakan kunjungin homepagenya yakni http://www.daad.de/.

6. DFA (Deutscher Famulantenaustausch = German Exchange Office for Medical Clerkship). Sebuah bantuan keuangan bagi mahasiswa dibidang kedokteran. Lamanya sekitar 1 bulan dan ada kemungkinan untuk diperpanjang. Bagi yang berminat dapat mengirim surat lamaran dalam bahasa Jerman atau Inggris kepada Deutscher Famulantenaustausch DFA, Godesberger Allee 54, D-53175 Bonn, Germany. Tlp: 49-228-375340.

7. Diakonisches Werk der EKD (Social Service Agency of the Evangelical Church in Germany). EKD memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang belajar theologi Kristen (Protestan) selama 12 bulan. Dalam kasus tertentu dapat juga diberikan kepada mahasiswa tingkat doktoral. Bagi yang tertarik dapat mengajukan surat lamaran yang ditujukan ke alamat: DiakonischesWerk der EKD Stipendienreferat, Scholarship Programme, Stafflenbergstrasse 76, Postfach 101142, D-70010 Stuttgart, Germany. Tlp.: 49-711-2159-493.

8. Friedrich-Ebert-Stiftung (Friedrich-Ebert-Foundation). Yayasana ini memberikan bantuan keuangan bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi (graduate) asing dari semua bidang ilmu yang belajar di perguruan tinggi Jerman. Jangka waktu beasiswa adalah satu tahun; dapat diperpanjang sampai selesai studi tahap pertama atau untuk program promosi. Persyaratan Indeks prestasi diatas rata-rata; berminat kepada masalah sosial-politik. Bagi yang berminat dapat menulis surat lamaran dan disertai daftar riwayat hidup serta fotokopi tanda tamat belajar serta ijazah lain dikirimkan ke alamat FFS. Berkas lamaran beasiswa serta informasi lainnya akan dikirimkan ke alamat pemohon. Keterangan lebih lanjut silahkan hubungi yayasan ini. Alamat: Friedrich-Ebert- Stiftung, Abteilung Studienförderung, Godesberger Allee 149. D-53170 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 883 0; Fax: +49-228 883 69 7. Email: wwwadm@fes.de dan alamat URL: http://www.fes.de/.

9. Friedrich-Naumann-Stiftung (Friedrich-Naumann-Foundation). Bantuan dana dari yayasan ini ditujukan kepada mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi Jerman dan asing yang sedang belajar di atau berasal dari perguruan tinggi di Jerman yang memenuhi syarat serta lulus seleksi. Jangka waktu beasiswa diberikan pertama kali selama satu tahun. Setelah itu dapat diperpanjang selama tiga tahun. Persyaratan yang harus dipenuhi adalahIndeks prestasi tinggi, memiliki pendapat yang liberal mengenai masalah sosial dan politik. Untuk orang asing lamaran baru boleh diajukan setelah ybs mendapatkan gelar sarjana. Beasiswa tidak dapat diberikan bagi mereka yang mengambil program doktor bidang kedokteran atau kedokteran gigi, pasca doktor dan calon doktor yang akan segera mengakhiri programnya. Persyaratan lebih lanjut silahkan menghubungi alamat FNS. Beasiswa diberikan untuk mengikuti program sarjana, pasca sarjana dan doktor. Bagi yang berminat dapat menuliskan surat untuk meminta pada Yayasan Friedrich-Naumann di Bonn. Berkas lamaran dikirimkan langsung ke yayasan Friedrich-Naumann. Batas waktu pemasukan lamaran untuk semester winter (musim dingin) s.d. tgl. 31 Mei; untuk semester summer (musim panas) s.d. tgl. 30 Nopember. Alamatnya Friedrich-Naumann-Stiftung, Wissenschaftliche Dienste und Begabtenförderung, Alt-Nowawes 67, D-14482 Potsdam-Babelsberg, Germany. Tlp.: +49-331 70 19 34 9; Fax: +49-331 70 19 22 2. Alamat URL: http://www.fnst.de/.

10. Fritz Thyssen Stiftung (Fritz Thyssen Foundation). Yayasan ini memberikan bantuan bagi para akademikus dan para ilmuwan muda setelah menyelesaikan program doktor. Jangka Waktu Kunjungan riset untuk waktusingkat, biasanya satu sampai tiga bulan. Persyaratan yang diperlukan adalah pelamar bergelar doktor. Beasiswa yang diberikan terdiri dari: biaya hidup, asuransi kesehatan, bantuan dana tambahan, dana untuk perjalanan singkat. Jumlah keseluruhan tergantung pada status marital dan usia. Bagi yang berminat dapat mengirimkan Surat Lamaran ke alamat yayasan, disertai: data-data pribadi, tema penelitian, uraian singkat penelitian (1-2 halaman), deskripsi detail (tujuan, prosedur, metode, penjadwalan dll.), universitas/institusi yang diinginkan, riset pendahuluan/publikasi ilmiah, status keluarga dan keadaan keuangan, surat keterangan bahwa permohonan tersebut tidak diajukan kepada institusi lain pada waktu yang sama, tanggal dan tandatangan. Alamat: Fritz Thyssen Stiftung, Am Römerturm 3, D-50667 Köln, Germany. Tlp.: +49-221 257 50 51; Fax: +49-221 257 50 92. Email: fts@fritz-thyssen-stiftung.de atau URL: http://www.fritz-thyssen-stiftung.de/.

11. GMD (Forschungszentrum Informationstechnik GmbH = German National Research Centre for Information Technology). GMD adalah Pusat Riset Nasional yang paling besar untuk bidang Information Technology. Riset GMD dititikberatkan pada metode inovatif dan applikasinya serta bekerja sama dengan industri dan konsumen. GMD memberikan beasiswa kepada 10 akademikus muda untuk melakukan penelitian inovatif dalam bidang System Design Technology, Cooperation and Communication, Intelligent Multimedia Systems dan Parallel Processing pada kantor pusat GMD yang ada di Sankt Augustin atau pada cabangnya di Darmstadt atau Berlin. Jangka waktu yang diberikan sampai dua tahun. Perpanjangan beasiswa dapat dilakukan sampai dengan satu tahun berikutnya. Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa tersebut adalah telah mempunyai gelar Doktor (S-3) atau yang setara; berpengalaman melakukan riset dari institusi riset, universitas, sekolah tinggi atau industri; menguasai bahasa Inggris atau Jerman dengan cukup baik. Besarnya beasiswa sesuai gaji pegawai Federal (BAT IIa). Bagi yang berminat, surat lamaran dikirim ke GMD disertai daftar riwayat hidup, fotokopi masing-masing gelar universitas, surat-surat rekommendasi, daftar publikasi, bukti pengalaman riset, surat keterangan yang menjelaskan tentang keinginan pelamar untuk kunjungan riset ke GMD. Aplikasi harus dikirimkan sampai tanggal 1 Maret setiap tahun. Alamat: GMD Forschungszentrum Informationstechnik GmbH, Schloß Birlinghoven D-53754 Sankt Augustin, Germany. Tlp.: +49-2241 14 0; Fax: +49 2241 14 26 18 atau 14 28 89. Email: kalb@gmd.de dan alamat URL: http://www.gmd.de/.

12. Gottlieb Daimler- und Karl Benz-Stiftung (Gottlieb Daimler and Karl Benz Foundation). Yayasan ini memberikan beasiswa kepada orang asing yang belum bergelar Doktor, bukan untuk studi, tetapi hanya untuk riset pada institusi di Jerman. Jangka waktu yang diberikan sampai tiga tahun. Persyaratan yang diperlukan palamar mempunyai kualifikasi akademis yang tinggi; proyek riset yang terperinci; sudah menjalin hubungan dan memperoleh ijin belajar dari institusi partner di Jerman; surat keterangan dari institusi di Jerman (kadang-kadang juga dari institusi induk di Indonesia) yang menjelaskan tentang keinginan kerja sama; batasan umur maksimum 30tahun; terbuka untuk semua jurusan dan topik riset; penelitian postdoc dan kerja praktek tidak dibantu; bataswaktu memasukkan lamaran tanggal 1 Oktober setiap tahun. Besar beasiswa yang diberikan disesuaikan dengan beasiswa DAAD dan yayasan lain; pertemuan penerima beasiswa diadakan setiap tahun sekali. Bagi yang tertarik dapat mengirimkan Surat Lamaran informal serta usulan singkat tentang topik riset (sampai 3 halaman) ditujukan kepada alamat yayasan; deskripsi proyek riset serta metode yang akan dipakai; undangan dari institusi di Jerman (serta keterangan mengenai keperluan riset tersebut); bukti tertulis bahwa proyek riset tersebut akan diintegrasikan kedalam program riset institusi induk di tanah air; penjadualan dan rencana biaya selama di Jerman; pengalaman akademis; surat keterangan baik; fotokopi ijazah sekolah. Alamat: Gottlieb Daimler- und Karl Benz-Stiftung, Dr.-Carl-Benz-Platz 2, D-68526 Ladenburg, Germany. Tlp.: +49 6203 159 24; Fax: +49 6203 166 24. Email: GD-KB-Stiftung@t-online.de

