Metodologo Penelitian

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi

Kesimpulan yang dibuat mengenai sesuatu hal umumnya diharapkan berlaku untuk hal itu secara keseluruhan dan bukan hanya untuk sebagian saja. Jika dikatakan : 20% mahasiswa Indonesia berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, maka pernyataan ini berlaku umum untuk seluruh mahasiswa Indonesia ditinjau dari segi ekonomi keluarganya dan bukan hanya untuk sekelompokan mahasiswa saja. Untuk sampai kepada pernyataan demikian, diperlukan data mentah yang bisa dikumpulkan dengan dua jalan :

1. Semua orang tua beserta karakteristiknya yang diperlukan (dalam hal ini keadaan ekonomi keluarga), diteliti atau dijadikan objek penelitian.

2. Sebagian saja dari semua orang tua mahasiswa yang dikenai penelitian.Dalam hal perrtama, sensus telah dilakukan sedangkan dalam hal kedua, penelitian telah dilakukan secara sampling. Totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya, dinamakan Populasi.

Menurut riset karangan Dra. Komarudin, yang dimaksud dengan populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel. Pada kenyataannya populasi itu adalah sekumpulan kasus yang perlu memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. Kasus-kasus tersebut dapat berupa orang, gejala, nilai test, benda atau peristiwa. Apabila itu terlalu banyak jumlahnya (tidak terbatas), maka biasanya diadakan sampling (sampel) untuk menentukan apakah sampel itu dapat mewakili populasi, diperlukan perhitungn stastistik agar dapat member petunjuk mengenai penyimpangan sampel dari populasi dan sekaligus dapat memberikan kepastian mengenai tingkat kepercayaan yang selanjutnya dipergunakan untuk menilai data yang didapat dari sampel.

Sedangkan menurut dr. siswojo, definisi dari populasi adalah sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria yang ditentukan peneliti. Disisi dapat menentukan sendiri kriteria-kriteria yang ada pada populasi yang akan diteliti. contoh: semua siswa SMK yang ada di Jakarta adalah populasi. Jadi semua siswa SMK yang ada di Jakarta sedangkan siswa SMK yang ada di luar Jakarta tidak termasuk criteria.

Populasi Mahasiswa UNJ + 12.000 Orang

Sampel diambil 100 Orang dari 7 Fakultas

Kriteria : 1. Mahasiswa tamatan SLTA

2. Mahasiswa Reguler

Tujuan Populasi

Tujuan menetapkan populasi dalam penelitian adalah agar suatu penelitian dapat mengukur sesuatu dengan kasusnya, dan tidak akan berlebihan dengan populasi yang diacu, misalnya meneliti sampel mahasiswa UNJ, maka populasi hanya mahasiswa UNJ, tidak termasuk mahasiswa UI.

Dalam proposal penelitian perlu dikemukakan sejauh mana populasi yang akan diacu atau dikenal oleh hasil penelitian sampel yang dilakukan. Hal ini juga dimaksudkan agar hasil penelitian mendekati kebenaran sesuai sampel yang diambil dari populasi tertentu. Hal tersebut dapat dilihat pada contoh gambar dibawah ini. Contoh populasi dengan sampel

B. Sampel

Sampel atau sampling berarti contoh, yaitu sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian. Dalam menentukan sampel hendaknya dipenuhi syarat-syarat utama dalam menentukannya di dalam penelitian, maksudnya adalah bahwa sampel yang digunakan harus dapat mewakili populasi yang telah dikemukakan di atas. Namun tidak harus merupakan identik dengan populasi, yang penting sampel dapat mewakili populasi.

Tujuan penentuan sampel dalam penelitian adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati hanya sebagian dari populasi. Suatu reduksi terhadap jumlah objek penelitian. Tujuan dari penentuan sampel adalah untuk mengemukakan dengan tepat sifat-sifat umum dari populasi dan untuk menarik generalisasi dari hasil penyelidikan. Selanjutnya penentuan sampel bertujuan untuk mengadakan penaksiran peramalan dan pengujian hipotesa yang telah dirumuskan.

