Menjaga Lidah

MENJAGA LIDAH

I Petrus 3:8-12

Amsal 18:21

I.

PENDAHULUAN

Di dalam 1 Petrus 3:9 dijelaskan, “…hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat”. Jadi menurut kebenaran Firman Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup susah atau miskin tetapi dipanggil untuk memperoleh berkat, karena kita harus memberkati. Orang yang tidak mendapat berkat, tidak mungkin bisa memberkati. Jadi orang yang mau memberkati orang lain, terlebih dahulu harus diberkati.

Pertanyaannya, “Apa berkat terbesar dari Tuhan bagi kita?”. Berkat terbesar yang diberikan Tuhan dalam kehidupan kita adalah keselamatan. Keselamatan mengandung 3 hal penting, yaitu :

Disayang oleh Tuhan.

Tuhan menyelamatkan kita bukan karena kebaikan atau kesempurnaan kita atau karena kita tidak ada kekurangan, tetapi karena kita disayang. Karena memang kenyataannya, kita banyak sekali kekurangan, kita banyak mengecewakan Tuhan dalam perbuatan-perbuatan kita. Tetapi karena kita disayang oleh Tuhan maka Tuhan menyelamatkan kita. Sebagai contoh: bila seseorang sedang jatuh cinta, apapun kesalahan yang dibuat oleh pasangannya, tidak akan diperhitungkan.

Dipandang berharga oleh Tuhan.

Tuhan menyelamatkan kita karena kita berharga di mata Tuhan. Sebagai contoh : orang yang sedang jatuh cinta, apapun yang dilakukan atau apapun kekurangan pasangannya, akan selalu dipuji. Dia akan selalu bangga akan pasangannya.

Dijamin oleh Tuhan.

Artinya walaupun ekonomi tidak menentu dan keadaan politik sedang tidak pasti, tetapi kita tidak perlu kuatir karena kita punya jaminan yaitu Tuhan sendiri yang akan memelihara kehidupan kita.

Jadi setelah kita menerima keselamatan, dimana kita sudah disayang Tuhan, kita berharga di mata Tuhan dan sudah dijamin oleh Tuhan, maka berarti kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Lebih lanjut dalam ay. 10 dijelaskan, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu”. Artinya bahwa setiap orang pasti ingin melihat hari-hari yang baik di dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, untuk mewujudkannya, kita harus menjaga lidah terhadap yang jahat dan yang menipu. Karena walaupun lidah bentuk fisiknya hanya kecil tetapi bisa membawa masalah yang besar.

Kemudian di ayat 11 dijelaskan, ”Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya”. Yesus memberitahukan kuncinya bahwa agar lidah kita terjaga dari yang jahat dan yang menipu, kita harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik. Karena apa yang keluar dari mulut, sesungguhnya itu berasal dari hati. Kalau kehidupan kita belum benar di hadapan Tuhan, hubungan dengan Tuhan belum benar, maka di hati kita masih ada kepahitan dan luka, sehingga dari mulut akan keluar yang hal-hal yang tidak baik.

Di dalam Amsal 18:20 dijelaskan bahwa, ”Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.”. Jadi bibir dapat membuat orang kenyang dan bibir juga dapat membuat orang lapar. Sehingga di ayat 21 ditekankan bahwa ”hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”. Jadi rumah tangga bisa bahagia atau hancur, karir bisa maju atau mundur, semua tergantung lidah kita.

Perkataan dapat menentukan banyak hal dalam kehidupan kita (Yak. 3:2). Di bagian lain Alkitab dijelaskan bahwa dengan perkataan kita dibenarkan dan dengan perkataan juga kita bisa dihukum.

Jadi hal-hal mengenai lidah yang dapat menentukan kehidupan kita :

Lidah dapat menuntun kita untuk memuji-muji Tuhan.
Lewat lidah kita dapat memilih, apakah kita mau ”jengkel” dan mengutuk hari-hari kita atau mau memuji Tuhan walau apapun yang terjadi!. Di tengah masalah yang paling berat sekalipun, kita tidak harus bersungut-sungut. Tergantung pilihan kita, bersungut-sungut atau memuji Tuhan. Waktu Paulus dan Silas dipenjarakan, mereka tidak bersungut-sungut tetapi malah memuji-muji Tuhan sehingga semua orang yang di dalam penjara diberkati. Dan kemudian tiba-tiba sendi-sendi penjara mulai goyah dan semua pintu penjara terbuka. Artinya ikatan seberat apapun, jika kita menghadapinya sambil memuji Tuhan, maka kita akan memperoleh kelegaan.

