Motivasi

Studi tentang motivasi telah menyita lebih kurang dua puluh lima persen dari stud psikologi olahraga. Studi mengenai motivasi manusia pada hakekatnya merupakan studi tentang tindakan manusia, demikian menurut Alderman ( 1974). Motif merupakan salah satu determinan yang sangat penting mendorong terwujudnya tingkah laku manusia.

Silvia III dan Weinberg (1984) mengemukakan kiranya dapat dikatakan bahwa untuk mejadi pelatih yang baik. Pernyataan tersebut dapat dimengerti, karena yang menentukan prestasi atlet akhirnya adalah siatlet itu sendiri, dan pelatih lebih banyak memberikan bimbingan, petunjuk dan dorongan – dorongan. Silvia III dan Weinberg bahkan berani mengemukakan bahwa sepertiga bahan bacaan psikologi olahraga berhbungan dengan topic motivasi.

Tomas F. Staton (1958) berpendapat bahwa seseorang akan belajar hanya apabila ia mempunyai kemauan untuk belajar. Seorang pelatih mungkin telah merasa memberikan pelajaran atau latihan dengan sebaik – baiknya pada anak asuhnya, tetapi apabila si anak tersebut tidak mempunyai motivasi untuk belajar atau berlatih, maka hasilnya tidak akan memuaskan hal semacam ini digambarkan oleh Staton seperti orang yang mendorong mobil di jalamn tanjakan sedangkan rem tangan ttap di pasang. Sudah barang tentu mobil tersebut sangat berat untuk didorong maju. Atlet tanpa memiliki motivasi juga sulit untuk didorong berprestasi.

Manusia bersikap dan berbuat bukan sekedar sebagai suatu reaksi terhadap rangsangan yang datang dari sekitar. Kepada diri tiap – tiap manuasia ada motif terentu yang mendorong untuk melakukan tindakan atau perbuatan,

Untuk menghindarkan kerancuan penggunaan istilah motif dan motivasi, ada baiknya terlebih dahulu penulis mengemukakan pengertian motif dan motivasi yang diajukan oleh Heckhausen tahun 1997 sebagai berikut :

“Potential miotivasion is subtantioly what atkhinson mind by trun”motif “ whil actual motivasion is what in mind by “ motivasion “ or, in his last publication, by tendency”

Sesuai pendapat Heckhausen tersebut, dalam buku ini digunakan pengertian “ motiv” sebagai sumber pendorong.

Pos ini dipublikasikan di Penting. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s