13. Hanns-Seidel-Stiftung (Hanns-Seidel-Foundation). Yayasan ini memberikan bantuan dana bagi orang asing baik sarjana, calon doktor (S3), doktor maupun dosen dan ilmuwan dari semua bidang studi. Jangka waktu beasiswa ynag diberikan biasanya dua tahun; kemungkinan dapat diperpanjang menjadi tiga tahun dalam rangka program Doktof (S3). Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa ini adalah memiliki kemampuan meneliti, aktif dalam suatu organisasi politik, sosial, atau agama, sadar dan mau memperjuangkan hak-hak masyarakat. Beasiswa diberikan dalam rangka pendidikan lanjutan dan training. Disediakan juga bantuan keuangan untuk mengikuti kursus persiapan bahasa Jerman. Bagi ynag tertarik dapat mengikuti seleksi melalui institusi atau organisasi partner yayasan Hanns Seidel di masing-masing negara. Alamat: Hann-Seidel-Stiftung

Förderungswerk, Lazarettstr. 33, Postfach 190846, D-80636 München, Germany. Tlp.: +49-8912580; Fax:

+49-891258403. Email: info@hss.de atau alamat URL: http://www.hanns-seidel-stiftung.de/.

14. Karl-Danzer-Stiftung (Karl Danzer Foundation). Yayasan Karl Danzer memberikan beasiswa kepada lulusan dari bidang kehutanan atau wood management atau kepada lulusan dari bidang teknologi dan ekonomi yang mempunyai pengalaman dalam bidang kehutanan atau wood management. Jangka waktu yang diberikan selama 10 bulan. Persyaratan yang diminta pelamar lulus dalam bidang kehutanan atau wood management atau suatu jurusan teknologi/ekonomi; berhubungan dengan pengalaman kerja dalam bidang kehutanan/wood management; mampu berbahasa Inggris dengan baik; memiliki pengetahuan dasar bahasa Jerman; batasan umur maksimum 33 tahun. Selain beasiswa yang diberikan pada setiap bulan ada juga pembiayaan perjalanan ke lokasi program di Reutlingen (Jerman); akomodasi di Reutlingen; uang perjalanan (termasuk biaya pengurusan visa) untuk ekskursi dan field research; asuransi kesehatan, kecelakaan dsb. Bagi yang berminat, formulir lamaran dapat diminta pada Export-Akademie Baden-Württemberg; Batas akhir pengiriman lamaran tersebut akhir bulan Maret. Alamat Export-Akademie Baden-Württemberg, Alteburgstr. 150, D-72762 Reutlingen, Germany. Tlp.: +49 7121 271785; Fax: +49- 7121 2 71723. Alamat URL: http://www-ea.fh-reutlingen.de/. Adapun alamat Karl-Danzer-Stiftung, Danzer Furnierwerke GmbH, Storlachstr. 1, D-72760 Reutlingen, Germany. 15. KAS (Konrad-Adenauer-Stiftung = Konrad-Adenauer-Foundation). Yayasan Konrad-Adenauer memberikan bantuan keuangan bagi mahasiswa asing yang belajar di perguruan tinggi Jerman. Bantuan ditujukan bagi mereka yang ingin melanjutkan studinya sampai jenjang Diplom, Doktor atau pendidikan non-gelar yang berkaitan dengan bidangnya. Jangka waktu pemberian beasiswa, secara umum dapat diberikan sampai maksimum tiga tahun. Jangka waktu pemberian beasiswa tergantung pada persyaratan masuk, tujuan studi dan prestasi. Persyaratan untuk mendapatkan bantuan keuangan ini, pelamar sudah harus diterima di perguruan tinggi Jerman pada tingkat Hauptstudium, lebih diutamakan bagi mereka yang masuk ke program doktor. Memiliki prestasi akademik sangat baik, berminat terhadap masalah politik, mampu berbahasa Jerman dengan baik dan bersedia kembali ke tanah air setelah selesai studi. Jumlah beasiswa bervariasi tergantung pada jenjang studi yang dimasuki. Selain itu penerima beasiswa juga memperoleh tunjangan untuk keluarga, asuransi kesehatan, pembelianbuku/literatur dan biaya transport dari/ke tanah air. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi alamat KAS. Pelamar yang berasal dari negara-negara dimana yayasan Konrad-Adenauer memiliki partner/proyek lebih diutamakan. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kantor partner dimaksud atau langsung ke alamat Konrad-Adenauer-Stiftung e.V. (KAS), Rathausallee 12, D-53757 Sankt Augustin, Germany. Tlp.: +49 2241 24 63 20.

16. Dr. Mildred Scheel Stiftung für Krebsforschung (Dr. Mildred Scheel Foundation for Cancer Research). Bantuan keuangan ini menyokong pertukaran pengetahuan dan pengalaman penelitian dasar, khususnya penyakit kanker dengan cara mengundang dokter-dokter asing yang berpengalaman dan berkualifikasi tinggi untuk melakukan penelitian di institusi Jerman. Jangka waktu yang diberikan antara 2-24 bulan. Persyaratan yang diperlukan, pelamar harus mempunyai reputasi internasional dan berpengalaman sebagai dokter dan ilmuwan. Mereka harus bekerja di klinik Onkologie atau pernah atau sedang melakukan penelitian mendasar dibidang Onkologie. Beasiswa yang diberikan sebagai ilmuwan tamu disesuaikan berdasarkan posisi ybs. di institusi asal. Biaya transportasi dari dan ke tanah air ditanggung oleh yayasan Dr. Mildred Scheel. Biaya lain untuk menghadiri seminar di Eropa dapat diajukan ke yayasan. Bagi yang tertarik, formulir lamaran dapat diperoleh melalui alamat dibawah. Nominasi untuk mendapatan undangan sebagai ilmuwan tamu hanya dapat diajukan oleh pemimpin/kepala dokter/ilmuwan di Klinik dan institusi penelitian Jerman. Lamaran dapat diajukan setiap saat, diperlukan waktu sampai dengan 6 bulan untuk memprosesnya. Keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi Dr. Mildred Scheel Stiftung fuer Krebforschung, Thomas Mann Str. 40. Postfach 1467, D-53111 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 72 9900; Fax: +49-228 72 99011. Alamat URLnya http://www.verwaltung.unimainz. de/dez1/forschungsfoerderung/db-stift/drm48.html.

17. OSW (Okumenisches Studienwerk e.V. = Ecumenical Scholarships Programme). Yayasan ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari negara berkembang untuk melanjutkan studinya di tingkat pasca sarjana di Jerman. Beasiswa yang diberikan termasuk untuk mengikuti kursus bahasa guna mempersiapkan studinya. Bagi kandidat yang mendapat rekomendasi dari salah satu Institusi patner dari OSW seperti National ChristianCouncil, Church leadership, local scholarship committee, dll akan mendapatkan prioritas. Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini silakan menulis surat lamaran dan ditujukan kepada Okumenisches Studienwerk e.V. (ÖSW), Girondelle 80, D-44799, Bochum, Germany. Tlp: 49-234-938820.

18. Otto Benecke Stiftung e.V. (Otto Benecke Foundation). Yayasan ini memberikan beasiswa kepada keluarga, senior (orang tua), wanita dan kaum muda untuk belajar di Hochshule (Universitas) atau Fachhoschule (Sekolah Tinggi Kejuruan). Persyaratan Beasiswa diberikan kepada pencari suaka dan pelarian berusia dibawah 30 tahun yang ingin belajar di Rep. Fed. Jerman. Beasiswa juga diberikan bagi pelarian berusia antara 30 – 50 tahun yang telah memiliki gelar kesarjanaan tetapi masih memerlukan pendidikan pelengkap untuk mendapatkan pekerjaan di Rep. Fed. Jerman. Beasiswa Diberikan untuk membiayai persiapan belajar, kursus bahasa Jerman, Studienkolleg (sekolah persiapan masuk perguruan tinggi), kursus lanjutan bahasa Jerman, studi lanjutan, kursus penyetaraan. Selain itu juga untuk konsultasi awal, bimbingan selama studi dan seminar. Berkas lamaran dapat diperoleh di alamat yayasan, Otto Benecke Stiftung e.V. Kennedyallee 105-107, D-53175 Bonn, Germany. Atau dengan alamat Postfach 260154, D-53153 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 81 63 0; Fax: +49 228 81 63 300. Email: OBS-eV@t-online.de dan alamat URL: http://www.obs-ev.de/.