Hakekat penggunanaan sampel dalanm penelitian adalah dikarenakan sulitnya untuk meneliti seluruh populasi, hal ini mengingat biaya dan waktu yang begitu banyak diperlukan jika harus meneliti seluruh populasi. Denga alasan tersebutlah maka penelitian biasanya hanya dilakukan terhadap sampel yang telah dipilih saja, yang penting sampel tersebut dapat mewakili populasi yang akan dijadikan generalisasinya nanti setelah selesai lain halnya dengan sensus yang mengharuskan setiap populasi harus diteliti dan dari segala aspeknya.

Macam-Macam Sampel

Sebelum penelitian yang menggunakan sampel, kita harus mamahami lebih dahulu, bahwa sampel yang akan kita gunakan itu sampel macam apa. Karena dapat dibedakan menurut data yang diperlukan, ada beberapa macam sampel antara lain:

1. Sampel Acak Atau Random

Pengambilan sampel dengan teknik random yaitu peneliti memperhatikan bahwa setiap sampel dalam populasi berkedudukan sama dari segi-segi yang akan diteliti.

Contoh:

Mahasiswa baru masuk perguruan tinggi negeri, mereka sama sama tamatan SLTA dan sama sama lulusan ujian SPMB. Disini dapat dikatakan bahwa populasi mahasiswa baru tersebut homogeny dari SLTA dan lulus ujian SPMB, jika kita ingin meneliti mereka, kita dapat mengambil sampelnya secara random. Artinya kita ambil beberapa saja, karena telah beranggapan bahwa mereka mempunyai kedudukan yang sama dengan kriteria–kriteria yang sama.

2. Sampel Berstrata

Jika penelitian kita memerlukan data bertingkat, berstrata atau berlapis yang mungkin berbentuk kelas, umur, daerah, kedudukan, atau sejenis maka kita menggunakan sampel berstrata dengan mnegambil sampel strata strata tertentu sesuai penelitian yang dilakukan.

Kebaikan menggunakan sampel ini adalah kita dapat menentukan sampel batas mana strata dalam populasi dapat terwakili untuk sampel yang kita gunakan.

Contoh : populasi penelitian seluruh mahasiswa UNJ, sampelnya bisa strata 1, strata II, magister, doctor

3. Cluster Sampel

Teknik sampel ini digunakan tidak untuk sampel individu, tetapi sampel untuk yang berkelompok-kelompok Menggunakan sampel cluster ini dianggap mudah, karena mudah pengambilan sampelnya. Tetapi penyelidikiannya mengandung resiko, karena kesimpulan yang diperoleh dari keolmpok kelompok itu belum tentu bisa digeneralisasikan untuk seluruh individu dalam populasi.

4. Purposive Sampel

Penggunaan teknik sampel ini mempunyai suatu tujuan atau dilakukan dengan sengaja, cara penggunaan sampel ini diantaranya populasi sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakterisitk populasi yang telah dikenal sebelumnya.

Contoh:

jika peneliti ingin mengetahui perbedaan sikap antara pemuda-pemuda di kota besar terhadap kenakalan remaja, dalam hal ini mestinya peneliti telah mengetahui lebih dulu ciri-ciri remaja di perkotaan.

5. Quota Sampel

Penggunaan quota sampel ini perlu menetapkan strata populasi berdasarkan tanda-tanda yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap variable yang akan diselidiki. Seandainya strata-strata telah ditetapkan dengan pasti, kemudian peneliti menetukan quota yang memadai dan dapat memenuhi strata dapat mewakili populasi atau sebagian populasi. Sedangkan penetuan quota tergantung kepada kepentingan penelitian, dapat berdasarkan factor social, factor ekonomi, factor geografis, atau factor politis.

Contoh:

Jika kita akan meneliti orang-orang yang berambut kribo di sebuah kota, kita telah mengetahui cirri-ciriya yaitu rambutnya kribo dan kemudian kita menetapkan quotanya sejumlah yang telah kita tentukan. Kemudian kita cari orang-orang yang berambut kribo di kota dan dimana saja yang mungkin kita menemuinya, kemudian kita ambil mereka menjadi sampel kita, atau kita datakan dalam catatan kita. Jika timbul pertanyaan apakah sampel kita dapat mewakili populasi? Dalam penggunaan sampel quota ini hal tersbut tidak dipermasalahkan selama quota yang kita tentukan dapat terpenuhi. `

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s