Lidah dapat memperdamaikan dengan menusia.
Walaupun kita ada masalah dengan orang lain, tetapi waktu kita mulai berbicara dengan rendah hati dan saling memaafkan, maka akan terjadi perdamaian.

Lidah dapat memberi semangat untuk menggapai masa depan.
Kalau setiap hari kita berkata ”tolol” kepada anak kita, lama-kelamaan, anak itu akan benar-benar menjadi ”tolol”. Tetapi kalau setiap hari kita mengucapkan kata-kata yang menguatkan, membangun, mendorong semangat, memuji dan memberkati, maka dikemudian hari, anak itu akan menjadi anak yang percaya diri, pintar, mempunyai prinsip hidup yang kuat dan tidak mudah terpengaruh lingkungan. Atau segagal apapun suami/istri kita, kalau kita selalu memberi semangat, maka masa depan kita akan berhasil.

Lidah dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di depan kita
Dalam pepatah bahasa Inggris ada istilah, ”nothing to big to talk to”. Artinya kalau sesuatu masih bisa dibicarakan, semua persoalan bisa selesai. Tetapi seringkali kita sudah tidak mau bicara lagi, tetapi langsung bertindak. Itu sangat berbahaya.

II.

LIDAH BERMASALAH

1.

Lidah yang mengutuk-ngutuk (Tuhan, orang, diri sendiri)
Ini adalah lidah yang sangat bermasalah. Di dalam Alkitab disebutkan, ”hidup dan mati dikuasai lidah”. Jadi lidah yang bisa membuat kita mati adalah lidah yang suka mengutuk. Baik mengutuk Tuhan, mengutuk orang lain dan mengutuk diri sendiri.

2.

Lidah yang putus asa.
Orang yang sering mengucapkan hal-hal yang menggambarkan keputusasaan misalnya, “saya sudah tidak kuat”, “saya sudah tidak sanggup”, dll berarti tidak punya iman. Jangan berteman dengan orang-orang seperti itu, karena walaupun kita punya semangat untuk melakukan sesuatu, tetapi ketika kita mendengar kata-kata dari orang-orang tersebut, kita juga akan menjadi malas untuk melakukannya.

3.

Lidah yang menyakitkan.
Ada orang yang lidahnya seperti pedang. Apapun yang dikatakan, selalu menyakitkan orang lain.

4.

Lidah yang menuduh.
Ada orang yang selalu mengucapkan hal-hal yang menuduh setiap kali berbicara. Semua hal yang diucapkannya hanya “assumption” (perkiraan). Ini semua berasal dari hati yang masih ada “luka”, masih ada kepahitan, dll.

5.

Lidah yang kasar dan memaki.
Orang yang ”lidah”nya selalu kasar dan sering memaki dan biasanya orang-orang seperti ini mempunyai pembelaan seperti ”saya orangnya apa adanya, kalau marah, saya ”bom” habis-habisan, tetapi setelah itu, selesai dan saya tidak punya perasaan dendam atau kesal lagi”. Memang bagi orang yang marah tersebut sudah selesai, tetapi bagi yang menerima amarah tersebut, belum selesai karena akan menimbulkan sakit hati dan luka hati.

6.

Lidah yang merendahkan dan menyudutkan.
Orang yang selalu merendahkan orang lain setiap kali berbicara. Apa saja tanggapan yang keluar dari mulutnya mengenai sesuatu tidak pernah memuji atau memberi dorongan kepada orang lain. Orang seperti ini selalu menganggap dirinya lebih hebat.

7.

Lidah yang menghasut.
Ini juga adalah “lidah” yang bermasalah dan berbahaya sehingga orang dengan ”lidah” seperti ini harus dihindari.

III.

LIDAH SEORANG MURID (Yes. 50:4)

1.

Memperkatakan kata-kata yang menjadikan seorang berharga.

Di dalam Yesaya 50:4 dijelaskan, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid”. Jadi kalau kita banyak mendengar Firman Tuhan, maka hasilnya lidah kita akan menjadi lidah seorang murid. Karena pada saat kita mendengar Firman Tuhan, maka hati kita akan menjadi bersih dan kalau hati kita bersih, maka lidah kitapun menjadi lidah seorang murid. Lidah seorang murid itu memperkatakan hal-hal baik yang selalu membuat orang lain merasa berharga.

2.

Memperkatakan kata-kata yang membangun dan mendorong.