19. PAD (Pädagogischer Austauschdienst = Pedagogical Exchange Service). Pedagogical Exchange Service mengorganisir pengiriman mahasiswa Germanistik dan pengajar bahasa Jerman sebagai asisten bahasa asing ke sekolah-sekolah di Jerman. Mereka bertugas sebagai asisten mata pelajaran bahasa asing (pengajaran diberikan dalam bahasa ibu) selama kurang lebih 12 jam per minggu. Tujuan yang ingin dicapai adalah: untuk memperkenalkan bahasa dan negara lain kepada pelajar Jerman melalui kontak langsung dengan native speaker; Pengenalan lebih mendalam kepada orang asing mengenai bahasa dan budaya Jerman serta sistem pendidikan dan metode pengajarannya. Jangka waktu dari beasiswa ini bagi asisten penutur bahasa Inggris: 10 bulan (September sampai Juni); untuk asisten penutur bahasa asing lainnya: 9 bulan (Oktober sampai Juni). Persyaratan utamanya adalah pernah 2 tahun kuliah di perguruan tinggi jurusan bahasa Jerman dengan hasil yang baik. Pelamar dari luar daratan Eropa harus berijasah sarjana (Bachelor of Art) jurusan bahasa Jerman. Beasiswa diberikan untuk menunjang biaya hidup di Jerman. Biaya transportasi dari atau ke negara asal ditanggung sendiri. Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini, formulir lamaran dapat diperoleh dari instansi pendidikan urusan luar negeri atau langsung ke alamat PAD. Berkas lamaran yang sudah diisi sudah harus dikirimkan 9 – 12 bulan sebelum program pertukaran dimulai (September/Oktober). Alamat PAD adalah Paedagogischer Austauschdienst Sekretariat der Staendigen Konferenz der Kultusminister der Laender in der Bundesrepublik Deutschland, Lennéstrasse 6, Postfach 2240, D-53012 Bonn, Germany. Tlp.: +49-228 50 10; Fax: +49-228 50 13 01. Email: pad@kmk.org atau melihat homepagenya http://www.kmk.org/pad/home.htm. 20. Stiftung Weimarer Klassik (Weimar Classic Foundation). Yayasan ini memberikan beasiswa bagi penelitian mengenai sejarah kebudayaan eropa abad 18 sampai 20. Beasiswa diberikan selama satu sampai enam bulan. Persyaratan yang diperlukan, pelamar memiliki gelar doktor atau gelar keilmuan lain yang setara. Sebagai pengecualian beasiswa dapat juga diberikan kepada calon doktor. Beasiswa Jumlah beasiswa per bulan saat ini DM 2000,-. Biaya transportasi, terutama bagi pelamar dari Eropa Timur, kemungkinan dapat juga dibantu oleh yayasan ini. Bagi yang berminat dapat mengirimkan berkas lamaran terdiri dari: deskripsi proyek penelitian secara detail, daftar riwayat hidup terutama yang menyangkut kegiatan ilmiah, daftar publikasi dan minimal dua referensi. Lamaran dapat dikirimkan setiap saat dengan alamat Stiftung Weimarer Klassik, Postfach 2012. D-99401 Weimar, Germany. Tlp.: +49-3643 54 52 70; Fax: +49-3643 54 52 90. Email: Prof. Dr. Lothar Ehrlich ehrlich@www.weimar-klassik.de dengan alamat URL: http://www.weimar-klassik.de/.

21. WUS (World University Service). Beasiswa dari World University Service ditujukan bagi mahasiswa asing yang berminat atau aktif mengikuti perkumpulan politik dan pembangunan. Beasiswa diberikan tahunan dan dapat diperpanjang. Persyaratan yang diperlukan, penerima beasiswa adalah mahasiswa asing dari negara-negara Afrika, Asia dan Latin Amerika dengan beragam bidang ilmu. Setelah menyelesaikan studinya ybs. hendaknya memiliki solidaritas tinggi, berminat dan ikut aktif dalam melaksanakan pembangunan dinegaranya. Beasiswa yang diberikan mencakup: biaya hidup, biaya asuransi kesehatan, dan biaya tranportasi dari/ke tanah air. Bagi yang berminat dapat mengirimkan Surat Lamaran dengan harus disertai daftar riwayat hidup, ijasah dan surat rekomendasi. Berkas lamaran dapat dikirimkan sewaktu-waktu ke alamat WUS. World University Service Deutsches Komitee e.V. Goebenstrasse 35, D-65195 Wiesbaden, Germany. Tlp: +49-611-446648; Fax: +49-611-446489. Email: info@wusgermany.de alamat URL http://www.wus-international.org/germany/.

3.6.2 Mencari Pekerjaan

Untuk mendapatkan pekerjaan bagi seorang mahasiswa di Jerman, sesungguhnya cukup lumayan sulit. Hal ini dikarenakan sejak reunifikasi Jerman telah membawa dampak terhadap keterbatasan tersedianya lapangan kerja bagi orang Jerman sendiri maupun mahasiswa yang sedang sekolah di Jerman. Namun kalau kita banyak kawan dan kenalan,

maka informasi tentang lowongan pekerjaan tidaklah sulit di dapat. Persyaratan utama untuk mendapatkan pekerjaan adalah tentu saja sebagai mahasiswa asing harus dapat berkomunikasi dalam bahasa Jerman. Tanpa penguasaan bahasa Jerman, biasanya agak sulit untuk mendapatkan kesempatan kerja. Apabila kemampuan bahasa Jerman dapat dihandalkan, baik pada musim “paceklik” pekerjaan (seperti liburan selain musim panas) atau liburan musim panas kesempatan kerja cukup lumayan banyak diperoleh. Oleh karena itu bagi mahasiswa terutama yang mengambil program studi internasional yang saat ini sedang menjamur di Jerman, lebih baik waktu luangnya diisi belajar bahasa Jerman. Atau bila perlu disiapkan sejak dari Indonesia. Apabila telah berada di Jerman, carilah teman orang Jerman sebagai tandem (patner berlatih berbicara bahasa Jerman). Orang Jerman yang menjadi tandem kita, dia mengajarkan cara berkomunikasi dengan bahasa Jerman kepada kita. Disisi lain kita mengajarkan bahasa ibu kita (bahasa Indonesia) kepada tandem kita. Sehingga masing-masing pihak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Untuk mencari kesempatan kerja kita dapat pergi ke biro-biro jasa penyedia pekerjaan bagi mahasiswa. Bila di Bremen dapat pergi ke alamat :

JOB-Vermittlung des Arbeitsamtes Bremen

Doventorsteinweg 48-52

28195 Bremen

Tel.: (0421) 178-1509 atau 178-1556

Selain itu, di setiap supermark (Aldi, Extra, Plus, dll) juga ada yang menempel pengumuman di papan tulis. Begitu juga di setiap sudut-sudut di Perpustakaan, Fakultas, Ruang Komputer, dll. pengumuman lowongan pekerjaan selalu ada. Namun perlu diperhatikan bila ada lowongan pekerjaan dan kita diminta menghubungi nomor telefon tertentu dengan biaya telefon permenit yang mahal, maka lebih baik jangan menghubungi nomor telefon tersebut. Karena saat ini di Jerman ada kecenderungan si pemasang iklan tersebut justru memanfaat kita (pencari kerja). Dengan kita menelefon, kita membayar biaya dalam jumlah tertentu (permenit), namun informasi lowongan pekerjaan tidak pasti.

Sehingga si pemilik telefon mendapatkan banyak masukan karena banyak orang yang menelefon dia. Adapun jenis pekerjaan yang dapat kita peroleh dengan status sebagai mahasiswa terdiri dari berbagai macam pekerjaan seperti Putzfrau (cleaning service) di kantor, rumah tangga, sekolahan, universitas, dll; pekerja packing, pengantar surat, penjaga anak, menemani orang tua berbelanja, pekerja pabrik, dll. Akhir-akhir tahun ini dengan meningkatnya kebutuhan akan tenaga informasi, maka lowongan pekerjaan sambilan untuk bidang ini cukup banyak. Oleh karena bekal kemampuan komputer sangat diperlukan. Untuk dapat bekerja pada salah satu perusahaan, bisanya kita harus mempunyai Lohnsteuere Karte (kartu pajak honor). Kartu ini dapat diambil di Meldesbehörde dimana kita melakukan Anmeldung. Yang perlu diperhatikan adalah jenis pajak yang kita bayar. Hal ini berkaitan dengan jenis kartu yang harus kita miliki. Setiap orang biasanya hanya mempunyai sebuah kartu pajak honor tersebut. Kita bisa mendapatkan 2 kartu, namun potongan pajak pada kartu kedua jauh lebih besar dari pada potongan pajak pada kartu yang pertama. Biasanya setiap perusahaan dimana kita kerja membutuhkan sebuah kartu pajak tersebut. Selain itu bila kita ingin kerja lebih lama lagi waktunya kita perlu mengurus Arbeitserlaubniss (ijin kerja). Surat ini dibutuhkan karena kita bekerja melebihi jam kerja yang kita punyai. Untuk mengurusnya dan mempergunakan surat tersebut, sebaiknya mempelajari dahulu peraturan orang asing bekerja di Jerman. Peraturan ini sangat komplek, oleh karena itu bertanyalah kepada orang Indonesia yang telah lama tinggaldi Jerman.

4.4 Kiat Hidup di Jerman

Selanjutnya pada saat kita sedang sekolah di Jerman dan kemudian keluarga menyusul ke Jerman juga. Maka kadang kala ada suatu keinginan untuk mendapatkan keturunan di Jerman pula. Hal ini tidak dapat dihindarkan bila kita belum mempunyai keturunan. Namun hal ini juga bukan menjadi halangan bagi kita bila kita memang menginginkan, walau bila dilihat dari beasiswa yang kita terima untuk mengasuh bayi di Jerman tidaklah dapat dikatakan cukup layak. Namun ada kiat khusus untuk membantu memecahkan masalah ini. Biasanya anak yang lahir di Jerman akan mendapatkan santunan biaya asuh dari Stadt dimana kita tinggal. Besarnya biaya tergantung dari Stadt tersebut, misalnya di Berlin akan mendapatkan bantuan sebesar 2.500 DM untuk sekali kelahiran. Sedangkan untuk biaya persalinan akan ditanggung semuanya oleh asuransi yang kita punyai. Namun bila asuransi kita tidak menanggung biaya persalinan ini atau biaya selama kehamilan, banyak sumber-sumber dana yang bisa digali, misalnya dari Yayasan atau dari Gereja. Untuk mendapatkan bantuan dana ekstra ini biasanya akan lebih tepat bila saat pemeriksaan rutin ke dokter kandungan, masalah ini dapat dikemukan. Bila kita bernasip baik, maka bantuan akan datang dengan sendirinya. Ada sebuah kasus yang pernah terjadi di Halle (salah satu kota terbesar di bekas Jerman Timur). Rekan penulis saat melakukan pemeriksaan kehamilan bagi istrinya ke dokter kandungan mengemukakan keluhan besarnya biaya pemeriksaan selama kehamilan istrinya. Oleh dokter kemudian dibantu dicarikan bantuan biaya ekstra. Dia diminta pergi ke suatu yayasan yang telah ditunjukkan oleh dokter dan disana diminta mengisi beberapa formulir tentang data pribadinya. Setelah enam (6) mingguan dari pengisian formulir tersebut datanglah bantuan tersebut berupa uang sebesar 1.300-1.400 DM selama kehamilan istrinya. Dan sejak pengisian formulir tersebut, biaya pemeriksaan menjadi gratis (kostenlos) dengan pelayanan yang memuaskan. Selain itu sebelum anak lahir telah siap seperangkat permainan anak-anak komplit dirumah yang merupakan hadiah dari yayasan yang membantunya (hasil komunikasi pribadi dengan Muhamad Amin). Selain itu guna memenuhi perlengkapan hidup seperti pakaian, barang-barang rumah tangga, dll. bila hal ini dibeli di toko-toko dalam kondisi baru maka dengan berbekal beasiswa yang kita punyai akan tidak cukup. Namun barang-barang tersebut masih dapat kita peroleh dengan kondisi yang tak kalah bagus dengan barang baru dari toko. Barang tersebut dapat kita beli di Flohmark. Karena ada kalanya barang-barang yang dijualbelikan di Flohmark bukan melulu barang yang bekas pakai, melainkan banyak juga barang-barang baru. Seperti jaket dan sepatu untuk musim dingin dapat kita peroleh dengan harga yang miring di Flohmark. Namun berdasarkan pengamatan penulis di Flohmark Bremen, kalau kita membeli barang tidak disarankan membeli pada penjual yang berasal bukan dari Jerman (misal Turki, Polandia, Rusia, dll). Karena biasanya mereka menjual barang sudah mengarah ke profit. Mereka berjualan untuk mendapat keuntungan guna menopang biaya hidupnya. Sedangkan kalau si penjualnya orang Jerman mereka menjual barang sekedar untuk membuang barang yang ada di Keller (gudang) mereka. Sehingga harga jauh lebih

murah dan kualitas cukup bagus. Apabila tidak terpaksa sekali barang-barang seperti radio, televisi, tape recorder, dll (serba elektornik) lebih baik tidak dibeli di Flohmark, kecuali kita tahu betul akan barang tersebut. Karena berdasarkan pengalaman penulis juga, bila barang elektronik dibeli dari Flohmark, apalagi penjualnya bukan orang Jerman, maka kualitas barang sangat diragukan. Lebih baik membeli di toko sekalian. Namun apabila kita ingin mengkoleksi suatu barang yang bersifat antik, maka Flohmark adalah tempatnya. Sering banyak barang-barang yang mempunyai nilai keantikannya tinggi dijual orang dengan harga yang murah sekali. Satu hal yang penting lagi bila kita berbelanja di Flohmark adalah harus pandai-pandai menawar. Karena kalau tidak ditawar maka harga akan sama dengan di toko- toko (barang baru). Barang-barang seperti sepatu dan jaket untuk musim dingin, pakaian, dll dapat dibeli di Flohmark dengan tujuan bertahan hidup di Jerman. Bagi seseorang yang ingin menikmati hidup di Jerman tidak disarankan membeli barang tersebut di Flohmark, karena kualitasnya tidak memadai. Selain Flohmark kita juga bisa mendapatkan barang murah dengan kualitas bagus untuk kehidupan sehari-hari adalah dengan membeli barang tersebut pada saat WSV atau SSV berlangsung. Barang yang dijual biasanya akan lebih cocok untuk kebutuhan musim panas atau dingin di tahun yang akan datang. Hal ini terjadi karena barang tersebut dijual pada saat musim panas atau dingin sudah berakhir, sehingga barang yang dibeli tidak dapat langsung dipakai. Namun itu untuk barang jenis pakaian, bila barangnya berupa barang kelontong (seperti pecah belah, elektronik, aksesoris, celana jeans, dll) tentu saja dapat langsung dinikmati. Karena harga murah, maka jangan heran pada saat WSV dan SSV banyak orang Jerman yang berbondong-bondong ke toko atau supermarket. Atau kalau tidak pasang telinga tinggi-tinggi dan baca selebaran yang ada, biasanya pada toko atau supermarket yang baru dibuka, sering menyediakan diskon khusus. Biasanya orang Turki sering kali lebih dulu mengetahui berita ini. Apabila kita membutuhkan bahan-bahan untuk keperluan sehari-hari seperti beras, gula, tempe, tahu, minyak goreng dll, bahan ini banyak dijual di toko-toko asia yang banyak di kota dimana kita tinggal. Sebuah tip dan trik, bahan tersebut kalau dibeli dalam jumlah yang besar harganya akan jauh lebih murah. Misalnya membeli beras dalam 5 kg-an, harga per kg akan lebih mahal kalau kita membeli beras sekaligus 25 kg. Perbedaan harganya cukup signifikan, sehingga bila kita hanya sendirian sedangkan kita ingin harga yang murah, maka mebelinya harus patungan dengan beberapa teman. Atau apabila kita tinggal dekat dengan Belanda, biasanya kalau kita berbelanja kebutuhan bahan untuk sehari-harian harga di Belanda jauh lebih murah dari pada di Jerman. Misalnya berbelanja di Gröningen (di sebelah utara Bremen). Perbedaan harganya cukup signifikan juga. Oleh karena itu bila ada kesempatan atau ada seseorang yang pergi ke Gröningen atau ke Amsterdam, lebih baik nitip bahan-bahan tersebut. Masih tentang belanja untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mentega, minyak goreng, gula, dll maka barang tersebut dapat dibeli di supermarket seperti ALDI dan PENNY MARK dan dapat ditemukan dengan harga yang lebih murah, harga tersebut bila dibandingkan dengan tempat lain seperti EXTRA, EUROSPAR, WAHL MARK, dll. Namun kadang kala PLUS dan LyDil juga menawarkan barang-barang yang menarik pada waktu tertentu (misal hari Ibu, natal, dll). Apabila untuk memenuhi kebutuhan keperluan bahan-bahan kimia seperti shampoo, sabun mandi, parfum tertentu, cuci+cetak film, dll; maka jangan lewatkan penawaran di ROSSMANN. Harganya sangat menarik dibandingkan di toko-toko lainnya. Bagi mahasiswa Indonesia, selama tinggal di Jerman kebanyakan waktunya tidak habis untuk belajar dan kuliah saja. Diantara 24 jam x 7 hari waktu yang tersedia masih terdapat beberapa jam yang dapat digunakan untuk melakukan aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut sering kali dapat mendatangkan tambahan finansial, misalnya dengan melakukan kerja sambilan. Peraturan di Jerman, bagi seorang mahasiswa yang akan bekerja diberikan ijin sebanyak 12 jam per minggu dengan honor yang bebas pajak maksimum 630 DM. Jenis pekerjaan yang bisa diambil untuk memenuhi peraturan tersebut sebenarnya bermacam-mcam, misalnya menjadi Hiwi. petugas cleaning service (Putzfrau), pegawai McDOnald, mengantar oma+opa ke belanja+apothek+bank, dll. Dari beberapa jenis pekerjaan tersebut, yang menarik adalah menjadi Hiwi. Hal ini disebabkan selain mendapatkan tambahan finansial, juga akan besar kemungkinan mendapatkan kesempatan untuk promosi. Syarat utamanya adalah pandai-pandai berkomunikasi dan mendekati Profesor yang memberikan pekerjaan. Sedangkan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil Diplom, bisanya membuat kelompok-kelompok tertentu dan mereka saling kontak di seluruh Jerman. Karena pada musim panas misalnya, banyak kesempatan kerja di pabrik-pabrik (BMW, Siemens, Mercy; VW, dll) di luar kota dimana dia tinggal. Dengan jaringan seperti itu, ada kalanya pada musim panas seseorang dari Bremen (misalnya) bekerja di Frankfrut terus menerus sepanjang 30 hari. Finansial yang diperoleh digunakan untuk biaya hidup untuk tahun yang akan datang. Oleh karena itu pertemenan adalah kunci utama disini, karena informasi pekerjaan, sewa kamar murah, dll akan datang dari hasil pertemenan. Selanjutnya selama kita belajar di Jerman, sisa waktu diantara waktu belajar dan bekerja, sebaiknya dimanfaatkan untuk mengunjungi pameran-pameran sesuai dengan bidang yang kita minati. Misalnya CEBIT di Hannover yang dilaksankan setiap tahun. Pada saat mengunjungi pameran tersebut paling tidak, tahu perkembangan bidang ilmu yang kita pelajari (bila belajar masalah komputer). Kadang kala kita juga dapat berkenalan dengan sebuah perusahaan (Firma) dimana perkenalan tersebut tidak berhenti pada saat pameran itu saja. Namun dilajutkan dengan kontak-kontak pribadi dan hal ini sangat membantu kalau kita telah balik ke Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa Indonesia, yang selama belajar di Jerman melakukan kontak pribadi dengan beberapa perusahaan Jerman, begitu balik menjadi agen atau distributor salah satu produk dari perusahaan tersebut. Perkenalan dengan perwakilan perusahaan di Jerman tidak hanya dapat dilakukan dengan mengunjungi pameran saja. Namun apabila ada tawaran untuk menghadiri Stamtisch (semacam pertemuan) dari sebuah organisasi, atau Kloen-Cafe dari CDG, dll bila tidak terpaksa sekali janganlah dilewatkan begitu saja. Karena pada pertemuan tersebut biasanya dihadiri orang-orang tertentu yang mempunyai posisi bagus di sebuah partai, pemerintahan, perusahaan, organisasi, dll. Dari situlah kadang kalau lowongan pekerjaan, sumber-sumber dana untuk penelitian, dll dapat kita peroleh informasinya. Bagi seorang muslim yang mendapat kesempatan untuk sekolah dan hidup di Jerman, sudah selayaknya apabila harus berhati-hati dalam mengkonsumsi beberapa jenis makanan, terutama makanan-makanan yang mengandung emulgator tertentu. Dimana emulgator tersebut dipastikan atau diragukan mengandung lemak hewani yang berasal dari babi. Untuk mengatasi hal tersebut maka penulis menyajikan daftar emulgator yang dinyatakan untuk dihindari karena mengandung lemak hewani atau diragukan kandungann a bila tidak ada keterangan lebih lanjut.