Selain memperkatakan kata-kata yang membuat orang lain merasa berharga, kita juga harus memperkatakan kata-kata yang membangun dan mendorong orang lain. Sehingga orang lain merasa sejahtera, damai, nyaman dan tenang berada di dekat kita.

3.

Memperkatakan kata-kata yang tenang dan nyaman.

Kalau ada orang sedang berselisih, janganlah kita menjadi orang yang turut memanas-manaskan suasana, tetapi hendaklah kita menjadi orang yang memberi damai dengan perkataan-perkataan yang tenang dan nyaman.

4.

Memperkatakan kata-kata yang mengingatkan tentang kasih Tuhan.

“Lidah” yang selalu memperkatakan atau mengucapkan kata-kata untuk mengingatkan tentang kasih Tuhan adalah “lidah” yang dahsyat.

5.

Memperkatakan kata-kata yang mengandung humor.

Kita tidak selalu harus menjadi pelawak untuk membuat orang lain tertawa dan bersukacita. Hidup ini tidak selalu harus dihadapi dengan serius, karena kadangkala masalah kita tidak seserius yang kita pikirkan. Tetapi hendaknya semua masalah kita hadapi dengan sukacita dan ditanggapi dengan humor (take it easy) sehingga masalah itu tidak terasa berat.

6.

The five magic words:

Tolong.
Dengan kata ”tolong”, orang merasa dihargai, dijadikan sebagai teman/sahabat bukan sebagai bawahan.

Maaf.
Biasakan mengucapkan kata ”maaf” dalam setiap percakapan, apalagi jika ada kesalahpahaman. Karena kata maaf adalah kata jembatan yang baik untuk menjembatani kesalahpahaman (sorry is the best bridge of comunication).

Terima kasih.
Dengan kata ”terima kasih” membuat orang lain merasa dihargai.

Kamu hebat.
Kata ”kamu hebat” adalah kata pujian yang diharapkan banyak orang. Karena semua orang, pada prinsipnya senang menerima pujian.

I love you.
Kata ini adalah kata yang diucapkan untuk memberi kesan bahwa kita bersama dengan dia. Misalnya : ”saya mengasihi kamu, dan saya merasa ada hal yang Tuhan percayakan kepada kamu”, dll. Kepada istri atau suami atau kepada anak-anak, kata ini tetap harus diucapkan. Tetapi jangan diucapkan kepada sembarangan orang.

IV.

MEMILIKI LIDAH YANG BAIK

1.

Pikirkanlah perkataan-perkataan sebelum keluar dari mulut.
Lidah yang baik adalah mengucapkan kata-kata yang dipikirkan sebelumnya. Karena ada orang yang mengucapkan dahulu baru dipikirkan. Hal ini sangat berbahaya karena selalu akan menyakiti hati orang lain.

2.

Bergaullah selalu dengan Firman.
Karena orang yang selalu bergaul dengan Firman akan mempunyai hati yang bersih, dan hati akan mempengaruhi lidah.

3.

Hiduplah selalu dalam kasih.
Kalau kita punya komitmen untuk mengasihi, lidah kita pasti baik.

4.

Memiliki kesadaran untuk tidak membalas.
Milikilah juga komitmen untuk tidak membalas yang jahat dengan yang jahat, karena kita tahu kita dipanggil bukan untuk membalas kejahatan tetapi untuk memberkati.

5.

Jangan melakukan kepada orang lain hal-hal yang tidak kita suka.
Misalnya, kalau kita tidak suka dibohongi, jangan bohong, kalau kita tidak suka dicemburui, jangan mencemburui, dll.

6.

Selalu mau belajar dan mendengar nasihat.
Kita harus tetap belajar, karena hidup ini adalah sebuah pelajaran.

V.

PENUTUP

Perkataan kita akan sangat menentukan apakah kita akan mengalami hidup yang diberkati dan menjadi berkat atau justru sebaliknya yaitu mengalami hidup yang penuh penderitaan.

Refleksi :

Tuhan merancangkan agar hidup kita menjadi berkat dan diberkati. Tuhan minta satu hal kalau kita mau melihat hari-hari yang baik dalam hidup kita, yaitu jaga lidah kita. Karena dengan lidah kita bisa melihat kemuliaan Tuhan, tetapi dengan lidah juga kita bisa mempermalukan nama Tuhan. Dengan lidah, kita bisa menyatakan bahwa Yesus hidup, tetapi dengan lidah juga dapat menghambat orang untuk datang kepada Kristus. Biarlah lidah kita memuji Tuhan, memperdamaikan dengan manusia dan menuntun kita pada hal-hal yang baik.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s