Khusus untuk mahasiswa muslim yang tinggal di Bremen, ada beberapa kemungkinan untuk mendapatkan bahan makanan seperti daging yang halal, misalnya toko Turki Huzur. Untuk meraih lokasi ini dapat dengan Strassenbahn Linie 3, 2 dan 10 lalu turun di Haltestelle am St.Jurgen-Krankenhause. Setelah turun dan jalan kaki sekitar 50m ke arah

Domsheide, Toko Huzur ada di sebelah kiri jalan. Selain itu ada lagi toko Turki di daerah Gropilingen, Bazaar. Pada kedua toko tersebut harga daging relatif murah. Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi URL http://www.forumindojerman. de/.

Untuk menghilangkan suatu kebosanan atau kejenuhan dengan berbagai kegiatan di kampus, maka sering kali kita di rumah menghabiskan waktu atau mencari hiburan di televisi yang kita punyai. Dari televisi tersebut sering kali kita menerima berbagai informasi yang kita butuhkan untuk menunjang pengetahuan yang kita milik. Namun disisi lain kita juga mendapat suatu konsekuensinya, yakni diwajibkan membayar iuran televisi tiap bulan. Selain televisi, kalau kita mempunyai radio, di Jerman juga dikenakan kewajiban membayar iuran bulanan. Penarikan iuran bulanan ini dilakukan tiap enam (6) bulan sekali. Untuk kota-kota tertentu biasanya kita bisa mendapatkan suatu potongan harga berkaitan dengan biaya langganan televisi dan radio ini. Seperti di Bremen dengan menunjukkan Stipendienzusage (daftar penghasilan kita), Mietvertrag dan Immatrikulasi (bukti kita sebagai mahasiswa), maka kita sebagai mahasiswa bisa mendapatkan keringan pembayaran hingga sama sekali tidak ditarik iuran bulanan ini. Syaratnya adalah bila penghasilan kita kurang dari batas minimum standart hidup di Bremen, maka pembebasan pembayaran iuran tersebut dapat kita peroleh. Surat keterangan pembebasan iuran televisi dan radio ini bila kita bawa ke Deutche Telkom (kantor telefon Jerman), kita juga bisa mendapatkan keringan biaya abonemen telefon kita di rumah. Di Jerman biaya abonemen telefon di rumah sebesar 25 DM perbulan, maka bila kita mengajukan keringan hanya dikenakan biaya sebesar 10 DM perbulannya. Akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang ditunggu-tunggu oleh orang Jerman. Karena pada akhir pekan semua aktifitas formal untuk sementara dihentikan alias istirahat. Bagi kita sebagai mahasiswa, apabila tidak ada pekerjaan yang mendesak di laboratorium, maka jalan-jalan untuk mengunjungi kota-kota di Jerman adalah kegiatan yang mengasyikkan. Bagi penulis setiap bulan paling tidak 1-2 kali melakukan perjalanan dalam group atau kelompok untuk mengunjungi kota-kota yang mempunyai keistimewaan tertentu. Dari keistimewaan tersebut kita dapat belajar banyak tentang budaya, sejarah, tata ruang kota, museum, dll. Kegiatan jalan-jalan ini tidaklah banyak membutuhkan dana, karena di Jerman ada fasilitas yang mendukungnya. Fasilitas tersebut adalah bepergian dengan menggunakan Wochenende Ticket. Kadang kala pada saat berpergian juga diselingi suatu pertemuan dengan rekan seprofesi untuk membicarakan sebuah rencana, misalnya penulisan buku ini. Rencana penulisan buku ini merupakan hasil sampingan jalan-jalan penulis saat bertemu di Kassel sambil melihat panaroma keindahan Istana Kassel (di puncaknya terdapat patung Herkules yang amat megah). Dilihat dari segi finansial memang sepintas memboroskan, karena membuang uang. Namun dari sisi lain bisa bertemu teman, ngobrol, merencanakan sesuatu, dll merupakan cara menghilang kepenatan kegiatan di kampus dan laboratorium. Harga tiket murah 40 DM untuk satu hari dan dapat digunakan untuk 5 orang dewasa. Namun bagi orang yang punya BahnCard dapat menggunakan saranya kereta seperti ICE, IC, IR, SE, RE dan RB dengan mendapat potongan 50 %. Kadang kala untuk jarak tertentu bepergian dengan BahnCard biayanya lebih murah kalau menggunakan Wochenende Ticket. Yang jelas keuntungan terbesar dari hasil jalan-jalan ini adalah mendapatkan ide-ide segar dari hasil melihat keunikan dan keindahan suatu kota yang dikunjungi serta bertemu dengan teman. Dari hasil pertemuan itulah informasi yang berkaitan dengan problem sekolah dan kadang dibutuhkan dapat diperoleh dengan komplit dan jelas. Sehingga problem-problem yang dihadapi dapat dipecahkan. Ujung-ujungnya mempercepat kelancaran sekolah kita. Selama kita di Jerman sering kali kita juga ingin pulang berlibur ke Indonesia. Untuk keperluan ini tentu saja dibutuhkan ticket pesawat terbang. Di setiap kota telah banyak Reisebüro (biro perjalanan) yang menawarkan ticket murah ke luar negeri. Namun kadang kala tawaran (Angebote) tersebut untuk level mahasiswa atau orang Jerman. Kita bisa mendapatkan ticket murah melalui maskapi penerbangan kita sendiri seperti Garuda. Namun resikonya kita masih menambah biaya dari kota dimana kita tinggal ke Frankfrut. Biaya tambahan ini bervariasi sekitar 100-185 DM tergantung jenis kereta yang kita gunakan. Adapun alamat biro perjalanan yang menjual ticket Garuda di Frankfrut adalah sebagai berikut :

INDOGERMA TRANS GLOBAL GmbH

Stiftstrs. 2 – Ecke Zeil 96

60313 Frankfrut Am Main, Germany

Tel.: (069) 294540 atau 232662

Fax.: (069) 295952

Kontak person mbak Ratna

Keistimewaan kalau kita beli ticket Garuda disini adalah kita bisa beli untuk tujuan Indonesia-Frankfrut pulang pergi. Oleh karena itu hal ini bermanfaat bagi mahasiswa DAAD yang akan membawa keluarga. Biasanya akan lebih menguntungkan sekali kalau penerbangan dari Jakarta jatuh hari Jum’at dan tiba di Frankfrut hari Sabtu. Biasanya pagi hari sekitar jam 07.00-09.00 tiba di Flughaven. Setelah urusan imigrasi, dll keluar sekitar jam 11.00. Sehingga kita bisa langsung ke Frankfrut (main) Hbf untuk melanjutkan perjalanan dengan Gutenabend Ticket. Harga ticket ini hanya sekitar 79 DM dewasa, anak-anak hingga umur 16 tahun 50 % saja (dibawah 2 tahun ada potinganskhusus) untuk segala jurusan di seluruh Jerman. Dan Gutenabend Ticket ini berlaku mulai jam 14.00 (khusus hari Sabtu dan Senin-Jum’at biasanya mulai jam 19.00). Semua jenis kereta bisa digunakan dengan memakai ticket ini. Ticket Garuda yang dibeli di Indogerma ini bisa dikirimkan ke Indonesia (bila perlu) dengan tambahan biaya ekstra. Tetapi ticket tsb tidak bisa di-issue-kan di Jakarta. Selain ticket Garuda, kadang kala Indogerma menawarkan juga ticket dari Malaysia Airline atau Emirat Airlaine yang kadang kala dapat di-issue-kan di Jakarta dengan harga yang terjangkau sekali untuk kelas mahasiswa. Fluktuasi harga ticket biasanya tergantung dari musim turis. Pembelian ticket dimusim panas atau 2 minggu menjelang dan 1 minggu setelah Tahun Baru, sebaiknya dihindari. Harga ticket yang ditawarkan melambung tinggi. Waktu terbaik untuk membeli ticket adalah pada musim gugur atau semi, harga biasanya relatif murah. Pada awal musim dingin akan lebih menarik lagi, namun resikonya adalah pada saat keluarga tiba di Jerman langsung disambut hawa dingin dan turunnya salju. Berdasarkan pengamatan penulis pada musim apapun juga bila membeli ticket di Indogerma harganya lebih menarik bila dibandingkan kalau membeli ticket di Jakarta. Walaupun pada musim tertentu (bukan peak season) mereka menawarkan ticket murah dan harganya lebih murah dari yang ditawarkan di Indogerma.

Tip dan trik : bagi yang senang bepergian keluar negeri untuk keperluan liburan (Urlaub), penawaran ticket Last Minute (menit-menit terakhir) dari berbagai Reisebüro sangat menawan sekali, sayang kalau homepage mereka dilupakan begitu saja. Selain itu pada saat beli ticket kita juga bisa menambah biaya sekitar 50-100 DM untuk jaga-jaga apabila pada saat mau terbang balik, tiba-tiba ada tertentu, dimana mengharuskan kita tetap tinggal barang 1-3 hari. Dengan kata lain kita menunda jadual penerbangan kita. Dengan tambahan biaya tersebut kita bisa memanfaatkan fasilitas penundaan jadual penerbangan selama 2-4 minggu dan hanya sekali saja. Kalau tidak membayar biaya tambahan ini, lalu menunda penerbangan, kita akan kena biaya pembatan ynag cukup besar sekali sekitar 150 $ US. Tetapi kalau kita sudah membayar ektra biaya tsb, lalu tidak melakukan penundaan penerbangan, maka biaya tersebut akan hangus. Selama kita tinggal di Jerman dalam waktu yang lama, biasanya akibat pergantian waktu sering kali kita sendiri atau anggota keluarga mendapatkan akibatnya. Hal itu berupa sakit influenza, batuk, alergi sinar matahari atau benang sari. Terutama pada anak-anak influenza sering datang. Akibat hal ini maka kita sering menggunakan asuransi kesehatan. Bagi mahasiswa penerima beasiswa DAAD yang telah berumur di atas 30 tahun mempunyai asuransi kesehatan dari Continental. Asuransi kesehatan ini merupakan asuransi privat. Hal itu berarti kita harus mengeluarkan biaya untuk pembelian obat-obatan terlebih dahulu, setelah itu kuitansi dikirimkan ke pihak asuransi untuk mendapatkan ganti rugi. Untuk biaya pemeriksaan dokter kita akan mendapatkan kuitansi dari dokter. Setelah itu kuitansi tersebut harus dikirim ke asuransi dan akan diganti asuransi melalui transfer. Kalau tidak terpaksa sekali jangan membayar cash, karena besar sekali biayanya. Semua kuitansi pemeriksaan dokter dan biaya pembelian obat dapat langsung dikirimkan ke alamat :

Continentale Krankenversicherung a.G.

Direktion

Abt. Sonderverträge

Ruhrallee 92-94

44139 Dortmund

Semua kuitansi yang dikirim ke alamat ini dalam waktu 1-2 minggu segera diganti semuanya. Sebuah kerugian kalau kita mengikuti asuransi Continentale ini adalah biaya pembelian obat kita dikenakan pemotongan sebesar 8 DM untuk setiap bungkus dari setiap jenis obat. Maksudnya misal obat batuk dalam bentuk tablet kita mendapatkan 20 biji terdiri dari 2 pak (Packung), semua itu dari satu jenis. Maka seandainya harganya 10 DM per pak, maka kita hanya mendapat ganti rugi dari asuransi sebesar (2 x 10 DM) – (2 x 8 DM) = 4 DM saja. Kasus ini bagi keluarga yang sering pergi ke dokter, maka beasiswa dari DAAD sebagian habis untuk menanggung pembelian obat ini. Sebetulnya hal ini dapat diatasi dengan keluar dari asuransi Continentale. Namun DAAD sepertinya telah secara otomatis bila seseorang telah berumur diatas 30 wajib memilih asuransi ini. Oleh karena itu bagi keluarga penerima beasiswa DAAD yang kemungkinan akan sering pergi ke dokter, hal ini dapat diperhatikan untuk mencari kiat-kiat menghindari pilihan yang diberikan DAAD ini. Karena secara formal seseorang di Jerman untuk mengikuti suatu asuransi mempunyai hak kebebasan memilih dan berpindah asuransi. Silakan bagi yang tertarik hal ini untuk mempelajari Gesetz (hukum) asuransi ini. Keburukan lainnya dari asuransi Continentale adalah berkaitan dengan masalah FAKTOR perkalian biaya pemeriksaan.

Faktor di atas berkaitan dengan mutu pelayanan pemeriksaan atau penanganan penyakitnya. Pada umumnya faktor yang normal adalah dikalikan dengan 2,3. Dengan faktor 2,3 ini mutu pelayanan kesehatan seperti orang Jerman. Faktor yang berlaku dari Continentale akan terasa “menyakitkan” kalau kita kontrol sakit gigi atau melakukan operasi besar (menambal gigi berlubang tidak ditanggung askes Continental, biasanya jalan keluarnya adalah dicabut. Tetapi bila gigi kita banyak yang berlubang, apakah akan dicabu t semuanya ? Maka saran penulis pandai-pandailah memilih askes ini). Bagi mahasiswa yang berumur dibawah 30 tahun, banyak sekali pilihan asuransinya. Sebagai contoh AOK, TK, dll. Dan bila memungkinkan berdasarkan pengalaman penulis, sepertinya asuransi kesehatan yang tergolong dalam gesetzliche Krankenversicherung (seperti AOK, TK, dll) akan lebih baik pelayanannya dari pada privatversicherung (seperti Continentale, dll). Kelebihan ini akan kita rasakan pada saat kita terpaksa masuk rumah sakit untuk waktu yang lama, atau terpaksa melakukan operasi. Hal ini berkaitan dengan mutu pelayanan seperti contoh diatas. Khusus penerima beasiswa DAAD. Bagi kita yang menerima beasiswa DAAD ada satu hal yang cukup pentingperlu diperhatiakn, yaitu untuk menyimpan semua dokumen yang kita terima dari DAAD. Apapun bentuknya seperti surat atau email. Karena dokumen tersebut sangat diperlukan pada suatu saat. Tanpa ada bukti hitam di atas putih (dokumen tertulis) kita tiak bisa beradu argumentasi dengan DAAD bila ada permasalahan. Hal ini dikarenakan besarnya jumlah mahasiswa yang ditangani DAAD. Apalagi saat ini sepertinya referat kita mendapatkan tambahan penerima beasiswa DAAD dari negara lain. Oleh karena itu tidak masuk akal kalau semua problem yang kita hadapi terekam dalam ingatan referat kita. Mereka tetap berpegangan pada dokumen yang ada tentang kita. Selain itu juga pelajari semua peraturan yang ada di buku Ihr DAAD-Stipendium, was Sie wissen und beachten sollten. Mintalah buku teraktual dan janganlah beradu argumentasi dengan berpegangan buku yang lama. Hal ini merupakan kebiasan orang Jerman yang paling suka berpegangan pada aturan. Bagi kita mungkin hal ini sangat “membosankan”, namun sebenarnya disana kalau cermat banyak hal-hal yang menarik diperhatikan. Saran ini hanya berlaku bagi kita

yang ingin “bekerjasama” dengan DAAD. Akan tetapi bagi yang suka menerima apa adanya, ya silakan saja tinggal menunggu kiriman beasiswa ke konto kita setiap akhir bulan. Selain itu juga bagi yang akan melakukan penelitian untuk merampungkan Diplom atau Doktorarbeitnya di Indonesia. Agar diperhatikan dengan cermat masalah bantuan finansialnya selama tinggal di Indonesia. Ada beberapa penawaran khusus dari DAAD berkaitan dengan bantuan penelitian ini (seperti program DAAD Kelautan). Namun biasanya hal ini tidak diumumkan secara terbuka, untuk itu pandai-pandailah menggali informasi dari berbagai pihak. Sementara di Indonesia, masalah kelancaran penelitian juga perlu dipertimbangkan. Problem yang sering dihadapi adalah ketidaktepatan rencana waktu penelitian, dikarenakan ketersediaan alat, dukungan dana dan masalah nontehnis. Oleh karena itu, bila tidak terpaksa lebih baik melakukan penelitian di Jerman sini. Dimana dukungan finansial dapat dicari (bila perlu), ketersediaan peralatan juga tidak sesulit di Indonesia. Namun bagi yang melakukan penelitian dengan didukung proyek kerjasama, dll maka akan berbeda hasil dan problemnya. Dan perlu diingat bahwa beasiswa DAAD itu hanya membantu biaya hidup, dapat dikatakan hampir tidak ada dukungan biaya penelitian lagi saat ini. Kalau pun ada itu hanya merupakan sekedar bantuan. Hal ini berbeda dengan tahun-tahuan 1990-an, dimana sumber pemasukan DAAD masih cukup besar. Hal ini bukan berarti kita tidak dapat melakukan penelitian disini. Pada dasarnya kita melakukan penelitian diikutkan pada anggaran rutin penelitian dari Profesor pembimbing kita. Kalau lagi beruntung maka kita mendapatkan tambahan dana yang cukup menyenangkan untuk melakukan penelitian. Oleh karena itu pasang telinga tinggi-tinggi, tajamkan penciuman kita dan kuatkan analisa kita, sehingga kita bisa mendapatkan Profesor Jerman yang mempunyai proyek penelitian besar.

Bab 5

KEMBALI KE INDONESIA

Setelah lama kita menghabiskan waktu di Jerman untuk menuntut ilmu atau bekerja di Jerman maka suatu waktu kita pasti ingin kembali ke tanah air. Banyak hal yang perlu kita siapkan dan dapat dijadikan modal suatu aktifitas nantinya. Namun kadang kala pada saat mau pulang kita menjadi bingung atau merasa takut tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Persiapan-persiapan apa yang mesti dikerjakan. Semuanya kadang menjadikan problem sendiri, apalagi kalau sudah lama tidak pernah pulang sementara di Indonesia telah berganti suasana. Ditambah lagi informasi di Jerman kurang banyak yang diperoleh. Oleh karena itu dalam bab ini penulis ingin menyajikan beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman sebelum kita betul-betul pulang ke negara kita tercinta, Indonesia. Apabila kita telah belajar paling sedikit selama 2 tahun di Jerman, kita bisa mendapatkan fasilitas bantuan dari pemerintah Jerman. Bantuan tersebut dapat diurus di Indonesia melalui program yang disebut Program Reintegrasi. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri dan tenaga ahli yang kembali ke Indonesia dalam bentuk dukungan informasi dan konsultasi mengenai situasi aktual di Indonesia, kesempatan kerja, program subsidi, penyamaan ijazah dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengannya. Pengenalan situasi aktual diharapkan bisa menjadi pendorong bagi alumni tersebut untuk lebih memperhatikan persoalan-persoalan ekonomi dan sosial dalam masyarakat, sehingga ada dorongan untuk memberikan kontribusi pencarian solusi persoalan yang ada. Program ini disediakan karena adanya realitas bahwa seorang alumni perguruan tinggi luar negeri yang kembali ke Indonesia mengalami berbagai persoalan pada masa awal, seperti penyesuaian kembali dengan keluarga dan masyarakat, pencarian kerja, dunia kerja baru, pengurusan administrasi yang berkaitan dengan ijazah, keluarga, dsb. Dengan program ini diharapkan bahwa masa penyesuaian kembali tersebut akan menjadi lebih mudah, karena mereka memperoleh pegangan yang dibutuhkan.

Program Reintegrasi ini terdiri dari 3 kegiatan utama, yaitu:

  1. Kantor Informasi. Kantor Informasi menyediakan informasi dan konsultasi mengenai antara lain: Penyamaan ijasah dan prosedur penyamaan ijasah tersebut; Program subsidi bagi alumni perguruan tinggi luar negeri; Kesempatan Kerja serta Informasi lain yang dibutuhkan alumni perguruan tinggi luar negeri.
  2. Buku Pedoman Alumnus. Buku ini memberikan gambaran mengenai berbagai informasi penting untuk alumni perguruan tinggi luar negeri, misalnya penyamaan ijazah dan prosedur, ijin tinggal bagi pasangannya yang bukan warga negara, mengurus perpindahan sekolah anak, biaya hidup, alamat-alamat penting, dsb.
  3. Karya Wisata. Program ini menawarkan mahasiswa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri untuk berkenalan dengan kehidupan dan dunia kerja di Indonesia. Program ini berbentuk program magang di perusahaan maupun organisasi non pemerintah untuk beberapa bulan, maupun kunjungan singkat ke perusahaan, organisasi non pemerintah dan masyarakat di daerah pedesaan. Dengan program ini diharapk n mereka merasakan kehidupan sehari-hari di Indonesia yang dapat menjadi bekal persiapan mereka ketika selesai studi dan kembali.

Untuk lebih jelasnya program tersebut dapat ditanyakan ke WUSKI (World University Service Komite Indonesia) yang berkedudukan di Bogor. Pada saat ini WUSKI menangani program reintegrasi yang bekerjasama dengan CIM. Program tersebut dikenal dengan APA PROGRAM. APA Program ini merupakan bantuan Perlengkapan Kerja bagi Alumni Jerman dari ZAV dan WUS Jerman. Program untuk bantuan perlengkapan kerja ini sejak Januari 1999 ditangani oleh Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM) yang berkedudukan di Frankfurt. Apabila kita bekerja di sebuah perusahaan yang secara sosial dan ekonomi penting artinya bagi masyarakat Indonesia, Kita berpeluang memperoleh bantuan melalui ’Program Perlengkapan Kerja’ dengan nilai maksimal DM 20.000. Biaya yang dibantu oleh CIM adalah untuk pembelian: mesin

dan perlengkapan teknik, bahan atau materi keperluan mengajar dan belajar, buku ilmiah, transportasi pengiriman barang yang mendapatkan bantuan. Untuk mendapatkan bantuan ini, kita diminta mengajukan permohonan dalam bahasa Jerman.

Selain itu dari pemerintah Jerman juga memberikan bantuan keuangan melalui program Employment Offer melalui ZAV. Silakan dilihat informasinya pada http://www.wus-international.org/indonesia/reint/employ.htm. Employment Offer menawarkan bantuan keuangan bagi Tenaga Ahli Alumni Jerman yang ’Fresh Graduated’ yang telah atau akan dipekerjakan oleh perusahaan di Indonesia. Untuk melengkapi informasi ini, jangan dilewatkan homepage dari CIM, WUS Jerman dan ZAV. Bagaimana yang dimaksudkan dengan “Usaha Yang Secara Sosial Dan Ekonomi Penting Bagi Masyarakat”? Untuk menterjemahkan arti kalimat tersebut tidaklah mudah kriterianya. Namun keterangan dari WUSKI dapat dijadikan pegangan. Sebagai contoh kriterianya aktivitas usaha harus memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sosial dan ekonomi di Indonesia, misalnya usaha di bidang :

  • kesehatan
  • pengadaan pangan
  • perlindungan lingkungan hidup
  • pendidikan dan pendidikan lanjut
  • pengembangan struktur, dll

Persyaratan utama bagi yang berminat program ini adalah tenaga ahli asal Indonesia yang telah pernah menetap di Jerman, mendapatkan pendidikan dan/atau pendidikan lanjut di Jerman, demikian juga yang pernah bekerja selama beberapa tahun di Jerman berdasarkan pendidikan dan/atau kualifikasi profesi tersebut mampu menerapkan pengetahuannya di Indonesia. Kepulangannya kembali ke Indonesia tidak lebih lama dari empat tahun ketika mengajukan permohonan ini. Permohonan bantuan dapat diajukan ke Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM), dengan menyertakan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Salinan (foto kopi) paspor dan ijin tinggal di Jerman.
  • Daftar riwayat hidup yang dilampiri dengan ijazah dan /atau surat pengalaman kerja.
  • Keterangan mengenai tempat kerja serta nilai sosial dan ekonominya.
  • Penjelasan mengenai perlengkapan kerja yang dibutuhkan, disertai rincian harganya.
  • Surat kontrak kerja dengan perusahaan di Indonesia.
  • Surat perjanjian dengan tempat kerja dalam hal pembatasan hak pemutusan hubungan kerja ( PHK ) dan pengalihan perlengkapan kerja tersebut kepada perusahaan.

Setelah memeriksa kelengkapan dokumen serta makna sosial dan ekonominya, CIM akan menyerahkan dokumen yang telah lengkap tersebut kepada World University Service ( WUS ) Jerman, yang kemudian akan menanyakan pendapat perwakilan pemerintah Jerman di Indonesia. Persetujuan pemberian bantuan membutuhkan sebuah keputusan positif dari pihak CIM dan WUS Jerman. Setelah permohonan kita disetujui oleh pihak yang berkopeten di Jerman, maka kita akan mendapatkan perlengkapan yang kita inginkan. Prosedur untuk mendapatkan perlengkapan ynag kita inginkan tersebut pertama-tama WUS Jerman akan mencarikan atau membelikan barang-barang yang telah disetujui untuk dibantu dengan menggunakan rincian harga yang diajukan pemohon dan mengatur pengirimannya ke perusahaan pemohon di Indonesia. Menurut informasi yang penulis terima, apabila harga peralatan tersebut lebih murah di Indonesia (seperti dalam dokumen permohonan). Maka pemohon dapat memberi barang sendiri dan kemudian mengirimkan kuitansi pembeliannya ke Jerman. Setelah peralatan yang diinginkan tiba di Indonesia perawatan dan penggunaannya diserahkan pada pemohon. Disamping itu pemohon harus mengirimkan konfirmasi kepada WUS Jerman bahwa perlengkapan kerja tersebut sudah diterima. Selanjutnya, pada bulan ke 12 dan ke 24 bulan setelah kedatangan perlengakapan tersebut, pemohon wajib mengirim bukti bahwa pemohon masih bekerja di tempat kerja tersebut dan memberitakan pengalaman yang diperoleh dengan menggunakan perlengkapan kerja tersebut. Secara prinsip program ini sangat menarik bagi alumni Jerman. Oleh karena bagi yang serius menginginkan program ini silahkan menghubungi alamat-alamat dibawah ini :

Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM)

Barckhausstr.16,

60325 Frankfurt, Germany

Tel. : + 49 – 69 – 719121-0

Fax : + 49 – 69 – 719121-19

Email : cim@gtz.de

World University Service Deutsches Komitee e.V.

Frau Petra Loch (kontak person)

Goeben Strasse 35

65195 Wiesbaden, Germany

Tel.: 0049 – 611 – 9446051

Fax.: 0049 – 611 – 446489

Email : wusgermany@aol.com atau fadel@wusgermany.de

http://www.wusgermany.de/

WUSKI – World University Service Komite Indonesia

Baranangsiang Indah Blok H1/19

Bogor 16710 Indonesia

Tel / Fax : 0251 – 336326

Email : wuski@indo.net.id

Dipl.-Ing. Budiyanto Karwelo selaku Program Manager

Untuk mendapatkan bantuan tersebut dibutuhkan beberapa dokumen yang dapat dicari informasinya ke alamat seperti di bawah ini.

Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG)

Postfach 450340

D-50878 Köln

Germany

Tel.: 49-221-4986476

Fax.: 49-221-4986176

Namun berdasarkan informasi yang penulis himpun dan dari WUSKI, bantuan modal ini sepertinya telah dihentikan sejak Oktober tahun 2000. Selanjutnya dari WUSKI penulis menerima informasi yang cukup menarik terutama bagi yang sekolah di Jerman dengan bantuan dukungan privat finansial (disampaikan oleh Dipl.-Ing. Budiyanto Karwelo selaku Program Manager WUSKI). Untuk lebih jelasnya silakan diperhatikan beberapa program yang ditawarkan WUS di Jerman. Tawarantawaran tersebut berkaitan dengan program reintegrasi seperti di atas, yang terdiri dari :

  1. Reisekostenzuschuss dan Einarbeitungszuschuss. Setiap mahasiswa yang telah atau belum berhasil menyelesaikan studinya dan ingin kembali ke Indonesia dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh bantuan dana untuk biaya kembali ke tanah air sebesar DM 3.250,- (Reisekostenzuschuss untuk Antragsteller 750 DM + Trasnportkostenzuschuss 2500 DM; Kalau mempunyai keluarga akan mendapat lebih) dari Zentralstelle fur Arbeitsvermittlung (ZAV) dalam rangka program reintegrasi (Reintegrationsförderungsprogramm ) dari pemerintahan Jerman. Caranya adalah menghubungi ZAV di Frankfurt sebelum kepualangan ke Indonesia (Ingat ini PENTING sekali!!!) dan meminta formulir permohonan (Antragsformular). Formulir diisi dan dilengkapi beberapa dokumen antara lain fotokopi passpor, tiket pulang (one way ticket), dan surat keterangan lainnya yang diminta. Jawaban disetujuinya atau tidak permohonan kita itu biasanya diberikan setelah tiga minggu. Jika permohonan disetujui, baru kita memberikan nomor rekening bank (bisa juga memakai bank yang ada di Indonesia), dan setelah itu dalam waktu kira-kira 3 minggu dana itu akan kita terima.
  2. Dalam program ini ZAV juga menyediakan dana untuk pekerja ahli di Indonesia, jika seorang alumni Jerman telah memperoleh lapangan pekerjaan, ia dapat memperoleh dana sebesar 500,- DM hingga 750,- DM per bulan sampai maksimum 1 tahun sebagai dana tambahan untuk proses reintegrasi. Persyaratan yang diminta adalah bukti dari tempat kerja yang berupa kontrak kerja. Dana ini juga berlaku sebagai bea siswa bagi mereka yang tidak menyelesaikan studinya di Jerman, tapi masih berkeinginan melanjutkan kuliah di Universitas di Indonesia.
  3. Nachkontaktprogramm (Program kontak lanjutan). Program ini mungkin adalah salah satu program yang telah berjalan cukup lama tetapi kurang dikenal. Mungkin karena manfaat dari Program ini yang hanya mendapat buku-buku berbahasa Jerman sejumlah DM 200 pertahun. Sayangnya untuk mendapatkan Nachkontaktprogramm ini seseorang harus pernah mendapat bantuan entah melalui ZAV-Einarbeitungszuschuesse, APAProgram, atau mendapatkan Existenzgruendungsprogramm dari DTA atau DEG yang pernah ada sampai tahun

2000. Ini dibuktikan ketika pelamar mengirimkan formulirnya harus menyertakan fotokopi pernah mendapat program bantuan di atas. Bila dalam program lainnya seseorang hanya mendapatkan bantuan sekali saja, dalam program ini seseorang akan mendapat bantuan terus menerus setiap tahun dalam bentuk buku-buku berbahasa jerman yang ada hubungannya dengan studi di Jerman dengan harga maksimum 200 DM. Proses pemesanannya sangat mudah. Pada kuartal pertama setiap tahun Alumni akan mendapatkan sebuah Formular Pesanan dari WUS yang harus diisi lengkap dan dikirimkan ke WUS Deutsche Komite. WUS akan mencari buku tersebut dan mengirimkan kepada alumni. Cara lain yang lebih mudah adalah dengan memesan melalui WUS-Online- Shop (www.wusgermany.de/nkd/nkd-mainframe.htm). Hal yang paling penting dalam program ini adalah bila seseorang pindah alamat, agar memberitahukan segera ke WUS sehingga buku yang dikirimkan itu bisa sampai.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang program-program diatas, bila mana ada perubahan tentang peraturan dan persyaratannya maka alamat dibawah ini dapat dijadikan referensi :

Zentralstelle fuer Arbeitsvemittlung (ZAV)

Barckhausstrasse 16

D-60325 Frankfurt/Main

oder Postfach 17 05 52

D-60079 Frankfurt/Main

Tel.: +49-69-719121-93

Fax.: +49-69-719121-81

frankfurt-zav.reintegration@arbeisamt.de

http://www.zav-reintegration.de/

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke About Jerman

  1. Mayor berkata:

    luar biasa bang. mantab. jadi tambah pengin loncat ke jerman sana. da 2 pertanyaan ne, mohon dibalas ya
    1. kira2 ada gak CP (Orang Indonesia)yang bisa buat bantu ngurus ini itu sampe kita bisa berdikari
    2. Kok diatas da tulisan Menwa?, alumni menwa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s